Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.23 : Pertarungan



Untuk kesamaan nama,tempat dan beberapa alur cerita saya ucapkan maaf sebesar-besarnya"


.


.


.


Hari pertarungan...


Disinilah dia, An Xie Tian.


An Xie Tian berdiri di atas arena pertarungan yang terbuat dari batu dan berbentuk bulat.


Karena sudah malam, jadi arena dikelilingi oleh obor besar.


Diatas arena terdapat pelindung dari segel sihir sehingga pertarungan tidak akan terdengar atau dirasakan dari area luar sekte.


Seluruh anggota sekte awan petir menyaksikan pertarungan tersebut, walaupun pertarungan ini terbuka untuk anggota sekte tapi dilarang disebar luaskan keluar sekte.


An Xie Tian berdiri berhadapan dengan Patriak dari sekte Awan petir ini, Zhu Qi Liang.


"Kulihat kemampuanmu telah meningkat dari saat terakhir kita bertemu, Aris." Ujar Patriak Zhu.


"Untuk melawan seseorang yang hebat seperti anda tentunya harus mengerahkan banyak upaya kan." Ujar An Xie Tian santai.


"Hahaha, kamu memang pandai bersilat lidah." Ujar Patriak Zhu tertawa.


"Tapi, walaupun level mu telah meningkat, masih berada dibawah levelku. Aku akan menekan kekuatanku di Alam roh bumi mendalam." Ujar ketua Zhu.


"Tidak perlu seperti itu. Hari ini adalah debut saya, saya harus membuktikan bahwa saya layak. Jadi mohon Patriak Zhu tidak menahan diri." Ujar An Xie Tian lalu memberi hormat.


"Baiklah jika kau ingin seperti itu, kalau begitu aku tidak akan menahan diri. Mari" Ujar ketua Zhu membawa An Xie Tian memulai pertarungan.


Ketua Zhu mengeluarkan hawa murni kultivasinya dan membuat beberapa orang penonton merasa tertekan akan kekuatan besar ketua Zhu.


Tapi tidak dengan An Xie Tian yang masih tangguh walaupun dia yang paling dekat posisinya dengan ketua Zhu.


Ketua Zhu lalu mengeluarkan hawa spiritual dari tangan kanannya, lalu berusaha menyerang An Xie Tian.


An Xie Tian lalu menghindari serangan tersebut.


"Gerakan mu lincah juga, bagus sekali. Bersiaplah menerima yang selanjutnya." Ujar Patriak Zhu.


An Xie Tian kembali menghindar saat ketua Zhu melemparkan kertas ledakan pada An Xie Tian.


Kertas itu meledak di udara, untungnya dia sempat menghindar.


An Xie Tian mengarahkan serangan pada ketua Zhu namun ditangkis oleh ketua Zhu.


Seluruh anggota sekte Awan petir menyaksikan pertarungan mereka yang dahsyat.


Ketua Zhu mengeluarkan pedang terbangnya lalu menaiki itu.


An Xie Tian yang tak mau kalah juga ikut menaiki pedang terbang miliknya sendiri.


Mereka bertarung di udara.


"Saya mendengar kehebatan tentang spirit beast milik ketua Zhu yang berupa purple spider. Bisakah anda menunjukkannya pada saya?" Ujar An Xie Tian.


"Tentu, mari kita kebawah." Ujar ketua Zhu.


Mereka berdua kembali turun ke arena.


Ketua Zhu membuat portal, lalu keluarlah seekor spirit beast yang besar berupa seekor laba-laba berwarna ungu.


Purple spider milik ketua Zhu adalah spirit beast yang mengandalkan racun, binatang roh ini adalah spirit beast tipe realm beast.


Ketua Zhu memberinya nama Bing.


An Xie Tian tak mau kalah dan ikut membuat portal.


An Xie Tian memanggil spirit beast nya, Ice Fang.


Zhu Qi Liang cukup terkejut dengan spirit beast milik An Xie Tian.


Itu adalah Lion snow Wings, spirit beast tipe realm beast.


Zhu Qi Liang menaiki spirit beast miliknya dan An Xie Tian menaiki Ice Fang.


Bing mengeluarkan racun dari mulutnya yang dihalau dengan angin dari sayap Ice Fang.


Kedua spirit beast mengeluarkan jurus andalan masing-masing sesuai perintah tuannya.


'Tuan, siapa sebenarnya master Aris ini? Saya rasa dia sangat kuat...' Ujar Bing lewat telepati yang terhubung langsung dengan ketua Zhu.


' Hahaha, tenanglah Bing, mungkin dia akan menjadi Matriak masa depan sekte Awan petir...' Ujar ketua Zhu pada Bing.


' apakah Anda benar-benar sudah memutuskan hal tersebut? ' Tanya Bing lagi.


