
...⚠️ Warning ⚠️...
...Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca....
...~^^Terimakasih^^~...
...👍🏻...
.......
...👍🏻...
.......
...👍🏻...
Dong Fang Yu sampai didepan gerbang Tianxing tepat saat matahari telah muncul jauh diatas sana.
Cahaya matahari memberikan kehangatan pada Dong Fang Yu.
Meskipun saat ini Dong Fang Yu sangat ingin beristirahat sejenak karena kelelahan berlari, tapi tidak!
Dia tidak boleh, tidak sekarang.
Dong Fang Yu menunjukkan pelakat nya dan membayar pajak masuk Tianxing.
Rambut peraknya mengundang banyak perhatian dari orang-orang.
Apalagi penampakan dirinya yang saat ini terlihat seperti orang yang sangat butuh tidur itu.
Dong Fang Yu berjalan langsung kearah gerbang istana kekaisaran Tianxing.
Gerbang besar itu sudah terlihat dari jauh.
Dong Fang Yu terdiam didepan gerbang.
'Sekarang apa?'
Benar, dia datang tanpa rencana apapun.
Sejak kapan seorang Dong Fang Yu menjadi sebodoh ini?
Entahlah, sejak dia mengenal cinta?
Masa bodoh, lupakan saja itu.
Dong Fang Yu menatap dua penjaga yang saat ini berjaga didepan gerbang.
Penjaga itu menatapnya bingung karena ditatap intens oleh iris biru Dong Fang Yu.
Dong Fang Yu punya ide.
Dia lalu menunjukkan plakat nya yang menunjukkan kedudukannya sebagai pangeran negeri Dongfeng.
"Aku datang sebagai perwakilan negeri Dongfeng. Pangeran ketiga, Dong Fang Yu." Suara agung dan tegas Dong Fang Yu benar-benar menunjukkan identitasnya sebagai anggota kerajaan.
Kedua penjaga itu saling bertukar tatap.
"Tapi, bukankah utusan kerajaan lain harusnya datang setelah acara pernikahan selesai? Kenapa kamu datang lebih awal? Lalu dimana rombongan mu?"
Rupanya perawakan Dong Fang Yu sebagai pangeran tidak cukup untuk meyakinkan mereka.
Salahkan rakyat Tianxing yang tidak mudah ditipu.
"Ehem, kaisar Kang dan calon permaisuri adalah teman lamaku. Aku sengaja datang lebih awal untuk memberikan kejutan." Ujar Dong Fang Yu asal.
Kedua penjaga tersebut kembali bertukar tatap.
"Saya akan melapor terlebih dahulu lalu kembali kesini." Ujar salah satu penjaga lalu pergi dan masuk kedalam gerbang.
Penjaga yang tadi pergi kembali bersama seorang Kasim.
"Baiklah, anda boleh masuk. Acara pernikahan sedang berlangsung di aula besar yang ada di istana pusat. Orang ini akan mengantarkan anda, mari." Ujar penjaga itu.
Kasim itu lalu menuntun Dong Fang Yu ke tempat yang dimaksud.
Tapi tidak ada siapapun disana.
Hanya ada aula besar yang kosong.
Apa-apaan semua ini? Apa ini candaan? Kejahilan seseorang? Siapapun itu, Dong Fang Yu ingin sekali menonjok wajahnya.
Orang yang tadi menuntunnya kesini juga sudah hilang entah kemana.
Tiba-tiba pintu besar yang dia masuki tadi tertutup rapat.
Pintu disamping panggung didepan terbuka dan menampilkan sosok agung dengan jubah kebesaran bersulam naga emas.
Dong Fang Yu menatap orang itu intens.
'Kaisar Kang? Dimana An Xie Tian? Dimana semua orang? Bukankah pernikahan sedang dilaksanakan?'
"Nah nah, pangeran ketiga negeri Dongfeng, Dong Fang Yu. Boleh kutanya tujuanmu datang kemari?" Tanya Kaisar Kang sambil menaikkan sebelah alisnya.
Dong Fang Yu mengernyit.
'Apa-apaan lagi ini?'
Dong Fang Yu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Dimana An Xie Tian?" Tanya Dong Fang Yu datar tanpa basa-basi.
"Hahaha, wajah datar itu benar-benar ciri khas mu ya?" Ujar Kaisar Kang sambil tertawa.
