Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch. 52: Takdir Phoenix



⚠️ Warning ⚠️


Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca !!!


Terimakasih^^


⚠️


👍🏻


⚠️


👍🏻


⚠️


👍🏻


An Xie Tian membuka matanya dan menemukan bahwa dia bukan berada di kamarnya.


Tepatnya dia berada di tengah padang rumput luas yang dipenuhi bunga-bunga berwarna merah menyala dengan langit cerah berwarna biru dan gumpalan awan yang seperti permen kapas.


"Zhu Xiao Nian, akhirnya kita bisa bertemu.", Ujar suara dari arah belakang.


An Xie Tian berbalik dan menemukan burung besar berbulu merah dan buntut api.


Itu adalah hewan legendaris, Phoenix.


"Ah!", An Xie Tian tidak bisa berkata-kata saking kagumnya dengan keagungan dari hewan dewa legendaris itu.


"Aku adalah raja burung Phoenix, Hei Huo sang Dewa bumi.", Ujar Phoenix itu.


"Raja Phoenix? Lalu kenapa aku ada disini?", Tanya An Xie Tian bingung


"Karena kamu adalah orang terpilih yang mewarisi kekuatan dan takdir Phoenix dariku.", Ujar Hei Huo.


"Apa maksudnya itu?", Tanya An Xie Tian semakin bingung.


"Orang terpilih yang mewarisi kekuatan dan takdir Phoenix dariku akan mendapatkan kekuatan besar dariku. Orang yang memiliki takdir Phoenix akan mendapatkan kejayaan dan kekuasaan dari langit dan bumi, kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan. Kamu memiliki takdir untuk memimpin.", Ujar Hei Huo menjelaskan.


" Apa maksudnya? Kamu membicarakan apa?", Tanya An Xie Tian bingung dan penasaran.


"Hahaha, memang seseorang dengan takdir Phoenix. Kamu sangat berani, Zhu Xiao Nian.", Ujar Hei Huo sambil tertawa puas.


"Tunggu dulu, kamu tau kalau aku adalah Zhu Xiao Nian? Itu adalah kehidupan lampau ku.", Ujar An Xie Tian bingung.


"Tentu saja aku tau, aku yang mengirim jiwamu ke dunia ini.", Ujar Hei Huo lagi.


"Hah? Apa?", An Xie Tian tentunya terkejut.


Sekarang dia tau siapa yang mengirimkan dia kedunia aneh antah berantah ini.


"Kamu dan An Xie Tian sama-sama orang terpilih yang memiliki takdir Phoenix.


Sayangnya, kalian berdua tidak bisa memenuhi takdir masing-masing. Tapi salah satu dari kalian masih memiliki benang takdir yang masih terjalin, itu adalah kamu, Zhu Xiao Nian.


Tapi tubuhmu di duniamu sudah hancur karena ledakan, aku terpaksa memindahkan jiwamu ke tubuh An Xie Tian yang masih utuh agar kamu tetap bisa hidup.", Ujar Hei Huo.


"Baiklah... Itu menjelaskan banyak hal.", Ujar An Xie Tian mulai sedikit mengerti.


"Aku hanya ingin memperingatkan satu hal padamu. Orang dengan takdir Phoenix memang bisa mendapatkan kekayaan dan kekuasaan, kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan, kecuali satu...",


"Apa itu?", Tanya An Xie Tian.


"Cinta. Phoenix tidak ditakdirkan untuk memiliki cinta. Kamu tau kenapa takdirmu dan An Xie Tian gagal? Karena kalian terhubung dengan cinta. Kamu dengan pacar bren*sek mu, dan An Xie Tian dengan tunangannya.


Aku sarankan, jika kamu ingin hidup tenang dan penuh kejayaan juga kekuasaan, lebih baik jangan memiliki perasaan cinta pada lawan jenis.


Atau kamu akan mendapatkan takdir buruk lagi.", Ujar Hei Huo.


"Hah? Cinta? Aku adalah Zhu Xiao Nian, tidak memerlukan cinta. Dengan hidup tenang dan berkecukupan, itu sudah cukup untukku.", Ujar An Xie Tian percaya diri.


