
...⚠️ Warning ⚠️...
...Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca....
...Terimakasih^^...
...👍🏻...
.......
...👍🏻...
.......
...👍🏻...
An Xie Tian berpisah dengan keempat bawahannya di tengah perjalanan.
Dia membiarkan para bawahannya itu pulang terlebih dahulu ke Dongfeng lalu dia akan menyusul setelah selesai melakukan urusannya.
An Xie Tian pergi ke gunung api tempat dia mencari tanaman rumput api perak sebelumnya.
An Xie Tian tiba dan langsung mengeluarkan bahan-bahan yang dia perlukan untuk membuat pil termasuk tungku obat kesayangannya, tungku api delapan arah mata angin.
"Kamu siap?", Tanya Hei Huo.
An Xie Tian mengangguk. "Saya siap guru."
An Xie Tian lalu mengeluarkan pil naga emas dari botol giok.
Dia lalu mengikis sedikit sisi dari pil tersebut sehingga menjadi berbentuk bubuk.
An Xie Tian lalu menghirup bubuk hasil kikisan pil naga emas dan membiarkan otaknya meresapi bahan-bahan yang terkandung dalam pil tersebut.
"Pil tingkat dewa sempurna dengan 18 bahan. Berusia sekitar 200 tahun dan pembuatannya membutuhkan waktu sekitar 30 tahun. Tingkat efektivitas seratus persen dan tingkat resiko rendah." An Xie Tian membuka matanya setelah menganalisis keseluruhan pil itu.
"Bagus, kamu tinggal mencari bahan-bahan pil nya. Setelah itu aku akan mentransfer ilmu membuat pil itu kepadamu.", Ujar Hei Huo.
"Tidak perlu, saya sudah memiliki semua bahan obatnya." An Xie Tian mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat pil.
Entah kenapa dia juga mengeluarkan kotak giok berisi bunga lotus merah yang sempat dipetiknya saat mengontrak roh tanaman black Orchid.
"Bunga lotus darah? Kamu memilikinya!?" Hei Huo terkejut ketika mengetahui isi kotak giok tersebut.
"Bunga lotus darah? Jadi itu namanya? Aku memetik ini karena terlihat langka meskipun aku tidak tau kegunaannya.", Ujar An Xie Tian.
"Mungkin dengan ini bisa berhasil..." Gumaman Hei Huo membuat An Xie Tian bingung.
"Apa yang berhasil guru?" An Xie Tian bertanya sambil mengernyitkan dahi.
"Tambahkan 3 kelopak bunga lotus darah ini kedalam bahan pil mu. Bunga lotus ini akan sangat berguna dan mungkin akan meningkatkan kualitas pil buatanmu. Itu juga bisa menaikkan persentase keberhasilan pil mu, jadi bisa dibilang pil mu akan berhasil jika menggunakan ini.", Ujar Hei Huo.
"Benarkah guru? Tapi saya tidak melihat hal yang begitu istimewa dari bunga lotus darah ini. Mengapa kelihatannya seperti benda yang sangat berharga di mata guru?", Tanya An Xie Tian.
"Bunga lotus darah bisa tumbuh karena tetesan air mata darah seorang Phoenix, jadi bisa dibilang kalau energi bunga ini adalah api sama seperti kita kaum burung Phoenix.
Bunga ini sangat langka karena tetesan air mata darah Phoenix benar-benar sulit didapatkan.
Cinta, kemalangan, dan kesedihan seorang Phoenix harus dikorbankan hanya untuk mendapatkan satu tetes air mata darah saja.", Hei Huo menjelaskan.
"Wah, tidak kusangka aku mendapatkan harta yang sangat berharga secara tidak sengaja. Waktu itu aku hanya memetiknya karena aku berpikir ini langka dan mungkin berguna, siapa sangka ini benar-benar harta Karun. Aku baru memakai 3 kelopak, kira-kira jika aku menjual kelopak lainnya berapa uang yang bisa aku dapat yaa..." An Xie Tian menyatakan kekagumannya dengan mata berkilat-kikat senang.
"Dasar anak ini..." Hei Huo menggelengkan kepalanya karena sifat An Xie Tian yang bisa dibilang mata duitan itu kembali kumat.
