Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.18 : Senjata Boomerang



Hari ini pun tiba.


Hari yang ditakutkan An Xie Tian.


Hari ulang tahunnya sendiri...


Tidak tidak, dia tidak takut hadiah atau pesta yang meriah.


Tapi...hei!


Ini adalah hari ulang tahun seorang nona besar dari rumah Marquis Utara yang kaya dan berkuasa, tentu saja dia akan mendapatkan sesuatu yang disebut dengan.... L-A-M-A-R-A-N !


Apalagi setelah pemutusan hubungan lamaran dari pangeran kedua 'Dong Fang Yan'.


Para tuan muda itu makin gencar menjilat ayahnya untuk mendapatkan persetujuan lamaran dan tentunya kekuasaan.


"Nona! Ayo cepat bersiap!" Ujar XiaoMei, sementara yang disuruh malah duduk santai seakan tidak akan ada acara yang terjadi untuknya.


"Ssh! Mengapa aku tidak bisa menggunakan gaun ini saja? Bukankah ini sudah bagus?" Ujar An Xie Tian merengut.


"Tidak boleh! Anda adalah orang yang berulang tahun, anda harus menjadi yang paling cantik diantara semua gadis dan Lotus putih itu!" Ujar XiaoMei.


Dengan malas An Xie Tian berjalan dan mengganti bajunya.


Dia memakai riasan tipis dan cantik.


Bedak yang tipis membuat riasannya natural, pemerah bibir nya juga terlihat cantik dan menawan.


Perona pipi yang dipakainya membuat dia terlihat seperti seorang wanita yang malu dan imut.


XiaoMei menyisir rambutnya kebelakang dan membuat Gelung lalu menyisakan sedikit untuk di gerai.


Dia menggunakan gaun berwarna biru dan perhiasan yang berwarna senada.





An Xie Tian berjalan dengan anggun menuju ruang pesta.


Saat An Xie Tian sampai di depan pintu, semua mata tertuju padanya.


Ada yang melihatnya dengan pandangan kagum, ada yang memandang iri, dan ada yang memandang benci.


Dan kalian pasti sudah tau siapa yang memandang benci siapa.


Itu adalah pasangan ibu dan anak dari selir tentunya.


~Saling berbisik


"Ibu, apakah ibu sudah melakukan apa yang kita rencanakan tadi?" Ujar An Yanran sambil berbisik.


"Hahaha, Yan'er. Kau lihat saja nanti, betapa memalukannya wanita itu." Ujar Lu Wu Mei terkekeh geli.


Kedua ibu dan anak itu tersenyum angkuh dan licik kearah An Xie Tian berada.


Banyak orang yang hadir disini termasuk para pangeran.


Putra mahkota,Dong Fang jin bersama istrinya sang putri mahkota.


Pangeran kedua, Dong Fang Yan.


Dan Pangeran ketiga, Dong Fang Yu'.


Juga putri Dong Fang Yin.


Terlihat Dong Fang Yan dan An Yanran bermain mata antara sesama kekasih.


~Skip.


Sekarang saatnya bersantai, jadi semua orang duduk di tempat masing-masing dan menikmati hidangan.


An Xie Tian dihadapkan dengan kue kering yang manis dan seteko teh.


An Xie Tian berpikir untuk meminum tehnya, namun sebelum itu dia melihat kearah seberang dan menemukan An Yanran sedang tersenyum licik kearahnya dan tehnya.


' Pasti Lotus putih ini merencanakan sesuatu...' Ujar An Xie Tian dalam hati dengan curiga.


An Xie Tian meletakkan kembali cangkir tehnya.


An Yanran melihat itu dengan gelisah.


An Xie Tian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menjauh lalu menghilang di kerumunan.


An Yanran menatapnya bingung dan cemas.


"Sialan! Wanita itu tidak meminum tehnya!?"


Tanpa An Yanran ketahui bahwa An Xie Tian ada dibelakangnya saat itu dan mendengar rahasianya.


' Oh, jadi itu yang membuatnya resah! Kau mengkhawatirkan teh ya...' Ujar An Xie Tian sambil tersenyum licik.


~Skip...


An Yanran berjalan-jalan dengan temannya yang lain.


Para nona muda itu menikmati taman indah rumah Marquis Utara.


Sejenak mereka merasa jenuh di pesta dan salah satunya mengusulkan untuk jalan-jalan.


Karena lelah mereka berhenti untuk beristirahat di gazebo dan menyuruh pelayan membawakan teh dan kue kering.


