Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch.44: Pangeran Es batu



⚠️ Warning ⚠️


**Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca!!!


πŸ‘


πŸ‘


πŸ‘**


2 bulan berlalu sejak hari eksekusi mati Lu Wu Mei dan Lu Zao Yi.


Hari-hari berjalan seperti biasanya.


2 bulan yang damai.


Wilayah pasar ibukota...


"Istana sebentar lagi akan mengadakan pesta pernikahan!", Ujar bibi penjual sayur pada bibi penjual buah yang ada disebelahnya.


"Benarkah? Siapa yang akan menikah kali ini?", Tanya penjual buah.


"Aiyooo! Kau belum mendengar beritanya ya?", Ujar penjual sayur.


"Aku tidak terlalu suka bergosip, memang siapa yang akan menikah nanti?", Tanya bibi penjual buah.


"Tentu saja putri keempat dan Jendral muda An!", Ujar bibi penjual sayur heboh.


"Kudengar kalau jendral muda An sangat tampan, sang putri juga sangat cantik! Aiyooo, benar-benar pasangan yang serasi.", Sambungnya lagi.


"Benarkah! Jadi jendral muda An akan menjadi menantu kaisar?", Tanya bibi penjual buah.


"Tentu saja! Kudengar kaisar sendiri yang memerintahkan jendral muda An untuk bertunangan dengan putrinya. Aiyooo! Benar-benar lelaki yang beruntung!", Ujar bibi penjual sayur.


"Aneh, awalnya kukira putri keempat akan menikah dengan jendral muda Wang, keponakan permaisuri.", Ujar bibi penjual buah sambil mengernyitkan dahi.


"Aiyooo! Antara jendral muda An dan jendral muda Wang, kurasa mereka berdua pantas. Tapi apakah kamu berpikir, jika jendral muda Wang yang menikah dengan putri keempat maka kekuasaan keluarga Wang akan semakin besar.


Menurutku sih, daripada seperti itu lebih baik jendral muda An saja yang menikah dengan putri keempat.", Ujar bibi penjual sayur.


"Kamu benar. Jendral muda An adalah pemuda yang banyak berprestasi dalam perang terakhir kali, dia diangkat menjadi menantu kaisar tidaklah aneh.", Ujar bibi penjual buah.


"Tapi kudengar keponakan permaisuri juga memberikan kontribusi besar pada perang kali ini, dia bahkan diberikan jabatan tetap sebagai jendral di daerah perbatasan.", Ujar penjual buah lagi.


"Sshht! Itu memang benar adanya. Sebutannya saja dia naik pangkat menjadi jendral tetap yang menjaga benteng pertahanan di daerah perbatasan, tapi sebenarnya dia diasingkan kesana.", Ujar bibi penjual sayur.


"Eh! Kenapa begitu!", Ujar bibi penjual buah bingung.


"Sebenarnya kaisar sengaja mengirim keponakan permaisuri ke daerah perbatasan, agar keluarga Wang tidak semakin kuat lagi. Kaisar mencoba menekan kekuatan keluarga Wang.", Ujar bibi penjual sayur.


"Benarkah? Wahh, keluarga kerajaan dan bangsawan memang tidak main-main. Taruhan yang mereka mainkan terlalu besar, aku saja sampai merinding.", Ujar penjual buah.


"Cih, kamu belum mendengar yang lebih menakutkan dari ini. Kudengar, kematian permaisuri sebelumnya, permaisuri Zhang Junda. Adalah hasil dari perbuatan permaisuri yang sekarang, dialah yang membunuh permaisuri yang sebelumnya.", Ujar bibi penjual sayur sambil berbisik.


"Astaga! Benarkah? Aiyooo, sangat menakutkan.", Ujar bibi penjual buah.


Saat mereka berdua masih asyik mengobrol, seorang pembeli datang untuk membeli jualan mereka.


Mereka pun lalu menghentikan perbincangan mereka dan melayani pembeli.


...


Kediaman Marquis Utara, paviliun An Xie Tian...


"Hoam...", An Xie Tian menguap dibalik cadarnya.


Buku keuangan yang ada ditangannya masih belum dibaca seluruhnya, itupun masih ada beberapa buku keuangan yang mencatat pengeluaran kediaman bulan ini dan bulan lalu.


