Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess

Time Travel: Rebirth Of The Daughter Of The Marquess
Ch. 56: Kedatangan yang mengejutkan



⚠️ Warning ⚠️


Biasakan untuk selalu memberikan like sebelum membaca.


Terimakasih^^


👍🏻


.


👍🏻


.


👍🏻


Upacara pemberkatan dilakukan pagi hari untuk memberkati bayi yang ada dalam kandungan istri putra mahkota.


Upacara dilakukan di halaman istana dihadiri oleh Kaisar, permaisuri, keluarga kerajaan yang lain, dan para pejabat istana.


Pesta dimulai setelah tengah hari.


Pesta diselenggarakan di kediaman putra mahkota yang ada di sayap barat istana.


Tempat pesta dipenuhi oleh para tamu undangan. Bahkan ada beberapa tamu utusan dari berbagai kerajaan tetangga dan sekutu.


Para nyonya dan nona bangsawan berada di bagian tempat pesta khusus perempuan.


Disana mereka mengerubungi putri mahkota untuk mencari perhatian.


Mereka memuji putri mahkota dan memberikan hadiah untuk menjilat putri mahkota yang sebentar lagi akan melahirkan cucu pertama Kaisar.


Padahal sebelumnya mereka sering membicarakan putri mahkota yang sangat malang karena menikah dengan putra mahkota yang lemah dan tidak berguna.


An Xie Tian hanya duduk disana sambil menunggu para lalat itu selesai.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya area di sekitar putri mahkota mulai sepi.


Disaat itulah dia maju diikuti XiaoMei dan mendatangi putri mahkota dengan kotak hadiah ditangannya.


"Salam Taizifei Niang-niang.", Sapa An Xie Tian.


"Ah, Xie Tian Gu Niang. Kamu disini, aku sudah menunggumu daritadi.", Ujar putri mahkota Xiao sambil tersenyum.


"Maaf karena saya baru kesini, saya ingin memberikan kesempatan terlebih dahulu pada yang lain.", Ujar An Xie Tian lalu tersenyum.


"Ah, aku mengerti, tentu saja. Ayo, duduklah disebelah ku.", Ujar putri mahkota menyuruh An Xie Tian untuk duduk.


An Xie Tian lalu duduk disebelahnya.


"Hei, lihat itu. Sejak kapan nona An Xie Tian dan Taizifei menjadi dekat?", Bisik seorang nyonya bangsawan pada teman disebelahnya.


"Kamu tidak tau? Katanya putri mahkota pernah mengundangnya untuk minum teh, dan dengar-dengar putri mahkota juga menawarinya untuk menjadi selir putra mahkota, tapi ditolak olehnya.", Ujar seorang nyonya bangsawan lain menyahut.


"Astaga, benar-benar sombong. Jika dia menerimanya, dia bisa saja menjadi selir agung saat putra mahkota naik tahta menjadi kaisar.", Ujar nyonya yang lain.


"Humph, kurasa dia tidak hanya sombong tapi juga licik. Lihatlah, dia saja sudah menjadi tunangan Kaisar Tianxing dan akan menjadi calon permaisuri. Kurasa dia sengaja menolak lamaran putra mahkota untuk mendapatkan incaran yang lebih besar."


An Xie Tian menyesap tehnya, tentu saja dia mendengar perkataan orang-orang itu yang menjelek-jelekkan dirinya, telinganya sangat tajam dan peka kau tau.


Putri mahkota juga mendengarnya walau tidak jelas, tapi dia tau kalau para Nyonya bangsawan itu bergosip tentang An Xie Tian.


Dia menatap An Xie Tian dengan tatapan sedih.


"Xie Tian, kamu..."


"Niang-niang, jika Niang-niang ingin menghibur saya karena perkataan orang-orang itu, maka sebaiknya tidak perlu.", Ujar An Xie Tian memotong perkataan putri mahkota.


Dia lalu meletakkan gelasnya lalu tersenyum kearah putri mahkota.


"Saya sudah biasa.", Sambungnya lagi.


"Ta-tapi ucapan mereka keterlaluan. Aku tidak bisa membiarkan...",


"Niang-niang, jangan terlalu emosional. Itu tidak baik untuk bayi anda. Saya sudah bilang, kalau saya sudah biasa.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


"Ah, baiklah kalau begitu.", Ujar putri mahkota lalu tersenyum kecil.


"Hahaha, sepertinya suasananya jadi kurang mengenakkan. Saya akan memberikan hadiah saya sekarang. XiaoMei.", Ujar An Xie Tian lalu memberikan isyarat pada XiaoMei untuk memberikan kotak hadiah yang dibawanya.


"Terimalah hadiah dari saya Niang-niang.", Ujar An Xie Tian lalu memberikan 2 kotak hadiah yang berukuran sedang itu kepada putri mahkota.


Pelayan putri lalu menerimanya.


"Apa ini Xie Tian? Waah...", Putri mahkota membuka kotak pertama dan melihat isinya dengan pandangan kagum.


Putri mahkota mengambil benda itu dari kotak dan mengeluarkannya.


"Itu adalah kaos kaki dan topi untuk bayi Niang-niang.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


"Waah, mereka terlihat imut sekali. Aku tidak sabar melihat bayiku memakai ini. Apakah kamu merajutnya sendiri?", Ujar putri mahkota sambil memperhatikan kaos kaki dan topi bayi rajutan dari wol itu.