"Emh, sudahlah! Yang lebih penting adalah menyelesaikan pil ini terlebih dahulu. Kalau begitu, ayo guru! Kita mulai prosesnya.", Ujar An Xie Tian.
"Baiklah...", Hei Huo lalu mentransfer ilmu pembuatan pil nya kepada An Xie Tian dan langsung diterima baik oleh kepala An Xie Tian.
"Kamu tau mengapa membuat pil naga emas membutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh tahun?", Tanya Hei Huo.
"Saya tidak tau..." Jawab An Xie Tian polos.
"Karena ketika membuat pil itu, seorang alkemis harus terus mengalirkan energi qi yang ada dalam tubuhnya kedalam pil itu. Bisa saja jika dia ingin langsung mengalirkan keseluruhan energi qi nya dan pil itu langsung jadi. Tapi hal itu sangat berbahaya seperti yang sudah aku ceritakan.
Pil yang kamu buat bisa saja meledak dan melukai aliran qi didalam tubuh.
Dan jika cara itu berhasil, itupun juga sama berbahayanya. Kamu akan cacat.
Energi qi yang langsung dialirkan dalam jumlah besar dapat melukai meridian dalam tubuhmu, membuat qi yang di serap menuju keseluruh tubuh terhambat sehingga kamu tidak bisa lagi berkultivasi.
Ini benar-benar sebuah bencana bagi seorang kultivator sepertimu.
Karena itu untuk menghindari resiko tersebut, ahli alkemis membuat teknik yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh hingga beratus-ratus tahun hanya untuk membuat sebuah pil yang tentunya menjadi mahakarya."
Penjelasan dari Hei Huo membuat An Xie Tian tercengang. Jelas dan padat.
Kini An Xie Tian merasa agak takut.
Setelah ini dia tidak akan bisa berkultivasi atau menggunakan energi qi nya.
Dia akan menjadi orang cacat seperti dulu dan kini dia tidak mempunyai cara untuk mengobatinya.
Jika dulu dia cacat karena racun yang menumpuk dalam tubuh yang membuat aliran meridian nya terhambat, kini dia akan cacat karena luka dalam di aliran meridian nya. Yang tentu saja tidak ada obat untuk mengobatinya.
An Xie Tian menghela nafas pasrah.
Toh selain dia tidak bisa berkultivasi dan tidak bisa berlatih bela diri, tidak ada lagi yang berbeda pada hidupnya.
Dia tetap hidup, memiliki usaha yang dapat menghidupi dirinya sendiri, dan masih memiliki para bawahannya yang setia.
Apalagi yang bisa lebih baik dari itu?
Kekuatan bukanlah segalanya.
Meskipun di dunia ini orang-orang hanya menghormati yang kuat dan menindas yang lemah, tapi paling tidak dia bisa melindungi dirinya sendiri.
'Hidup seperti itu tidak buruk juga...'
An Xie Tian berusaha mati-matian untuk meyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja.
Tapi tetap saja...
Bela diri yang disukainya, tatapan memuja dari orang-orang yang mengagumi sosok dirinya yang hebat, membuat pil sesuai hobinya...
Hal itu sebentar lagi akan segera hilang dari hidupnya.
Bahkan An Xie Tian ragu, apakah dia masih bisa menjadi penerus sekte awan petir setelah dia menjadi seorang yang cacat?
"Kamu yakin akan melakukannya?" Hei Huo bertanya sekali lagi untuk meyakinkan An Xie Tian.
Dia tidak mau kalau wanita itu akan menyesal dan depresi pada akhirnya.
An Xie Tian mengangguk sambil tersenyum
"Tentu saja aku yakin!"
"Baiklah kalau begitu, kita mulai..."
.
.
.
Chu Xian Yue mengikuti rombongan An Xie Tian kembali ke Dongfeng.
Dan saat sudah sampai ke kediaman Marquis Utara barulah dia sadar kalau An Xie Tian tidak ada.
'Dimana gadis itu? Aku kira dia bersama dengan para bawahannya? Sekarang dia tidak ada?'
