
(Biasakan memberikan like sebelum mulai membaca^^
.
.
.
Murong Qiuyue sedang berjalan-jalan di taman kediaman pangeran kedua.
Saat dia sedang terpana melihat bunga-bunga yang ada disana, An Yanran muncul dan menghampirinya.
"Salam pada Wangfei.", Ujar An Yanran.
"Oh, selir An?", Ujar Qiuyue terkejut.
"Wangfei sedang berjalan-jalan di taman ya?", Tanya An Yanran berbasa-basi.
"Ah, iya. Aku sedang menikmati pemandangan taman pangeran yang indah ini.", Ujar Qiuyue.
"Ah, benar. Saya juga suka jalan-jalan disini, membuat saya teringat pengalaman manis bersama pangeran.", Ujar An Yanran sengaja.
"Ah, pengalaman manis?", Tanya Qiuyue bingung.
"Ya, seperti yang anda lihat, disini banyak ditanam mawar merah. Itu karena pangeran mengetahui saya sangat menyukai mawar merah. Pangeran memberikan saya kejutan taman ini untuk menyenangkan saya.", Ujar An Yanran sambil tersenyum.
"Oh, begitu ya...", Ujar Qiuyue lalu menunduk.
"Ah, Wangfei! Maafkan saya, saya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda. Saya... saya hanya teringat masa lalu yang indah saat melihat taman bunga ini.", Ujar An Yanran sambil berpura-pura menyesal.
"Ah, tidak apa-apa, aku tidak tersinggung. Untuk apa aku tersinggung. Pangeran adalah suami kita, tentu saja aku akan mentolerir itu sebagai istri sah pangeran.", Ujar Qiuyue sambil tersenyum.
Tentu saja Qiuyue sengaja mengatakannya.
'Mau bermain-main denganku? Aku tidak sebaik dan sepolos itu.'
"Ah, jangan begitu Wangfei. Saya tau kalau perasaan Wangfei terluka. Saya turut sedih dengan anda. Saya juga dengar kalau pangeran tidak datang menemui anda sejak malam pertama pernikahan.", Ujar An Yanran sambil menunjukkan ekspresi kesihan.
'Heh, walaupun kamu istri sah, tapi akulah yang sesungguhnya dicintai pangeran.'
"Hahahaha, saya tidak tau kalau selir An sangat peduli pada hubunganku dan pangeran. Tentu saja sebagai istrinya aku bisa mengiklaskan jika dia melakukan hal itu.", Ujar Qiuyue.
'Aku juga bisa berakting.'
"Jangan begitu Wangfei, saya jadi merasa sedih. Pangeran selalu tidur dikamar saya setiap malam hingga tidak sempat pergi mengunjungi anda. Saya merasa sangat bersalah.", Ujar An Yanran sambil berekspresi sedih.
"Selir An tidak perlu khawatir. Aku tidak masalah jika pangeran ingin tidur dikamar siapa saja, yang penting tugasku sebagai istri terurus dengan baik. Untuk urusan kamar, itu urusanku dan pangeran. Selir tidak perlu terlalu khawatir.", Ujar Qiuyue sambil tersenyum ramah.
"Kalau tidak ada yang perlu dibicarakan lagi oleh selir, aku akan pergi dulu. Masih ada banyak pekerjaan dalam rumah yang menantiku.", Ujar Murong Qiuyue lagi lalu pergi melewati An Yanran dengan santainya.
An Yanran menunduk hormat.
'Cih, mentang-mentang dia istri sah, berani sekali dia merendahkan aku! Lihat saja, akan kubalas dia.'
....
Beberapa hari kemudian...
Setelah sarapan, Murong Qiuyue kembali berjalan-jalan di taman pangeran.
Ternyata An Yanran juga ada disitu, tapi dia sengaja bersembunyi.
Dia mengeluarkan sesuatu dari kantong yang dibawanya. Itu adalah ular kecil yang berbisa.
An Yanran sengaja mengarahkan ular itu kearah Qiuyue agar dia digigit ular.
