
"Permintaan? Apa itu nona An?" Tanya kaisar.
"Saya ingin membatalkan pertunangan saya dengan pangeran kedua" Ujar wanita itu, membuat semua orang kembali bergosip.
"Kau..kau ingin membatalkannya?" Ujar kaisar tidak percaya.
"Ya, betul yang mulia. Sepertinya pikiran saya dan pangeran kedua sama. Saya juga tidak memilik perasaan apapun lagi untuk pangeran kedua" Ujar wanita itu lagi.
"Karena Pangeran kedua dan nona An Xie Tian tidak memiliki perasaan untuk satu sama lain, Zhen menyetujui pembatalan pertunangan ini" Ujar kaisar.
"Dengan ini, pangeran kedua Dong Fang Yan dan nona pertama dari kediaman Marquis Utara An Xie Tian, resmi dibatalkan dari hubungan pertunangan mereka!!!"
Pernyataan si Kasim membuat orang-orang heboh.
"Lou, siapa nama wanita yang menjadi mantan tunangan kakak kedua?" Tanya pangeran ketiga, Dong Fang Yu' pada pengawal pribadi nya.
"Yang mulia, namanya adalah An Xie Tian" Ujar Lou.
"Tapi... Kudengar tunangan kakak kedua sering membuat onar di istana agar bertemu kakak kedua, Bukankah itu berarti dia tergila-gila padanya? Mengapa sekarang dia terlihat senang saat pertunangannya diputuskan?" Ujar Dong Fang Yu' bertanya heran.
"Saya juga tidak tahu Yang mulia." Ujar Lou.
"Selidiki!" Ujar Dong Fang Yu memerintahkan.
"Baik!" Ujar Lou, lalu menghilang dengan cepat.
"Hmmm...Wanita yang menarik."
~
"Anak bodoh!"
'Plak!!'
"Muhao..kenapa kau menamparku?" Ujar pangeran kedua sambil mengelus pipinya yang baru ditampar.
"Kau patut mendapatkannya!" Ujar permaisuri Wang acuh.
"Karena kau... Karena kau pertunangan yang sudah aku siapkan selama bertahun-tahun hancur!" Teriak permaisuri Wang marah.
"Ta..tapi Muhao...,aku..aku tidak mencintainya, aku mencintai An Yanran" Ujar pangeran kedua.
"Yan! Dengarkan Muhao, dia adalah nona pertama dan anak Sah dari kediaman Marquis Utara. Jika kau ingin menjadi kaisar menggantikan Fuhuang mu, maka kau harus menikahinya. Tak apa jika kau ingin menikahi An Yanran, tapi jadikan dia selir" Ujar permaisuri Wang.
"Apa? Tapi aku berjanji pada An Yanran akan menjadikan dia Wangfei ku" Ujar pangeran kedua.
"Diam! Sekarang kau harus memohon pada An Xie Tian agar mau menikahi mu, Atau gelar pangeran mu akan kuminta Huangdi mencopotnya!" Ujar permaisuri Wang lalu pergi dari kamar Anaknya.
"An Xie Tian sialan!!!" Teriak pangeran kedua marah.
~oO0Oo~
Paginya...
"Nona! Sampai kapan anda akan tidur?" Teriak XiaoMei berusaha membangunkan An Xie Tian.
"Diamlah XiaoMei, kau akan menakuti uang-uang ku. Lihatlah mereka berusaha kabur dari genggaman ku..hoam.." Ujar An Xie Tian mengigau dalam tidurnya.
"Nona, bangunlah. Anda harus mandi" Ujar XiaoMei lalu menyingkap selimut milik An Xie Tian sehingga An Xie Tian merasa kedinginan.
"XiaoMei!!!" Teriak An Xie Tian marah.
"Ayo nona! Ini sudah hampir jam 9 pagi. Bahkan waktu sarapan pun sudah lama lewat" Ujar XiaoMei.
"Baiklah baiklah! Dasar bawel!" Ujar An Xie Tian merajuk.
"Ayo nona. Air mandinya sudah siap" Ujar XiaoMei sambil cekikikan menahan tawa karena sikap manja Nonanya.
~
An Xie Tian sedang menikmati mandinya, sekarang dia mandi memakai sabun buatannya.
"La la la la... Pagi yang indah, sabun yang harum...hoam..aku masih mengantuk" Ujar An Xie Tian disela-sela mandinya.
