
**⚠️ Warning ⚠️
Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca!!!
Terimakasih^^
👍
.
👍
.
👍**
Semua rakyat berdiri di tepi jalan hanya untuk melihat iring-iringan pernikahan yang datang dari istana.
An Liu Jin duduk dengan tegap di kuda hitamnya sambil mengenakan hanfu pernikahannya yang berwarna merah dan bersulam emas.
Dibelakangnya sang putri mengikuti menggunakan tandu pernikahan yang dihiasi dengan tirai yang terbuat dari satin merah dan ornamen-ornamen mewah lainnya, saking mewahnya harus ada delapan orang yang mengangkut tandunya karena berat.
Iringan semakin panjang dengan 5 gerbong kereta kuda lainnya yang mengikuti.
Gerbong kereta itu berisi barang-barang sang putri dan mas kawin yang diberikan kaisar padanya. Bahkan barang-barang sang putri hanya terisi 2 gerbong, sisanya mas kawin yang diberikan kaisar.
Upacara pernikahan dilakukan di kediaman Marquis Utara dihadiri oleh para pangeran dan kaisar juga permaisuri.
Upacara berlangsung lancar.
Malamnya diadakan pesta di istana untuk merayakan pernikahan sang putri. (Kayak resepsi gitu loh maksudnya🤭)
Dimulai dari festival kembang api saat sore hingga malam hari, pesta berlangsung meriah.
Acara dimulai ketika kaisar dan permaisuri tiba.
"Kaisar Ye dan permaisuri Wang tiba!", Teriak Kasim mengumumkan kedatangan kaisar dan permaisuri.
Kaisar duduk di kursi tahtanya dan permaisuri duduk di kursi sebelahnya.
"Putra mahkota dan istri putra mahkota telah tiba!", Teriak Kasim lagi saat mengumumkan kedatangan putra dan putri mahkota.
"Pangeran kedua, istri pangeran kedua dan selir An tiba!", Kasim mengumumkan kedatangan Dong Fang Yan, Murong Qiuyue, dan An Yanran.
Saat orang-orang kira keluarga kerajaan telah lengkap, tiba-tiba Kasim kembali berteriak mengumumkan kedatangan seseorang.
"Pangeran ketiga telah tiba!"
"Itu pangeran ketiga!"
"Seingatku dia tidak terlalu sering berada di pesta kecuali acara penting, dia datang adalah hal yang langka!"
"Dia pangeran ketiga? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya!"
Orang-orang mulai terperangah saat seorang pria berambut perak memasuki pesta.
Semua mata tertuju pada pria tampan itu.
Kehadirannya terlihat bercahaya seperti bulan purnama, dan ketampanannya membuat semua orang tidak berkutik.
Masalahnya kali ini dia melepaskan topeng peraknya.
Ketampanannya sekarang tidak lagi tertutupi.
Di sekitar mata dan dahi sebelah kanannya terdapat semacam tato berbentuk seperti bunga lotus.
"Ta-tampan sekali..."
"Saya memberi hormat pada kaisar dan permaisuri.", Dong Fang Yu memberi salam pada ayahnya dan permaisuri.
Kaisar seperti masih terbengong saat melihat Dong Fang Yu.
' Dia terlihat mirip dengan ibunya...'
"Yang mulia?", Bisik permaisuri pada kaisar.
"Ah, ya. Yu-er, selamat datang. Duduklah.", Ujar kaisar sambil tersenyum pada putranya.
"Baik, Yang Mulia.", Jawab Dong Fang Yu datar lalu berjalan ke tempat duduk yang sudah disediakan untuknya.
"Semoga kaisar dan permaisuri berumur panjang dan diberikan beribu-ribu kebahagiaan!", Teriak semua orang serempak sambil membungkuk hormat kearah kaisar.
Kaisar hanya mengangguk.
"Baiklah, kita akan mulai pestanya.", Ujar kaisar pada semua orang.
Para penampil mulai menari di panggung yang ada didepan kaisar dan para tamu.
Semua orang terlihat asyik sambil tertawa dan menuangkan arak.
An Xie Tian hanya bisa duduk diam sementara para nona bangsawan lainnya pergi untuk bergosip.
"Haih, inilah hidupku.", Ujar An Xie Tian lalu menghela nafas.
