Vertical Garden

Vertical Garden
flash back end



Setelah merasakan tanda-tanda akan melahirkan, akhirnya Airin meminta si mbok untuk menjaga Ray di rumah, untuk menghadapi kelahiran kali ini dia agak tenang karena pernah merasakan waktu melahirkan Ray.


" alhamdulillah bu, putrinya cantik " ucap seorang bidan yang membantu persalinan Airin.


Haikal sudah diberi tahu bahwa Airin akan melahirkan, tapi dia beralasan kalau meetingnya sangat penting dan tidak bisa diwakilkan.


Airin yang sudah memprediksi akan hal itu pun hanya beristighfar dalam hati. Tentu saja itu membuat tekad dia semakin kuat untuk bercerai.


Setelah mengajukan gugatan cerai kepada Haikal, Airin langsung bersiap2 untuk pergi dari rumah yang selama ini dia tinggali bersama Haikal. Dia pun pamit karena tidak ingin dianggap tidak tau terima kasih.


" mas , saya dan anak2 pamit, saya juga akan membawa si mbok, terima kasih untuk semuanya" ucap Airin lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Haikal


" ck dasar. kenapa ga dari dulu perginya" gumam Haikal


Beberapa bulan kemudian pengadilan pun memutuskan kalau Airin dan Haikal sudah resmi bercerai. ketika sidang putusan Airin memberikan surat hasil tes DNA yang menyatakan bahwa kedua anaknya adalah darah daging Haikal.


...****************...


Setelah mengingat kejadian yang lalu, Airin tentu saja merasakan sakit hatinya.


" ibu akan mempertahankan kalian sampai kapanpun, tapi kalau kalian memutuskan untuk bersama ayah kalian, ibu ikhlas asal kalian bahagia" batin Airin.


Pagi pun menyapa penghuni planet bumi ,Airin seperti biasa melakukan aktifitas paginya dengan membantu mbok Nan menyiapkan sarapan dan membangunkan Aira untuk bersiap2 pergi ke sekolah.


" Bu , kata ayah hari ini mau jemput Aira pulang sekolah, boleh ya" kata Aira


Airin tidak langsung menjawab, dia merasa kaget ternyata obrolan semalam akan berlanjut.


" apa kamu akan nginap?" tanya Airin


" kalau bisa untuk sekarang ini kamu jangan nginap, ga enak sama istri ayahmu. ibu cuma pesan hati-hati, kamu harus bisa jaga diri, jangan pernah tinggalkan solat, ibu merasakan apa yang kamu rasakan" pesan Airin kepada anaknya.


" satu lagi, aktifkan gps kamu agar ibu tau kamu lagi dimana" ucap Airin lagi, pagi itu ia sudah tidak berselera untuk sarapan karena memikirkan anak2nya.


" pengennya begitu mbok, tapi hati ga bisa dibohongi" ucap Airin sambil matanya berkaca-kaca


"ibu ayo nanti telat" ajak Aira setelah menunggu diluar tetapi ibunya tidak keluar juga, lalu ia masuk lagi.


" mbok saya berangkat dulu ya" ucap Airin


" iya bu hati2" ucap mbok Nan sambil mengikuti sang majikan kedepan, untuk menutup pintu gerbang.


...----------------...


Di Vertical Garden telah terparkir sebuah mobil, dia pelanggan paling rajin selama Vertical Garden buka. Bara , dialah pelanggan itu.


" kenapa jadi gugup gini ya, kemarin-kemarin ga kayak gini" gumam Bara


Masuklah sebuah mobil menuju parkiran cafe tersebut, sang manager yang sedang dinantikan kadatangannya oleh Bara. Airin keluar dari mobilnya tanpa melihat kesebelahnya, kemudian masuk kedalam cafe.


"ck benar2 ya, ga lihat apa kalau ada yang nungguin dari tadi, eh malah dicuekin" gerutu Bara


gimana ceritanya Airin tau kalau dia tidak bilang mau datang ke cafe pagi- pagi.


Meskipun suasana hati sedang tidak baik, Airin berusaha tersenyum apalagi didepn karyawannya


" assalamu'alaikum selamat pagi" ucap Airin


" wa'alaikum salam, pagi juga" ucap karyawan yang berada di dalam cafe


"selamat pagi" ucap Bara main nyelonong aja padahal jam buka cafe masih lama.


" pagi..maaf pa kami belum buka" ucap salah satu pelayan yang berada dekat dengan pintu masuk