Chu Xian Yue tidak mungkin pergi dan bertanya kepada para bawahan An Xie Tian bukan?
Tadi dia sempat tertinggal, dan baru berhasil menyusul rombongan An Xie Tian setelah mengejarnya dengan kecepatan penuh.
Mereka sudah setengah jalan untuk sampai ke Dongfeng sehingga dia bahkan tidak menyadari kalau An Xie Tian tidak ada dalam kereta yang dia ikuti.
"Ya ampun, bodoh sekali aku...", Ujar Chu Xian Yue cemas sambil memijat pelipisnya.
Entah siapa yang harus disalahkan.
Dia yang ketiduran, atau rombongan An Xie Tian yang pergi pagi-pagi sekali?
"Apa yang harus kukatakan pada Fang Yu? Hm, tidak usahlah. Aku yakin kalau wanita itu cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, karena itu bawahannya meninggalkannya dengan tenang.
Lagipula aku sudah menjaganya sepanjang perjalanan seperti janjiku pada Fang Yu.
Berarti tugasku sudah selesai...", Chu Xian Yue bergumam ria.
Lebih baik tidak usah melapor pada Dong Fang Yu jika tidak mau kena omel.
"Aku akan kembali ke Chu saja...", Chu Xian Yue lalu berbalik dan meninggalkan tempat persembunyiannya di kediaman Marquis Utara.
Dia lalu dengan cepat pergi menuju kerajaan Chu. Dia akan pulang saja.
Selama diperjalanan nya, Chu Xian Yue tak bisa mengalihkan pikirannya atas apa yang terjadi di Tianxing.
Entah kenapa dia tidak bisa berhenti tersenyum atau menyeringai geli saat mengingat kejadian itu.
"Kaisar Tianxing itu orang yang menarik juga ya..."
.
.
.
Qi Chuankang menatap kotak pil naga emas yang kini kosong.
Lebih tepatnya kini isinya berganti menjadi potongan kertas berisi pesan dari pencuri.
:"Aku pinjam sebentar ya, nanti aku kembalikan."
^^^'As'^^^
Qi Chuankang tidak tau harus tertawa atau menangis.
Dia juga tidak tau kenapa dia membiarkan An Xie Tian mencuri pil warisan dari leluhurnya itu.
Dia bahkan merasa agak kesal dan menyesal sekarang karena membiarkan hal itu terjadi.
Tapi ada beberapa hal yang membuatnya agak tenang dan sedikit senang juga bersyukur.
Mungkin karena pertemuannya dengan wanita cantik berambut perak yang baru dikenalnya hari itu?
Qi Chuankang terkekeh saat mengingat kepribadian keras wanita itu.
"Tuan putri yang cukup galak, haha...
Wanita kuat dan pemberani, benar-benar tipe yang kusukai..."
Qi Chuankang menutup kotak pil yang ada ditangannya dan mengembalikannya ke tempat semula.
Dia lalu meninggalkan ruangan penyimpanan harta istana kekaisaran Tianxing itu dengan wajah tenang seperti biasa.
"Yang Mulia, apakah benar ada sesuatu yang hilang di ruang penyimpanan harta? Saya dengar dari laporan para prajurit yang berjaga kalau mereka melihat bayangan disekitar sini yang diduga adalah seorang pencuri.", Ujar komandan Gu yang merupakan kepala penjaga istana.
"Tidak, tidak ada yang hilang.", Jawab Qi Chuankang sambil tersenyum.
Toh jika dia mencuri sesuatu yang lain dia tidak akan terlalu keberatan, jadi dibiarkan saja.
"Ah, saya sempat khawatir...", Ujar komandan Gu mengungkapkan kekhawatirannya.
"Bagaimana dengan Xie Tian Gu Niang? Apakah dia sudah meninggalkan istana? Hari ini dia seharusnya sudah pulang ke Dongfeng bukan?", Qi Chuankang bertanya hanya sekedar untuk basa-basi.
Tentu saja dia tau kalau An Xie Tian sudah pergi.
Dia tau kalau An Xie Tian tidak sebodoh itu untuk terus menetap di istana ini.
Mengingat dia adalah tersangka utama hilangnya pil naga emas.