An Yanran meminum tehnya dan menemukan secarik kertas kecil.


"Ayo bertemu di tempat biasa kita bertemu setelah pesta nanti sore.


Dong fang Yan."


"Pangeran kedua ingin bertemu denganku, hihihi..." Ujar An Yanran pelan.


Setelah selesai jalan-jalan, para Xiaojie kembali ke pesta.


~Skip...


An Yanran menyuruh pelayan untuk memberikan minuman bercampur obat ke An Xie Tian sekali lagi.


An Xie Tian meminum minumannya, dan membaca surat yang ada dibawahnya.


An Xie Tian terkekeh lalu berjalan pergi.


An Yanran merasa sangat senang karena akhirnya rencananya berhasil.


"Sekarang tinggal menunggu.


Ah! Aku harus menemui pangeran."


An Yanran lalu pergi paviliun kosong tempat dimana dia berjanji bertemu dengan pangeran kedua.


~Skip...


"Oh ya tuhan! Apa ada yang melihat Tian'er? Dimana gadis yang berulang tahun? Aku sudah mencarinya di seluruh ruang pesta!" Ujar Lu Wu Mei memulai dramanya.


"Ada apa Nyonya?" Ujar seorang nyonya dari istri pejabat daerah.


"Anakku An Xie Tian tidak ada disini! Bagaimana ini? Suamiku bisa marah padaku. Huhuhu..." Ujar Lu Wu Mei terlihat menyedihkan.


Para nyonya disana merasa iba dan mengusulkan untuk membantu Lu Wu Mei mencari An Xie Tian.


~Skip...


Lu Wu Mei sengaja membawa para nyonya tersebut kearah Paviliun kosong untuk mendengar hal-hal yang memalukan.


Dia sudah mengatur semuanya.


" Ah..ah..ah..!!!" Suara dari paviliun kosong.


Suara itu membuat semua nyonya memerah malu.


Suara yang fulgar itu memenuhi halaman.


"Hah! Darimanakah suara memalukan ini berasal!?" Ujar Nyonya Meng, istri seorang Mentri.


Mereka pergi ke ruangan dan suaranya semakin terdengar dan memalukan.


"Ah...ah..emh...!"


Para nyonya menyergap dan membuka pintu.


Mereka melihat sesuatu yang sangat memalukan.


Disana adalah An Yanran bersama pangeran kedua tengah melakukan hubungan di tengah kegelapan.


Bagaimana bisa seorang pangeran dan nona yang terhormat melakukan ini!


"Itu..!" Lu Wu Mei tak dapat berkata-kata saat melihat putrinya dengan tubuh yang polos dengan seorang pangeran didalamnya.


Para nyonya mulai berbisik dan bergosip.


"Begitu memalukan!"


"Bagaimana ini bisa terjadi!?"


"Kita kesini untuk menemukan nona pertama, ternyata yang kita lihat adalah nona kedua. Apakah ini adalah sebuah konspirasi?"


An Yanran dan Dong Fang Yan tak bisa berkata-kata.


#Flashback...


An Xie Tian sudah mengetahui niat An Yanran.


Lalu dia mendapatkan minuman itu dibawa oleh pelayan dan membaca surat dibawah cangkir.


An Xie Tian mengendus tehnya dan menemukan jejak Afrodisak disana seperti minuman yang sebelumnya.


(Afrodisak: obat perangsang)


Sayangnya An Xie Tian sudah selangkah lebih maju dan menukarnya dengan minuman nona muda kedua.


"Rasakan senjatamu sendiri dasar Lotus putih!" Ujar An Xie Tian lalu terkekeh.


An Xie Tian pura-pura pergi dari pesta dan bersembunyi.


Dia melihat An Yanran menyusul dan pergi ke paviliun kosong.


...


An Yanran tiba dengan wajah yang merah dan nafas tak beraturan.


Dia mulai melonggarkan hanfu nya saat melihat pangeran kedua.


"Pangeran, tolong bantu saya..., Saya sudah sangat panas...emh..ah.." Ujar An Yanran dengan suara yang menggoda.


Dong fang Yan yang melihat itu tak bisa menahan hasrat lelakinya dan mulai menerkam wanita.


#Flashback off...


An Xie Tian duduk santai setelah pesta dan beberapa drama berakhir.


Saat An Xie Tian duduk dan menyesap teh, Lu Wu Mei datang dengan wajah yang merah dan marah.


