Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.42: Hukuman



**⚠️ Warning ⚠️


Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca.


Terimakasih.


👍


👍


👍**


Pengadilan Zhenge negeri Dongfeng...


Lu Wu Mei dan Lu Zao yi didudukkan di kursi tersangka.


Wajah mereka terlihat ketakutan dan pucat pasi.


An Xie Tian mewakili ayahnya pergi untuk menuntut ke pengadilan, dia duduk di kursi penuntut.


An Yanran juga ada disana, dia duduk di tempat para penonton.


Dia langsung pergi ke pengadilan saat dia mendengar kalau ibunya ditangkap atas tuduhan perselingkuhan, yang lebih parahnya adalah ibunya berselingkuh dengan sepupu pertamanya yang juga adalah keponakan ibunya.


An Yanran menatap ibunya yang duduk di kursi tahanan dengan tatapan sedih.


Hakim Bao tiba di pengadilan Zhenge dengan seragam hakim agung pengadilan Zhenge.


"Hormat pada yang mulia hakim Bao!", Perintah pegawai pengadilan Zhenge.


"Hormat pada hakim Bao!", Seru orang-orang yang hadir.


"Ehem! Aku akan membuka pengadilan hari ini. Kasus kali ini diadakan untuk menghakimi sepasang pendosa yang sudah ada di depan kita.", Ujar hakim agung Bao sambil menatap sinis kearah Lu Wu Mei dan Lu Zao yi.


"Jendral besar An telah mengajukan surat cerai terlebih dahulu sebelum pengadilan dibuka, jadi status Lu Wu Mei sekarang adalah janda cerai.", Ujar hakim Bao melanjutkan.


Para juri dan penonton mulai ribut dengan pernyataan hakim.


"Cih, bukankah dia hanya selir? Kudengar dia orang yang sombong, ternyata dalamnya lebih busuk.", Ujar salah satu penonton.


"Cukup! Didalam pengadilan tidak boleh ada kericuhan!", Teriak hakim Bao.


Pengadilan langsung sunyi.


Hakim Bao mengeluarkan kertas laporan yang ditulis sendiri oleh An Zhangye.


"Baiklah, aku akan jelaskan kasusnya sekarang.


Pada pukul 08.30, jendral besar dan nona An Xie Tian memutuskan pergi ke paviliun cinta kasih untuk membahas pernikahan antara nona An Xie Tian dan tuan muda Lu.


Pada pukul 08.40, jendral besar An dan nona besar An sampai di paviliun. Disana, entah kenapa tidak menemukan pelayan satupun, jendral besar merasa curiga lalu mendobrak pintu paviliun setelah mendengar suara-suara aneh dari dalam.


Disana malah menemukan Nyonya dan tuan muda Lu sedang bergumul.


Jendral besar marah besar dan memutuskan menceraikan Lu Wu Mei.


Setelah menandatangani surat perceraian, nyonya dan tuan muda Lu dibawa ke pengadilan negara.


Sekian!", Hakim Bao mengakhiri laporan yang dibacanya.


Pegawai pengadilan Zhenge maju kedepan lalu menyerahkan surat hukuman pada hakim Bao.


Hakim Bao membuka gulungan surat lalu membacakannya.


"Lu Wu Mei,melakukan dosa sebagai manusia dan dosa seorang istri yang berselingkuh. Atas hukum pengadilan Zhenge, gelar bangsawan mu akan dicabut dan diturunkan menjadi rakyat jelata. Kamu juga akan dihukum pukulan 15 kali dengan tongkat.


Dan atas hukum pengadilan negara, hukuman mu adalah hukuman mati.", Ujar hakim Bao membacakan putusan pengadilan.


" Tersangka Lu Zao yi, melakukan hal bejat dengan melakukan hal tidak bermoral bersama bibi mu sendiri. Atas hukum pengadilan Zhenge, gelar bangsawan mu akan dicabut, marga Lu dari namamu akan dihapus dan gelar mu akan diturunkan menjadi rakyat jelata. Kamu juga akan dihukum pukulan 20 kali dengan tongkat.