Dong Fang Yu menatap kearah kaisar Tianxing itu tidak suka.
"Dimana Xie Tian?", Tanya Dong Fang Yu lagi.
"Oh! Kenapa kau mau tau? Dia itu calon permaisuri ku, apa urusannya denganmu?" Tanya Qi Chuankang.
"Kau tau, wanita itu dengan tidak tau malunya datang kesini sebulan yang lalu dan mencuri pil naga emas yang legendaris.
Aku tidak terlalu mempermasalahkannya karena dia sudah mengembalikannya.
Tapi coba tebak, dengan tubuhnya yang sekarang ini cacat, dia dengan berani datang kembali kesini untuk dinikahi dan menjadi permaisuri. Hahaha...Lucu sekali bukan?"
Ujar Qi Chuankang dengan nada sinis.
Dong Fang Yu semakin memerah karena marah. Bagaimana bisa dia hanya diam saat wanita yang dicintainya dihina tepat dihadapannya?
Dan...apa yang dikatakan Kaisar Tianxing itu?
An Xie Tian mencuri pil naga emas? untuk apa!?
"Apa maksudnya itu?" Ujar Dong Fang Yu masih menahan amarahnya.
"Oh, kau tidak tau? Dia mencuri pil naga emas, mencuri resepnya dan membuat satu pil naga emas lagi. Setelah itu dia memberikannya padamu agar kau sembuh. Bodoh sekali dia, saat membuat pil naga emas malah menjadi cacat.
Kau tau? Cerita kalian sungguh tragis dan menyedihkan. Hampir saja aku melepaskan wanita itu dan membiarkannya kembali padamu, tapi tidak. Aku tidak berminat." Ujar Qi Chuankang sambil menyeringai jahat.
Beberapa penjaga datang sambil mengawal seorang wanita.
Wanita itu menggunakan hanfu merah dan hiasan-hiasan untuk pernikahan.
"Xie Tian!" Panggil Dong Fang Yu.
"Oh! Kau langsung bereaksi saat melihat wanita ini? Lucu sekali. Hahaha..." sinis Kaisar Kang.
"Kau! Lepaskan An Xie Tian!" Teriak Dong Fang Yu marah.
"Hahaha, Dong Fang Yu. Katakan padaku, apakah kau mencintai wanita ini?" Tanya Qi Chuankang sambil menyentuh dagu An Xie Tian.
"Jangan sentuh dia!" Ujar Dong Fang Yu dingin.
"Jawab saja, kalau kau tidak ingin wanita ini terluka..." Ujar Qi Chuankang lalu mengarahkan belati ke leher An Xie Tian.
"Ya, aku mencintainya. Sangat mencintainya!" Ujar Dong Fang Yu lantang.
'Prok, Prok, Prok, Prok, Prok!'
Qi Chuankang bertepuk tangan.
"Bagus! Pertunjukan yang bagus. Kalau begitu, mari kita meriahkan pertunjukan ini."
Beberapa prajurit bersenjata memasuki ruangan dan mengepung Dong Fang Yu.
"Kalahkan semua prajurit ku itu, maka akan aku lepaskan kalian berdua." Ujar Qi Chuankang sambil menyeringai jahat.
"Kau!" Rasanya Dong Fang Yu ingin sekali menonjok wajah tampan Kaisar Tianxing itu.
"Jika kau tidak bisa, maka wanita ini akan kubunuh dan kau akan kukirimkan ke Dongfeng dengan selamat. Bagaimana?" Tawar Qi Chuankang.
Dong Fang Yu menundukkan kepalanya.
"Baik, aku akan melawan semua prajurit mu. Tapi jikalau aku kalah, lepaskan An Xie Tian dan kirimkan dia pulang dengan selamat." Ujar Dong Fang Yu.
"Oh! Kau menawar denganku? Baik, aku terima syaratmu itu." Ujar Qi Chuankang sambil menyeringai.
Dong Fang Yu menatap An Xie Tian yang ada jauh didepannya.
Tak disangka, ternyata wanita itulah yang menyelamatkannya dari kematian.
Bahkan demi menyelamatkannya, An Xie Tian rela menjadi cacat.
Sungguh, dia sangat tersentuh dan hampir menangis jika saja dia tidak berada dalam kondisi ini.
An Xie Tian menatap balik kepadanya.
Tatapan penuh harap.
Bagaimana bisa Dong Fang Yu mengkhianati tatapan dan harapan itu bukan?
