Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.33: Haruskah aku menikah dengannya?



Seorang wanita duduk di singgasana miliknya sambil menutup matanya, terlihat seperti memikirkan sesuatu.


Seseorang datang dan wanita itu langsung membuka matanya.


"Apakah mereka berhasil?"


"Kurang lebih seperti itu, niang-niang."


"Apa maksudmu? Jadi mereka berhasil atau tidak membunuhnya?", Tanya wanita itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Itu.., mereka tidak membunuhnya langsung. Tapi dia jatuh ke jurang yang sangat tinggi. Setahu saya, jikapun mereka tidak mati pasti mereka akan mengalami luka berat."


"Mereka? Bukankah itu hanya pangeran ketiga? Siapa orang lainnya?", Tanya wanita itu lagi.


"Ada seorang gadis lainnya dalam kereta kuda itu, yang mulia."


"Oh, seorang gadis? Kurasa pangeran ketiga tertarik pada seseorang."


"Lalu bagaimana dengan tubuh mereka?"


"Kami belum menemukan tubuh mereka, yang mulia."


"Baik, carilah terus sampai ketemu. Jika mereka masih hidup, bunuh. Kamu boleh pergi."


"Baik, yang mulia."


Bawahannya itupun lalu keluar dari ruangannya.


"Kurasa aku harus mengubah rencana ku. Yan'er tidak memiliki perkembangan dengan An Xie Tian, kalau begitu aku terpaksa mencari cara lainnya.", Ujar wanita itu sambil tersenyum licik.


---------------------------


An Xie Tian membuka matanya yang berat, kepalanya terasa sangat sakit.


Disekitarnya hanya terlihat rumput yang tumbuh panjang dan beberapa batu.


An Xie Tian melihat keatas, dari sanalah dia jatuh. Ajaib dia masih hidup.


Apakah tubuhnya bisa langsung beregenerasi dan sembuh? Tapi itu tidak masuk akal.


An Xie Tian meraba kebawah nya dan menemukan kejanggalan.


"Aneh sekali, kenapa tanah ini begitu lembut? Hm, agak keras juga. Wow, apakah tanah ini juga berbatu, tapi batunya tidak keras? Agak lembek? Seperti... seperti dada seseorang?", Ujar An Xie Tian terkejut.


An Xie Tian melirik kebawah dan menemukan wajah pria tampan dibawahnya.


"Ekkh! Mama!", Teriak An Xie Tian terkejut.


"Oh astaga, mati aku. Jantungku mau copot.", Ujar An Xie Tian masih terkejut.


An Xie Tian turun perlahan dari tubuh pria itu, dia tidak mau tiba-tiba pria tampan itu membuka matanya. Bisa-bisa dia akan dicap sebagai bibi mesum.


Oh, tidak-tidak! Ini kesalah pahaman yang tak berdasar.


'Baiklah, sedikit lagi, dan, Yap!'


An Xie Tian berhasil turun dari tubuh pria yang sedang pingsan itu tanpa mengeluarkan suara atau gerakan yang mencurigakan (bagi pria yang ada dibawahnya, setidaknya jangan membuat gerakan yang membuat si tampan bangun.)


"Pria ini sengaja menopang tubuhku agar tubuhku tidak langsung mengenai tanah, dia melakukannya untuk menolongku?


Well, bagaimanapun juga sepertinya dia tidak terluka cukup parah. Walaupun baru saja jatuh dari ketinggian itu, mungkin dia memiliki ilmu yang tinggi atau semacamnya.


Keberuntungannya bagus."


"Huaaaa, dimana ini?", Keluh An Xie Tian kebingungan.


Sedari lama dia menjadi agen mata-mata profesional, baru kali ini dia tersesat.


An Xie Tian meneliti kesekitar.


Tebing ini terlalu tinggi untuk dipanjat, lagipula kelihatannya dia dan si tampan memiliki lebam di beberapa tempat sehingga membatasi pergerakannya.


"Huh, bagus sekali. Ketika aku membutuhkannya, aku tidak membawanya."


Sejak mendapatkan undangan dari putri mahkota, dia hanya membawa barang yang diperlukannya saat di istana.


