Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Epilog



Shanghai, Cina.


31 Desember, 20XX


Seorang wanita berambut hitam panjang memasuki klub malam bernama 'Silver moon Bar'.


Gaun merahnya berkibar saat dia berjalan.



Suasana bar sedang agak sepi dan hanya ada beberapa orang yang tengah menikmati lagu sambil menari di lantai dansa atau hanya sekedar duduk ditemani beberapa pelayan bar.


Wanita itu lalu duduk di bar stools dekat dengan bartender bar. Hanya dia yang duduk disana sementara 5 kursi lainnya kosong.


Dia lalu meletakkan tangannya di counter dan tersenyum pada sang bartender.


Bartender itu balik tersenyum padanya.


"Bisa saya memesan segelas Martini dengan vermounth merah manis dan es batu?", Ujar wanita itu.


"Tentu, segelas Martini yang menyegarkan akan segera disajikan.", Ujar bartender itu.


Mata wanita itu meneliti sekitar klub dan mememukan pria dengan rambut model undercut bercat perak.


Entahlah, mungkin perak benar-benar warna rambut pria itu?



Rambutnya terlihat mencolok didalam klub dengan penerapan remang-remang ini.


Pria itu duduk bersama keempat temannya, tiga pria dan satu wanita. Yang wanita memiliki rambut yang hampir perak seperti pria itu.


Pria itu meminum sebotol beer bermerk Harbin.



"Segelas Martini dengan vermounth merah manis dan es batu.", Ujar bartender dan menyuguhkan wanita itu dengan segelas minuman beralkohol yang dipesannya.


Segelas Martini with sweet vermounth.



(Martini)


Martini adalah minuman koktail yang dibuat dengan Vodka/gin dengan vermouth lalu dihias dengan buah zaitun. Martini pertama kali dibuat sekitar tahun 1862 dan ketika itu minuman ini dikenal dengan nama Martinez.


"Terimakasih.", Wanita itu lalu menyerahkan kartu kreditnya, bartender tersenyum dan menerima kartu hitam itu.


Wanita menyentuh gelas minumannya dan meminumnya seteguk.


Rasa manis dari buah vermounth merah bercampur dengan Vodka dan rasa panas dari alkoholnya dilembutkan dengan es batu. Menyegarkan.


Wanita itu tersenyum.


"Minuman yang menyenangkan.", Puji wanita itu pada sang bartender.


"Senang jika nona menyukainya.", Jawab bartender itu sambil tersenyum.


Wanita itu kembali menegak Martini nya, kali ini sampai habis.


Tiba-tiba seorang pria dengan rambut undercut perak yang tadi sempat diperhatikan wanita itu duduk disebelahnya.


"Aku lihat gelasmu sudah kosong, nona. Boleh ku traktir segelas lagi?", Tanya nya.


Wanita itu tersenyum.


"Tentu.", Jawabnya.


Pria itu meletakkan sebelah tangannya di counter.


"Segelas Whiskey dengan dua es batu untukku dan nona ini?" Pria itu melirik kepada si wanita.


"Tequilla saja untukku.", Jawab si wanita paham dengan lirikan sang pria.


"Segelas Whiskey dengan dua es batu dan Tequilla kalau begitu.", Ujarnya lagi kepada si bartender.


Bartender tersenyum dan mengangguk mengerti, dia mulai membuat pesanan pelanggannya itu.


Si wanita memperhatikan pria berambut perak yang duduk disebelahnya ini.


Rambut undercut perak, tubuh yang tinggi tegap, dan gaya berpakaian yang modis dengan jam mahal melingkar ditangannya.


Pria itu memiliki iris biru yang indah, entah kenapa terasa familiar.


Pria itu menoleh kepada si wanita.


"Boleh ku tau siapa namamu, nona direktur perusahaan Iron Rose Furniture?", Tanya pria itu sambil tersenyum miring.


"Ah, ternyata kau mengenaliku. Kalau begitu, aku juga ingin bertanya hal yang sama padamu, tuan direktur SM. Company.", Ujar sang wanita lagi ikut tersenyum.


"Silver Moon Company, mohon jangan singkat nama perusahaan ku seperti lambangnya.", Ujar pria itu sedikit tergelak.


Si wanita tertawa kecil.


"Baiklah, tuan direktur Silver Moon Company, namamu?", Tanya wanita itu.


"Sheng Yue, Chu Sheng Yue. Dan, namamu nona?", Pria bernama Sheng Yue itu balik bertanya.


"Xiao Nian, Zhu Xiao Nian. Senang berkenalan dengan anda, Tuan Chu.", Ujar wanita bernama Zhu Xiao Nian itu.


"Kumohon, jangan terlalu kaku. Panggil aku Sheng Yue saja, Xiao Nian.", Ujar pria itu.


"Baiklah kalau begitu, Sheng Yue.", Wanita itu tersenyum.


Minuman pesanan mereka tiba.


"Segelas Whiskey dengan dua es batu dan segelas Tequilla.", Ujar bartender menghidangkan dua gelas minuman itu.