Dan atas hukum pengadilan negara, hukuman mu adalah hukuman mati."


"Eksekusi akan dilakukan besok pagi di alun-alun kota.", Ujar hakim Bao selesai membacakan putusan pengadilan lalu melemparkan batang bambu hukuman.


Para juri dan penonton mulai berbisik.


"An Xie Tian! Ini pasti ulahmu! Kamu pasti menjebak ibuku hingga seperti ini!", Teriak An Yanran tiba-tiba sambil menunjuk kearah An Xie Tian.


"Adikku sayang, saat waktu kejadian aku tengah berbincang dengan ayah. Apa maksudmu aku yang menjebak ibumu?", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum miring.


"Kamu...kamu pasti menyuruh pelayan mu atau semacamnya! Kamu..kamu wanita ular yang licik, ini semua pasti rencanamu!", Teriak An Yanran marah.


"Apa maksudmu? Lagipula untuk apa aku menjebak ibumu? Apa keuntungan ku? Aku punya alibi, kamu tidak bisa menuduhku begitu saja. Lalu, aku juga bisa menuntut mu di pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik karena sudah memfitnah ku sembarangan.", Ujar An Xie Tian dengan wajah dingin.


"Kamu...dasar wanita rubah! Gadis ular! Wanita j*lang! Ini semua pasti rencanamu untuk menjebak ibuku! Aku yakin itu kamu!", Teriak An Yanran mencoba berlari menerkam kearah An Xie Tian, namun ditahan oleh beberapa orang.


"Cukup! Putusan pengadilan telah dibacakan! Para juri, penuntut, dan keluarga tersangka harus menerima apapun keputusan pengadilan! Jika ada yang tidak berkenan maka bisa maju dan memberikan tuntutan!", Ujar hakim Bao.


"Saya! Saya ingin menuntut wanita ini! Saya yakin pasti dia yang menjebak ibu saya! Mohon hakim Bao melakukan penyelidikan lebih lanjut.", Ujar An Yanran sambil memberikan hormat kepada hakim Bao.


"Kami sudah melakukan penyelidikan, berdasarkan hasil penyelidikan nona An Xie Tian bersih, dia tidak campur tangan sedikitpun dalam kasus ini.", Ujar hakim Bao.


"Tapi...tapi aku yakin..pasti dia...pasti dia yang menjebak ibuku. Mungkin dia menggunakan obat, ya itu! Dia pasti menggunakan obat untuk menjebak ibuku.", Ujar An Yanran sambil menunjuk-nunjuk An Xie Tian.


"Kami sudah memeriksa ditubuh tersangka karena sudah memperhitungkan mungkin saja mereka dijebak, namun saat kami memeriksa, tidak ada jejak obat sedikitpun didalam tubuh tersangka. Itu artinya mereka melakukan dosa dengan sengaja.", Ujar hakim Bao lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Ta..tapi..", kata-kata An Yanran tidak lagi didengar oleh hakim Bao.


Hakim Bao hanya berlalu pergi tanpa mendengarkan apa-apa lagi.


Lu Wu Mei dan Lu Zao yi dibawa oleh pegawai pengadilan kembali ke penjara.


Para juri dan penonton mulai bubar satu-persatu.


An Yanran menatap An Xie Tian dengan benci.


"Aku yakin kamu yang menjebak ibuku.", Ujarnya.


"Itu tidak benar, kamu dengar kata hakim Bao, aku tidak terlibat. Sebaiknya kamu berpikir dulu sebelum berkata dan bertindak. Kamu menganggap dirimu pintar, padahal kamu tidak lebih dari sekedar lalat bodoh.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum meremehkan.


"Kamu! Heh! Siapa yang lalat? Kamulah yang bodoh! Dengan bantuan pangeran kedua, aku akan menjatuhkan mu. Lihat saja, siapa yang tertawa diakhir kita belum tau.", Ujar An Yanran penuh emosi.


"Hahahaha, adikku sayang. Aku kira kamu hanya bodoh, ternyata kamu juga naif. Kamu pikir pangeran kedua mau membela orang yang bersalah hanya demi selir sepertimu? Kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum mengejek.