Contohnya seperti satu setel baju ganti.


'Hehehe, bagaimanapun juga aku ini orang modern. Sudah banyak sekali drama kolosal yang aku tonton, novel-novel yang menceritakan tentang kelicikan wanita-wanita istana? Tidak terhitung.


Dari sana aku belajar bahwa tidak ada wanita istana yang benar-benar baik dan polos.


Siapa yang tidak tau tentang pertarungan sengit wanita istana? Bagaimana jika dia terkena imbasnya?


Jika saja ada pelayan yang sengaja menumpahkan teh ke bajunya,lalu berakhir dengan skandal yang memalukan? Itu sudah basi.


Jika ada yang memasukkan racun kedalam cangkir tehnya? Itu sudah biasa.'


An Xie Tian hanya membawa satu setel baju ganti, perban dan penawar racun.


Itu semua sepertinya adalah persiapan yang matang untuk pergi ke istana. Tapi tentunya tidak cukup matang untuk akhirnya yang mendarat di dasar tebing tinggi.


"Jangan salahkan aku tidak punya persiapan, aku juga tidak mengira kalau akan jatuh kesini."


Dasar tebing ini dekat dengan hutan dan juga area pegunungan.


Walaupun begitu, An Xie Tian masih belum bisa mengetahui letak pasti dimana dia berada.


Akhirnya An Xie Tian memilih untuk pergi kedalam hutan, siapa tau ada beberapa tanaman obat yang bisa digunakan untuk mengobati luka-luka yang didapatnya dan juga si tampan.


Benar saja, setelah menjelajahi hutan, dia menemukan beberapa tanaman obat yang bagus untuk luka dan lebam.


Mungkin juga bagus untuk menyembuhkan tulang?


An Xie Tian kembali ke dasar tebing.


Dia lalu memanggil Ice Fang dan menaikinya bersama Dong Fang Yu yang masih tak sadarkan diri.


Mereka tidak bisa tetap disini, para pembunuh bayaran itu pasti akan mencari mereka di bawah tebing ini terlebih dahulu, jika mereka tertangkap mungkin mereka akan dibunuh. Dengan kondisi tubuh yang terluka, An Xie Tian tidak yakin bisa melawan mereka sekaligus.


Sebelum pergi, An Xie Tian menutupi jejak keberadaan mereka terlebih dahulu.


Setelah menelusuri hutan, dia menemukan tempat persembunyiannya yang cocok.


Itu terletak didekat sebuah mata air yang dikelilingi batu-batu besar, pas sekali untuk menyembunyikan diri dari para pembunuh bayaran itu.


Dia(AXT) merebus bahan obat dan membuat masakan dari jamur tanpa racun yang dia temukan.


Dia lalu mengobati luka di punggung dan dibeberapa bagian tubuh Dong Fang Yu.


Dia juga mengobati beberapa luka lebam yang didapatkannya setelah jatuh dari tebing tinggi.


Setelah selesai mengobati Dong Fang Yu dan dirinya sendiri, An Xie Tian memutuskan untuk mandi di mata air yang ada didekat situ.


Saat sedang membasuh tubuhnya, An Xie Tian mendengar suara dari balik batu besar yang menutupinya.


'Apakah para pembunuh sudah menemukan kami? Ini terlalu cepat!'


An Xie Tian dengan sigap langsung memakai kembali pakaiannya (yang baru dan bersih) lalu menyelinap kearah batu besar.


Tapi yang dia temukan hanya seorang pria dengan rambut putih dan wajah yang merah karena malu.


'Hah? Kenapa lelaki ini ada disini? Kapan dia bangun?'


"Maaf, Benwang tidak bermaksud apa-apa. Benwang hanya penasaran karena bunyi riak air yang ada dibalik batu besar, tidak tau kalau kamu sedang mandi.", Ujar Dong Fang Yu salah tingkah.


"Errr, ya tak apa.", Ujar An Xie Tian.


Dia tidak bisa marah pada pria ini, bagaimanapun juga pria ini adalah orang yang menyelamatkan hidupnya.


