Vertical Garden

Vertical Garden
Laporan ke Bunda



Hari baru semangat baru, itulah kata-kata yang yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Bara pagi itu, setelah mengetahui kenyataan tentang pujaan hati, dia ingin segera mengunjungi rumah orang tuanya.


" hallo Hana, saya hari ini terlambat datang, kamu handle dulu ya jadwal saya" ucap Bara kepada sang sekretaris setelah menghubungi kontaknya


" baik pa" jawab Hana disebrang sana


Bara keluar dari kamarnya menuju ruang makan, terlihat sang asisten rumah tangga mrnyiapkan menu sarapan


" pagi mbok" sapa Bara


" pagi den, wah tumben sekali pagi2 sdh rapi" goda si mbok


" iya donk mbok, semangat baru" jawab Bara sambil terkekeh


" mudah2n semangat barunya tiap hari ya den" ucap si mbok


" semoga saja" jawab Bara tersenyum misterius


Setelah sarapan, Bara kembli ke kamarnya untuk mengambil sebuah berkas yang akan dia bawa sekalian ke rumah orang tuanya.


" mbok saya berangkat dulu ya" ucap Bara


" iya den hati-hati" sahut si mbok


Bara langsung keluar menuju mobilnya yang sudah diparkirkan sang supir didepan rumahnya


" sini kuncinya pa, biar saya nyetir sendiri, pa Arif bantu2 yang lain saja


" iya den" jawab sang sopir


Kemudian Bara melajukan mobilnya melewati jalanan yang mulai dipadati orang2 yang akan memulai aktivitasnya pagi itu.


Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit, Bara akhirnya sampai di rumah orang tuanya


orang tua Bara yang tadinya akan melakukan sarapan pun terheran2 karena tak biasanya anak laki-lakinya itu pulang tanpa disuruh, pagi2 pula datangnya.


" pagi bun, yah" sapa Bara


" pagi" ucap keduanya


" apaan sih bun" jawab Bara


" bunda heran aja, tumbenan kamu pulang tanpa bunda memaksa, pasti ada apa- apa nih. kenapa? kamu mau minta bantuan ayah buat dapetin tender" ucap sang bunda penuh selidik


" bunda yang cantiknya tiada dua, jangan neting gitu donk" ucap Bara dengan memperlihatkan senyumannya, yang membuat sang bunda bertambah curiga


" tuh..tuh kan yah, pake senyam senyum lagi, kan jadi penasaran yah" timpal bundanya


" udah bun, biarin Bara sarapan dulu, abis itu baru suruh cerita" ucap sang ayah yang dari tadi hanya mendengarkan anak dan istrinya berdebat pun angkat bicara


Sebenarnya ayah bara pun penasaran dengan apa yang membawa putranya itu pulang kerumah pagi itu.


"udah yah , tadi dah sarapan di rumah" ucap Bara


Bara memindai makanan yang ada diatas meja, ternyata ada peyek kacang cemilan favoritnya, dia pun langsung memakannya


" enak bun, tp ga kyk biasanya" ucap Bara


" iyalah itukan pesan dari teman bunda" jawab bunda meli


" oh iya teman bunda yang ini nih, yang jualan peyek ini, punya anak cewek cakep lho, kerjaanya juga bagus, waktu arisan kemarin dia diajak sama ma2hnya, kamu mau ga bunda kenalin" cerocos bunda Meli mempromosikan anak temannya supaya Bara mau diajak berkenalan.


" ga ah bun, Bara sudah punya pilihan sendiri dan ini alasannya kenapa pagi2 dah disini" jawab Bara


Bunda Meli dan ayah pram pun kaget, bunda sampe keselek makanan yang sedang dikunyahnya.


" Ay-yah...air.." bunda gelagapan dan ayah pun memberikan air minum disampingnya pada sang istri


" hhshhss...uhuk..uhuk.. km jangan becanda Bara" ucap bunda sambil terbatuk- batuk


" pasti ngeprank kan" ucap bunda lagi


" ish bunda nih kaget sampe segitunya, apalagi kalau Bara kasih tau tuh cewek kayak gimana orangnya


" maksud kamu?" tanya bunda sambil memelototkan matanya