
"Nona? Anda sedang apa?" Tanya XiaoMei saat melihat Nonanya sedang meracik sesuatu.
"Aku membuat krim wajah" Ujar An Xie Tian.
"Krim? Apa itu sejenis kosmetik?" Tanya XiaoMei.
"Mm.. seperti itulah" Ujar An Xie Tian tersenyum.
Jangan tanya darimana dia mempelajari ilmu itu.
Dia belajar membuat krim wajah dari buah zaitun agar mengesankan seorang dokter kulit, dokter kulit itu adalah seorang penjahat kelas kakap yang biasa menggunakan topeng wajah agar kejahatannya tidak diketahui.
Cukup soal dokter kulit, mari kita kembali ke Elder Miss.
"Nona? Dimana anda belajar semua ini? Nubi bahkan belum pernah mendengarnya dimana pun, apalagi cara membuatnya" Ujar XiaoMei bingung.
"Kau mau tau?" Ujar An Xie Tian.
XiaoMei mengangguk.
"Aku diajari oleh tuhan saat aku sedang sekarat. Kata Tuhan aku harus berkembang setidaknya menjadi seorang alkemis handal" Ujar An Xie Tian santai, siapa yang tahu? Dia sebenarnya menahan tawanya di hati.
"Apaa? An..anda diajari oleh tuhan!? Ja..jadi ini adalah teknik dewa!?" Ujar XiaoMei terkejut.
"Terserah kau mau menyebutnya apa" Ujar An Xie Tian lalu tertawa.
"Wow...,nona sangat hebat" Ujar XiaoMei memandang An Xie Tian dengan berbinar.
"Hah, gadis kecil ini" Ujar An Xie Tian tersenyum.
"Nona, pangeran kedua datang mengunjungi anda" Ujar seorang pelayan tiba-tiba masuk.
"Apaa!? Pangeran kedua" Ujar XiaoMei.
"Nona?"
(Berbisik)
"XiaoMei, ajak An Yanran kesini. Bilang padanya aku mengundangnya minum teh sambil menikmati keindahan danau teratai di kediaman ku" Ujar An Xie Tian berbisik pada XiaoMei.
(Berbisik)
"Baik nona" Ujar XiaoMei.
"Baiklah, dimana pangeran kedua itu? Antar nona ini kesan. Pimpin jalan" Ujar An Xie Tian mengomando pelayan itu.
"Ba..baik nona" Ujar pelayan itu.
~
Di samping paviliun 'mutiara air jernih', terdapat sebuah gezebo yang menghadap langsung kearah danau teratai buatan.
Pangeran kedua menunggu dengan sabar.
"Maaf Huangzi lama menunggu saya, saya harap anda tidak keberatan" Ujar An Xie Tian membuat pangeran kedua, Dong Fang Yan kaget.
"Ah, nona An Xie Tian. Kamu sudah datang" Ujar Dong Fang Yan.
"Ada keperluan apa Huangzi datang kesini?" Tanya An Xie Tian dingin namun tetap sopan.
"Ah, Benwang rasa hubungan kita terasa sangat longgar, jadi Benwang pikir untuk datang kesini dan menanyakan kabar anda" Ujar Dong Fang Yan sambil tersenyum (palsu).
"Hahaha, Huangzi benar-benar sopan. Tapi apakah anda tidak malu datang kesini sedangkan Huangzi seharusnya ke tempat adikku, mengingat anda dan Yan'er kami memiliki hubungan" Ujar An Xie Tian sengaja langsung menyerang titik fatal Dong Fang Yan.
(Tidak secara harfiah).
XiaoMei datang dan sengaja bersembunyi di belakang Dong Fang Yan agar tidak terlihat olehnya.
'Nona An Yanran sudah dekat' Ujar XiaoMei dengan isyarat tubuh.
An Xie Tian menganggukkan kepalanya paham.
"Huangzi, saya rasa anda juga harus mengunjungi adik hamba" Ujar An Xie Tian lalu sengaja berjalan tergesa-gesa dan berpura-pura terjatuh.
Saat itu refleks Dong Fang Yan langsung menangkap tubuhnya kedalam pelukannya.
Entah kenapa saat itu tiba-tiba Dong Fang Yan merasa detak jantungnya meningkat dan wajahnya bersemu merah.
Dan pas sekali saat itu An Yanran sampai.
"Ehem!" Ujar An Yanran terbatuk berusaha menyadarkan pangeran kedua yang masih menatap An Xie Tian yang cantik dalam pelukannya.
"Ah! Yanran?" Ujar Dong Fang Yan terkejut dan langsung melepaskan pelukannya terhadap An Xie Tian.
"Ah, Meimei! Kau sudah datang!?" Ujar An Xie Tian berpura-pura polos.
"Apakah Jiejie mengundang aku kesini untuk mengagumi danau teratai milikmu atau untuk melihat pertunjukan?" Ujar An Yanran dengan nada dingin dan wajah tak suka.
"Yanran! Jangan bicara seperti itu pada Jiejie mu!" Ujar pangeran kedua sedikit membentak An Yanran tanpa sadar.
An Yanran menatapnya tidak percaya.
An Yanran menatap benci sebentar lalu menunjukkan senyuman palsu.
"Huangzi! Apa yang mau anda katakan pada Jiejie ku?" Ujar An Yanran sembari memeluk tangan kanan Dong Fang Yan.
Dong fang Yan merasa tidak nyaman dan melepaskan pelukannya perlahan.
"Yanran, maaf. Tapi ada sesuatu yang penting yang ingin kukatakan pada An Xie Tian" Ujar Dong Fang Yan lalu menghampiri An Xie Tian lalu berjalan menjauh.
