Vertical Garden

Vertical Garden
Draft



Bara yang mendengar sang istri membangunkannya langsung tersenyum dan mencoba duduk.


" iya sayang... Kamu mau makan? Td si mbok nganterin pesanan kamu" ucap Bara dan dijawab oleh sang istri hanya dengan anggukan.


Hati Bara merasa lega karena Airin sudah sedikit mereda dari kemarahannya dan mau makan.


"sayang..maafin ya, mas ga ngertiin keadaan kamu dan ga peka. Mas tahu kalau kamu punya trauma. Si mbok dah cerita semuanya" ucap Bara. Dia memberanikan diri untuk memulai lagi obrolannya dengan Airin.


"terus..." hanya itu yang Airin ucapkan


" mas ga akan ninggalin kamu, mas akan tinggal dimana kamu ingin yang penting kamu nyaman dan bahagia dengan kehamilan yang sekarang. Kamu aja apa yang kamu inginkan" ucap Bara karena dia pernah mendengar kalau orang hamil itu kadang banyak maunya (alias ngidam).


"hmmmm" jawab Airin yang masih menyisakan sedikit kemarahan didalam hatinya.


Bara mencoba terus bersabar menghadapi istrinya karena takut emosinya tidak terkendali lagi.


Setelah ngobrol dengan suaminya, Airin kemudian naik lagi keatas tempat tidur, karena matanya mulai ngantuk.


Melihat gerak gerik sang istrinya, akhirnya Bara ikut membaringkan tubuhnya dan membalikkan badan Airin agar memghadapnya lalu ia pun mendekap tubuh Airin dengan erat.


Merasakan ada kenyamanam dalam tidurnya Airin mencari posisi yang pas sambil matanya terpejam. Bara pun tersenyum, dia senang karena


istrinya ternyata mencari kenyamanan dalam tidurnya.


" kamu itu ternyata bikin gemas ya" batin Bara. tak berapa lama Bara menyusul sang istri masuk ke dalam mimpinya.


...----------------...


Keesokan harinya Airin bangun dan dia merasakan ada yang berbeda, Airin membuka matanya lalu dia kaget karena sampingnya ada Bara yang masih tertidur.


Airin kemudian menuju kamar mandi karena tidak ingin kesiangan untuk melakukan sholat subuh, setelah selesai ia pun membangunkan Bara mengajaknya untuk solat berjamaah.


"assalamu'alaikum warohmatulloh..." ucap Bara yang diikuti oleh Airin sebagai makmum dalam sholatnya.


Bara tidak ingin menyia2kan moment tersebut untuk ngobrol dengan Airin.


" sayang..ada yang ingin mas bicarakan" ucap Bara hati2.


" iya mas, sebentar ya ak bikin sarapan dulu, mas mau minum apa? Kopi apa teh?" tanya Airin


" kopi aja" jawab Bara sambil mengusap kepala Airin


Setelah kopinya jadi, Airin langsung masuk lagi ke kamarnya tak lupa dengan gorengan yang telah ia buat di bawa juga.


" ini mas makn dulu mumpung masih hangat" ucap Airin


Bara meminum kopinya diselingi dengan makan gorengan buat istrinya tersebut, dia tersenyum karena senang akhirnya Airin kembali lg seperti dulu, seperti apa yang dia inginkan.


"sayang..sekali lagi mas minta maaf ya atas kesalahan mas yang kemarin" ucap Bara sambil menatap sang istri.


"iya mas..ak juga minta maaf karena bikin kamu kesal" ucap Airin. Lalu dia menarik tangan Bara untuk diciumnya, karena sesungguhnya dia sangat merindukan suaminya tersebut. Apalagi dia sedang hamil jadi bawaannya pengen diperhatikan terus.


" jadi gimana, kamu mau tinggal disini aja?" tanya Bara


"apa boleh?" tanya Airin ragu2 menanyakannya pd Bara


" boleh donk, ntar ak juga tinggal bawa beberapa baju buat disimpan disini" jawab Bara sambil tersenyum, lalu dia menyuruh Airin untuk mendekat lalu memeluknya


...****************...


Setelah dipikir2 Airin pun menyadari kalau suaminya yang dulu berbeda sekali dengan yang sekarang. Dia ingin sering2 berkomunikasi dengan Bara, ingin lebih banyak ngobrol, agar tidak ada kesalah pahaman lagi kedepannya.


......................


Para reader yang budiman, terima kasih ya sudah membaca karya pertama saya yang berjudul Vertical Garden ini, mudah2an kedepannya karya saya lebih baik lagi, mohon maaf karena upnya lama banget terutama untuk bab terakhir ini, terima kasih🙏🙏🙏