Saat ular sudah hampir mendekati Qiuyue, ternyata kucing peliharaan Qiuyue malah menangkap ular itu.
"Chi chi? Apa yang kamu tangkap?", Ujar Qiuyue saat melihat kucingnya memakan sesuatu.
"Meong meong..." Chi chi si kucing putih peliharaan Qiuyue memperlihatkan ular hasil tangkapannya pada tuannya dengan bangga.
"Wah, kamu menangkap ular! Anak pintar!", Ujar Qiuyue sambil mengelus kucing peliharaannya.
Dibalik semak-semak, An Yanran yang mengetahui rencananya gagal, hanya bisa mengepalkan tangannya kesal.
"Sial! Rencanaku gagal! Ular beracun yang sudah kubeli dengan mahal juga mati.", Ujar An Yanran kesal.
...
Belum menyerah soal tadi pagi, An Yanran kembali menyiapkan jebakan untuk Qiuyue.
Dia sengaja mengundang Qiuyue berjalan-jalan di sekitar kolam yang ada di kediaman pangeran.
Qiuyue datang karena Undangan An Yanran.
"Salam Wangfei.", Sapa An Yanran pada Qiuyue.
"Ada apa selir An tiba-tiba saja mengundangku jalan-jalan?", Tanya Qiuyue heran.
"Hahahaha, Wangfei. Saya hanya ingin minta maaf soal yang tadi pagi, lalu saya juga ingin memiliki hubungan yang baik dengan anda.", Ujar An Yanran sambil tersenyum ramah.
"Oh, begitu? Jadi kita akan jalan-jalan sekarang?", Tanya Qiuyue.
"Ah! Ya, benar Wangfei. Mari.", Ujar An Yanran.
Mereka lalu berjalan berdampingan di pinggir kolam sambil sesekali tertawa dengan percakapan mereka.
Mereka jalan-jalan sore cukup lama, Qiuyue lalu berkata bahwa dia lelah dan akan kembali ke kediamannya.
"Aku lelah, kalau begitu aku akan kembali lebih dulu.", Ujar Qiuyue.
"Baik Wangfei.", Ujar An Yanran.
Ternyata An Yanran sudah membayar pelayan yang bekerja untuk Qiuyue agar mendorong Qiuyue jatuh ke kolam.
Saat Qiuyue berjalan didekat kolam, tiba-tiba pelayan itu sengaja menyenggolnya hingga Qiuyue kehilangan keseimbangannya dan jatuh ke kolam.
Qiuyue yang tidak bisa berenang hanya bisa mengepak-ngepakan tangannya didalam kolam yang dalam.
"Bagus, rencanaku berhasil.", Ujar An Yanran bangga sambil memperhatikan Qiuyue yang tenggelam dari jauh.
Tak ada yang berani menyelamatkan Qiuyue karena para pelayan juga tidak bisa berenang.
Tiba-tiba pangeran kedua datang dan langsung terjun kedalam kolam.
Dia lalu mengambil Qiuyue dalam pelukannya dan membawanya kembali ke daratan.
Qiuyue yang lemas karena terlalu banyak bergerak dan minum air kolam lalu pingsan.
Pangeran lalu memberikan pertolongan pertama padanya. Dia memberikan nafas buatan kepada Qiuyue agar Qiuyue bisa kembali bernafas.
Pangeran menggendong Qiuyue kedalam kamar agar Qiuyue bisa beristirahat.
Setelah Qiuyue digantikan pakaiannya oleh para pelayan dan diperiksa oleh tabib, Qiuyue ternyata terkena demam.
Setelah tabib pergi, pangeran menghukum pelayan yang tadi menyenggol Qiuyue.
Tapi pelayan itu tidak menyebutkan apa-apa soal An Yanran yang sudah membayarnya.
...
Didalam kediamannya, An Yanran kembali mengamuk karena rencananya membunuh Qiuyue bisa 2 kali gagal.
"Arrrrggghh! Awas saja Qiuyue! Lihat saja, aku akan berhasil membunuhmu!", Ujar An Yanran dalam kemarahannya.
...