"Uggh.. kenapa sih para bangsawan sangat suka berpesta sampai tengah malam..hoam" Rutuk An Xie Tian.
~
An Xie Tian akhirnya selesai mandi.
Dia berpakaian dan berdandan.
Setelah selesai berdandan, dia lalu jalan-jalan di sekitar taman.
Setelah puas berjalan-jalan, dia pergi ke perpustakaan untuk membaca.
"Nona! Anda memiliki tamu" Ujar XiaoMei dari luar ruangan perpustakaan.
"Tamu? Siapa?" Ujar An Xie Tian.
"Jiejie!" Ujar seorang wanita lalu masuk kedalam perpustakaan.
"Ah, Murong Meimei!" Ujar An Xie Tian terkejut.
"Jiejie sedang apa?" Tanya Murong Qiouyue.
"Aku sedang membaca sedikit" Ujar An Xie Tian.
"Oh.., Jiejie. Apakah kau tau? Besok malam akan diadakan festival lentera Lo.." Ujar Murong Qiouyue dengan antusias.
"Festival? Benarkah?" Ujar An Xie Tian.
"Wow!" Ujar An Xie Tian tak kalah antusias.
'Sepertinya aku bisa mencari uang disana, hehehe..' Ujar An Xie Tian dalam hati.
"Katanya...kalau kamu melepaskan satu lentera yang kau tulis namamu disana dan kau larutkan di sungai dan setelah itu disebelah kanan mu juga ada seorang pria yang melarutkan lentera, katanya kamu dan dia akan menjadi pasangan selamanya" Ujar Qiouyue.
"Katanya juga itu akan membawa keberuntungan dan nasib baik untukmu" Ujar Qiouyue lagi melanjutkan.
"Ooh.." Ujar An Xie Tian acuh.
' Aku lebih suka mencari uang daripada mencari cinta' Ujar An Xie Tian dalam hati.
"Jiejie! Bagaimana kalau besok malam kita pergi ke festival lentera bersama?" Ujar Qiouyue.
"Terserah Meimei saja" Ujar An Xie Tian tersenyum hangat.
"Mm. Baik, kalau begitu sampai jumpa besok malam. Kuanggap ini kencan pertama kita" Ujar Qiouyue mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa lepas.
"Apa-apaan itu... hahahaha.." Ujar An Xie Tian menggelengkan kepalanya sambil ikut tertawa.
"Baiklah Jiejie, kalau begitu aku pulang dulu." Ujar Murong Qiouyue.
Murong Qiouyue lalu pulang kembali kerumahnya.
"Anak konyol itu..." Ujar An Xie Tian tersenyum senang.
"Oh iya. XiaoMei!" Ujar An Xie Tian memanggil XiaoMei.
"Ya nona?" Ujar XiaoMei.
"Belikan aku beberapa bahan. Ini catatannya" Ujar An Xie Tian lalu menyerahkan kertas catatan yang baru dia buat.
"Baik nona" Ujar XiaoMei, lalu pergi.
"Hmm.. baiklah kalau begitu...."
"Bagaimana kalau kita membuat rencana..?" Ujar An Xie Tian bergumam.
"Ah,Sialan! Aku masih dendam dengan lelaki itu, beraninya dia berselingkuh. Nona An, anda tenang saja dan duduk diam melihat pembalasan dendam yang kulakukan untukmu, hehehe..." Ujar An Xie Tian.
.
.
.
Note Fafa_:
"Hai guys!
Apa kabar? Baik dong ya...^~^"
"Kangen aku gak?"
*Dilempari sendal.
"Lucknut kau! °^°💢"
*Diketawain.
"Maaf aku baru update ya...T_T"
*Dilempar sendal lagi.
"Anjayyy! Bisa gak dilempar selain sendal?" °^°💢
*Ngangkat meja.
"Jangan meja juga kali njirr..:'( "
*"Kelamaan basa-basi Lo Thor!"
"Oke-oke ;)"
"Kira-kira apa yang akan dilakukan An Xie Tian untuk balas dendam?"
*"Gak tau..!"
"Mengapa pangeran ketiga tertarik pada An Xie Tian?"
*"Banyak tanya! Update aja Napa!?" Ngangkat meja lagi.
"Ahahaha..iya, ampun-ampun! 😅"
*Taruh meja.
"Saksikan kelanjutannya di chapter berikutnya^~^..."
*"Iye iye..!"
.
.
.
Tbc...