Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.45: Hanya butuh uang



⚠️ **Warning ⚠️


Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca...


👍


.


👍


.


👍**


Qi Chuankang hanya bersantai dia atas pohon sambil memainkan gantungan giok yang ada di pinggangnya karena bosan.


Terpaksa dia menunggu pria asing itu keluar agar bisa menemui An Xie Tian.


Tiba-tiba sebilah pedang sudah bertengger di lehernya.


"Siapa kau? Mau apa kamu kesini?", Ujar suara pria dari belakang.


Qi Chuankang berbalik dan melihat pria berambut perak itu.


"Eh?", Qi Chuankang menaikkan alisnya karena merasa agak terkejut.


Padahal dia sudah menyamarkan keberadaannya dari daerah sekita, orang biasa tidak akan bisa melihatnya.


'Bukankah ini pria yang tadi?'


"Aku sempat memperhatikanmu tadi.", Ujar Dong Fang Yu.


"Oh, begitu.", Ujar Qi Chuankang.


"Lalu bisakah kau turunkan pedang itu? Pedang ini tajam kau tau? Itu bisa saja melukai seseorang.", Ujarnya lagi.


Dong Fang Yu menyimpan pedangnya kembali.


"Kau belum menjawab pertanyaanku.", Ujarnya.


"Siapa aku? Mengapa aku kesini? Pertanyaan itu?", Tanya Qi Chuankang.


"Ya, pertanyaan itu. Lalu bisakah kamu lepaskan penutup wajah itu? Itu mengganggu.", Ujar Dong Fang Yu.


"Kenapa? Kalau begitu bisakah kau lepaskan topeng perakmu? Itu menganggu ku.", Jawab Qi Chuankang.


Mereka saling menatap dengan tajam.


Permusuhan sudah jelas terlihat diantara mereka.


"Baiklah, akan kulepaskan. Tapi kau juga harus jawab pertanyaanku, mengapa kamu pergi ke tempat An Xie Tian? Kau ada hubungan apa dengannya?", Ujar Qi Chuankang.


"Kamu mengenal An Xie Tian?", Tanya Dong Fang Yu.


'Sepertinya pria ini memang adalah pria yang sama seperti yang dilaporkan oleh pengawal bayanganku.'


"Ya, aku kenal. Lalu kamu? Siapa kamu?", Tanya Qi Chuankang lagi.


"Baiklah, akan kujawab. Tapi setelah kau lepaskan penutup wajahmu.", Ujar Dong Fang Yu.


"Bagaimana dengan topeng perakmu?", Tanya Qi Chuankang.


"Ini...aku tidak bisa melepaskannya.", Ujar Dong Fang Yu sambil memegang topengnya.


"Benarkah? Memang apa yang kamu sembunyikan disana? Apa ada suatu bekas luka menjijikkan disitu?", Tanya Qi Chuankang meremehkan.


Dong Fang Yu tidak menjawab.


"Buka saja penutup wajahmu.", Ujar Dong Fang Yu lalu kembali menarik pedangnya.


"Tenanglah kawan. Baiklah baiklah, akan kubuka. Lagipula jika aku membukanya kamu juga tidak akan mengenaliku.", Ujar Qi Chuankang.


Saat Kang membuka penutup wajahnya, ekspresi terkejut datang dari Dong Fang Yu.


"Kaisar Tianxing!?", Ujarnya bingung.


"Eh, apa kita saling kenal? Mengapa kamu mengenaliku?", Ujar Qi Chuankang curiga.


Masalahnya adalah, hampir tidak ada orang yang ditemuinya mengetahui identitas aslinya. Siapa pria ini?


"Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa mengenaliku? Apa kamu pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuhku?", Ujarnya curiga lalu meraih pedangnya.


"Aku bukan pembunuh. Tapi kenapa kaisar Tianxing bisa ada disini? Apa hubunganmu dengan An Xie Tian?", Tanya Dong Fang Yu.


Bagaimana dia bisa mengenalinya?


Kalian lupa? Dongfeng dan Tianxing adalah kekaisaran yang saling mengikat persahabatan. Pastinya kaisar Tianxing akan sering terlihat di pesta-pesta besar istana Dongfeng, dan pria dingin kita adalah seorang pangeran Dongfeng.


Dia bisa mengenalinya? Adalah hal yang aneh jika dia tidak mengenalinya.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, siapa kamu? Mengapa bisa mengenaliku?", Tanya Qi Chuankang.


"Aku adalah pangeran ketiga kekaisaran Dongfeng, Dong Fang Yu.", Jawab Dong Fang Yu.


"Pangeran ketiga Dongfeng? Hm..., Ah! Iya aku ingat, kekaisaran Dongfeng mempunyai 3 orang pangeran. Jadi kamu pangeran ketiga yang misterius itu? Pantas saja kamu memakai topeng, memang apa gunanya? Untuk menarik perhatian perempuan?", Ujar Kang meremehkan.