"Kamu lihat pangeran ketiga tadi? Bukankah dia sangat tampan?"
"Kamu benar! Aku kira diwajahnya terdapat luka yang mengerikan karena selalu ditutupi oleh topeng, ternyata aslinya sangat tampan!"
"Kamu lihat rambut peraknya yang bersinar? Benar-benar indah!"
"Wajahnya seperti pahatan dewa!"
An Xie Tian yang mendengar para nona bangsawan yang sedang menggosipkan Dong Fang Yu hanya bisa mengernyit tidak suka.
"Untuk apa juga balok es itu melepaskan topengnya, pasti dia ingin menarik perhatian para nona cantik ini! Dasar buaya!", Ujar An Xie Tian tidak suka.
'Tapi...dia memang cukup tampan sih, hehehe...', Ujar An Xie Tian dalam hati sambil tersenyum sendiri.
An Xie Tian melihat kearah sekitar dan menemukan pria bersurai perak.
Pria itu juga menatap kearahnya.
Dong Fang Yu yang merasa ditatap oleh An Xie Tian lalu tersenyum padanya.
An Xie Tian lalu balik tersenyum padanya sambil mengangguk.
"Wow! Kamu lihat tadi! Dia tersenyum kearah sini!"
"Aaaa! Tampan sekali!"
Para nona bangsawan histeris setelah melihat senyuman Dong Fang Yu.
"Cih, dasar gatal.", Ujar An Xie Tian tidak suka lalu menyesap araknya.
Sementara itu...
Dong Fang Jin yang daritadi memperhatikan An Xie Tian mengernyitkan dahinya.
Putri mahkota yang menyadari keanehan suaminya lalu ikut melihat kearah tatapan suaminya.
Dia menemukan An Xie Tian sedang tersenyum kepada seseorang, dan saat dia mengikuti arah senyuman An Xie Tian baru putri mahkota ikut tersenyum.
"Apa yang kamu lihat, Wangye?", Tanya putri mahkota pada suaminya.
"Oh? Putri mahkota, aku hanya..."
"Apa kamu sedang melihat nona An Xie Tian?", Tanya putri mahkota sambil tersenyum.
"Itu...", Dong Fang Jin tertunduk.
"Kulihat tadi dia tersenyum, dia tersenyum pada siapa yaa?", Ujar putri mahkota sambil memperhatikan sekitar.
Tentu saja dia tau kearah siapa An Xie Tian tersenyum, dia hanya ingin membuat suaminya menyadari hal itu.
"Ah, aku tidak tau.", Ujar Dong Fang Jin.
Bohong! Tentu saja itu bohong. Dia tau kearah siapa senyuman An Xie Tian tersungging, dan itu bukan untuknya melainkan lelaki lain.
"Bukankah cinta itu sangat indah, Wangye?
Kamu akan bahagia bersamanya, tapi apakah dia akan bahagia bersamamu?", Ujar putri mahkota sambil tersenyum kecil melihat kepada An Xie Tian.
"Seseorang yang mencintaimu adalah seseorang yang memperjuangkan kebahagiaanmu, bukan seseorang yang merenggutnya darimu.", Ujar putri mahkota lagi lalu kembali kearah putra mahkota.
Dong Fang Jin tidak berkata-kata dan hanya tertunduk.
"Kadang jika kita mencintai seseorang, kita harus siap untuk melepaskannya agar dia bisa bahagia.", Ujar putri mahkota lalu menggenggam tangan suaminya.
"Putri mahkota...", Dong Fang Jin menatap istrinya.
"Tidak apa-apa...", Ujar putri mahkota lalu tersenyum sambil mengeratkan genggaman tangannya.
Saat An Xie Tian mengira kalau pesta kali ini akan sama membosankan nya seperti pesta sebelumnya, suara Kasim membuyarkan ekspektasi nya.
"Kaisar Qi Chuankang dari Tianxing telah tiba!", Teriak Kasim mengumumkan kedatangan kaisar Kang.
An Xie Tian ingin menyemburkan arak yang ada di mulutnya.
"Qi Chuankang?", Ujarnya terkejut.
An Xie Tian menengok kearah datangnya orang itu.
Kalian sudah menebaknya bukan?