Sejak Lu Wu Mei tidak ada lagi di kediaman ini, otoritas mengelola keuangan dalam kediaman dan segel kuasa otomatis jatuh kepada An Xie Tian selaku nona besar juga satu-satunya wanita dengan pangkat senior di kediaman.


Karena tugas barunya ini membuat An Xie Tian semakin pusing.


"Aku belum selesai balas dendam pada anak ular disini! Bagaimana bisa aku terjebak dengan dokumen-dokumen ini di meja kerjaku, huhuhu...", Keluh An Xie Tian disela kerjanya.


"Serius anda berkata seperti itu *Gu Niang? Yang nubi lihat dari 2 bulan yang lalu sampai sekarang anda hanya memeriksa buku keuangan yang sudah diringkas oleh nona Dong Li dan Xu Lian. Bagaimana bisa Gu Niang mengeluh seperti itu?", Ujar XiaoMei.


(*Gu Niang: Nona)


"Ho! XiaoMei ku yang manis sedang memarahi aku yang pemalas hm? Coba saja kau tertimbun dalam buku-buku si*lan ini saat kamu sedang gatal ingin melakukan sesuatu!", Ujar An Xie Tian sambil cemberut.


"Haih! Gu Niang, walaupun anda lelah tapi anda tidak boleh mengeluh seperti itu. Dimana nona saya yang bersemangat saat menghukum para pelayan dapur yang ketahuan mengorupsi uang sehingga pengeluaran bulan lalu membengkak hingga 3 kali lipat?", Ujar XiaoMei sambil tersenyum.


Dia mencoba memberikan semangat pada nonanya.


Itu benar, baru beberapa minggu yang lalu saat An Xie Tian mengamuk.


Mengapa dia mengamuk?


Baca saja sendiri.


2 bulan yang lalu...


An Xie Tian memeriksa buku keuangan untuk bagian dapur dan dia menemukan kejanggalan.


Masalahnya adalah pengeluaran mingguan dapur lebih besar daripada keperluannya.


Dan juga pengeluarannya 3 kali lipat lebih besar dibandingkan minggu lalu.


Entah apakah masalahnya ada pada harga pasar, atau ada seseorang yang sengaja menggelapkan dana nya.


An Xie Tian memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki harga pasar, dan itu masih normal. Mungkin hanya sedikit naik dibandingkan dengan minggu lalu.


"Hanya ada satu kesimpulan dari masalah ini, ada cecunguk yang mencoba mencuri uang dari kediaman ini. Dan hanya ada satu cecunguk yang bisa memanipulasi buku keuangan seperti ini.", Ujar An Xie Tian sambil memperlihatkan ekspresi yang sama sekali tidak mau kamu lihat, satu kata untuk mendeskripsikan nya 'Menakutkan'.


An Xie Tian mendobrak pintu kepala pelayan yang menjadi pengurus keuangan sementara tidak ada pengurus rumah tangga.


(Note: disini yang awalnya menjadi pengurus rumah tangga adalah Lu Wu Mei sebagai wanita senior. Karena Lu Wu Mei sudah tidak ada, maka kepala pelayan inilah yang menggantikan pekerjaan Lu Wu Mei sementara pengurus rumah tangga yang baru mempelajari keperluan rumah tangga dan kediaman Marquis Utara)


"Paman Yi!", Teriak An Xie Tian saat mendobrak pintu.


Saat itu jugalah paman Yi atau kepala pelayan terkejut hingga hampir terjatuh dari kursinya. Dia lalu dengan cepat berdiri agar tidak terlihat memalukan.


"Gu...gu Niang? A-ada urusan apa kemari?", Tanya paman Yi dengan ekspresi campuran antara takut, cemas, dan penuh kepura-puraan menjadi satu.


"Jelaskan tentang buku keuangan yang aku terima ini!", Ujar An Xie Tian lalu melemparkan buku keuangan untuk Minggu ini.


"I.. ini... A-apa yang salah dengan buku akun ini Gu Niang?", Tanya paman Yi pura-pura tidak mengerti.


"Apa yang salah? Baiklah, akan aku jelaskan. Pengeluaran Minggu ini dan Minggu lalu sangat berbeda. Pengeluaran Minggu ini hampir 3 kali lipat lebih besar daripada Minggu lalu. Apa maksudnya ini, paman Yi?", Tanya An Xie Tian mendiskriminasi.