' Begitulah, dia adalah kandidat yang paling kuat dan berpotensi. Lalu aku merasakan perasaan yang tidak asing saat bersamanya, aku akan mengangkatnya menjadi cucuku setelah pertarungan ini selesai...' Ujar ketua Zhu.


' Perlukah kita cek, seperti apa sebenarnya wajah master Aris itu?'  Tanya Bing.


' Tidak perlu, kita cukup menghormati privasinya saja.' Ujar ketua Zhu.


Bing hanya melihat tuannya dengan aneh, sejak kapan tuannya secepat itu mempercayai orang asing?


'Maaf master, tapi aku tidak mau anda ditipu dengan mudah...' ujar Bing dalam hati sambil merencanakan sesuatu.


Kedua belah pihak masih bertarung tanpa ada luka berarti.


"Patriak Zhu, apakah anda sengaja menahan diri karena melawan junior yang lemah ini?" Tanya An Xie Tian.


"Hahaha, ternyata kau bosan ya... baiklah." Ujar ketua Zhu.


Ketua Zhu mengeluarkan pedangnya yang sudah terkenal dan melegenda, yaitu pedang Gumgang.


Pedang ini dapat mengeluarkan energi tak terlihat yang membuat serangan pedangnya dapat memanjang.


Pedang Gumgang sendiri adalah harta Karun dan senjata spiritual legendaris yang kuat.


Ketua Zhu mengalirkan energi spiritualnya kedalam pedang Gumgang dan mengolahnya menjadi hawa pedang.


An Xie Tian tak mau kalah dan mengeluarkan pedang taring bulan andalannya.


Patriak Zhu merasa pernah melihat pedang tersebut, dia mengenalinya.


Mereka berdua beradu pedang dengan sengit.


Ketua Zhu berhasil melukai tangan kanan An Xie Tian.


An Xie Tian memegang tangannya yang terluka, dia lalu melihat tangannya yang berdarah lalu menghela nafas dingin.


An Xie Tian melesat cepat kearah ketua Zhu dan mengumpulkan angin disekitar Arena sehingga penglihatan penonton dan ketua Zhu agak terganggu.


An Xie Tian lalu muncul dari depan ketua Zhu.


Putaran angin berhenti diakhiri dengan An Xie Tian yang sudah terdapat pedang Gumgang di sisi lehernya.


"Sepertinya kali ini kau kalah, Aris." Ujar ketua Zhu.


"Oh ya?" Ujar An Xie Tian.


Tanpa diketahui sesuatu keluar dari tanah dan menodongkan belati kembar di kedua sisi leher ketua Zhu.


An Xie Tian yang sedang di tahan oleh pedang menghilang seperti angin dan tinggal An Xie Tian yang ada dibelakang ketua Zhu sedang menodongkan belati.


"Hahaha, aku mengaku kalah..." Ujar ketua Zhu terkekeh kecil.


' Hah, dasar gadis licik ini..' Ujar ketua Zhu sambil tersenyum.


An Xie Tian melepaskan todongan belatinya dari ketua Zhu.


"Terimakasih telah mengalah kepada saya yang lemah." Ujar An Xie Tian memberi hormat.


Tanpa An Xie Tian ketahui, Bing telah menyelinap dan menerpakan angin ke arah An Xie Tian sehingga cadarnya dan jubahnya terbang jauh dari arena tersebut.


An Xie Tian yang terkejut merasa shock dengan kejadian barusan.


'Apa yang baru saja terjadi!?' Ujar An Xie Tian dalam hati.


Para penonton sangat heboh saat mengetahui bahwa penutup tubuh master Aris yang menghalangi mereka untuk mengetahui identitasnya terbuka.


Dan yang paling terkejut adalah Zhu Qi Liang.


"Bukankah itu adalah An Xie Tian?"


"Si sampah dari rumah Marquis Utara? Tidak mungkin!"


"Apa!? An Xie Tian?"


"Jadi selama ini yang bertarung adalah dia dan Patriak Zhu!?"


' Hah, sudah kuduga akan begini jadinya jika ketahuan. Padahal aku jarang keluar, tapi semua orang tetap mengenaliku...' Ujar An Xie Tian sambil mendesah dalam hati.


"Tian'er?" Ujar seseorang dibelakang An Xie Tian.


An Xie Tian berbalik dan melihat ketua Zhu yang sudah menatap dirinya terkejut seperti melihat hantu.


' Baiklah, aku tau jika aku sampah. Tapi ekspresinya sudah kelewatan...!" Ujar An Xie Tian dalam hati sambil mengutuk.


"Tunggu, Tian'er?" Ujar An Xie Tian bingung.


"Kau...An Xie Tian?" Ujar ketua Zhu lagi.


"Baiklah, baiklah. Aku mengaku, perkenalkan namaku adalah An Xie Tian, Elder Miss dari rumah Marquis Utara yang dijuluki sampah oleh masyarakat sendiri..." Ujar An Xie Tian sambil mendesah berat.


