
"dek tunggu sebentar" ucap Bara
" ada apa pah" tanya Aira
" tolong kamu ketuk pintu kamar ibu, dari tadi ga keluar2" ucap Bara
tok..tok..
" bu...ini Aira, boleh masuk ga?" ucap Aira
Ceklek..
Airin membuka pintu lalu menyuruh Aira untuk masuk, dia tidak menyadari kalau Bara sudah mengikutinya terlebih dahulu dan menyuruh Aira untuk makan duluan.
" sayang ..." ucap Bara, dia mencoba membuka pembicaraan, karena Airin hanya diam saja setelah mengetahui kalau yang mengikutinya adalah Bara.
" kenapa kesini?" tanya Airin dengan dingin.
" kalau keluargamu tidak menginginkan anak ini, aku tidak masalah, sebaiknya pergi dari sini" ucap Airin lagi
" mas ga akan kemana2, kalau kamu mau disini mas juga akan tinggal disini" ucap Bara, sedangkan Airin hanya geleng2 kepala
Bara akhirnya diam dikamar yang mana Airin pun berada disana, dia tidak banyak bicara karena takut istri tercintanya itu merajuk lagi.
Tok..tok...tok
" bu....ibu..." suara Aira memanggil sang ibu karena Airin dan Bara belum juga keluar dari kamarnya.
" pa...papa..." gantian Aira memanggil Bara
"Pada ngapain ya kok ga ada yang nyahut" gumam Aira.
Aira akhirnya kembali ke ruang keluarga sendirian.
" kok sendirian, ibu sama papanya mn?" tanya sang oma
" ya udah kita makan duluan aja yuk" ajak omanya
Sementara di kamar Airin dan Bara sibuk dengan kegiatan masing2 yakni mengotak-atik ponsel mereka, duduk pun berjauhan.
" sayang... Kamu udah makan belum?" tanya Bara dengan hati2, Airin hanya melirik sekilas lalu matanya kembali lagi fokus ke ponselnya tanpa menjawab pertanyaan dari Bara.
Lama2 Bara merasa kesal sendiri, mau keluar dari kamar takunya dikunciin lagi, kalau di kamar terus tp dicuekin rasanya gimana gitu.
Bara mengalah lagi dengan mendekati Airin dan memeluknya dari belakang.
" sayang makan dulu ya, dari tadi perut kamu ga terisi makanan, ga lapar apa. Makan ya..." bujuk Bara tak lupa sambil mengecup pucuk kepala Airin
" atau kamu mau beli apa, kita keluar yok cari makanan, bukannya orang hamil itu biasanya ngidam ya.." ucap Bara lagi
Tok..tok..
" bu ini si mbok, pesanannya dah datang" ucap si mbok.
Bara menuju pintu sambil bertanya2 , apa kira2 yng dipesan Airin
Ceklek..
"iya mbok..." ucap Bara begitu membuka pintu
" ini den tadi bu Airin kayaknya pesan ini" ucp si mbok.
" ya udah, mksh mbok" ucap Bara sambil melihat makanan yang dipesan Airin
Bara pun menutup pintunya kembali, tapi urung karena sang asisten rumah itu memanggilnya
" den apa mau dibikinkan sesuatu, teh atau kopi gitu" ucap si mbok
" boleh, es teh aja" ucap Bara
Bara menutup pintu kemudian menghampiri sang istri dan meletakkan pesanannya diatas nakas
" sayang ini pesanannya, bangun dulu" Bara mencoba lagi berinteraksi dengan istrinya
Airin mengerjapkan matanya, lalu mencoba bangun pelan2 untuk duduk, dia melihat ke sebelah kanan tempat tidurnya ternyata pesanannya sudah tersedia.
Setelah tertidur sebentar akhirnya Airin merasa badannya enakan dan emosinya perlahan menguap apalagi jika melihat makanan yang sudah tersedia (eemmmm nyammy).
" mas bangun" Airin mencoba membangunkan suaminya karena bagaimanapun ia merindukan suami tampannya tersebut.
Bara yang mendengar sang istri membangunkannya langsung tersenyum dan mencoba duduk.
" iya sayang... Kamu mau makan? Td si mbok nganterin pesanan kamu" ucap Bara dan dijawab oleh sang istri hanya dengan anggukan