Walaupun saat ini tubuhnya terasa sangat lemas, tapi dia masih menahannya.
Entahlah, Dong Fang Yu merasa jika tubuhnya bisa ambruk kapan saja.
Dong Fang Yu maju selangkah lalu mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
Prajurit yang pertama kali menyerangnya menggunakan tombak.
Hunusan tombak itu dengan cepat dihindari Dong Fang Yu.
Tidak lama kemudia, dua prajurit menyerangnya berbarengan menggunakan pedang.
Lagi-lagi Dong Fang Yu berhasil menghindar.
Ada sekitar sepuluh orang prajurit yang mengepungnya. Rata-rata dari mereka sudah mencapai tingkatan kurang lebih tingkat alam roh bumi dasar.
Dong Fang Yu dari awal tidak yakin bisa melawan semuanya, karena itu dia mengajukan syarat.
Sepuluh prajurit tadi menyerang Dong Fang Yu berbarengan.
Dong Fang Yu terpaksa menarik pedangnya.
Dia menangkis serangan-serangan itu, namun dia tidak bisa menangkis semuanya.
Akhirnya dia terkena sabetan pedang dan tombak di daerah perut, punggung, tangan sebelah kiri dan juga pipi kanannya.
Dong Fang Yu bisa mendengar suara An Xie Tian yang berteriak juga meronta-ronta minta dilepaskan, namun orang-orang itu tetap tak melepaskannya.
Dong Fang Yu sudah merasa diambang batasnya.
Diapun ambruk.
"Cukup!" Perintah Kaisar Kang.
Para prajurit itupun mundur dan memberikan jalan bagi kaisar mereka menuju Dong Fang Yu yang saat ini terduduk.
Dong Fang Yu mendongak dan menatap tajam kearah Qi Chuankang.
"Hei, Xie Tian. Sepertinya kekasihmu ini sangat bersungguh-sungguh terhadapmu. Berhentilah bermain-main dengannya, dia sudah mau pingsan karena kelelahan dan luka-luka." Ujar Qi Chuankang.
Dong Fang Yu mengernyit.
'Bermain-main?'
Para pengawal yang tadi memegangi An Xie Tian melepaskan tangan wanita itu.
An Xie Tian lalu berjalan dengan biasa kearah Dong Fang Yu sambil tersenyum.
Saat sudah sampai di hadapan pria itu, An Xie Tian langsung memeluknya.
"Tak kusangka pangeran ku sangat romantis." Ujar An Xie Tian sambil masih memeluk Dong Fang Yu.
"Ehem! Xie Tian, jangan lupa kalau kami masih disini." Ujar Qi Chuankang dengan nada usil.
"Hehe, terimakasih Kang. Kau memang teman yang baik." Ujar An Xie Tian kepada Qi Chuankang sambil tersenyum pada pria itu.
"Kapan saja nona penyelamat." Ujar Qi Chuankang sambil sedikit menunduk dan tersenyum
"Kau bisa berdiri?" Tanya An Xie Tian pada Dong Fang Yu sambil memegangi bahu pria itu.
Dong Fang Yu mengangguk.
Dia lalu menatap wajah An Xie Tian sambil mengernyitkan dahinya.
"Jadi, apa-apaan semua ini?" Tanya Dong Fang Yu.
"Maaf tentang itu. Sebenarnya pernikahanku dan Kang dibatalkan, dan seharusnya aku akan pulang ke Dongfeng besok. Namun para penjaga melapor dan mengatakan kalau kau datang sebagai utusan dari Dongfeng.
Tentu saja kami terkejut, karena itu tidak mungkin.
Dongfeng dan kerajaan lain telah dikabari lewat surat merpati kalau pernikahan kami dibatalkan, bagaimana bisa ada utusan yang menghadiri pernikahan kami?
Apalagi itu kamu? Hahaha...", An Xie Tian menjelaskan sambil tertawa.
"Lalu aku mempunyai ide, aku memberitahu Kang dan kamipun sepakat melakukan ini. Kuharap kamu tidak marah..." Ujar An Xie Tian sambil meringis.
Dong Fang Yu tersenyum.
Jadi selama ini dia sedang dikerjai oleh An Xie Tian dan Kaisar Tianxing.
"Tidak, aku tidak marah. Tapi tahukah kau betapa khawatirnya aku? Kau membuatku hampir kehilangan akal." Ujar Dong Fang Yu lalu menghela nafas lelah.
