
⚠️ **Warning ⚠️
Biasakan untuk memberikan like terlebih dahulu sebelum membaca.
👍
👍
👍**
An Xie Tian keluar dari tandu dengan lesu.
Dia tak habis pikir, bagaimana bisa Qiuyue yang polos bisa salah paham hal yang seperti itu padanya.
Sebelum kembali ke kediaman Marquis Utara, An Xie Tian singgah ke rumah pribadinya.
Sebelumnya An Xie Tian sudah membeli sebuah rumah yang cukup besar yang berada di pinggiran ibukota dekat dengan hutan kabut mistis.
Bisa dibilang kalau rumah itu digunakan sebagai markas prajurit mawar besi, karena semua anggota prajurit mawar besi dan keenam master tinggal disana.
Disana dia memperhatikan latihan para prajurit mawar besi setiap minggunya.
Yang melatih 50 anggota prajurit mawar besi adalah ke enam master: Dong Li, Chunjun, Makge, Minji, Xu Lian, Jiang Li, dan tentunya master besar mereka An Xie Tian atau lebih dikenal dengan nama master Aris.
Makge, Chunjun, dan Jiang Li adalah laki-laki. Sedangkan Dong Li, Minji, dan Xu Lian adalah perempuan. Dong Li dan Jiang Li adalah saudara.
An Xie Tian sengaja memilih mereka berenam dari sekte awan petir karena mereka adalah pembunuh bayaran terbaik dari yang terbaik.
Mereka sudah menerima token emas dari sekte awan petir, yang artinya mereka adalah pembunuh tingkat tinggi di sekte awan petir.
Di sekte awan petir, terbagi atas 4 tingkatkan menurut token masing-masing.
-Token perunggu> token ini diperuntukkan bagi pembunuh bayaran tingkat rendah atau pemula. Biasanya pembunuh dengan token perunggu hanya menerima misi berburu hewan buas atau menjadi mata-mata dari sekte.
-Token perak> token ini diperuntukkan bagi pembunuh bayaran yang sudah profesional.
Biasanya pembunuh bayaran dengan token perak sudah bisa menerima misi membunuh atau menjalankan misi berbahaya lainnya.
(Saat An Xie Tian/Aris membawa kepala Dan Long yang menjadi buronan sekte awan petir, dia sudah menjadi pembunuh bayaran dengan token perak).
-Token emas> token ini diperuntukkan bagi pembunuh bayaran tingkat tinggi yang hampir tidak pernah gagal dalam misinya.
Kekuatan mereka tidak bisa diremehkan bahkan bagi seorang raja besar sekalipun. Sekali sudah menerima misi, mereka akan membereskannya sampai tuntas.
Yang menerima token ini di sekte awan petir hanya beberapa orang, salah satunya adalah ke-enam master yang menjadi bawahan An Xie Tian.
-Token giok> token ini hanya bisa diperoleh seorang penatua(guru), pewaris sekte, dan Patriak/Matriak(pemimpin sekte) sendiri.
(An Xie Tian memperoleh token giok sekte awan petir saat dia menjadi pewaris sah sekte awan petir).
An Xie Tian duduk di kursi besar yang ada di halaman belakang rumahnya sambil menyender, dia memperhatikan satu-persatu semua anggota prajurit mawar besi.
Mereka yang ditatap merasa sangat risih.
"Ada apa dengan master hari ini? Dia terlihat lebih menakutkan dari biasanya?", Bisik Jiang Li pada Xu Lian.
"Kamu tidak usah ikut campur, master sedang merasa kesal. Memangnya kapan master tidak kelihatan menakutkan? Dia selalu terlihat menakutkan sekaligus berkarisma. Ughh, master sangat keren!", Ujar Xu Lian heboh sendiri.
"Hei hei! Kau itu seorang wanita, master juga seorang wanita. Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu tentang master.", Ujar Jiang Li merasa aneh.
"Cih, suka hatiku lah. Lagipula, master itu memang keren. Memangnya kamu tidak merasa seperti itu? Bisa-bisanya kamu menyebut dirimu sebagai bawahannya yang setia.", Ujar Xu Lian berdecih.
"Hei, apa yang sedang kalian bicarakan? Kalau mau pacaran jangan disini, cari tempat sepi sana!", Ujar Makge pada mereka berdua.
"Apa sih!", Teriak mereka berdua bersamaan.
"Kalian!"
Mereka semua langsung kaget.