Setelah kejadi intip-mengintip tadi, suasana diantara mereka menjadi canggung.


Mereka sedang duduk bersebelahan untuk makan. Dari awal makan hingga selesai, tidak ada yang membuka percakapan. Hingga akhirnya An Xie Tian mengalah.


"Wangye?", Panggil An Xie Tian.


"Ya, ada apa?", Jawab Dong Fang Yu singkat.


"Em, terimakasih karena sudah menolong saya. Ini adalah yang kedua kalinya sekarang.", Ujar An Xie Tian berbasa-basi.


"Ya, tentu. Kamu terlibat dalam masalah ini karena Benwang, sudah menjadi tanggung jawab Benwang untuk menjagamu.", Ujar Dong Fang Yu.


"Ah, walaupun begitu saya tetap berterimakasih. Wangye selalu menolong saya saat kesulitan, saat di gua lotus air waktu itu juga anda menolong saya.", Ujar An Xie Tian merasa tidak enak.


"Em, tidak apa. Kamu tidak perlu merasa tidak enak hati. Benwang menolongmu untuk rasa kemanusiaan Benwang, tak perlu sungkan.", Ujar Dong Fang Yu.


"Ah, ya...", An Xie Tian merasa canggung.


'Dasar manusia es, rasa kemanusiaan katanya? Hei! Tidak bisakah kamu jangan terlalu jujur? Paling tidak, berbasa-basi lah sedikit.', Ujar An Xie Tian dalam hati, diam-diam merasa kesal.


Dong Fang Yu melihat luka lebam di beberapa bagian tubuh An Xie Tian termasuk bagian kepala, sepertinya itu sempat terbentur.


"Kamu bisa mempercepat proses penyembuhan dengan kultivasi. Walaupun tidak bisa sembuh sepenuhnya, tapi itu bisa mengurangi rasa sakitnya.", Ujar Dong Fang Yu.


"Oh? Kultivasi? Bagaimana caranya?", Tanya An Xie Tian tertarik.


"Kultivasi bekerja saat seseorang menyerap energi Qi disekitarnya, energi itu akan terkumpul di jantung lalu dari jantung akan disebarkan keseluruh tubuh untuk diserap sepenuhnya, energi Qi yang diserap itu dinamakan energi Qi murni.


Cara menyembuhkan tubuh dengan kultivasi pada dasarnya sama dengan kultivasi biasa, namun saat energi Qi sampai ke jantung, kamu harus memusatkan energi Qi menuju bagian tubuhmu yang terluka. Memang tidak bisa sembuh sepenuhnya, tapi itu bisa menyembuhkan hingga 70-80% luka yang ada di bagian tubuh tersebut.", Ujar Dong Fang Yu menjelaskan panjang lebar.


"Ooh, benarkah? Wangye sangat pandai.", Ujar An Xie Tian.


Dia tidak tau kultivasi juga bisa menyembuhkan. Walaupun dia tau jika seorang kultivataor akan awet muda karena kultivasi nya, tapi dia tidak mengira kalau juga dapat menyembuhkan.


"Ehem,itu hanya pengetahuan umum.", Ujar Dong Fang Yu kembali salah tingkah.


Setelah makan dan minum obat, An Xie Tian mencoba menyembuhkan luka-lukanya dengan cara kultivasi yang diajarkan oleh Dong Fang Yu.


Benar saja, setelah beberapa lama, luka di tubuh An Xie Tian memudar. Bahkan di beberapa luka kecil, itu sembuh dengan sempurna.


Setelah selesai berkultivasi, An Xie Tian lalu tidur. Dia tidur di tanah yang dilapisi dengan daun-daun kering yang besar dan lebar.


Tak mempermasalahkan tempat tidurnya yang biasa empuk, An Xie Tian tidur dengan lelap.


------------------------


Keesokan harinya, An Xie Tian dan Dong Fang Yu bangun pagi bahkan sebelum matahari terbit sepenuhnya.


Mereka berencana kembali ke ibukota hari ini.


Dong Fang Yu yang menggunakan kompas bumi langit miliknya terlihat terkejut.