"Benar Yang Mulia Kaisar, Xie Tian Gu Niang telah meninggalkan istana pagi ini.", Jawab komandan Gu hormat.
"Bagus, baguslah...", Qi Chuankang menyeringai.
Jika dia belum pergi, mungkin saja kini dia telah menuju paviliun bulan untuk meminta pil naga emas kembali.
Karena An Xie Tian mungkin saja sudah pergi jauh, Qi Chuankang merasa malas hanya untuk sekedar memerintahkan para pengawal kerajaan untuk mengejarnya.
"Haah... Pekerjaan hari inipun menumpuk ya..." Gumam Qi Chuankang sambil berjalan menuju ruang kerjanya.
.
.
.
'Uhuk!'
Seteguk darah dikeluarkan oleh An Xie Tian.
"Bertahanlah gadis bodoh! Pil mu sebentar lagi jadi." Hei Huo menyemangati An Xie Tian yang saat ini sudah terlihat pucat karena lelah dan rasa sakit yang dirasakannya di bagian dada.
"Kupikir tidak akan terlalu sakit... Tapi ini benar-benar menyiksa..." An Xie Tian berkata sambil terus mengalirkan energi qi nya kedalam tungku obat.
'UHUK!' An Xie Tian kembali memuntahkan darah.
Dari arah tungku terkepul asap hitam yang tebal.
Aroma unik dan pekat tercium dari sana.
"Bagus Zhu Xiao Nian, kamu berhasil.", Ujar Hei Huo senang.
"Be-benarkah... Syu-syukurlah..." An Xie Tian langsung tumbang setelah mengatakannya.
"Xiao Nian! Hei! Kau harus bangun!", Hei Huo berteriak berusaha menyadarkan An Xie Tian, tapi dia tak kunjung bangun.
Hei Huo keluar dari tubuh An Xie Tian dan megambil wujud manusia.
Kini tubuhnya seperti seorang wanita dewasa berambut hitam dengan sedikit corak merah, mata besar yang hitam, dan bibir tebal yang indah.
Hei Huo menatap tubuh An Xie Tian yang tak sadarkan diri.
"Ya ampun, dasar gadis bodoh..." Hei Huo menggelengkan kepalanya.
Dia lalu mengangkat tubuh An Xie Tian dan menyandarkannya di sebuah batu besar.
Hei Huo juga membersihkan bekas darah yang masih mengalir dari bibir An Xie Tian.
Hei Huo menggunakan kemampuannya untuk melihat energi dalam tubuh An Xie Tian.
"Ya ampun... Kondisi tubuhnya benar-benar buruk. Walaupun energinya tidak hilang sepenuhnya, tapi jika dia menggunakannya sekali saja kemungkinan dia akan mati. Aku harus menyegel sisa energinya agar tidak bisa digunakan.
Aku juga akan meyakinkan jika dia sudah benar-benar cacat agar dia tidak mencoba menggunakan kekuatannya lagi.
Maaf karena harus berbohong Xiao Nian...
Tapi jika aku tidak melakukannya maka kamu benar-benar akan mati." Hei Huo berkata sambil memandang An Xie Tian dengan sedih.
Hei Huo lalu mencium kening An Xie Tian.
Dia tak sadar kalau setetes air mata berhasil lolos dari kelopak matanya dan jatuh ke tanah.
Hei Huo bangkit dan berjalan menjauh.
Dia lalu kembali mengambil wujud burung Phoenix dan masuk kembali kedalam tubuh An Xie Tian.
...
An Xie Tian mengerjapkan matanya.
Kepalanya terasa berat dan pusing, rasa sakit juga tak luput berasal dari tubuhnya.
'Ugghh...'
An Xie Tian duduk dengan benar sembari memegangi kepalanya yang sakit.
An Xie Tian lalu menatap tungku obatnya yang kini sudah mati.
"Pil nya!"
An Xie Tian dengan cepat berlari menuju tungku obatnya.
Dia lalu membuka tutup tungku.
Asap hitam mengepul di bagian atas.
An Xie Tian menatap bahan hangus didalam bagian tungku nya.
"A.. apakah aku gagal me..membuat pilnya?" An Xie Tian tertunduk kecewa.