"Maaf...", Ujar An Xie Tian sekali lagi.
"Sudahlah, ayo. Kau terluka, pangeran ketiga. Aku akan memanggilkan tabib untuk mengobati lukamu.", Ujar Kaisar Kang sambil tersenyum.
Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Dong Fang Yu berdiri.
An Xie Tian lalu membantu Dong Fang Yu berjalan.
Qi Chuankang menatap punggung kedua orang itu dengan tatapan yang... Entahlah, sulit diartikan?
Dia merasa senang untuk mereka berdua, namun merasa sakit untuk dirinya sendiri.
Pada akhirnya dia tidak bisa bersama dengan An Xie Tian, wanita yang dicintainya.
.
.
.
*Flashback
Paviliun bulan...
"Xiao Nian?", Panggil Hei Huo.
"Ya, guru?" Jawab An Xie Tian.
"Akhir-akhir ini aku kembali berpikir, kejadian yang merupakan takdir burukmu karena mencintai Dong Fang Yu telah lewat. Seharusnya kejadian buruk tidak menimpamu lagi.
Bukankah itu berarti kau bisa bersama dengan Dong Fang Yu sekarang?", Ujar Hei Huo.
An Xie Tian tersenyum.
Ya, dia menyadari hal itu. Tapi...
"Biarpun memang begitu, bagaimanapun aku sudah berjanji. Aku berjanji untuk menikahi Kaisar Tianxing. Aku adalah seorang yang selalu menepati janjiku, jadi aku memilih untuk tetap meneruskan pernikahan ini."
"Apa? Tapi bukankah kau mencintai Dong Fang Yu?", Tanya Hei Huo.
"Seperti yang pernah aku katakan, guru. Cinta memang berharga, tapi kepercayaan lebih berharga.
Aku berjanji pada Kang untuk menikah dengannya, maka aku harus menepati janjiku.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.
Sempat muncul dalam hati An Xie Tian meminta Qi Chuankang untuk membatalkan pernikahan mereka, namun sekali lagi An Xie Tian mendahulukan prinsipnya yang selalu menghargai janji.
Dia bahkan menceritakan semuanya kepada Qi Chuankang.
Tentang dia yang seorang pemegang takdir Phoenix, dan soal dia yang menjadi cacat dan tak bisa lagi berkultivasi setelah membuat pil naga emas.
Entah sebaik apa sebenarnya Qi Chuankang itu, tapi dia tidak terlalu keberatan.
Bahkan saat dia tau betapa besar cinta An Xie Tian pada pangeran ketiga langsung dari mulut An Xie Tian sendiri, dia tetap tidak marah. Bahkan menawarkan untuk membatalkan pernikahan mereka.
Tapi An Xie Tian tidak menerimanya, dia tetap pada pendiriannya dan memilih untuk tetap menikahi Qi Chuankang.
Hei Huo hanya bisa menghela nafas.
Sikap muridnya ini memang keras kepala, namun dia memiliki dasar pikiran yang baik.
Sungguh, dia harus memuji An Xie Tian atas itu.
...
Malam harinya.
Pesta perkenalan permaisuri baru...
"Xie Tian, kau tau...", Suara Qi Chuankang yang tiba-tiba membuat An Xie Tian langsung menatap pria itu.
"Ya?", Jawab An Xie Tian.
"Kurasa aku tidak bisa melakukan pernikahan ini.", Pernyataan Qi Chuankang membuat An Xie Tian terkejut.
"Apa maksudnya itu? Kau...tidak mau menikah denganku?", Tanya An Xie Tian.
"Tidak, bukan begitu. Aku mencintaimu, Xie Tian. Tapi...guruku pernah mengajari, jika kau mencintai seseorang, maka buatlah dia bahagia. Walaupun dengan orang lain.
Cinta bukan tentang saling memiliki, tapi tentang ketulusan.
Untuk apa jika aku hanya memiliki ragamu tapi hatimu dimiliki orang lain?
Untuk apa aku bersamamu jika tidak bisa membahagiakanmu seperti tujuanku untuk bersamamu?
Aku bukan orang yang tepat untuk membahagiakanmu Xie Tian, tapi orang lain.
Karena sepertimu, aku juga seorang pria yang mengedepankan prinsip.", Ujar Qi Chuankang lalu menatap An Xie Tian sambil tersenyum.