"Dasar wanita tak tau malu!" Ujar Lu Wu Mei marah.


"Apa maksudmu ibu selir?" Ujar An Xie Tian sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kau..kau yang sudah menjebak Yan'er kan!?" Ujar Lu Wu Mei.


"Ibu selir, Mei-mei sudah melakukan hal memalukan. Dan ibu selir masih berpikiran untuk memfitnah saya?" Ujar An Xie Tian.


"Kamu..kamu memang memalukan." Ujar Lu Wu Mei ingin menampar An Xie Tian.


An Xie Tian dengan cepat menghindar.


"Ibu selir, apakah anda ingin memfitnah saya sampai melukai saya!?" Ujar An Xie Tian.


An Zhangye datang dan bingung.


"Apa yang terjadi disini?" Ujarnya.


"Ayah!" Ujar An Xie Tian lalu berlari menuju ayahnya.


"Ada apa nak? Apa yang terjadi!?" Ujar An Zhangye.


"Ayah, ibu selir ingin menyakiti saya. Dia bahkan memfitnah saya dengan mengatakan saya yang menjebak Mei-mei." Ujar An Xie Tian.


"Lu Wu Mei, beraninya kau! Putrimu sudah melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu, dan kau ingin memfitnah Tian'er!?" Ujar An Zhangye.


"Ti..tidak. Suamiku, kau salah paham..aku..aku.." Ujar Lu Wu Mei mencoba membela diri.


"Sudahlah! Kau kembali ke paviliun mu dan beristirahat! Kita tunggu besok, apa yang akan dilakukan pangeran kedua untuk bertanggung jawab." Ujar An Zhangye.


"Ba- baik suamiku..." Ujar Lu Wu Mei mengalah.


' Awas saja kau An Xie Tian!' Ujar Lu Wu Mei dalam hati penuh dendam.


~Skip...


An Xie Tian kembali ke paviliun miliknya.


Wajahnya sangat santai.


Sekarang dia tidak harus memusingkan lamarannya karena masalah An Yanran.


"Hah... masalah An Yanran itu sepertinya memang memiliki sedikit kegunaan lain..." Ujar An Xie Tian dengan senang.


#Flashback...(Istri, aku ingin menikah lagi)


Setelah melakukan ..... Itu.


Dong fang Jin berbaring disebelah istrinya.


Putri mahkota kembali memikirkan kata-kata suaminya.


Paling tidak dia harus bertanya siapa sebenarnya wanita yang dicintainya itu kan?


"Suamiku, sebenarnya siapa nama kekasihmu itu?" Tanya putri mahkota.


"Tidak-tidak, dia bukan kekasihku. Kami bahkan tidak mengenal secara langsung." Ujar Dong Fang jin.


"Apa? Lalu siapa nama wanita itu?" Tanyanya lagi.


"An Xie Tian, namanya An Xie Tian. Putri dari Marquis Utara." Ujar putra mahkota.


"Apa? Marquis Utara!? Kau bercanda suamiku?" Ujar Putri mahkota terkejut.


" Apa? Tidak! Aku tidak bercanda! An Xie Tian adalah wanita paling cantik dan berani yang pernah aku temui, dan aku mencintainya." Ujar Dong Fang jin.


"Tapi, bukankah dia adalah nona besar dan anak dari istri sah? Kau tidak bisa mengambilnya sebagai selirmu!" Ujar Putri mahkota.


"Mungkin saat kau melamar mereka tidak akan menolak, tapi mereka akan marah dan menganggapnya sebagai hinaan! Kau tidak bisa melakukan itu." Ujar Putri mahkota menasihati.


"Tapi...,aku mencintainya..." Ujar Dong Fang jin.


"Dengar suamiku, jika kau menikahinya sebagai selir, maka Marquis Utara tidak akan mendukung kenaikan tahta mu, mungkin bahkan menentangnya!" Ujarnya lagi.


"Kecuali jika kau membuatnya benar-benar mencintaimu lalu meminta ayahnya untuk dinikahkan denganmu. Tapi...hal itu agak sulit kau tau.." Ujarnya sambil berpikir.


Dong fang Jin memandang istrinya dengan kecewa.


"Terserah apa katamu. Aku tidak akan menyerahkan lamaran. Tapi aku akan mengikuti saran mu dan membuatnya mencintaiku. Terimakasih Huangzifei.." Ujar Dong Fang jin lalu mencium kening istrinya.


.


.


.


Tbc...