An Xie Tian lalu berjalan melalui An Yanran.


"Oh! Dan satu lagi! Aku yakin kamu akan memohon pada pangeran kedua untuk menyelamatkan ibumu, tapi aku berikan saran sedikit. Jangan terlalu berharap pada manusia, karena semua hal yang diharapkan dari manusia tidaklah pasti hasilnya.", Ujar An Xie Tian lalu benar-benar pergi meninggalkan An Yanran di bangunan pengadilan.


An Yanran benar-benar menunjukkan ekspresi tidak senangnya.


Tidak, dia benar-benar murka.


...


Penjara ibukota...


An Yanran memasuki bangunan penjara yang kumuh itu.


Di dalam dia mencium aroma tidak sedap dan melihat beberapa tikus berlalu lalang.


An Yanran berjalan dengan ekspresi jijik diwajahnya.


Ini adalah penjara khusus wanita, sehingga semua yang ditahan disini adalah wanita.


Lu Wu Mei duduk di salah satu sisi sel dengan baju yang ternoda darah. Dia habis menerima hukuman pukul baru saja.


Wajahnya yang cantik sangat pucat dan terlihat putus asa.


"Ibu...", Panggil An Yanran.


"Ran-er? Kamu disini?", Ujar Lu Wu Mei lalu bergerak dengan cepat kearah putrinya, dia sedang tidak bisa bergerak dengan leluasa karena tubuhnya yang sakit.


"Iya ibu, aku disini.", Ujar An Yanran lalu memegang tangan ibunya.


"Ibu, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ibu dijebak oleh An Xie Tian si wanita ular itu?", Tanya An Yanran.


Wajah Lu Wu Mei yang sudah pucat semakin pucat, kini ekspresinya terlihat sangat ketakutan.


"Ran-er, dengarkan ibu! An Xie Tian itu kejam, dia sangat licik! Dia itu wanita ular, tidak! Dia adalah iblis! Ya, dia iblis! Menjauh lah dari wanita itu, atau hidupmu akan dihancurkan olehnya.", Ujar Lu Wu Mei sambil memegangi kedua putrinya.


"Ibu! Ibu tenanglah! Aku pasti akan membalaskan dendam ibu, kamu jangan khawatir Bu. Aku juga akan meminta pada pangeran untuk menyelamatkan ibu, jadi ibu tunggu saja. Setelah ibu bebas, kita akan balas dendam pada An Xie Tian.", Ujar An Yanran.


"Nyonya? Waktu berkunjung anda telah habis, silahkan keluar dari bangunan penjara.", Ujar salah satu sipir penjara.


"Tapi...aku masih ingin berbincang dengan ibuku. Kumohon berikan waktu sedikit lagi.", Pinta An Yanran.


"Tidak bisa! Saya sudah membiarkan anda masuk walaupun dilarang, saya juga memberikan waktu tambahan karena melihat anda adalah wanita kesayangan pangeran kedua. Anda tidak bisa lagi meminta waktu lebih dari ini.", Ujar sipir itu.


An Yanran lalu mengangguk mengerti lalu bangkit dari tempatnya berjongkok.


"Baiklah, saya akan keluar. Ibu, tunggulah saja ya..", Ujar An Yanran dengan wajah penuh tekad.


"Baiklah, ibu percaya padamu nak. Ibu akan menunggumu.", Ujar Lu Wu Mei pada putrinya.


An Yanran lalu tersenyum lalu berjalan pergi menjauh dari sel milik Lu Wu Mei.


'Sayangnya mungkin ibu tidak akan punya banyak waktu lagi untuk menunggumu.', Ujar Lu Wu Mei dalam hati sambil menatap kepergian putrinya.


...


An Yanran keluar dari bangunan penjara sambil menahan air mata yang ingin sekali keluar dari matanya, tapi dia tetap menahannya hingga sekarang.


Didepan bangunan penjara, pangeran kedua sudah menunggu An Yanran didalam kereta kuda.