"Kang...", An Xie Tian menatap Qi Chuankang.
Tak disangka hati pria itu sangat baik.
Dia kira Qi Chuankang adalah kaisar hidung belang karena memiliki banyak istri, empat bahkan.
Namun perkiraannya salah, Kang adalah tipe pria penyayang dan tulus.
Dia menikah dengan banyak wanita demi negaranya, dan para wanita yang dinikahi oleh Kang juga terlihat bahagia-bahagia saja walaupun sering berebut kasih sayangnya.
"Ini terserah pilihanmu, Xie Tian. Apakah kau mencintai pria itu? Apa kau bahagia jika bersamanya? Jika iya, maka kau boleh pergi dan kembali kepelukannya.", Ujar Qi Chuankang lembut sambil mengusap lembut rambut An Xie Tian.
An Xie Tian tersenyum senang.
Sungguh, dia merasa sangat tersentuh dengan apa yang dikatakan Kang.
"A-aku mencintainya dan merasa bahagia jika bersamanya. A-aku ingin pulang kepadanya...", Ujar An Xie Tian tersenyum sambil meneteskan air matanya.
"Baiklah, kalau begitu... sebaiknya kita umumkan ini kepada semua orang.", Ujar Qi Chuankang lembut sambil tersenyum.
An Xie Tian tersenyum pada Kang sambil mengusap air mata di pipinya lalu mengangguk.
Qi Chuankang meminta perhatian semua orang lalu mengumumkan pembatalan pernikahannya tepat sehari sebelum pernikahan itu sendiri.
Walaupun pernyataan sang Kaisar Tianxing mengundang banyak pertanyaan dari kaum bangsawan maupun para rakyatnya sendiri, namun Kang tidak menjawabnya dan hanya tersenyum saat ditanya.
Yah, banyak juga yang merasa sangat bersyukur karena pernikahan mereka batal, contohnya adalah selir Chen Guifei.
*Flashback off
.
.
.
Dong Fang Yu duduk di kursi sambil diobati oleh tabib.
Bajunya terpaksa dilepas agar mudah membalut luka di perut dan punggungnya.
Kini An Xie Tian ikut membantu dengan mengoleskan salep luka di pipi Dong Fang Yu.
"Sakit kah?", Tanya An Xie Tian lalu meniup luka tersebut.
Dong Fang Yu tersenyum sambil menatap An Xie Tian lembut.
"Tidak, tidak sakit.", Ujar Dong Fang Yu.
An Xie Tian menatap wajah tampan Dong Fang Yu yang sedang tersenyum dengan wajah memerah malu.
Tak sengaja tangannya menekan keras dibagian luka, sehingga membuat Dong Fang Yu agak meringis.
"O-oh, maaf...", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum kikuk.
"Tidak apa-apa.", Ujar Dong Fang Yu sambil tertawa kecil.
Setelah selesai, An Xie Tian lalu merapikan kembali barang-barang yang dia pakai untuk Dong Fang Yu.
Tabib yang membantu merawat Dong Fang Yu lalu pamit untuk pergi setelah selesai.
Dong Fang Yu masih menatap An Xie Tian sambil tersenyum.
An Xie Tian yang daritadi ditatap intens merasa sangat malu.
"Huangzi, kenapa kamu menatapku terus? Itu membuatku malu...", Ujar An Xie Tian.
"Entahlah, aku masih tidak percaya...
Kau meninggalkanku, aku mengejarmu sampai kesini, dijahili olehmu dan kaisar Tianxing, mengetahui pernikahanmu dan kaisar Tianxing dibatalkan, lalu... disinilah kita.", Ujar Dong Fang Yu sambil menggenggam tangan An Xie Tian lalu mencium punggung tangannya.
Wajah An Xie Tian merona malu karena perilaku Dong Fang Yu yang romantis.
Sungguh, sampai sekarang dia tidak percaya kalau Dong Fang Yu sampai nekad mengejarnya ke Tianxing, bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk keselamatan An Xie Tian.
An Xie Tian tersenyum.
"Saya juga tak menyangka. Pangeran yang biasanya bersikap dingin, nekad mengejar saya ke Tianxing. Bahkan sampai berani menantang seorang kaisar hanya demi saya.", Ujar An Xie Tian.
"Apapun demi kamu, apapun. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi.", Ujar Dong Fang Yu lalu kembali mencium punggung tangan An Xie Tian.