"Benarkah? Lalu bagaimana dengan bocah berambut perak itu?", Tanya Hei Huo.


"A-apa? Rambut perak...?", An Xie Tian terkejut.


Tentu saja dia tau siapa yang Hei Huo maksud, siapa lagi pria berambut perak selain orang itu?


Orang yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya hingga sulit tidur.


Itu adalah pangeran ketiga, Dong Fang Yu.


"Ada apa dengannya?", Tanya An Xie Tian.


"Kamu pikir aku tidak tau dengan hatimu? Aku tau kamu mempunyai perasaan padanya.",


"A-aku tidak! Aku...", An Xie Tian menjawab dengan tergugup dan malu-malu.


"Aku sarankan kamu hilangkan persaanmu itu, perasaanmu itu adalah perasaan yang tidak penting. Perasaan itu bisa menghalangi kejayaan dan kekuasaan mu.


Bisa dibilang, dia bisa menghalangi takdirmu.", Ujar Hei Huo serius.


"A-apa..?"


An Xie Tian membulatkan matanya dengan penuh keterkejutan.


'Perasaan pada Dong Fang Yu...?'


"Xiao Nian, aku beritahukan. Seseorang dengan takdir Phoenix tidak ditakdirkan untuk memiliki cinta. Jika tetap bersikeras, maka kamu akan mendapatkan takdir buruk.


Sudah cukup aku melihat kalian berdua yang harus mati karena perasaan cinta.", Ujar Hei Huo lagi.


"Aku... Aku tidak tau...", Ujar An Xie Tian sambil menundukkan wajahnya.


"Zhu Xiao Nian, tatap mataku.", Ujar Hei Huo.


An Xie Tian menaikkan wajahnya.


Matanya sedikit berkaca-kaca saat ini.


"Kamu ingin menangis?", Tanya Hei Huo.


"A-aku... Tidak tau...", Ujar An Xie Tian.


"Sebentar lagi kamu akan memerlukan kekuatan besar. Aku akan membuka segel kekuatan Phoenix yang ada didalam dirimu.", Ujar Hei Huo.


"Segel... kekuatan?"


"Benar, selama ini kekuatan Phoenix yang ada didalam dirimu tersegel. Walaupun pernah sekali mengalami keretakan, tapi aku dengan cepat menutupinya.


Sekarang kamu sudah siap untuk menerima kekuatan Phoenix sepenuhnya.


Aku serahkan seluruh kekuatan Phoenix ditanganmu.", Ujar Hei Huo serius.


An Xie Tian menatap kedua manik mata Hei Huo yang berwarna merah tua.


"Baiklah.", Ujar An Xie Tian tersenyum penuh percaya diri.


Hei Huo mendekatkan kepalanya yang besar kearah An Xie Tian.


Dia lalu mengusapkan kepalanya ke kepala An Xie Tian.


Cahaya terang keluar dari kepala mereka.


Api mulai keluar dari tangan An Xie Tian.


"Sekarang, kekuasaan Phoenix sepenuhnya ada di tanganmu...", Suara Hei Huo yang berat adalah suara terakhir yang didengar An Xie Tian ditengah cahaya terang yang menyilaukan mata itu.


...


An Xie Tian membuka matanya.


Sekilas tampak cahaya keemasan keluar dari matanya.


Dan kini dia sudah berbaring di tempat tidurnya lagi.


"Baiklah... Jadi tadi aku bermimpi?", Ujar An Xie Tian bingung.


Tapi dia tersadar saat ada kobaran api ditangannya.


"Eh, tanganku terbakar!", Ujar An Xie Tian terkejut.


"Tenang saja, api itu tidak akan menyakitimu.", Ujar sebuah suara.


An Xie Tian melihat ke sekeliling dan tidak menemukan siapa-siapa.


"Aaa..?", An Xie Tian kebingungan.


"Ini aku.", Ujar suara itu lagi.


An Xie Tian kenal dengan suara itu, itu adalah suara yang dari tadi bicara dengannya dalam mimpi.


"Kamu dimana?", Tanya An Xie Tian bingung.


"Tenang saja, kita bisa berkomunikasi dengan pikiran kita sekarang.", Ujar suara Hei Huo.