Tanpa dia duga, ketua Zhu malah menghampirinya dan memeluknya saat itu juga.


An Xie Tian kembali merasakan shock.


"Kau adalah Tian'er..." Ujar ketua Zhu mempererat pelukannya.


"Ada apa dengan Patriak?"


"Apa ini?"


"Apa yang sebenarnya terjadi!?"


An Xie Tian melepaskan pelukan tersebut.


"Apa maksud anda ketua Zhu? Saya memang An Xie Tian, tapi mengapa anda memeluk saya?" Ujar An Xie Tian bingung.


"Kau adalah cucuku yang selama ini kita terpisah..." Ujar ketua Zhu.


"What the hell!?" Ujar An Xie Tian shock sehingga menggunakan bahasa asing yang membuat semua orang disana mengerutkan dahi.


"Oke, ini tidak lucu..." Ujar An Xie Tian.


"Apa aku salah dengar? Anda bilang saya adalah cucumu?" Ujar An Xie Tian.


"Ya, memang benar. Aku baru ingat kalau aku pernah melihat pedang Taring bulan itu. Itu adalah milik Xiao-xiao yang diwariskan pada anak kami, dan sepertinya Yue'er juga mewariskannya padamu." Ujar ketua Zhu tersenyum.


An Xie Tian berusaha mencerna perkataan ketua Zhu.


Baiklah, Qi Xiao-xiao adalah neneknya, dan Lian Jian Yue adalah ibunya.


Yang dia tau bahwa neneknya menikahi kakeknya lalu lahirlah ibunya kemudian dirinya.


Lalu sebenarnya apa yang terjadi?😵


An Xie Tian berpikir keras, Ketua Zhu pernah bercerita tentang mantan istrinya yang menikahi orang lain setelah tau bahwa dirinya adalah pemilik sekte Awan petir.


' Jadi intinya aku adalah cucu yang terjebak dalam hubungan rumit ini, lalu kakekku yang sebenarnya bukan Lian Mu Shao tapi Zhu Qi Liang? ' Ujar An Xie Tian dalam hati.


' Kakekku yang sebenarnya adalah pemilik sekte Awan petir? KEREN!' Ujar An Xie Tian dalam hati sambil terkekeh yang membuat Ketua Zhu bingung.


"Aku tau hal ini rumit untuk dimengerti, tapi percayalah. Kau adalah cucuku." Ujar ketua Zhu.


Ketua Zhu membawa An Xie Tian kedalam salah satu ruangan di sekte Awan petir.


"Apakah kakek Lian tau tentang hubunganmu dengan nenek? " Tanya An Xie Tian blak-blakan.


"Aku tidak tau soal itu, tapi Xiao-xiao tidak memperbolehkan aku bertemu dengan anakku. Tak kusangka setelah beberapa bulan dia mengakhiri hidupnya sendiri..." Ujar ketua Zhu dengan ekspresi sedih.


Tapi sebagai seorang gentleman dia menahan air mata yang akan keluar.


"Baiklah, aku mengerti. Jadi....


Bolehkah aku memanggilmu kakek?" Tanya An Xie Tian.


"Tentu saja boleh, itulah yang aku inginkan dari dulu." Ujar ketua Zhu sangat senang.


"Karena pertarungan yang memenangkannya adalah kau dan kau sebenarnya adalah cucuku. Kau akan menjadi pewaris sah sekte Awan petir mulai sekarang." Ujar ketua Zhu.


Ketua Zhu lalu mengeluarkan token giok dari sakunya.


Itu adalah tanda ahli waris sekte Awan petir.


Dia juga memberikan sebuah pusaka yang bernama cermin Fantian.


"Setelah aku tiada, kau akan menjadi pemilik sekte dan menjadi Matriak. Aku yakin kau sangat mampu melakukannya, cucuku." Ujar ketua Zhu sambil menggenggam tangan An Xie Tian.


' Aku yakin itu akan terjadi dalam waktu yang lama. Bagaimanapun juga dia masih terlihat muda dan kuat. Lihatlah dia, mungkin masih bisa hidup hingga seratus tahun lagi...' Ujar An Xie Tian dalam hati sambil meras geli.


"Aku berjanji, kakek tidak akan kecewa saat nanti aku yang memimpin sekte." Ujar An Xie Tian sambil tersenyum penuh percaya diri.


Ketua Zhu melihat cucunya dengan tatapan dan perasaan bangga dihatinya.


' Aku yakin hal itu akan terjadi, aku yakin...' Ujar ketua Zhu dalam hati.


.


.


.


Sampai sini dulu ceritanya ya guys! :)


Tunggu kelanjutan ceritanya di chapter selanjutnya...


Jangan lupa like, coment dan follow aku juga ya... 😁


Bye-bye ^~^


.


.


.


~Tbc...