"Ada apa Wangye?", Tanya An Xie Tian.


"Jika kompas ku tidak salah, seharusnya kita berada di hutang Fuguang yang berada dekat dengan desa Yuehei di gunung elang.", Ujar Dong Fang Yu sambil mengernyitkan dahinya.


"Desa Yuehei di gunung elang? Memangnya ada apa disana?", Tanya An Xie Tian.


"Ayo.", Ujar Dong Fang Yu sambil menuntun An Xie Tian naik ke gunung elang.


Dibalik semak-semak, mereka melihat banyak prajurit sedang latihan dan siap berperang.


"Wangye? Ada apa disini? Kenapa banyak prajurit kerajaan Ming disini?", Tanya An Xie Tian bingung.


Masalahnya adalah, disini berada cukup dekat dengan ibukota. Jika orang salah paham, bisa jadi orang-orang akan mengira mereka untuk memberontak?


"Mereka sudah mulai bertindak. Mereka mengumpulkan pajak yang tinggi dan bahan makanan dari petani yang ada di desa kecil dekat kerajaan Ming.", Ujar Dong Fang Yu.


"Apa? Apa maksudnya ini? Apakah maksud Wangye kalau mereka merencanakan..."


"Pemberontakan." Ujar Dong Fang Yu menyambung sebelum An Xie Tian menyelesaikan kalimatnya.


"Apa? Apakah maksud Wangye kalau Ming mencoba menyerang ibukota?", Tanya An Xie Tian.


"Kamu tau terlalu banyak.", Ujar Dong Fang Yu khawatir.


"Wangye, disini saya melihat prajuri Ming berkumpul didekat ibukota sambil membawa panji-panji perang. Bagaimana jika saya mengadukan hal ini ke kaisar? Ini adalah rencana pemberontakan yang mengancam kekaisaran.", Ujar An Xie Tian.


"Jangan bertindak bodoh! Benwang tanya padamu, jika kamu mengadukan hal ini ke kaisar dan kaisar mempertanyakan hal ini kepada raja Ming yang merupakan saudara kepercayaan kaisar. Lalu raja Ming menjawab kalau hal ini hanya untuk pelatihan para prajuritnya saja. Kira-kira siapa yang akan lebih dipercaya kaisar? Saudaranya yang membantunya naik tahta, atau seorang nona muda yang membatalkan pertunangan dengan putranya? Apa yang akan kamu lakukan setelah itu? Kamu mungkin akan dihukum karena sudah memfitnah keluarga kaisar.", Ujar Dong Fang Yu panjang lebar.


"Lalu? Bagaimana Wangye bisa yakin kalau mereka merencanakan pemberontakan? Apakah Wangye juga punya bukti? Bisa saja sekarang Wangye juga mencoba memfitnah paman anda sendiri bukan?", Ujar An Xie Tian marah.


"Benwang punya alasan untuk percaya,dan Benwang tidak perlu mengatakan hal itu kepadamu. Terserah apa yang kamu pikirkan. Sebaiknya kita pergi sekarang, semakin cepat juga kita sampai ke ibukota.", Ujar Dong Fang Yu tenang.


An Xie Tian menundukkan kepalanya.


'Ada apa sih dengan pria ini? Setelah mengomel panjang lebar lalu berbicara lembut dan tenang seperti ini. Dasar aneh.', Ujar An Xie Tian mengomel dalam hati.


"Ayo. Kita harus tiba di ibukota secepatnya.", Ujar Dong Fang Yu yang menyadarkan An Xie Tian yang terus menundukkan kepalanya.


"Baik, Wangye.", Ujar An Xie Tian menurut.


Mereka lalu turun gunung.


Karena jarak dari ibukota kesini cukup dekat, sebenarnya mereka bisa sampai siang atau sore ini. Tapi untuk menghindari pencarian pembunuh bayaran itu, mereka harus mengambil jalan memutar menuju ibukota.


"Jika menggunakan qing gong dan berlari tanpa henti menuju ibukota, kemungkinan kita akan sampai besok subuh. Tapi karena kita perlu istirahat, jadi mungkin baru akan sampai besok siang. Dan jika kita berjalan normal, kira-kira kita akan sampai lusa.", Terang Dong Fang Yu.