"I-itu...pasti harga pasar akhir-akhir ini naik. Sa-saya dengar kalau akhir-akhir ini bahan pangan melambung tinggi daripada Minggu lalu. Saya yakin itu alasannya.", Ujar kepala pelayan.


'Jika aku mengatakan seperti itu, pasti dia akan langsung percaya. Lagipula dia tidak mungkin benar-benar mengerti tentang buku pengeluaran mingguan itu, aku masih bisa selamat...'


Dia masih mengira kalau An Xie Tian adalah nona muda bodoh seperti dulu.


Padahal...


"Benarkah? Ya, aku memang mendengar kalau harga pasar akhir-akhir ini naik.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum polos.


"Tapi, entah kenapa aku selalu merasa kalau yang kamu ucapkan adalah *kentut.", Sambung An Xie Tian lalu mengubah ekspresinya menjadi dingin.


(*Kentut: omong kosong)


"A-apa! Ke.. kentut? Bagaimana bisa. Semua yang saya katakan adalah yang sejujurnya!", Ujar paman Yi masih mempertahankan kebohongannya.


"Paman Yi, aku tidak bodoh. Kamu kira aku tidak bisa memahami buku akun yang sederhana itu? Lagipula aku sudah menyelidiki harga pasar, dan kenaikannya masih dalam tingkat normal. Intinya, kenaikan harga pasar bukan alasan yang bisa menjadikan pengeluaran kita bengkak menjadi 3 kali lipat.", Ujar An Xie Tian sambil menatap paman Yi lekat-lekat.


Bagaimanapun, An Xie Tian memiliki beberapa toko di ibukota. Pintar matematika adalah suatu keharusan yang harus dia pelajari.


"I-itu...", Paman Yi menjawab dengan gagap.


"Oh, biar kupikirkan. Jika bukan karena harga pasar lalu apa? Hanya ada satu kemungkinan! Ada kecoa yang berusaha untuk mencuri dari kediaman ini.", Potong An Xie Tian.


"A-apa maksud nona? Maksudnya ada orang yang mengorupsi uang keperluan rumah tangga mingguan?", Tanya paman Yi pura-pura tidak tahu.


"Benar paman Yi! Dan... setahuku, hanya ada satu orang yang mampu melakukannya dan menutupi kebusukan itu dengan mengubah buku akunnya. Apa paman Yi tau siapa orang itu?", Tanya An Xie Tian sambil tersenyum miring.


Paman Yi langsung terduduk, wajahnya pucat pasi, kedua tangan dan kakinya juga gemetaran.


"I-ini...."


"Paman Yi... Apakah kamu tau siapa orang itu?", Ujar An Xie Tian mengulangi pertanyaannya lagi.


"Gu..Gu Niang! Ma-maafkan saya! Saya tidak bermaksud mencuri uang di kediaman ini, hanya saja saya tidak punya pilihan lain! Istri saya sedang mengandung, kamu punya 3 orang anak yang masih kecil untuk dihidupi dan punya utang yang cukup banyak.


Saya menggunakan uang itu untuk biaya persalinan istri saya dan untuk membayar hutang pada lintah darat.", Ujar paman Yi sambil bersujud dan memohon-mohon di kaki An Xie Tian.


An Xie Tian sudah tau kalau paman Yi memang bermasalah dengan lintah darat, dia juga punya 3 anak dan istri yang sedang hamil karena dia sudah menyelidikinya.


Tapi sebenarnya penghasilan paman Yi lebih dari cukup untuk membiayai mereka semua.


Kenapa dia bisa berhutang? An Xie Tian juga sudah menyelidiki hal itu.


"Tapi paman Yi, setahuku penghasilan mu lebih dari cukup untuk membiayai istri dan anak-anakmu. Lalu kenapa kamu masih berhutang pada rentenir?", Tanya An Xie Tian.


"Sa..saya...itu...", Paman Yi tidak bisa menjawab.


Masalahnya adalah dia berhutang bukan karena anak dan istrinya, melainkan untuk berjudi.


"Seseorang bawa penjudi ini keluar!", Perintah An Xie Tian.


Beberapa penjaga langsung masuk dan menarik tangan paman Yi.


