Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch. 20: Memasuki harem



" Nona, anda terlalu memalukan untuk dilihat, terlalu menyenangkan untuk dibicarakan, dan sekarang dicaci maki..."


An Yanran duduk di tandu pengantin sendirian.


Matanya yang sembab dan masih berair tertutup oleh penutup kepalanya yang terbuat dari emas.


Pakaian pengantin yang berwarna merah menghiasi tubuh eloknya.


Sesekali An Yanran akan mengusap matanya.


Iring-iringan tandu pengantin melewati ibu kota.


Dari dalam tandu terdengar suara masyarakat yang membicarakan tentang hal memalukan yang dilakukannya.


' Dulu aku adalah nona muda yang terhormat, orang-orang akan memuji dan hormat padaku. Sekarang mereka bahkan jijik melihatku dan membicarakan aku dibelakang.' 


Ujar An Yanran dalam hati.


"Ini semua karena ****** itu! An Xie Tian, aku akan membalas mu di masa depan..." Ujarnya dengan penuh amarah.


🌛🌓🌜


Entah kenapa bulu kuduknya tiba-tiba merinding.


"Apa ada seseorang yang sedang memaki diriku!?" Ujar An Xie Tian disela-sela kultivasi nya.


An Xie Tian bangkit dari duduknya dan berdiri.


Dia lalu melaksanakan mandi paginya yang menyegarkan.


Setelah mandi, An Xie Tian lalu bersiap-siap dan berdandan dibantu pelayannya, XiaoMei.


"Seperti biasa nona terlihat cantik dan anggun. Sungguh, kecantikan nona bisa menghancurkan sebuah dinasti. Anda benar-benar pantas mendapatkan gelar 'Kingdom pearl'."


Ujar XiaoMei sambil menata rambut Nonanya.


" Bahkan sebuah kecantikan bisa saja membahayakan, untuk orang disekitarnya, maupun si kecantikan sendiri" Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


Setelah selesai berpakaian dan berdandan, An Xie Tian pergi ke paviliun ayahnya untuk mengucapkan selamat pagi.


Bagaimanapun juga, dia adalah seorang Elder Miss yang berbakti kepada kediaman dan keluarga.


Tentu saja itu semua hanya untuk mencari muka dan pijakan yang tepat kalau-kalau dia terkena masalah.


Tidak terasa waktu berjalan cepat.


Waktu duelnya dengan ketua Zhu akan terlaksana besok lusa.


' Tenang, tenanglah Xie Tian. Kamu pasti bisa. Sekarang waktunya mencari muka dan emas...' Ujar An Xie Tian dalam hati.


An Xie Tian tiba didepan paviliun tanpa nama yang merupakan kediaman paling besar dan paling mewah di kediaman Marquis Utara dan juga Paviliun milik ayahnya.


' walaupun setiap hari kesini, aku masih belum bisa menyesuaikan diri...' Ujar An Xie Tian lagi dalam hati.


Ukuran paviliun ini sangat besar, bahkan besarnya 3 kali ukuran paviliun milik An Xie Tian yang sudah sangat besar itu.


Setelah kedatangannya diumumkan oleh pelayan dan diperbolehkan masuk, An Xie Tian lalu memasuki paviliun milik ayahnya itu.


"Putri ini menghadap ayahanda dan mengucapkan selamat pagi" ujar An Xie Tian sambil membungkuk hormat didepan ayahnya dan selir Lu Wu Mei.


"Bangkitlah Tian'er" Ujar An Zhangye sambil tersenyum.


"Terimakasih ayah.." Ujar An Xie Tian bangkit.


An Xie Tian lalu duduk disebelah ayahnya dan ikut sarapan.


"Tuanku..." Ujar selir Lu Wu Mei angkat bicara.


"Ada apa?" Ujar An Zhangye singkat.


"Aku mengkhawatirkan An Yanran, aku khawatir jika kehidupannya di Harem pangeran akan sulit. Lagipula, pangeran kedua juga sudah memiliki banyak selir, aku takut..." Ujar Lu Wu Mei.


"Apa yang kau takutkan, aku sudah membekali Yan'er dengan mas kawin yang banyak, aku yakin Yanran cukup pintar untuk membungkam istri pangeran yang lainnya." Ujar An Zhangye sambil menyeruput tehnya.


Lu Wu Mei tidak bisa tidak marah, dia sekali lagi tidak bisa menempatkan wajah baiknya.


"Ibu selir, kamu tidak perlu khawatir. Aku yakin di Harem pangeran kedua, Mei-mei lah yang paling disayangi pangeran. Lagipula mereka adalah sepasang kekasih sejak dulu" Ujar An Xie Tian.