"Jadi, yang tadi bukan mimpi?", Tanya An Xie Tian.


"Ya, bukan mimpi. Itu benar-benar terjadi.", Jawab Hei Huo.


"Lalu bagaimana dengan api ditanganku? Ini memang terbakar, tapi aku tidak merasa panas?", Tanya An Xie Tian.


"Benar, itu adalah kekuatan Phoenix. Kamu bisa membakar apapun dengan api itu jika kamu mau. Aku akan membagi ilmuku agar kamu bisa menggunakan kekuatan Phoenix sepenuhnya. Kamu bisa menghilangkan dan memunculkan api ditanganmu kapanpun kamu mau.", Ujar Hei Huo.


An Xie Tian mencoba berkonsentrasi, api ditangannya benar-benar menghilang.


"Oh, aku berhasil!", Ujar An Xie Tian.


"Bagus, kamu memang berbakat.", Ujar Hei Huo bangga.


"Jadi, mulai sekarang kita bisa saling berkomunikasi seperti ini?", Tanya An Xie Tian.


"Benar.", Jawab Hei Huo.


"Um, baiklah.", Ujar An Xie Tian sambil memperhatikan tangannya yang tadi memunculkan kobaran api.


"Ngomong-ngomong... Ini masih dini hari..?", Ujar An Xie Tian sambil melihat kesekitar.


"Baiklah, kalau begitu masih ada kesempatan untukku tidur.", Ujar An Xie Tian santai lalu merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur.


"Hei! Hei! Anak malas! Daripada kamu tidur, lebih baik kamu berlatih dengan kekuatan barumu!", Hei Huo meneriaki An Xie Tian yang mulai menutup mata.


"Haah, kenapa aku bisa mendapatkan pewaris yang pemalas seperti gadis ini...", Ujar Hei Huo lalu menghela nafas.


"Aku dengar itu!", Ujar An Xie Tian.


"Ya, ya! Dasar kamu pemalas! Tidurlah, besok kita mulai latihan mu.", Ujar Hei Huo.


"Hm.", Jawab An Xie Tian singkat sebelum dia kembali tertidur.


...


Kekaisaran Tianxing, Istana kekaisaran...


Jiang Li dan Xu Lian melompati atap-atap bangunan istana.


Mereka harus dengan cepat mencapai ruangan kaisar sebelum penjaga menyadari keberadaan mereka.


Akhirnya mereka berhasil menyusup ke ruang kerja kaisar Tianxing.


Saat Jiang Li dan Xu Lian masuk ke ruangan itu, tiba-tiba sebilah pedang telah bertengger di leher Xu Lian.


"Siapa kalian?", Ujar suara berat laki-laki.


Itu adalah Kaisar Kang yang menghunuskan pedangnya.


"Hormat pada Yang Mulia!", Ujar Jiang Li sambil berlutut.


"Siapa kalian?", Tanya Qi Chuankang lalu menarik kembali pedangnya dari leher Xu Lian tanpa mengurangi kewaspadaannya.


"Kami dikirim oleh master kami untuk menyampaikan surat pada anda.", Jawab Xu Lian yang juga ikut berlutut.


"Oh? Siapa master kalian?", Tanya Qi Chuankang sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Master kami adalah Master Aris pimpinan prajurit Mawar besi.", Jawab Jiang Li.


"Master Aris?", Qi Chuankang terlihat terkejut.


"Baik, berikan suratnya.", Ujar Qi Chuankang.


Xu Lian mengeluarkan surat dari An Xie Tian dan menyerahkannya pada Kaisar Kang.


Qi Chuankang membuka surat itu.


Didalamnya sudah dibubuhkan cap dari token giok merak putih.


Qi Chuankang lalu membacannya sambil menaikkan sebelah alisnya .


"Oh?"


"Master mu ingin aku segera menyerahkan tentara merak putih padanya?", Ujar Qi Chuankang penuh keterkejutan.


"Baiklah-baiklah, wanita yang berani. Aku suka.", Ujar Qi Chuankang sambil tersenyum miring.