Saat melihat Dong Fang Yan, An Yanran langsung tak bisa lagi menahan air matanya.


An Yanran langsung berlari kepelukan Dong Fang Yan dan menangis sekencang-kencangnya.


"Pangeran...ibu saya...huhuhu...", Ujar An Yanran sambil menangis.


"Sssshhh, sudah sudah. Tidak apa-apa...", Ujar Dong Fang Yan sambil mengelus rambut An Yanran yang ada di pelukannya.


An Yanran menatap pangeran kedua.


"Pangeran, saya mohon keluarkan ibu saya dari penjara. Selamatkan ibu saya dari eksekusi mati.", Ujar An Yanran lalu mengusap air matanya.


"Ini...", Dong Fang Yan menatap An Yanran dengan tidak nyaman.


"Saya mohon pangeran, bukankah anda bilang kalau anda mencintai saya? Tolong selamatkan ibu saya, saya mohon...", Ujar An Yanran memelas.


"Haah...", Dong Fang Yan menghela nafas.


"Ran-er, aku tidak bisa menyelamatkan ibumu. Walaupun aku punya cara sekalipun, aku tetap tidak bisa membantunya.", Ujar pangeran kedua.


"A-apa? Tapi, bukankah pangeran bilang kalau anda bisa melakukan apapun untuk saya? Ja..jadi saya mohon untuk menyelamatkan ibu saya.", Ujar An Yanran.


"Tidak bisa, penyelidikan dan keputusan pengadilan telah ditetapkan. Ibumu terbukti bersalah. Takutnya jika aku menolong ibumu, pendukung yang selama ini aku kumpulkan akan meragukan ku karena menolong seorang penjahat.", Ujar Dong Fang Yan.


"Lagipula jikapun misalnya aku menutup mata dan telingaku tentang itu, permaisuri akan tetap menentang apa yang akan aku lakukan. Aku tidak bisa berbuat seenaknya.", Ujar Dong Fang Yan lalu menghela nafas.


"Tapi... bukankah..."


"Cukup! Sekarang kita pulang, aku tidak bisa membantu ibumu, maafkan aku.", Ujar Dong Fang Yan sambil menggelengkan kepalanya.


"Kusir, ayo jalan!", Ujar Dong Fang Yan memerintahkan kusir kudanya.


An Yanran hanya bisa menerima pernyataan pangeran sambil menundukkan kepalanya.


'Tak kusangka pangeran bisa menolak permohonan ku, ini... seperti yang dikatakan An Xie Tian...', Ujar An Yanran dalam hati.


'Entah ada apa denganku akhir-akhir ini, aku tidak lagi merasa nyaman bersama An Yanran. Apakah itu karena aku sudah mengetahui niat jahatnya untuk membunuh Qiuyue?', Dong Fang Yan terlarut dalam pikirannya sendiri sambil memalingkan wajahnya menghadap jendela kereta.


Seperti dia memang sengaja menghindari bertatapan dengan wanita yang duduk disebelahnya itu.


'Maafkan aku ibu, kali ini aku harus mengorbankan mu dulu. Tapi aku janji akan membalaskan dendam kita pada An Xie Tian...'


.


.


.


"**Hulo guys! Apa kabar? semoga selalu baik yaa^^


Karena aku udah update, jadi jangan lupa👇


Klik like 👍


Beri komentar 💬


Dan jangan lupa klik favorit +❤️


Sampai sini dulu and see you on the next chapter, bye-bye 👋


.


.


.


Lu Wu Mei akan dihukum mati!


Apa yang akan dilakukan putrinya tersayang setelah itu?


A. Aku akan menyelamatkan ibuku dengan bantuan pangeran kedua, tenang saja.


B. Aku akan mencari tentara bayaran sendiri dan menerobos penjara.


C. Pangeran tidak bisa membantu, apa yang bisa kulakukan?


D. Kurasa aku akan depresi dan bunuh diri.


"So what do you think 🤭? beri komentar 👇"


.


.


.


Tbc**...


Update selanjutnya 2 hari lagi...