An Xie Tian hanya mengangguk.


"Saya mengerti.", Ujarnya.


"Karena kita harus cepat sampai, aku akan menggendongmu. Ayo.", Ujar Dong Fang Yu.


"A-apa? Untuk apa?", Tanya An Xie Tian heran .


"Apakah kamu bisa menggunakan qing gong?" Tanya Dong Fang Yu.


(*Qing gong: ilmu peringan tubuh.)


"Ah,itu tidak perlu, saya bisa menggunakan ilmu qing gong." Ujar An Xie Tian.


Dong Fang Yu menatap An Xie Tian.


'Ilmu qing gong mengandalkan keseimbangan tubuh dan juga energi.


Bisa dikatakan bahwa ilmu qing gong sulit dipelajari dan dipahami oleh pemula, tapi An Xie Tian bisa melakukannya.


Ini menarik, dia juga seperti itu saat di gua lotus air. Dia tidak ragu untuk melakukan kontrak dengan roh tanaman Black Orchid.'


"Baiklah, ayo pergi." Ujar Dong Fang Yu.


Mereka lalu mulai berlari melewati pohon-pohon yang ada di hutan.


Mereka harus berjalan memutar agar bisa menghindari pencarian para pembunuh bayaran yang masih mencari mereka.


Di tengah perjalanan An Xie Tian dengan masih berlari melirik kearah Dong Fang Yu.


Pria itu sungguh aneh dan misterius.


Topeng peraknya bersinar diterpa cahaya matahari, rambutnya yang berwarna putih seperti salju itu juga bergerak-gerak diterpa angin, mata birunya menatap tajam fokus kedepan. Dia juga memiliki tubuh yang bagus dengan dada yang bidang dan bahu lebar.


Penampilannya begitu elegan dan berwibawa. Satu kata untuknya, perfect.


Semakin lama dia menatap Dong Fang Yu, dia semakin merasa kalau pria itu adalah pria yang baik dan juga sopan.


'siapapun yang menjadi istrinya pasti akan sangat bahagia.' ujar An Xie Tian dalam hati.


Tiba-tiba saja jantung An Xie Tian berdetak dengan kencang.


'deg deg, deg deg, deg deg, deg deg'


'Ya ampun, apa-apaan ini? Mengapa aku jadi malu dan merona? Jantungku juga berdetak kencang. Mungkin ini terjadi karena terlalu lama menatap pria tampan.


Aiyoo, XiaoMei benar, mungkin ini saatnya aku mencari pria yang pantas. Wanita cantik ini sudah cukup lama hidup menjomblo.'


.


.


.


Ibu kota Dongfeng, istana kekaisaran...


"Yang Mulia, permaisuri Wang datang menemui anda." Ujar seorang Kasim yang bertugas diluar ruangan pribadi kaisar.


"Biarkan dia masuk." Sahut kaisar singkat.


"Saya menghadap kaisar." Permaisuri datang dan membungkuk hormat.


"Ada apa permaisuri datang kesini?" Tanya kaisar.


"Saya ingin mengatakan sesuatu, yang mulia." Ujar permaisuri Wang.


"Baik, katakanlah." Ujar kaisar penasaran.


"Saya ingin menikahkan pangeran kedua kembali, yang mulia." Ujar permaisuri Wang.


"Bukankah Yan'er baru saja menikah dengan nona An Yanran? Kenapa kamu ingin menikahkan dia lagi?" Tanya kaisar bingung.


"Sebenarnya saya setuju menikahkan Yan'er dengan nona Yanran karena terpaksa. Sebenarnya nona An Yanran menggunakan trik licik bersama ibunya untuk menjebak Yan'er kita agar menikah dengannya.


Karena saya mengingat hubungan baik dengan jenderal besar An, jadi saya setuju dan menikahkan dia sebagai selir sebagai teguran." Ujar permaisuri Wang.


"Apa? Jadi mereka merencanakan semua ini?" Ujar kaisar terkejut.