"Tidak, kamu tidak gagal." Suara Hei Huo tiba-tiba terdengar.
"Guru!?" An Xie Tian terkejut mendengar suara Hei Huo.
"A-apa maksudmu aku tidak gagal? Semua bahan obatnya telah hangus, tidak satupun pil buatanku yang berhasil, semuanya gagal...", An Xie Tian kembali tertunduk lesu.
"Kamu tidak gagal... Seharusnya kamu lebih berusaha bocah bodoh!" Ujar Hei Huo geram.
"Eeh!?" An Xie Tian membelalak tak percaya.
Dia lalu kembali menatap kedalam tungku obat.
An Xie Tian mengobrak-abrik bahan hangus yang ada didalamnya.
Tak disangka didalam sana terdapat satu pil yang tercampur dalam bahan-bahan hangus.
"A-aku benar-benar berhasil!? Yeay!" An Xie Tian berteriak girang.
Sambil memegangi pil itu dia melompat-lompat senang dan tidak memperdulikan rasa sakit yang saat ini menyerang sekujur tubuhnya.
"Hei! Hei! Tubuhmu masih terluka dan kamu sudah melompat-lompat tidak jelas! Duduklah dengan tenang!" Hei Huo berteriak memperingatkan An Xie Tian.
"Baik guru!" An Xie Tian langsung duduk manis.
"Katakan level pil itu." Ujar Hei Huo.
An Xie Tian menatap pil berwarna putih tulang seukuran kelereng ditangannya.
An Xie Tian lalu membauinya.
"Pil tingkat dewa sempurna! 19 bahan. Efektivitas seratus persen dengan tingkat resiko rendah!"
"Bagus. Lihat, kamu berhasil...", Ujar Hei Huo bangga pada muridnya.
"Ya! Terimakasih guru!", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.
"Zhu Xiao Nian..." Panggil Hei Huo.
"Ya, guru?" Jawab An Xie Tian.
"Kamu...pasti sudah menyadari kondisi tubuhmu sekarang bukan?" Tanya Hei Huo.
An Xie Tian menundukkan kepalanya.
Dia lalu kembali menaikkannya sambil menunjukkan senyuman diwajahnya.
"Tentu aku tau." Jawabnya.
Hei Huo yang melihat senyuman An Xie Tian entah mengapa merasa sedih.
Dia tau kalau senyuman itu adalah senyuman yang dipaksakan.
"Kekuatanmu sudah hilang, aliran meridian mu tersumbat. Karena itu jangan pernah mencoba menggunakan kekuatanmu lagi, itu hanya akan melukai tubuhmu dan memperparah keadaan. Bisa saja berujung dengan kematian." Ujar Hei Huo.
"Guru, aku tidak bodoh. Tentu saja aku sudah mengetahui hal itu.", Ujar An Xie Tian masih dengan senyuman.
"Kalau begitu! Karena pilnya sudah selesai, mari kita pulang ke Dongfeng..." Ujar An Xie Tian.
Dia lalu membereskan barang-barangnya kembali kedalam cincin ruang miliknya.
Setelah semua selesai, An Xie Tian mulai menuruni gunung api menggunakan Qing gong.
Untungnya jurus fisik masih bisa digunakan.
Jika dia sudah tidak bisa berlatih kultivasi dan bela diri. Maka dia akan melatih fisiknya.
Dulu saat masih menjadi agen, dia bisa menjadi kuat bahkan tanpa ada ilmu kultivasi atau menjadi kultivator seperti sekarang.
'Akan ku buktikan jika aku tidak perlu menjadi kultivator untuk menjadi kuat...'
.
.
.
...**Hai guys! Apa kabar nih?...
...Semoga selalu baik dan sehat selalu yaa^^...
...Karena aku sudah update, jadi jangan lupa!...
...Klik like 👍🏻...
...Berikan komentar 💬...
...Tambahkan favorit +❤️...
...Dan jangan lupa rate 5 bintangnya ya ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Sampai sini dulu chapter hari, sampai jumpa di chapter selanjutnya. Bye-bye 👋🏻**...
.......
.......
.......
To be continued...