Dari luar kediaman An Yanran, Dong Fang Yan mendengar suara An Yanran yang mengamuk.
Awalnya dia datang untuk menenangkan An Yanran, tapi setelah mendengar perkataan An Yanran, Dong Fang Yan langsung merasa marah.
"Ternyata semua ini rencana Yanran...", Ujar Dong Fang Yan.
Dia lalu berbalik dan pergi dari kediaman An Yanran dan kembali ke kediaman Qiuyue.
...
Sementara itu...
"Kenapa pangeran belum juga datang?", Ujar An Yanran bingung.
Tiba-tiba seorang pelayan masuk kedalam kamarnya.
"Niang-niang.", Ujar pelayan itu lalu menunduk hormat.
"Ada apa? Kenapa pangeran belum juga datang?", Tanya An Yanran.
"Itu..., Pangeran bermalam di kediaman Wangfei, Niang-niang.", Ujar pelayan itu takut.
"Apa? Pangeran..di.. dikediaman si j*lang itu!?", Ujar An Yanran marah.
"Benar Niang-niang.", Ujar pelayan itu takut.
An Yanran kembali mengamuk.
Malam itu dia habiskan dengan melemparkan barang-barang dan berteriak.
.
.
.
Keesokan paginya...
Qiuyue pelan-pelan membuka matanya.
Saat dia mengamati sekitar, dia terkejut karena pangeran kedua yang sedang tertidur di samping tempat tidurnya.
Pangeran tertidur sambil terduduk di kursi.
'Dia...tidur disini? Semalaman?'
Hati Qiuyue terasa hangat saat melihat wajah pangeran yang sedang tertidur.
"Dia memang tampan sih...", Ujar Qiuyue pelan.
Beberapa saat kemudian, pangeran terbangun dari tidurnya dan mendapati Murong Qiuyue yang sudah terbangun.
"Oh, Wangfei. Kau sudah bangun?", Ujar Dong Fang Yan.
"Ah, i..iya Wangye.", Ujar Qiuyue sambil tersenyum.
"Kemarin kamu pingsan dan demam setelah tercebur kedalam kolam. Aku yang membawamu kembali kesini.", Ujar Dong Fang Yan ramah.
"Ah, begitu? Terimakasih, Yang Mulia.", Ujar Qiuyue lalu mencoba bangkit dari tempat tidur.
"Jangan bangun dulu, kamu masih butuh istirahat.", Ujar Dong Fang Yan mencegah Qiuyue bangun.
"Tapi, pekerjaan saya masih banyak. Saya harus mengurus keuangan dalam kediaman ini sebagai seorang nyonya.", Ujar Qiuyue sambil tersenyum.
"Beristirahatlah dulu hari ini, kamu masih terlihat lelah.", Ujar Dong Fang Yan.
"Ba..baik, Wangye.", Ujar Qiuyue menurut.
"Baguslah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku ada pekerjaan. Beristirahatlah Wangfei.", Ujar Dong Fang Yan, lalu...'Cup'. Dong Fang Yan mencium kening Qiuyue.
Dong Fang Yan tersenyum kecil lalu pergi keluar dari kamar Murong Qiuyue.
Setelah pangeran keluar dari kamarnya, pipi Qiuyue memerah.
"Di...dia mencium keningku...", Ujar Qiuyue sambil menyentuh keningnya yang tadi dicium oleh Dong Fang Yan.
Pipinya memerah, Qiuyue tersenyum kecil lalu segera kembali berbaring dan beristirahat.
...
Dong Fang Yan berjalan menjauh dari kediaman Qiuyue.
Saat sudah jauh, barulah pipinya memerah.
"Aku tadi...tadi...mencium Qiuyue...", Ujar Dong Fang Yan malu.
Wajahnya merah padam hingga telinganya juga berubah merah.
Dong Fang Yan lalu menutupi wajahnya dengan sebelah tangan karena malu.
Segera setelah sampai ke kediaman utama(kediaman pangeran), Dong Fang Yan langsung mencuci wajahnya.
Setelah itu dia mandi dan bersiap untuk pergi ke istana.
.
.
.
Tbc...