Seseorang tiba-tiba membuka ruangan yang ditempati Dong Fang Yu dan An Xie Tian.
Itu adalah ayah An Xie Tian, An Zhangye bersama An Liu Jin dan istrinya.
"Eh, kakak ketiga!?", Dong Fang Lin menatap kakaknya tak percaya.
Dia tidak menyangka bahwa kekasih An Xie Tian adalah kakaknya sendiri.
"Saya memberi salam pada pangeran ketiga.", Ujar An Zhangye dan An Liu Jin bersamaan sambil membungkuk hormat.
"Ehem, tak perlu terlalu formal, ini bukan di Dongfeng.", Ujar Dong Fang Yu canggung.
Bagaimanapun juga, ini pertama kalinya dia bertemu langsung secara pribadi dengan keluarga An Xie Tian.
Gugup? Ya, tentu saja!
Pada akhirnya, pertemuan yang tiba-tiba ini berujung dengan percakapan canggung tentang pekerjaan dan perang.
Sebenarnya Dong Fang Yu lebih nyaman dengan percakapan ini daripada ditanyai tentang banyak hal, apalagi tentang bagaimana bisa dia bertemu An Xie Tian.
Tapi coba tebak! Adiknya menghancurkan semuanya.
"Kakak ketiga, bagaimana kamu bisa mengenal An Xie Tian? Lalu bagaimana bisa kalian saling jatuh cinta?", Tanya Dong Fang Lin polos.
"Uhuk!" An Xie Tian yang sedang menyeruput teh langsung terbatuk.
"Ehem, so-soal itu...", Dong Fang Yu menjawab dengan tergagap.
Sebenarnya Dong Fang Lin tau kalau kakaknya itu daritadi menghindari topik tentang ini, jadi dia sengaja bertanya untuk mempermainkan kakaknya yang polos itu.
"Nah, sepertinya kita harus bersiap-siap. Besok kita akan kembali ke Dongfeng. Saya yakin kalau pangeran dan juga kita semua butuh istirahat.", Ujar An Xie Tian tiba-tiba.
Dong Fang Lin merengut.
Rencana untuk mempermainkan kakaknya gagal.
Menyadari tentang istrinya yang merengut, An Liu Jin mengangguk paham maksud dari istrinya itu.
"Kau sangat mengkhawatirkan pangeran ketiga rupanya.", Goda An Liu Jin.
An Xie Tian yang mendengar itu hanya bisa merona karena malu.
Dong Fang Lin tersenyum karena kepekaan suaminya.
Sementara An Zhangye hanya bisa diam sambil memperhatikan para anak muda saling menggoda dengan heboh.
Suasana seperti ini membuat hatinya menghangat.
Dia tidak menyangka kalau An Xie Tian akan menemukan cinta dan jodohnya sendiri tanpa bantuan sang ayah.
Dia sangat kagum dengan putrinya karena bisa memilih lelaki yang tepat.
Dia tau kalau pangeran ketiga adalah pria yang baik. An Zhangye bisa melihat ketulusan dimata Dong Fang Yu saat menatap putrinya.
Dia sangat berharap putrinya bisa bahagia dengan orang yang bisa membahagiakannya.
.
.
.
...**Hai guys! Apa kabar nih? Semoga baik dan sehat selalu ya^^...
...Karena aku sudah update, jadi jangan lupa klik Like 👍🏻...
...Berikan komentar 💬...
...Tambahkan favorit +❤️...
...Dan jangan lupa rate 5 bintangnya ya ⭐⭐⭐⭐⭐...
...Sampai sini dulu chapter hari ini, sampai jumpa di chapter selanjutnya. Bye-bye 👋🏻...
.......
.......
.......
Dong Fang Yu dan An Xie Tian sudah mengakui perasaan masing-masing dan mendapatkan restu! Apa yang akan terjadi selanjutnya?
A. Adakan pernikahan besar di Chapter selanjutnya!
B. Masukkan karakter orang ketiga!
C. Serius? Bagaimana dengan Kaisar Kang kita yang malang!?
D. Yah, aku ikuti saja apa yang terjadi di chapter selanjutnya.
E. Tamatkan saja ceritanya sekarang! Intinya mereka bersama kan?
.
.
.
Berikan pendapat kalian di kolom komentar 💬👇🏻**
To be continued...