"Gu Niang! Gu Niang! Anda tidak bisa melakukan ini pada saya! Sa-saya tidak bersalah!", Teriak paman Yi.


"Berhenti.", Ujar An Xie Tian pada para penjaga yang membawa paman Yi.


"Paman Yi, mengapa kamu berpikir aku tidak bisa melakukan hal ini? Kamu tidak ingat, kalau aku sudah menjadi pengurus rumah tangga yang baru?", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum miring.


"Mulai hari ini, paman Yi tidak lagi menjadi kepala pelayan. Sebagai pengurus rumah tangga yang baru, dia kupecat.", Ujar An Xie Tian.


"A-apa? Gu..Gu Niang! Gu Niang! Sa-saya tidak bersalah! Percayalah pada saya, jangan pecat saya gu Niang...", Ujar paman Yi sambil meronta-ronta berusaha melepaskan diri karena kedua tangannya ditahan oleh penjaga.


"Bawa dia ke penjara. Berani sekali seorang pelayan mengorupsi uang di kediaman Marquis Utara.", Ujar An Xie Tian.


"Baik Gu Niang.", Ujar para penjaga serentak lalu membawa paman Yi keluar menuju penjara.


...


An Xie Tian yang sedang mengingat-ingat kejadian 2 bulan lalu dengan cepat menggeleng.


"Cih, berani sekali dia. Saat ada Lu Wu Mei dia tidak berani bertingkah, dia pikir saat pengurus rumah tangganya adalah aku dia berani macam-macam? Bodoh sekali...", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum miring.


"Iya-iya, nona adalah yang paling hebat. Walaupun nona berkata dan bertindak kejam, tapi nona tetap memberikan dana pada keluarga paman Yi bukan?


Sekarang istri paman Yi sudah melahirkan.", Ujar XiaoMei senang.


"Haah, bagaimana bisa aku menghukum orang yang tidak bersalah. Meskipun paman Yi mengorupsi uang, namun istri dan anak-anaknya tidak bersalah. Kudengar paman Yi juga sering mabuk saat berjudi, saat dia pulang dia akan memukuli istri dan anak-anaknya karena kalah berjudi.


Aku yakin sebenarnya istrinya senang paman Yi yang seperti itu sudah ditangani.", Ujar An Xie Tian dengan santai.


"Tentu saja! Setelah istri paman Yi melahirkan, dia langsung menyerahkan surat cerai dan menceraikan paman Yi.


Karena bibi Yi sedang hamil saat paman Yi ditangkap, pengadilan tidak mau menerima surat cerainya. Dia pasti geram dan langsung mengajukan surat cerai begitu melahirkan, hahahaha.", Ujar XiaoMei lalu tertawa.


"Baguslah semua masalah sudah selesai.", Ujar An Xie Tian.


"Paman Gu? Siapa lagi itu?", Tanya An Xie Tian.


"Gu Niang tidak ingat? Paman Gu adalah wakil kepala pelayan. Baiklah, akan Nubi ceritakan.", Ujar XiaoMei sambil tersenyum.


"Paman Gu sangat baik, biasanya saat saya sedang diganggu oleh pelayan lain, beliau tidak segan membantu saya.


Dulu saat nona dihukum oleh nyonya selir dan tidak diberi jatah makan, paman Gu lah yang memberi kita beberapa makanan. Walaupun itu hanya roti mantao isi daging buatan istrinya, saat itu adalah makanan terbaik yang bisa kita makan.


Paman Gu juga sangat pintar, dia sering membantu paman Yi mengurus buku akun.", Ujar XiaoMei.


"Benarkah? Dia bisa mengurus buku akun juga?", Tanya An Xie Tian tertarik.


"Benar nona.", Ujar XiaoMei seraya mengangguk.


'Jika aku mengangkatnya menjadi kepala pelayan, maka aku bisa terbebas dari buku-buku akun sialan ini...', Ujar An Xie Tian dalam hati diam-diam merasa senang.


"Baiklah, lain kali aku ingin bertemu dengan paman Gu ini.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


"Nona ingin bertemu dengan paman Gu? Baiklah, saya akan mengatakannya pada paman Gu nanti.", Ujar XiaoMei.


"Benar, sepertinya aku ingin mengangkatnya menjadi kepala pelayan yang baru. Lagipula sebentar lagi kita akan sibuk karena pernikahan kakak sepupu dan putri keempat.