"Ya Master!", Jawab mereka semua bersamaan.
"Hentikan latihan kalian dulu.", Ujar An Xie Tian.
"Baik master!"
Semua anggota mawar besi meletakkan alat latihan mereka, begitu juga dengan ke-enam master yang lain.
"Kalian berenam, kemari.", Ujar An Xie Tian kepada enam bawahan setianya.
Walaupun hampir semua dari mereka berenam lebih tua dari An Xie Tian, tapi mereka berjalan dengan agak takut menuju An Xie Tian.
Ya, itu benar. Yang paling muda diantara mereka berenam adalah Xu Lian dan Chunjun. Mereka berdua seumuran dengan An Xie Tian, mungkin lebih tua beberapa bulan.
Bagaimana bisa orang semuda itu mendapatkan token emas sekte awan petir?
Itu ada dalam masa lalu mereka yang kelam, sebaiknya tidak usah diceritakan.
(Note: sebenarnya aku malas nulisnya 😝)
Mereka berenam lalu hadir di hadapan An Xie Tian lalu memberi salam kepada masternya.
"Salam master!", Ujar mereka berenam bersamaan.
"Hm, bagaimana perkembangan latihan para prajurit kita? Tim perempuan silahkan melapor terlebih dahulu.", Ujar An Xie Tian.
Prajurit mawar besi terdiri dari 25 orang laki-laki dan 25 orang perempuan.
Pelatihan mereka berbeda dan guru yang mengajari mereka juga berbeda.
Dong Li, Xu Lian, dan Minji bertugas untuk melatih tim perempuan. Sedangkan Jiang Li, Chunjun, dan Makge bertugas melatih tim laki-laki.
"Lapor master! Tim perempuan mengalami peningkatan pesat dalam masa pelatihan. Sebagian besar pelatihan mereka lebih kepada menyamar dan menyelidiki seperti yang anda perintahkan.", Ujar Minji melapor selaku pemimpin pelatihan tim perempuan.
"Hm, bagus. Tim laki-laki?", Tanya An Xie Tian sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Lapor master! Tim laki-laki juga mengalami peningkatan pesat dalam pelatihan. Sebagian besar pelatihan mereka lebih kepada teknik bela diri rahasia dan menggunakan senjata seperti yang anda perintahkan.", Ujar Jiang Li selaku pemimpin pelatihan tim laki-laki.
"Bagus sekali, aku bangga pada kalian semua.", Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.
Dia lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Sekarang aku akan menguji kemampuan kalian.", Ujar An Xie Xie.
Semua prajurit menjadi gaduh.
Regu pertama adalah Alkemis, Summoner, lalu sword master.", Ujar An Xie Tian.
"Aku akan menguji bakat kalian dibidang apa.", Sambung An Xie Tian lagi.
An Xie Tian lalu mengeluarkan sebuah benda dari cincin ruang miliknya.
Itu sebuah bola kristal bening berukuran seperti bola sepak.
"Baiklah, aku akan menjelaskan dengan lebih detail. Bola ini adalah kristal penguji. Kalian harus maju satu persatu dan meletakkan tangan kalian di bola ini, warna yang keluar dari bola kristal ini menunjukkan bakat kalian.
Hijau untuk Alkemis, biru untuk Summoner, dan merah untuk martial art.", Ujar An Xie Tian menjelaskan.
Mereka lalu mulai pengujian dengan bola kristal penguji itu.
Setelah semua anggota telah maju dan selesai diuji, An Xie Tian lalu mendapatkan hasilnya.
Ada 13 orang dengan bakat Alkemis, 17 orang dengan bakat Summoner, dan 20 orang dengan bakat sword master.
An Xie Tian tersenyum senang.
Semua bawahan setianya memiliki bakat yang sangat bagus, tidak boleh ada seonggok sampah di regunya.
"Alasan aku menguji bakat kalian hari ini adalah agar kalian dapat mengasah kemampuan kalian sesuai dengan bakat yang kalian miliki, intinya agar kalian tidak salah memilih jurusan.", Ujar An Xie Tian.
"Jurusan? Apa itu?kamu pernah dengar?", Tanya salah satu prajurit mawar besi sambil berbisik pada teman disebelahnya.
"Aku juga tidak tahu, aku tidak pernah mendengarnya. Mungkin itu adalah bahasa para bangsawan, kita turuti sajalah.", Sahut teman disebelahnya dengan masih berbisik.