Qi Chuankang yang selama ini menemuinya dan mengaku sebagai pengawal pribadi kaisar Tianxing ternyata adalah kaisar Tianxing itu sendiri.
"Ternyata si stalker hidung belang itu adalah kaisar Tianxing? Dan aku... Mengusirnya...., Mati aku...", Ujar An Xie Tian lalu menyembunyikan wajahnya dengan tangan.
Sebenarnya kaisar Tianxing sering datang ke negeri Dongfeng untuk menghadiri undangan pesta besar disana.
Dan seharusnya semua orang sudah mengenali wajahnya, tentu saja kecuali pemeran utama wanita kita.
Dia terlalu masa bodoh dengan sekitarnya sampai-sampai tidak mengenali wajah kaisar dari negeri tetangga.
Kaisar Kang duduk disebelah Kaisar Ye.
"Selamat datang Kang!", Sambut kaisar Ye.
"Iya paman.", Ujar Kang lalu mengangguk.
Mereka lalu berbincang sambil sesekali menyesap araknya dan tertawa.
"Ya ampun! Dilihat bagaimanapun kaisar Kang itu tetap tampan ya!"
"Kamu lihat tatapan mata hijau keabu-abuan miliknya? Aissh! Sangat tampan!"
"Dia juga belum mempunyai permaisuri kan? Ini kesempatan!"
"Aish! Lihatlah para wanita itu. Aiyooo! Daripada mengurusi mereka lebih baik aku memikirkan cara untuk menyelamatkan leherku. Sebaiknya aku kabur sebelum dia melihatku.", Ujar An Xie Tian lalu diam-diam bangkit agar tidak menarik perhatian.
"Tunggu nona!", Panggil seseorang dari arah belakang.
An Xie Tian reflek berbalik, dan saat itulah ekspresinya berubah terkejut.
'Mati aku...'
Semua orang memperhatikan siapa nona yang dipanggil oleh kaisar Tianxing.
Kaisar Kang lalu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri An Xie Tian.
"Hormat hamba pada Kaisar Tianxing.", Ujar An Xie Tian sambil membungkuk hormat.
"Tidak perlu terlalu formal. Daritadi aku memperhatikanmu, bisakah aku tau siapa namamu nona?", Tanya Kaisar Kang.
Oh, mengapa dia melakukannya?
Tentu saja untuk mempermainkan wanita didepannya ini yang sedang terlihat ketakutan, ekspresi ketakutannya sangat imut.
"Na-nama saya An Xie Tian, Yang Mulia. Putri dari Jendral besar An Zhangye sang Marquis Utara.", Ujar An Xie Tian memperkenalkan diri.
"Oh, jadi kamu putri dari Marquis Utara? Kalau begitu, bisakah aku mengundangmu untuk duduk di sebelahku?", Tanya kaisar Kang.
"Itu...", An Xie Tian tidak bisa berkata-kata.
'Jika aku menolak, maka akan dianggap tidak sopan. Aku terima sajalah...'
"Baik, Yang Mulia.", Jawab An Xie Tian.
Pelayan membawakan kursi baru disebelah kaisar Kang untuk An Xie Tian.
Mereka lalu duduk bersebelahan.
"Wah! Apa ini? Apakah kaisar Tianxing jatuh cinta pada nona An?"
"Mereka terlihat serasi bersama."
"Kurasa nona itu sengaja bangkit untuk menarik perhatian."
"Cih, dasar wanita licik."
Orang-orang saling berbisik melihat keberuntungan An Xie Tian yang diundang langsung oleh kaisar Kang untuk duduk disebelahnya.
Atau lebih tepatnya... Kemalangan menurut An Xie Tian?
"Yang-yang Mulia?", Panggil An Xie Tian pada Qi Chuankang.
"Ya?", Jawab Kang sambil tersenyum.
"Bolehkah saya bertanya?", Ujar An Xie Tian.
"Tentu, bukankah biasanya kau tidak akan meminta izin dulu sebelum bertanya? Santai saja, seperti biasa.", Ujar Kang sambil mengedipkan sebelah matanya.
'Hiii! Ya ampun, aku malah tambah merinding melihat kedipan matanya itu.'
"I-itu...mengapa anda berbohong saat saya tanya siapa Yang Mulia sebenarnya?", Tanya An Xie Tian.