(Whiskey)


Whiskey biasa disajikan menggunakan es batu untuk menjaga suhunya, namun rasa dari Whiskey tidak mudah lumer karenanya.



(Tequila)


Tequila biasanya dihidangkan bersama jeruk dan diberi sedikit garam halus pada gelasnya agar rasa keras Tequila tidak terlalu terasa.


Sheng Yue tersenyum dan mengeluarkan black card dari dompetnya.


"Kembalikan kartu nona ini. Pakai kartu ku untuk membayar tagihan minuman ini dan minuman nona tadi.", Ujarnya.


Sang bartender mengangguk dan mengembalikan kartu kredit Zhu Xiao Nian.


Zhu Xiao Nian menerima kartu kreditnya kembali.


"Terimakasih atas traktirannya, Sheng Yue.", Ujar Xiao Nian mengangkat gelasnya kearah Sheng Yue lalu menegak Tequilla miliknya.


Sheng Yue ikut mengangkat gelasnya dan menghabiskan Whiskey miliknya sekali tegak.


"Oh, anda peminum yang baik rupanya.", Ujar Xiao Nian lalu tertawa kecil.


Sheng Yue tersenyum.


"Tidak juga. Saya hanya ingin terlihat keren didepan nona cantik sepertimu.", Jawab Sheng Yue yang membuat pipi Xiao Nian merona merah.


"Kalau begitu kamu melakukannya dengan berlebihan.", Zhu Xiao Nian membuang rona merah pada wajahnya dan kembali menegak Tequilla.


"Mau bergabung dengan temanku disana? Kami sengaja pergi ke klub ini untuk merayakan tahun baru. Adik perempuanku dan pacarnya belum datang, mereka akan tiba sebentar lagi. Kuharap kau mau bergabung sebagai pasanganku untuk malam ini saja.", Sheng Yue menatap Xiao Nian penuh harap.


Zhu Xiao Nian tersenyum lalu menghabiskan Tequilla nya.


"Baiklah, kedengarannya menarik.", Ujarnya.


Bartender mengembalikan black card Chu Sheng Yue setelah menggeseknya.


Sheng Yue tersenyum dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk tip.


Mereka berdua lalu beranjak dan menjauh dari meja bar.


Sesampainya di privat room milik Sheng Yue, Zhu Xiao Nian disambut dengan suasana kekeluargaan yang hangat dan familiar.


Seorang pria dengan rambut hitam berpotongan pompadour dan iris hijau menatap Zhu Xiao Nian. Terlihat sedikit terkejut, namun wajahnya kembali seperti biasa.


"Wah wah, siapa ini? Sheng Yue membawa wanita kesini?", Tanya pria itu.


"Silahkan duduk disini.", Ujar Sheng Yue menunjuk tempat tepat disebelahnya.


"Hei hei, kakak sepupu. Apa dia calon kakak ipar ku?", Tanya wanita berambut perak panjang dan iris hijau kebiruan.


"Ck, ya ampun. Kalian bisa diam tidak sih, aku akan memperkenalkannya.", Ujar Sheng Yue lagi.


"Baiklah, nona Zhu Xiao Nian. Ini adalah adik sepupuku, Chu Xian Yue. Dan itu adalah calon adik ipar ku, pacar Chu Xian Yue, Qi Chuankang yang juga rekan bisnis ku." Ujar Sheng Yue, kemudia kembali berbisik - "Dia itu pemilik restoran ternama bintang lima Tianxing Resto and Chinese food loh.."


Sheng Yue menunjuk pria berambut hitam bermata hijau yang menegur Zhu Xiao Nian tadi, dan seorang wanita berambut perak yang sempat bicara.


Zhu Xiao Nian tertawa kecil.


"Lalu disana ada kedua saudara tiri ku. Yang itu kakak tertua ku, Dong Fang Jin. Direktur utama Dongfeng Industries.", Sheng Yue menunjuk pria berambut hitam Quiff dan iris biru seperti Sheng Yue.


Pria itu tersenyum lalu mengangguk.


"Dan itu adalah kakak kedua ku, Dong Fang Yan. Dia bekerja sebagai direktur salah satu perusahaan industri perfilman, kalau kau mau jadi artis hubungi saja dia.", Ujar Sheng Yue lagi lalu sambil menunjuk pria berambut hitam pendek berponi seperti penyanyi K-Pop. Mata pria itu cukup unik dengan warna coklat kekuningan.


Pria itu menaikkan gelasnya sambil tersenyum.


Zhu Xiao Nian tersenyum hangat.


Entah kenapa merasa senang berada didekat orang-orang ini.


Rasanya seperti kehangatan keluarga yang familiar.


Tiba-tiba sepasang wanita dan pria menghampiri privat room.


"Maaf kami terlambat.", Ujar si wanita berambut sebahu dan iris biru. Dia terlihat sangat mirip dengan Dong Fang Jin, lebih seperti versi wanitanya mungkin?


"Lin-er, kamu terlambat lagi?", Ujar Dong Fang Jin.


"Maaf kakak.", Ujar wanita itu sambil tersenyum manis.


Pria disebelah wanita itu agak terkejut saat melihat Zhu Xiao Nian, begitu juga sebaliknya.