"Iya, yang mulia." Permaisuri Wang mengangguk membenarkan perkataan kaisar.


"Huh, baiklah. Aku memberikan mu izin menikahkan Yan'er. Tapi dengan siapa kamu ingin menikahkannya?" Tanya kaisar.


"Saya terpikirkan dengan putri ketiga jendral Murong, bukankah dia sudah cukup umur dan belum menikah?" Ujar permaisuri Wang.


"Nona ketiga klan Murong? Baiklah, aku mengizinkan mu. Aku akan membuatkan dekrit untuk menikahkan mereka berdua." , Ujar kaisar.


"Terimakasih, yang mulia. Kebaikan anda begitu besar dan tiada Tara.", Ujar permaisuri Wang.


Permaisuri Wang lalu keluar dari ruangan kaisar.


Dia lalu tersenyum kecil.


'Bagus, ini berjalan sesuai rencana ku. Karena An Xie Tian sudah mati, aku akan menikahkan Yan'er dengan putri ketiga klan Murong. Biarpun dia bukan nona besar, tapi dia tetap anak dari istri sah, ini tetap akan membantu banyak Yan agar bisa naik tahta.'


------------------------------


Kediaman Jendral besar Murong...


"Keluarga Murong, bersiap menerima dekrit dari kaisar!"


"Kami siap menerima perintah kaisar!", Ujar seluruh keluarga besar Murong serempak.


"Dengan ini aku memberikan dekrit pernikahan untuk nona ketiga keluarga Murong, nona ketiga akan dinikahkan dengan pangeran kedua, Dong Fang Yan.


Dengan ini aku mengakhiri perintah.


Pernikahan akan dilakukan besok, mohon untuk keluarga Murong agar bersiap-siap untuk pernikahan."


"Kami menerima perintah kaisar!", Ujar seluruh keluarga besar Murong serempak.


Qiuyue yang mendengar perintah kaisar kepadanya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tubuhnya gemetar karena ketakutan dan matanya mulai berair.


"A..ayah? Apakah aku harus menikah dengan pangeran kedua?", Tanya Qiuyue dengan takut.


"Maafkan ayah Qiuyue, tapi kita harus melaksanakan perintah kaisar atau kaisar akan marah pada keluarga kita.


Lagipula kamu akan menjadi istri sah pangeran kedua, kamu akan menjadi keluarga kerajaan." ,Ujar Murong Hao menenangkan putrinya.


Dia juga menyayangi putrinya itu, dia baru saja akan mencarikan pria untuk dijodohkan dengan Qiuyue, ternyata kaisar telah memberikan pernikahan kepadanya dengan pangeran kedua, ini adalah keberuntungan bagi keluarga mereka.


"Ta..tapi ayah, bukankah pangeran kedua sudah menikah?", Ujar Qiuyue lagi.


"Qiuyue, yang menikah waktu itu adalah nona kedua keluarga An, dia hanya dijadikan selir saja oleh pangeran kedua, itupun hanya karena trik liciknya yang murahan. Sedangkan kamu menjadi istri sah. Saat sampai di kediaman pangeran nanti, kamu tidak boleh ditindas oleh selir pangeran.",Ujar Shu Lian, dia adalah istri jenderal Murong, ibu dari Qiuyue.


"Ba..baik ibu.", Ujar Qiuyue pasrah. Dia tidak bisa melawan orangtuanya, apalagi ini adalah untuk kebaikan seluruh keluarganya.


.


.


.


**Hullo Guys! apa kabar? baik dong ya?


sehat-sehat aja kan? semoga sehat selalu ya^^


Murong Qiuyue mau dinikahkan Sam Dong Fang Yan? kalian setuju gak tuh?😮


Penasaran? nantikan kelanjutannya di chapter selanjutnya^^


see you on the next chapter, bye-bye 👋


.


.


.


Note: "Btw kemarin aku bagi raport loh, dan Alhamdulillah dapat peringkat 1🤭


cuma mau pamer aja dikit sama para readers gak papa kan, Wkwkwk 😂🤣


.


.


.


Tbc**...