Kita harus secepatnya mencari bantuan tenaga jika tidak mau mati karena kelelahan nanti.", Ujar An Xie Tian.


"Em, baik nona.", Ujar XiaoMei lalu pergi keluar.


Sesaat setelah XiaoMei keluar, An Xie Tian dikejutkan dengan suara dari arah jendela kamarnya.


"Mengapa kamu akan mati kelelahan?", Ujar suara itu.


"Siapa kamu?", Ujar An Xie Tian lalu dengan sigap meraih pedangnya.


"Tenang, ini aku.", Ujar suara itu.


Seorang pria dengan rambut berwarna perak dan mata biru yang indah, pangeran ketiga Dong Fang Yu.


"Hu.. Huangzi? Apa yang anda lakukan disini.", Tanya An Xie Tian terkejut.


"Tidak ada, Benwang hanya ingin mengecek keadaanmu saja.", Ujar pangeran ketiga sambil tersenyum kecil.


'Ya ampun, pria dingin ini saat tersenyum terlihat sangat tampan. Coba saja dia tersenyum lebih lebar, aku yakin akan terlihat lebih tampan', Ujar An Xie Tian dalam hati.


"Begitu ya...", Ujar An Xie Tian canggung.


"Kamu tidak mempersilahkan aku masuk?", Tanya Dong Fang Yu.


"Ah, silahkan yang mulia.", Ujar An Xie Tian mempersilahkannya duduk di kursi santai yang ada di kamarnya.


Dong Fang Yu lalu duduk disitu.


An Xie Tian membuatkan teh untuk mereka minum.


"Hanya ini saja yang tersedia, saya ingin memanggil pelayan. Tapi saya takut akan menarik banyak perhatian.", Ujar An Xie Tian.


"Ya, tidak apa-apa.", Ujar Dong Fang Yu lalu menyesap tehnya.


"Tapi, apa yang sebenarnya Wangye lakukan disini? Tidak mungkin hanya untuk menemui saya kan?", Tanya An Xie Tian.


"Uhuk uhuk! Ah, itu...tidak. Seperti yang Benwang katakan, benwang kesini hanya untuk mengecek keadaanmu.


Apakah akhir-akhir ini ada orang yang mencurigakan di sekitarmu?", Tanya Dong Fang Yu.


"Saya tidak tau, tapi saya selalu merasa ada yang mengawasi.", Ujar An Xie Tian.


"Be.. benarkah...", Ujar Dong Fang Yu.


Bagaimanapun juga, sepertinya itu adalah pengawal bayangan yang dia perintahkan untuk melindungi An Xie Tian.


"Apakah...ada hal lain yang ingin anda sampaikan Wangye?", Tanya An Xie Tian bingung.


'Tingkah pria dingin ini tiba-tiba menjadi aneh. Apa yang terjadi padanya? Apakah otaknya bermasalah setelah terjatuh dari tebing?'


"Se.. sepertinya tidak.", Ujar Dong Fang Yu lalu kembali menyesap tehnya.


Baiklah, itu bohong. Dia kesini tanpa ada rencana apapun, hanya untuk bertemu An Xie Tian saja. Cinta benar-benar membuat siapapun menjadi bodoh bukan?


Dan pangeran dingin kita tidak terkecuali.


Sementara itu...


Kaisar Kang yang daritadi sengaja menunggu pelayan An Xie Tian untuk pergi agar dia bisa mengunjungi wanita itu langsung terdiam.


Setelah pelayannya pergi, seorang pria berambut perak dengan cepat menyerobot jalan masuknya menuju jendela dan langsung memasuki kamar An Xie Tian.


"Siapa pria br*ngsek itu? Berani-beraninya dia masuk ke kamar An Xie Tian!", Ujarnya tidak terima.


Namun dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Jika dia ikut masuk kesana maka dia akan ketahuan sebagai penguntit.


"Mereka terlihat akrab? Siapa pria itu sebenarnya?", Ujar Qi Chuankang bingung.


Dia diam-diam merasa sedih karenanya.


Niat dia datang kesini jauh-jauh dari Tianxing adalah menemui wanita itu.


Tapi dia malah melihat An Xie Tian berbicara dengan pria lain.


