
An Xie Tian terbangun di pagi hari dengan wajah seseorang tepat didepan wajahnya.
"Huaaaa!" An Xie Tian hampir kena serangan jantung karena terkejut.
"Huh..., Astaga, aku bisa saja mati terkejut." Ujar An Xie Tian lalu bernafas lega.
Pria berambut putih disebelahnya ini masih belum siuman.
'Aneh sekali, aku tidak bisa melihat aura kultivasi dasarnya. Orang ini bukan orang sembarangan.'
"Xiao Tian..."
"Hm?" An Xie Tian yang mendengar hal itu menatap aneh.
'Pria ini sedang bermimpi lalu mengigau?'
"Hem, bukan urusanku." Ujar An Xie Tian acuh lalu bangkit.
An Xie Tian keluar dari gua dan mencari makanan untuk dimakan.
"Karena pasienku akan siuman sebentar lagi, jadi dia harus memakan makanan bergizi untuk mempercepat pemulihan tubuhnya." Ujar An Xie Tian sambil memetik beberapa tanaman obat. Selain itu dia juga berburu kelinci dan mendapatkan 2 ekor.
Saat An Xie Tian kembali kedalam gua dia menemukan bahwa pria itu sudah sadar.
"Oh, kamu sudah sadar?" Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.
Dong Fang Yu melihat An Xie Tian yang ada didepannya dengan pandangan kagum.
Dong Fang Yu lalu mengangguk.
"Terimakasih telah menyelamatkanku. Sekarang aku harus pergi." Ujar Dong Fang Yu lalu ingin bangkit dari duduknya.
"Hei,tunggu dulu. Ayo kita makan. Aku sudah memasak beberapa hidangan yang bagus untuk pemulihan tubuhmu." Ujar An Xie Tian melarang.
Akhirnya Dong Fang Yu setuju dan duduk bersama disebelah An Xie Tian.
"Ehm, terimakasih karena sudah menolongku waktu itu." Ujar An Xie Tian canggung.
"Hm?"
"Kau adalah pria yang menolongku saat aku mengontrak Black Orchid soul kan?" Ujar An Xie Tian.
"Oh, kamu tau itu aku?" Ujar Dong Fang Yu sedikit terkejut.
"Em, ya. Rambut perak mu cukup langka. Jadi aku langsung bisa mengenali kamu." Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.
"Ah, begitu. Aku juga berterimakasih karena sudah menolongku." Ujar Dong Fang Yu singkat.
An Xie Tian mengira kalau pria ini adalah pria berhati dingin dan pendiam, karena dari tadi dia hanya menjawab singkat dan seperlunya saja.
Tapi sesungguhnya Dong Fang Yu berusaha bertindak senatural mungkin agar perasaan yang membuncah didalam hatinya tidak keluar.
"Ini, pakailah ini di lukamu secara teratur agar itu menjadi lebih baik. Lekas sembuh." Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.
"Ah, iya. Terimakasih. Kalau begitu aku pergi." Ujar Dong Fang Yu setelah menerima obatnya dan langsung pergi dengan menggunakan Qing gong.
Dengan cepat bayangan punggungnya telah hilang dari pandangan An Xie Tian.
An Xie Tian yang melihat hal itu hanya diam.
"Pria yang aneh." Ujar An Xie Tian.
An Xie Tian lalu membenahi barang-barangnya kembali ke cincin ruang. Setelah itu baru dia meninggalkan gua.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa ya?" Ujar An Xie Tian diperjalanan.
Tapi setelah memikirkan cukup lama dia tidak bisa mengingatnya dan melupakan hal yang dia lupakan itu.
.
.
.
Sementara itu, masih di restoran...
"Ini sudah pagi dan master belum kembali juga..." Ujar Xuan Li.
.
.
.
12 tahun yang lalu...
"Xiao Tian, lihatlah! Aku mendapatkan buah ini dari ibu selir Wang. Ini namanya buah kiridian merah, katanya ini adalah barang bagus. Aku kasih kamu ya." Ujar seorang anak laki-laki yang umurnya sekitar 6 tahun.
"Wow, terimakasih Yu Gege." Ujar gadis kecil berumur 5 tahun yang bernama Xiao Tian itu.
"Katanya ini bisa membantu pelatihan kultivasi kita." Ujar anak laki-laki bernama Yu itu.
"Benarkah? Kalau begitu aku makan ya?" Ujar gadis kecil itu lalu memasukkan buah kedalam mulutnya dan mengunyahnya.
"Ini agak pahit Yu Gege." Ujar Xiao Tian sambil menampakkan ekspresi lucu.
"Hahaha, tentu saja bodoh. Ini adalah obat, wajar saja kalau rasanya pahit." Ujar Yu.
"Hehehe, benar juga. Tapi apakah Yu Gege tidak apa-apa? Kamu memberi buah ini kepadaku." Ujar Xiao Tian.