"Tapi sebelum aku menyerahkan tentara merak putih, aku ingin bertanya. Untuk apa dia memerlukan tentara elit seperti tentara merak putih? Apakah untuk menjaga dirinya sendiri? Kurasa tidak, karena setahuku kalian sudah cukup untuk menjaga keselamatan master kalian.


Lalu... Apa tujuannya?", Tanya Qi Chuankang sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ka-kami tidak tau Yang Mulia. Kami hanya diperintahkan untuk menyerahkan surat ini pada anda, Master tidak menjelaskan apa-apa selain itu.", Jawab Xu Lian.


"Hmm, baiklah. Aku sudah menerima suratnya, kalian boleh pergi.", Ujar Qi Chuankang.


"Kami permisi.", Ujar Jiang Li dan Xu Lian bersamaan lalu dengan cepat menghilang dari sana.


"Tentara merak putih? Untuk apa Xie Tian menginginkannya?", Ujar Kaisar Kang bingung.


"Baik, akan aku serahkan. Tapi aku juga akan menyerahkan hal lain selain tentara merak putih yang dia inginkan.", Ujar Qi Chuankang sambil tersenyum miring.


Matanya yang hijau keabu-abuan berkilat penuh semangat.


...


An Xie Tian bangun dan sudah mulai berlatih pagi-pagi.


Dimulai dengan latihan pernafasan dan meditasi, dia lalu berlatih pedang.


Setelah selesai berlatih, dia melanjutkan dengan membaca buku-buku ilmu kultivasi dan alkemis.


An Xie Tian membaca buku hingga sore hari, lalu dia lanjutkan dengan kultivasi.


Sambil berkultivasi, dia mempelajari jurus-jurus api Phoenix yang diajarkan oleh Hei Huo.


Akhirnya An Xie Tian berhasil mempelajari sepenuhnya jurus-jurus api Phoenix itu.


Dia lalu berlatih dengan kekuatan barunya keesokan paginya.


An Xie Tian menyusun 5 tumpukan jerami didepannya.


Dia lalu mengeluarkan api dari tangannya dan mencoba mengendalikan api itu untuk membakar tumpukan jerami tersebut sekaligus tanpa membakar benda-benda lain yang ada disekitarnya.


An Xie Tian mengeluarkan apinya, tumpukan-tumpukan jerami itu berhasil terbakar sekaligus.


"Bagus, kamu sudah meningkat dengan pesat.", Ujar Hei Huo.


"Terimakasih, guru.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


"Humph, akhirnya kamu mau memanggilku guru.", Ujar Hei Huo.


"Hehehe, guru jangan marah. Aku bukan orang yang akan melupakan kebaikan seseorang padaku. Terimakasih atas ajaran dari guru.", Ujar An Xie Tian sopan sambil tersenyum manis.


"Yah, pelajarilah jurus-jurus barumu dengan baik.", Ujar Hei Huo.


Dia merasakan hangat dari hatinya saat melihat senyuman An Xie Tian yang manis, tanpa dia sadari kalau ternyata dia juga tersenyum.


"Baik guru!", Ujar An Xie Tian lalu kembali melakukan latihannya.


'Semoga saja kamu bisa berhasil, Zhu Xiao Nian...'


.


.


.


"Hai guys! Apa kabar nih? **Semoga sehat selalu yaa^^"


Jangan lupa klik


Like 👍🏻


Berikan komentar 💬


Tambahkan favorit +❤️


Dan jangan lupa rate 5 bintangnya ya ⭐⭐⭐⭐⭐


"Kalau bisa kasih tip juga yaa, ai bokek T^T"


Sampai sini dulu chapter hari ini, sampai jumpa di chapter selanjutnya. Adios!


.


.


.


An Xie Tian**



Dong Fang Yu (Pangeran ketiga)




Qi Chuankang (Kaisar Kang)



Dong Fang Jin (Putra mahkota)



Dong Fang Yan (Pangeran kedua)



An Yanran



Murong Qiuyue



An Liu Jin



Dong Fang Lin (Putri keempat)



Xiao Nian An (Putri mahkota)



**Gimana nih dengan ilustrasi para tokoh kalian? Senang gak?^^


Oke, See you on the next chapter,bye-bye 👋🏻


.


.


.


*Tbc***...