"Sepertinya anda lupa, anda belum menjawab pertanyaan saya.", Ujar Dong Fang Yu tiba-tiba berbicara Formal.


"Oh, apa ini? Tiba-tiba kamu berbicara sopan setelah sadar aku seorang kaisar?", Ujar Qi Chuankang sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ya. Bisa anda jawab pertanyaannya sekarang?", Ujar Dong Fang Yu mulai kesal.


"Cih, seorang pangeran yang pemarah. Paman Ye pasti kewalahan dengan putranya ini.", Ujar Qi Chuankang.


"Ayahanda tidak pernah kewalahan dengan saya, karena dia tidak pernah mengurus saya.", Ujar Dong Fang Yu dingin.


"Oh, begitu...", Tiba-tiba Kang merasa agak bersalah.


Dia baru ingat kalau pangeran ketiga adalah anak selir. Dia diabaikan oleh semua orang termasuk ayahnya sendiri, Kaisar Ye.


"Jawab saja pertanyaannya. Apa hubungan anda dengan An Xie Tian?", Ujar Dong Fang Yu mengulangi pertanyaannya lagi.


"Sebenarnya..., Aku menyukai An Xie Tian. Aku ingin menjadikannya sebagai permaisuri ku.", Ujar Qi Chuankang malu-malu.


Mata Dong Fang Yu langsung melotot.


Suka? Permaisuri? An Xie Tian?


Bagus, sekarang lawannya bertambah satu.


"Bagaimana kamu bisa mengenalnya?", Tanya Dong Fang Yu.


"Dia pernah menyelamatkan aku sekali, aku jatuh cinta pada kebaikannya.", Ujar Qi Chuankang sambil tersenyum.


"Oh, benarkah.", Ujar Dong Fang Yu dingin.


"Lalu bagaimana dengan kamu? Untuk apa seorang pangeran datang kesini menemui wanita secara diam-diam? Apa hubunganmu dengan An Xie Tian?", Qi Chuankang bertanya balik.


"Aku..."


....


Istana sedang ramai dan sibuk karena mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan putri keempat dan An Liu Jin.


Mulai dari mas kawin putri yang jumlahnya sampai memenuhi 5 gerbong kereta, gaun-gaun milik putri, dan juga keperluan-keperluan lainnya.


Begitu juga dengan kediaman Marquis Utara yang sibuk mempersiapkan acara pesta pernikahan dan kamar pengantin.


Dan pemeran utama wanita kita terpaksa ikut bergelut dengan banyak tugas keuangan yang harus dia urus selaku pengurus rumah tangga.


Untungnya sebelum kesibukan ini dimulai, dia merekrut Paman Gu yang XiaoMei ceritakan menjadi kepala pelayan yang baru.


Sekarang tugasnya menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.


"Kita perlu kain sutra, perhiasan, bahan makanan, arak, buah-buahan dan lain sebagainya! Cepat! Cepat! Kita harus mempersiapkan semuanya dengan sempurna! Ini adalah pernikahan! Semuanya harus sempurna!", Perintah An Xie Tian antusias.


Dia terbawa suasana lagi.


An Xie Tian mengingat dari kehidupannya sebagai Zhu Xiao Nian dulu, seorang wanita selalu menginginkan pernikahan yang sempurna.


Pernikahan adalah momen terpenting bagi wanita. Dan kali ini mempelai wanitanya adalah seorang putri! Putri kaisar dan permaisuri! Pasti keinginannya sangat banyak untuk menjadikan pernikahan sempurna miliknya.


"Aku tidak tau seperti apa selera putri. Tapi karena dia seorang putri, sepertinya dia menyukai segala hal yang mewah...", Ujar An Xie Tian berbicara sendiri.


"Kamu salah Tian-er, putri bukan orang yang seperti itu.", Ujar suara pria yang ada dibelakangnya.


"*Bao ge? Kamu disini?", Ujar An Xie Tian senang saat melihat kakak sepupunya, An Liu Jin.


(*Bao ge: kakak sepupu)


"Saat aku bertemu dengan sang putri, aku langsung tau dia adalah orang yang sederhana. Dia tidak terlalu suka hal-hal mewah.", Ujar An Liu Jin sambil tersenyum.


"Aiyooo, Bao ge. Sepertinya kamu sudah mengenal sang putri cukup dalam. Kamu bahkan tau seleranya...", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum nakal.


"Bu-bukan seperti itu, a-aku hanya bilang kalau putri adalah orang yang sederhana.", Ujar An Liu Jin dengan wajah yang memerah malu.


"Bao ge, kamu akan menikahi sang putri. Apa kamu senang?", Tanya An Xie Tian sambil tersenyum.


"A-aku bersyukur karena menerima berkah yang besar dari kaisar.", Jawab An Liu Jin yang membuat An Xie Tian merengut.


"Ini bukan tentang bersyukur atau tidak Bao ge. Pertanyaannya adalah, apakah kamu suka atau tidak pada sang putri?", Tanya An Xie Tian.