"Em, tidak apa-apa. Jangankan buah itu, bahkan buah emas pun akan ku kasih jika itu untukmu." Ujar Yu.
"Hahaha, Yu Gege sangat tampan. Kalau kita sudah besar ayo menikah!" Ujar Xiao Tian.
"Baiklah, ayo menikah!" Ujar Yu lalu tersenyum.
Kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Xiao Tian jatuh sakit.
Dia sakit karena memakan buah kiridian merah yang ternyata beracun.
"Apa? Xiao Tian dibawa ke Cang'an?" Ujar Yu terkejut.
"Paman Ning, maafkan aku." Ujar Yu lalu menangis.
"Tidak ada gunanya kamu menangis dasar anak sial! Ning Xiao Tian ku yang berharga jadi sekarat karena kamu!" Ujar pria yang dipanggil paman Ning itu.
"Paman Ning, apakah Xiao Tian akan baik-baik saja?" Tanya Yu sambil sesekali sesenggukan.
"Mana aku tau, karena itu dia pergi ke Cang'an untuk berobat." Ujar paman Ning.
Tapi hal itu menjadi lebih buruk, karena seminggu kemudian Ning Xiao Tian diberitakan meninggal di Cang'an.
...
"Huaaaa...Xiao Tian! Maafkan aku, seharusnya aku tidak memberimu buah itu!" Ujar Yu menangis sejadi-jadinya.
"Ibu meninggalkan aku, kamu meninggalkan aku, lalu siapa yang akan bersamaku nanti?" Ujarnya sambil sesenggukan.
"Xiao Tian....!"
.
.
.
"Xiao Tian!"
Dong Fang Yu yang tertidur akhirnya terbangun karena mimpi buruk.
Dari matanya keluar air mata.
"Xiao Tian... gara-gara aku..kamu..." Ujarnya terbata-bata sambil menahan Isak tangisnya agar tidak terdengar.
Dong Fang Yu mengelap air matanya dan pergi keluar dari kamarnya.
Hari masih tengah malam saat dia terbangun.
Dia berjalan ke suatu tempat di kediamannya. Tepatnya dia pergi kearah taman pribadinya yang melarang siapapun pergi ke sana tanpa seizinnya.
Dia melangkah menuju sebuah bangunan.
Dia lalu membuka pintu bangunan itu, disana terdapat altar untuk orang yang sudah meninggal.
Terdapat 3 kayu berukir nama.
Yang ditengah adalah kayu berukir nama ibunya, Chu Jiang Nan.
Yang di kanan adalah ukiran kayu yang bertuliskan nama permaisuri Zhang, yang juga adalah orang yang merawatnya setelah ibunya meninggal, Zhang Junda.
Dan yang terakhir adalah nama gadis kecil yang merupakan sahabatnya, Ning Xiao Tian.
Dia lalu berdoa dan bersembahyang untuk mereka bertiga.
Dong Fang Yu menatap ketiga ukiran nisan itu lalu berbalik pergi dan menutup pintu bangunan.
.
.
.
An Xie Tian kembali ke kediamannya.
Setelah mandia, berganti baju, dan berdandan dibantu oleh XiaoMei.
An Xie Tian duduk di teras sambil menikmati teh dan kue kacang hijau buatan XiaoMei.
Sejak tadi dia selalu merasa ada yang terlupa, tapi dia tidak ingat apa itu.
XiaoMei menatap nonanya bingung.
"Ada apa nona?" Tanya XiaoMei.
"Hem, entahlah. Aku selalu merasa ada sesuatu yang aku lupakan, tapi aku tidak ingat apa itu." Ujar An Xie Tian.
"Hmm? Nona bersikap aneh sejak tadi. Memangnya nona habis darimana saja semalaman tidak pulang? Saya khawatir mencari anda." Ujar XiaoMei.
"Hahaha, maaf telah membuatmu khawatir XiaoMei." Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.
"Memangnya apa yang nona lakukan kemarin? Setelah pergi dengan 6 master, anda tidak kembali semalaman, apa yang kalian lakukan?" Ujar XiaoMei.
"Yah, kami hanya makan siang saat tiba-tiba aku ada urusan dan meninggalkan mereka di...Eh!" Ujar An Xie Tian terkejut dengan perkataannya sendiri.
"Astaga! Itulah yang aku lupakan! Aku meninggalkan anak-anakku di restoran!" Ujar An Xie Tian teringat dan langsung beranjak pergi dengan cepat lalu menghilang.
XiaoMei yang melihat itu tidak bisa tidak bingung dan lalu hanya menghela nafas panjang.
"Haaah...,Nona pergi lagi..." Ujar XiaoMei sambil menggelengkan kepalanya.
.
.
.
" ***Hai guys apa kabar? Baik kan?
Aku minta maaf ya, karena baru bisa update sekarang hehehe..."
"Gimana guys cerita hari ini? Seru gak? Kalau seru jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa di like yaa!! ^∆^
.
.
.
Tbc***...