"Biao Ge!?" - "Biao Mei!?"


Mereka hampir mengatakannya berbarengan.


"Oh? Kalian saling kenal?", Ujar Dong Fang Yan.


"Tentu saja kenal, dia adik sepupuku, Zhu Xiao Nian.", Ujar pria itu lalu menatap tajam Zhu Xiao Nian.


"Apa paman tau kau disini?"


"Hehehe, ayah tidak tau aku kesini. Tapi memangnya kenapa? Umurku sudah cukup untuk masuk kesini sendirian!", Ujar Zhu Xiao Nian.


"Sudahlah Liu Jin, biarkan saja adik sepupumu disini. Lagipula kau ada disini, kau bisa menjaganya.", Ujar Dong Fang Lin.


"Ah, baiklah." Ujar An Liu Jin mengalah.


"Eh, ngomong-ngomong kakak tertua, dimana kakak ipar?", Tanya Dong Fang Lin.


"Haah, kau tau sendiri seperti apa seleranya. Dia menolak saat ku ajak kemari. Katanya lebih baik menemani ayah dan ibu juga mengurus Xiao Bao daripada membuang-buang waktu disini.", Dong Fang Jin menghela nafas.


"Ah, sayang sekali...", Dong Fang Lin terlihat kecewa.


"Oh iya, kak Qiuyue juga tidak disini?", Tanya Dong Fang Lin lagi.


Dong Fang Yan hampir tersedak jus jeruknya.


"Uhuk! Yah, kau tau sendiri seperti apa dia. Dia kan sedang mengandung, kalau ku ajak kesini pasti dia memintaku membelikannya wine, alkohol kan tidak baik untuk ibu hamil.", Dong Fang Yan menggeleng saat mengingat istrinya dirumah yang saat ini sedang mengandung 5 bulan.


"Haah, rasanya tidak lengkap tanpa kakak ipar dan kak Qiuyue...", Ujar Dong Fang Lin.


Zhu Xiao Nian berbisik pada Sheng Yue.


"Siapa yang ditanyakan Fang Lin tadi?"


"Oh, kakak ipar ku. Xiao Ning An istri kakak pertama, dan Murong Qiuyue istri kakak kedua.", Jawab Sheng Yue.


"Ooh, sepertinya keluargamu besar sekali ya...", Ujar Zhu Xiao Nian terkekeh.


"Yah, begitulah. Kau mau jadi bagian dari keluarga kami?", Tanya Sheng Yue.


Zhu Xiao Nian tertawa.


"Apa ini ajakan untuk menikah?", Tanya Xiao Nian bercanda.


"Jika kau mengaggapnya begitu, kenapa tidak.", Ujar Sheng Yue santai sambil menegak bir Harbin nya.


Pipi Xiao Nian merona.


'Ya ampun, lelaki ini tidak tau malu sekali...'


Akhirnya mereka menghabiskan malam tahun baru bersama-sama.


.


.


.


2 tahun kemudian...


"Tuan Chu Sheng Yue, apakah anda bersedia menerima nona Zhu Xiao Nian sebagai istri anda? Susah maupun senang hingga maut memisahkan?"


"Ya, saya bersedia."


"Lalu Nona Zhu Xiao Nian, apakah anda bersedia menerima Tuan Chu Sheng Yue sebagai suami anda? Susah maupun senang hingga maut memisahkan?"


"Ya, saya bersedia."


"Kalau begitu, atas kuasa yang diberikan kepada saya. Saya nyatakan kalian sebagai suami istri, anda boleh mencium mempelainya."


2 tahun mengenal dan saling suka.


Chu Sheng Yue dan Zhu Xiao Nian akhirnya menikah di bulan Maret tahun 20XX.


Pernikahan yang membahagiakan.


...~oOo~...


...°°°Tamat°°°...


...~oOo~...


...[Thanks and Good bye]...


Yup, sekarang kisah cinta ini sudah benar-benar berakhir.


Setelah 70 chapter akhirnya cerita ini selesai juga:')


Saya sebagai penulis sangat berterimakasih pada kalian yang sudah membaca Time travel: Rebirth of the daughter of the marquess sampai sekarang.


Cerita ini sudah tamat!!!


Akhirnya:')


Saya sangat berterimakasih atas like, komentar, dan dukungan yang sudah kalian berikan pada cerita ini.


Arigatou gozaimasu!


Banyak kata yang ingin saya ungkapkan, tapi sepertinya akan sangat panjang untuk ditulis, pastinya bakalan kalian skip kan?:')


Baiklah, intinya saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya, saya juga sangat bersyukur, dan saya ingin mengucapkan selamat tinggal.


Saya juga merasa lega karena berhasil menamatkan cerita ini setelah setahun lebih lamanya.


Selamat tinggal semuanya!


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.


See you again in another story!


Bye-bye 👋🏻



Sebenarnya ini cover asli cerita Time travel: Rebirth of the daughter of the marquess.


Tapi entah kenapa beberapa kali aku atur selalu gak bisa ke ubah:v


Gak tau juga kenapa 🤷🏻‍♀️