"Aku juga tidak tau, sepertinya mulutku refleks berbohong saat itu. Mungkin karena aku lebih merasa nyaman saat menjadi pengawal pribadi kaisar daripada saat menjadi kaisar sendiri.", Ujar Kaisar Kang sambil tersenyum kepada An Xie Tian.
"La-lalu... mengapa Yang Mulia mengundang saya sekarang? Apa ada yang ingin disampaikan?", Tanya An Xie Tian ragu.
"Memangnya kenapa jika aku ingin duduk disebelah temanku? Kau kan temanku satu-satunya yang ada di Dongfeng.", Ujar Kang.
"Be-begitu ya...", Ujar An Xie Tian canggung.
"Kenapa kamu tidak ikut makan? Makanlah.", Ujar Kang sambil menyodorkan sepiring anggur hijau.
"I-iya, Yang Mulia.", Ujar An Xie Tian.
"Oh iya, aku lupa. Bukankah kamu lebih suka kue bulan dan kue kacang hijau? Biar aku ambilkan.", Ujar Kaisar Kang.
"Oh, ti-tidak. Saya akan ambil sendiri.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.
An Xie Tian lalu mengambil kue bulan yang ada di meja dan memakannya.
"Apakah enak?", Tanya Qi Chuankang.
"Ya, koki istana memang hebat.", Ujar An Xie Tian.
"Benarkah? Aku ingat kue bulan dirumahmu juga sangat enak. Apakah kamu ingat? Kamu memberikan aku sepiring kue bulan dan kue kacang saat hari pertama kita berkenalan secara resmi.", Ujar Kaisar Kang sambil tersenyum.
"Y-ya. Saya ingat.", Ujar An Xie Tian lalu menunduk.
'Uuh, dia sengaja mengingatkan aku dengan kelakuan buruk ku di masa lalu. Apakah dia mau balas dendam dengan menyiksaku disini?'
Sementara itu...
"Untuk apa kaisar Tianxing itu memanggil An Xie Tian? ", Ujar Dong Fang Yu sambil mengepalkan tangannya.
"Dia sengaja agar bisa dekat dengan An Xie Tian, dia membuat An Xie Tian tidak nyaman", Ujar Dong Fang Yu lagi lalu menyesap araknya.
...
Pesta selesai sebelum tengah malam.
Semua tamu kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Dan An Xie Tian?
Tenang saja, lehernya belum putus.
...
Kediaman Marquis Utara, paviliun An Xie Tian...
"Huah...! Aku selamat!", Ujar An Xie Tian lalu merebahkan diri di kasurnya.
"Untung saja kaisar hidung belang itu tidak mempermasalahkan perlakuan buruk ku padanya selama ini...", Ujar An Xie Tian lalu menghela nafas lega.
"Baiklah, kita lupakan masalah hari ini dan tidur. Ini sudah hampir tengah malam...hoam...", Ujar An Xie Tian lalu menguap.
Setelah membersihkan riasan dan mencuci kaki, tangan, dan wajah. An Xie Tian bersiap tidur.
"Baiklah, mimpi indah Zhu Xiao Nian...", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum lalu menutup matanya.
.
.
.
**Hai guys! Apa kabar nih? Semoga baik selalu yaa^^
Karena aku sudah update, jadi jangan lupa untuk klik:
like 👍
Berikan komentar 💬
Dan tambahkan favorit+❤️
Juga jangan lupa untuk berikan rate 5 bintangnya ya ⭐⭐⭐⭐⭐!
Sampai sini dulu chapter hari ini, and see you on the next chapter, bye-bye 👋
.
.
.
*Pangeran Es batu kita membuka topengnya?
Untuk apa dia melakukan itu?
A. Untuk memikat semua nona muda yang hadir.
B. Tentu saja untuk memperlihatkannya pada para pembaca kita.
C. Kamu bercanda? orang jatuh cinta pastinya sengaja berdandan rapi untuk orang yang dicintainya.
D. Aku ingin mencari istri, siapa tau aku bisa move on dari An Xie Tian.
E. Tidak ada salahnya memamerkan ketampanan ini pada dunia kan*?
Apa tanggapan kalian?😆
Share di kolom komentar 👇
.
.
.
*Tbc***...