An Xie Tian menengok kebelakang dan melihat An Yanran dengan tatapan meremehkan.
'Hehe, kau mau apa sekarang?' Ujar An Xie Tian dalam hati.
'Uggh! Awas saja kau An Xie Tian dasar ******! Aku sudah berusaha mati-matian untuk merebut lelakimu, aku tidak akan membiarkanmu merebutnya kembali dengan mudah!' Ujar An Yanran dalam hatinya yang kesal.
An Yanran lalu berbalik akan pergi ketika An Xie Tian berkata padanya.
"Aku harap Meimei tidak keberatan. Aku akan memanggilmu dilain hari untuk menikmati keindahan danau teratai jika sudah berkembang nanti" Ujar An Xie Tian sambil menunjukkan senyum palsu.
"Tentu Jiejie" Ujar An Yanran lalu pergi.
~
"Huangzi, saya harap anda tidak lupa tentang dekrit yang menyatakan bahwa kita sudah resmi berpisah. Dengan anda datang kesini, itu hanya akan membuat orang-orang semakin bergosip" Ujar An Xie Tian dengan nada dingin.
"Ah, maaf. Benwang tidak lupa, hanya saja..." Ujar Dong Fang Yan menghentikan suaranya.
"Maaf Huangzi, saya rasa anda harus pulang sekarang. Rasanya saya sedang tidak enak badan. Saya harap anda tidak keberatan jika saya tidak mengantar anda sampai kedepan." Ujar An Xie Tian sambil menunduk sopan.
"Ah, begitu! Kalau begitu istirahatlah dengan baik" Ujar pangeran kedua lalu pergi.
"Heh! Ketika aku masih menjadi tunangannya, dia bahkan tidak pernah mau menemui ku apalagi berkunjung" Ujar An Xie Tian mengomel sendiri.
•••
Taman bambu belakang kediaman An Yanran...
"Yanran!?" Ujar Pangeran kedua mencari kekasihnya.
"Huangzi? Kenapa anda begitu kejam padaku?" Ujar seseorang dibalik pohon bambu sambil menangis.
"Yanran?" Ujar Dong Fang Yan saat melihat An Yanran sedang menangis.
"Kau datang?" Ujar An Yanran.
"Iya aku datang padamu Yanran" Ujar pangeran kedua sambil tersenyum lembut.
"Mengapa kau kejam sekali padaku tadi?" Ujar An Yanran sambil merangkul leher pangeran kedua.
Sambil berhadapan dengan wajah yang sangat dekat dia berkata.
"Yanran, jangan khawatir. Muhao yang menyuruhku" Ujar Dong Fang Yan.
'deg!'
'Mengapa saat aku melihat Yanran aku jadi memikirkan An Xie Tian? Kuakui An Xie Tian memang cantik, tapi...apa ini?' Ujar Dong Fang Yan dalam hati.
"Ooh, ternyata Huanghao yang menyuruhmu" Ujar An Yanran lalu memeluk Dong Fang Yan.
"Iya" Ujar Dong Fang Yan lalu membalas pelukannya.
(Apa-apaan ini? Baru saja pacaran sudah main peluk-pelukan?
Jangan tanya! An Yanran bahkan sudah tidak lagi perawan. Karena itu Pangeran kedua mau berjanji padanya untuk menikahinya.)
•••
"Hmmm..? Mengapa dia melakukan itu?" Ujar pangeran ketiga, Dong Fang Yu'.
"Hehehe, wanita ini selain cantik tapi juga licik dan pintar" Ujarnya lagi.
"Apakah kamu tertarik pada seseorang Didi?" Tanya Huangtaizi pada adiknya.
"Ah, Huangtaizi! Biar aku memberi hormat" Ujar Dong Fang Yu'pada putra mahkota, Dong Fang jin.
"Tidak perlu terlalu formal" Ujar Dong Fang Jin.
"Baik Taizi" Ujar Dong Fang Yu'
"Kau panggil aku apa? Bukankah aku sudah memperingatkan mu?" Ujar Dong Fang jin sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ba..baik, Gege" Ujar Dong Fang Yu'.
"Jika hanya diantara kita saja, panggil aku Gege kecuali ketika saat kita ada diluar" Ujar Dong Fang jin tersenyum lembut pada adiknya.
"Ta..tapi Taizi!" Ujar Dong Fang Yu' saat akan menyanggah ucapan putra mahkota tapi dihentikan.
"Sudahlah! Ucapan Fuhuang tak usah dipikirkan, Tidak ada perbedaan diantara kita. Anak permaisuri atau anak selir semuanya sama-sama seorang pangeran" Ujar Dong Fang jin tersenyum.
"Ba..baik, Gege.." Ujar Dong Fang Yu'.
(Dong fang Yu pernah dihukum oleh Kaisar karena dia memanggil putra mahkota 'gege' saat di hadapan publik. Hal itu dianggap tabu dan memalukan, apalagi ketika itu adalah anak seorang selir).
.
.
.
"Hai guys!!!!"
"I'm back baby!!! ><.
Maaf updatenya terlambat ya.., mohon dimaafkan ^~^"
...
"Sudah puas memberi pelajaran pada si brengsek dan si ******?"
"Tentu saja belum! An Xie Tian masih banyak akal licik untuk membalas mereka, nantikan di chapter selanjutnya...^^"
Note:
"Untuk kesamaan nama, tempat, dan beberapa alur cerita saya ucapkan maaf sebesar-besarnya ^~^
kalau mau berteman dengan author silahkan add friend Facebook author atau follow Ig."
Fb: Assyifa Qatrunnada
Ig: Assyifa_Fafa
.
.
.
"Btw, maaf pendek" ^~^"
Tbc...