Nasib pemeran utama pria kedua memang menyedihkan.


...


Dong Fang Yu kembali melamun setelah melakukan pembicaraan singkat dengan An Xie Tian.


Itu membuat wanita didepannya semakin bingung.


'Kenapa sih dengan pria tidak jelas ini? Dia kesini sebenarnya untuk apa? Tiba-tiba datang seperti ada yang penting tapi tidak ada yang dibicarakan. Membuat orang kaget saja... Dasar pangeran Es batu', Ujar An Xie Tian dalam hati, diam-diam merasa kesal dan bingung.


'Apa jangan-jangan dia kesini karena merindukanku?', Pipi An Xie Tian lalu memerah.


'Hahaha... Pikiran konyol apa ini. Bagaimana bisa seorang pangeran Es batu yang dingin sengaja datang kesini karena merindukanku. Konyol.', Ujarnya dalam hati.


"Ngomong-ngomong, aku kesini sekalian mengingatkan. Jangan membuka pintu atau jendela untuk sembarang orang, dia bisa jadi adalah mata-mata atau pembunuh bayaran. Terlebih lagi jika malam hari...", Ujar Dong Fang Yu tiba-tiba.


Sebelumnya dia mendapatkan laporan dari salah satu pengawal bayangan kalau beberapa kali seorang pria datang dan berbicara dengan An Xie Tian saat malam.


Mereka terlihat akrab.


Karena tidak membahayakan, pengawal bayangan tidak bisa keluar tanpa perintah.


'Aku mulai berharap jika pengawal bayangan bisa keluar dan mengacaukan pertemuan mereka...'


'Siapa pria itu? Apakah dia punya hubungan dengan An Xie Tian? Apa mereka sepasang kekasih? Apa pria itu adalah pria yang daritadi mengawasi diluar? Aku sempat memperhatikannya, tapi tidak melihat wajahnya.'


Pangeran dingin kita diam-diam merasa cemburu.


"Ba-baik Wangye.", Ujar An Xie Tian sambil mengangguk.


'Apa lagi ini? Jangan membukakan jendela untuk sembarang orang?


Padahal dia sendiri masuk diam-diam melalui jendela.', Ujar An Xie Tian dalam hati.


"Karena kamu baik-baik saja dan tidak ada lagi yang ingin aku sampaikan, maka aku akan pergi sekarang.", Ujar Dong Fang Yu lalu bangkit dari kursinya.


"Baik Wangye.", Ujar An Xie Tian ikut bangkit.


Dong Fang Yu yang awalnya sudah berbalik dan siap berjalan tiba-tiba membalikkan tubuhnya.


"Ingat, jangan bukakan jendelamu untuk siapapun saat malam kecuali untukku.", Ujar Dong Fang Yu lalu kembali berbalik dan berjalan menuju jendela.


Dengan menggunakan Qing gong dia dengan cepat menghilang.


"Hah?", An Xie Tian hanya bisa menganga bingung.


"Dasar pria dingin yang aneh.", Ujar An Xie Tian menggeleng lalu menghentikan kebingungannya.


Kembali pada buku akun yang menumpuk.


.


.


.


****Hai guys! Apa kabar nih?


Semoga baik selalu yaa^^


Maaf karena lama gak update ya T~T


Dari kemarin kepalaku terlalu kering untuk menulis, terus banyak tugas online menumpuk T~T


Walaupun begitu, aku tetap meluangkan waktu senggang untuk menulis^^


Jadi maaf ya kalau berantakan, soalnya nulisnya cepat-cepat 😁


Jangan lupa klik


LikeπŸ‘


Berikan komentar πŸ’¬


Dan tambahkan favorit +❀️


Jangan lupa 5 bintangnya ya⭐⭐⭐⭐⭐


Oke, sampai sini dulu chapter hari ini...


See on the next chapter, bye-bye πŸ‘‹**


.


.


.


****Apa ini? Pangeran Es batu sedang cemburu?


Kira-kira apa yang dilakukannya untuk bersaing?


A. Aku menyerah saja.


B. Bagaimana kalau menyerahkan surat lamaran lebih awal?


C. Apa aku kirim pengawal bayangan untuk menculik An Xie Tian saja ya?


D. Ayo ajak An Xie Tian kawin lari ke kerajaan Chu.


.


.


.


Tbc****...