Lu Wu Mei melihat kearah An Xie Tian dengan tatapan sinis.


An Xie Tian hanya tersenyum kecil dan melanjutkan sarapan.


Sekali lagi Lu Wu Mei kalah.


🌛🌓🌜


Tandu pengantin tiba di istana.


Dong fang Yan menunggu didepan gerbang bersama beberapa orang lainnya termasuk permaisuri.


An Yanran turun dari sedan dengan anggun, semua mata tertuju pada wanita cantik dengan gaun pengantin tradisional didepan mereka.


Mereka melihat dengan puas.


Tandu pengantin masuk lewat gerbang samping, itu sangat memalukan. Apalagi untuk seorang nona muda dari rumah Marquis Utara yang besar.


An Yanran menerima uluran tangan dari pangeran kedua.


"Hormat kepada langit!"


Kedua mempelai membungkuk kearah langit.


"Hormat kepada orang tua!"


Kedua mempelai membungkuk kearah permaisuri.


"Kedua mempelai saling menghormati!"


Kedua mempelai sambil membungkuk.


"Menuju kamar pengantin!"


Kedua mempelai sambil bergandengan tangan menuju kamar pengantin.


~skip...


Di kamar pengantin...


An Yanran duduk di atas ranjang dengan anggun.


Dong fang Yan memasuki kamar dan melihat pengantinnya yang cantik.


Mereka sambil bertukar anggur pernikahan.


"Sekarang kita sudah menikah." Ujar Dong Fang Yan duduk disebelah An Yanran.


"Iya" Ujar An Yanran dingin.


"Yanran, ada apa?" Ujar Dong Fang Yan.


"Kamu bohong." Ujar An Yanran lalu menatap pangeran.


"Ah! A..apa maksudmu Yanran." Ujar Dong Fang Yan gugup.


"Anda tidak perlu pura-pura pangeran! Anda sendiri yang bilang bahwa anda akan menjadikan qie sebagai Wangfei, tapi apa yang saya dapatkan sekarang? Menjadi seorang selir." Ujar An Yanran tiba-tiba bicara formal.


"An Yanran, aku minta maaf. Ibu yang menyuruhku. Dia bilang setelah aku menikahi kakakmu dalam beberapa tahun, kita bisa membunuhnya dan membuatmu menjadi Wangfei. Aku janji. Kami hanya perlu kakakmu agar mendapatkan kepercayaan Marquis Utara dan membantuku naik tahta." Ujar Dong fang Yan.


"Kamu berjanji?" Ujar An Yanran dengan nada manja dan air mata di sela matanya.


"Ya, tentu." Ujar Dong fang Yan lalu memeluk An Yanran.


An Yanran menerima pelukan suaminya.


' heh, lihat saja An Xie Tian. Sekarang aku bisa saja dicaci maki, tapi siapa yang tertawa diakhir...kita belum tau' Ujar An Yanran dalam hati sambil menampakkan senyum licik.


🌛🌓🌜


Dong fang Yu berada di ruang belajarnya sambil memainkan kuas lukis.


Tangannya yang terampil menggoreskan kuas dengan indah.


Dia menggambar seorang wanita yang cantik dan anggun dibawah sinar bulan.


Dia menuliskan beberapa bait puisi disebelah lukisan tersebut.


" Kecantikan di bawah rembulan"


~Rambutnya bagaikan sutra yang tertiup angin.


~Gaunnya bagaikan awan yang berhujankan bunga.


~Aroma tubuhnya begitu memabukkan.


~Gerakannya begitu indah dan elok dipandang mata.


~Matanya terlihat seperti burung Phoenix yang memancarkan kecantikan.


~ Wahai kecantikan dibawah rembulan, bisakah engkau menjadi milikku...


~memandang bebek Mandarin yang dimabuk cinta.


~Memandang diri sendiri di cerminan danau beku.


~ Melihat dirimu bagaikan melihat seorang Dewi turun dari langit...


...


Dong fang Yu melihat hasil lukisannya dan tersenyum.


"Wahai kecantikan dibawah sinar rembulan, bisakah engkau menjadi milikku?" Ujar Dong fang Yu sambil menghela nafas.


🌛🌓🌜


Di kerajaan Tianxing...


" Hah, kapan kah engkau bisa menjadi milikku wahai cintaku? Aku ingin kita menjadi sepasang bebek Mandarin yang saling dimabuk cinta dan saling mengasihi." Ujar kaisar Kang.


Qi Chuankang duduk dibawah pohon masih menggunakan jubah kebesarannya sambil menatap bulan.


"An Xie Tian, kau akan menjadi permaisuri ku..."