"Baiklah, setelah ini kalian akan di latih sesuai dengan bakat kalian masing-masing.
Jika kalian sudah tau apa bakat kalian, kalian harus tetap mempelajari ilmu-ilmu lainnya dan bukan hanya terfokus dengan satu pelajaran yang merupakan bakat kalian saja. Kalian mengerti!?", Ujar An Xie Tian pada semua anggota prajurit mawar besi.
"Baik master!", Ujar mereka semua bersamaan.
Setelah selesai menguji semua anggota prajurit mawar besi, An Xie Tian memutuskan untuk kembali ke kediaman Marquis Utara.
Kali ini dia pergi dengan kereta kuda agar cepat sampai karena hari sudah mulai sore.
Kereta berhenti didepan gerbang samping kediaman Marquis Utara yang terhubung langsung dengan halaman paviliun milik An Xie Tian.
An Xie Tian lalu turun dari kereta dan masuk ke dalam kediaman dari gerbang samping.
"Aku pulang.", Ujar An Xie Tian saat masuk kedalam paviliun miliknya.
"Nona! Akhirnya anda pulang.", Sambut XiaoMei saat mendengar nonanya pulang.
"Yah...", An Xie Tian melepas lelah karena beraktivitas seharian dengan duduk di kursi miliknya.
"Apakah anda ingin minum teh, nona?", Tanya XiaoMei.
"Ya, buatkan saja.", Ujar An Xie Tian.
Tak lama kemudian XiaoMei kembali dengan nampan berisi sepoci teh lengkap dengan cangkirnya, dan beberapa cemilan di piring.
An Xie Tian lalu menyesap teh hijau buatan XiaoMei itu.
"Teh buatan mu memang selalu enak ya, XiaoMei.", Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.
"Hehehe, nona bisa saja. Teh buatan saya kan biasa saja.", Ujar XiaoMei malu-malu karena dipuji.
"Hm, tehnya memang enak kok. Kue buatan mu juga enak. Pasti suamimu nanti akan bahagia.", Ujar An Xie Tian lalu tertawa.
"Apa? Nona! Apa maksud perkataan anda? Su-suami?", XiaoMei gugup dan merasa malu. Pipinya berubah merah padam karena perkataan An Xie Tian yang membahas suaminya.
"Hahahaha, XiaoMei, dengar ya. Kamu kan tidak mungkin bersamaku selamanya, pasti nanti kamu akan menikah. Kamu tidak perlu malu akan hal itu.", Ujar An Xie Tian lalu mengelus pipi XiaoMei yang agak tembam.
"Nona...", XiaoMei terharu dengan perkataan nonanya.
"Tidak! Saya tidak akan menikah! Saya akan selalu berada di sisi nona dan melayani nona selama hidup saya.", Ujar XiaoMei sambil tersenyum.
'Ctak!'
An Xie Xie menyentil dahi XiaoMei dengan keras.
"Anak bodoh! Jangan bilang begitu. Aku tidak mau menjadi majikan jahat yang mengurung pelayan setianya untuk dirinya sendiri. Kamu pasti akan bertemu dengan pria yang mencintaimu di kemudian hari, karena itu tunggulah sampai itu terjadi. Maka nanti kamu tidak akan mengingatku lagi.", Ujar An Xie Tian sambil tertawa kecil.
"Nona! Mana mungkin nubi melupakan nona? Saya akan selalu mengingat nona bahkan sampai saya menghembuskan nafas terakhir saya.", Ujar XiaoMei dengan wajah yang tegas.
"Hahahaha, lihatlah anak ini. Baiklah, baiklah. Jika kamu ingin selalu disisiku, itu terserah padamu.", Ujar An Xie Tian lalu tersenyum hangat.
"Oh iya! Ngomong-ngomong nona, tadi pelayan dari kediaman utama mencari anda.", Ujar XiaoMei.
"Hm? Kenapa? Ada apa dia mencariku?", Tanya An Xie Tian.
"Saya tidak begitu yakin, tapi katanya itu berhubungan dengan calon suami nona.", Ujar XiaoMei.
"Apa! Calon...suami?"
.
.
.
"**Hai hai guys! apa kabar nih? semoga selalu baik yaa^^
Jangan lupa klik like, komen, dan gabung di grup chat aku yaa, biar kita bisa berbincang ria gitu loh😆
Oke, sampai sini dulu chapter hari ini^^
see you on the next chapter,bye-bye 👋"
.
.
.
Tbc...
Update selanjutnya besok...