Wajah An Liu Jin langsung memerah, dia lalu mengangguk.


"Aiyooo! Bao ge, ternyata kamu juga bisa menyukai wanita? Kukira saat pergi ke Medan perang bertahun-tahun, ketertarikanmu pada perempuan akan menurun.", Ujar An Xie Tian sambil tertawa.


"Hei! Di medan perang juga banyak prajurit wanita! Beberapa jendral yang aku kenal juga seorang wanita. Kamu tau jendral Pingxiang sang pahlawan perang? Aku pernah berperang bersamanya.", Ujar An Liu Jin panjang lebar.


"Aiyooo, Bao ge. Aku hanya menggodamu sedikit, tak kusangka kamu akan seserius itu", Ujar An Xie Tian sambil tertawa lepas.


"Ka-kamu..."


"Ada apa ini?", Tanya An Zhangye yang baru tiba.


"Ayah, apa ayah tau? Bao ge sudah jatuh cinta pada sang putri.", Ujar An Xie Tian pada ayahnya.


" Ka-kamu!", An Liu Jin melotot kearah An Xie Tian.


"Hehehe.", An Xie Tian tertawa geli.


"Tian-er, jangan ganggu Jin-er. Sebentar lagi dia akan menikah, moodnya harus bagus.", Ujar An Zhangye sambil tersenyum.


"Iya-iya, baiklah.", Ujar An Xie Tian sambil memajukan bibirnya.


"Paman, bukankah An Xie Tian juga sudah cukup umur untuk menikah? Mengapa paman tidak menikahkannya saja.", Ujar An Liu Jin mencoba membalas An Xie Tian.


"Oh! Kamu benar! Ingatkan paman untuk melihat-lihat para pemuda baik dan terpelajar. Siapa tau ada tuan muda yang cocok untuk Tian-er.", Ujar An Zhangye.


"Apa? Ayah..., Aku belum ingin menikah...", Rengek An Xie Tian.


"Hahahaha...", An Zhangye dan An Liu Jin tertawa saat melihat tingkah An Xie Tian yang lucu dan imut.


"Hei anak manja. Jika kamu terus merengek seperti itu pada paman, maka tidak akan ada yang mau menikahimu.", Ujar An Liu Jin.


"Tidak apa-apa, maka aku akan terus menjadi putri kecil ayah.", Ujar An Xie Tian sambil memeluk ayahnya.


"Hahaha, anak baik...", Ujar An Zhangye sambil mengelus rambut putrinya.


"Paman terlalu memanjakannya, lihatlah dia. Tidak terlihat anggun sama sekali.", Ujar An Liu Jin.


"Aku tidak butuh itu, aku hanya butuh uang untuk hidup.", Ujar An Xie Tian lalu tertawa.


...


"Pernikahan kakak sepupu akan dilaksanakan besok lusa, hmmm... Haruskah aku berdandan cantik? Gaun apa yang harus aku kenakan ya..?", Ujar An Xie Tian sambil memilih-milih baju yang baru saja dibeli sesuai dengan pesanannya di toko baju.


Saat sedang memilih, dia melihat gaun yang sangat indah dengan nuansa putih dan biru laut.


An Xie Tian mengambil gaun itu lalu memperhatikannya.


"Warna putih terlihat seperti rambutnya yang sedang berkibar, dan warna biru terlihat seperti sepasang matanya yang sedalam lautan...", Ujar An Xie Tian sambil memperhatikan gaun yang ad ditangannya.


An Xie Tian lalu menggeleng.


"Zhu Xiao Nian, apa yang kamu pikirkan?", Ujar An Xie Tian sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.


"Gaun ini terlihat cantik, aku akan pakai ini saat pernikahan kakak sepupu nanti.", Ujar An Xie Tian sambil tertawa.


"Hoam...", An Xie Tian menguap karena mengantuk.


Bagaimanapun juga ini sudah malam.


"Sebaiknya aku tidur sekarang jika tidak mau bertemu dengan panda besok.", Ujar An Xie Tian.


Setelah mencuci wajah dan kakinya, dia langsung pergi tidur.


.


.


.


**Hai guys! Aku update lagi nih!!!>∆<


Jangan lupa klik


Like 👍


Berikan komentar 💬


Dan tambahkan favorit +❤️


Jangan lupa rate 5 bintangnya ⭐⭐⭐⭐⭐


.


.


.


Apa ini? Apakah An Xie Tian memiliki perasaan yang sama pada Es batu**?


**A. Ti-tidak! Itu tidak benar!


B. Hatiku sudah menjadi milik seseorang.


C. Apa? Perasaan? Pada balok es itu? Tidak terimakasih.


D. Entahlah, saat bertemu dengannya hatiku berdebar kencang. Apa itu salah satu cirinya?


E. Kurasa aku hanya suka wajah tampannya.


.


.


.


*Tbc***...