"Benar Niang-niang. Walaupun tidak terlalu bagus, tapi saya pernah mendengar, kalau hadiah yang tulus adalah hadiah yang dibuat sendiri.", Ujar An Xie Tian.


"Apa maksudmu? Ini sangat bagus, rajutannya rapi dan indah. Aku sangat menyukai ini, lain kali datanglah ke istana dan ajari aku membuat yang seperti ini ya?", Ujar putri mahkota sambil tersenyum senang.


"Baiklah Yang Mulia.", Jawab An Xie Tian juga tersenyum.


"Bukalah kotak yang kedua Niang-niang.", Ujar An Xie Tian tidak sabar melihat reaksi putri mahkota saat melihat hadiahnya yang kedua.


Putri mahkota membuka kotak hadiah kedua dengan semangat.


Putri mahkota lalu melihat hadiah kedua dengan pandangan kagum tapi juga bingung.


"Apa ini Xie Tian?", Tanya putri mahkota lalu mengeluarkan benda itu.


Sebuah pahatan kayu berbentuk hampir bulat lonjong, bentuknya seperti penguin.


Pahatan itu bergambar seperti sepasang kekasih yang sedang berpelukan.


"Itu adalah boneka Matryoshka, Niang-niang.", Jawab An Xie Tian sambil tersenyum.


"Matryoshka? Oh, ini bisa dibuka?", Ujar putri mahkota terkejut.


Dia membuka bagian kepala boneka yang bisa dibuka.


Didalam boneka terdapat boneka lagi, tapi bentuknya lebih kecil daripada yang sebelumnya.


Boneka kedua bergambar pasangan yang sedang menggendong bayi.


"Oh!", Putri mahkota terlihat terharu dengan gambar boneka kedua yang terlihat seperti keluarga yang hangat.


"Masih ada kejutan lain didalamnya.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


Putri mahkota kembali membuka bagian kepala dari boneka kedua.


Kali ini boneka ketiga bergambar pasangan yang sedang memegangi anak kecil.


Putri mahkota kembali membuka boneka ketiga dan tampaklah boneka keempat dan yang terakhir.


Wajahnya memerah karena malu dan senang.


Boneka keempat bergambar pasangan yang suaminya sedang memegangi anak kecil dan istrinya sedang menggendong bayi.


"Selamat atas kehamilan anda Niang-niang. Saya harap anda bisa melahirkan dengan lancar dan sehat, setelah itu anda akan memiliki bayi lagi.", Ujar An Xie Tian sambil tertawa kecil.


"Kamu ini...", Ujar putri mahkota ikut tertawa.


"Ini sangat indah Xie Tian, terimakasih.", Ujar putri mahkota sambil tersenyum.


"Sama-sama Niang-niang.", Ujar An Xie Tian.


"Apakah kamu juga membuat ini sendiri?", Tanya putri mahkota.


"Ah, saya tidak membuatnya. Saya hanya menggambar karakternya saja, bonekanya buatan tukang kayu.", Ujar An Xie Tian sambil tersenyum.


"Ah, aku sempat terkejut. Aku kira kamu membuatnya sendiri.", Ujar putri mahkota.


Mereka berdua lalu tertawa dan melanjutkan pembicaraan mereka. Sampai...


"Raja Ming dari kerajaan Ming Utara, Dong Ming Liu telah tiba!", Kasim mengumumkan kedatangan Raja Ming.


"Waah, itu Raja Ming."


"Adik kaisar?"


An Xie Tian langsung menoleh saat mendengar pengumuman itu.


'Raja Ming... disini?'


Raja Ming melangkah masuk kedalam tempat pesta.


Dia lalu menghadap kedepan kaisar dan permaisuri.


"Salam saya pada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri. Semoga anda berumur panjang sampai seribu tahun dan diberikan beribu kebahagiaan.", Salam Raja Ming pada Kaisar dan Permaisuri.


"Liu, selamat datang.", Sapa kaisar senang.


"Salam pada Kakak Kaisar dan kakak ipar Permaisuri.", Ujar Dong Ming Liu.


"Hahaha, tidak perlu terlalu formal. Mari, duduklah disebelah ku.", Ujar Kaisar Ye.


'Kaisar dan Raja Ming benar-benar sangat dekat. Sepertinya kaisar sangat percaya pada adiknya itu. Apa benar Raja Ming berniat memberontak?', Ujar An Xie Tian dalam hati.


"Xie Tian? Ada apa?", Tanya putri mahkota karena melihat An Xie Tian yang terlihat berpikir keras.


"Ah, tidak ada apa-apa Niang-niang.", Jawab An Xie Tian sambil tersenyum.


"Uhm, aku dengar... Kamu bertunangan dengan Kaisar Tianxing, Qi Chuankang?", Tanya putri mahkota tiba-tiba.


"Ah, y-ya. Itu benar, Yang Mulia.", Jawab An Xie Tian.


"Ah, begitu ya...", Ujar putri mahkota.


Dia benar-benar kecewa, rencananya dan putra mahkota untuk menyatukan An Xie Tian dan Dong Fang Yu gagal, dan kini An Xie Tian telah bertunangan dengan Kaisar Tianxing.


An Xie Tian melihat kekecewaan dimata putri mahkota.


"Ada apa Niang-niang? Anda terlihat tidak senang?", Tanya An Xie Tian.


"Ah, tidak. Bukan begitu... Hanya saja... Ah, aku hanya sedikit lelah.", Ujar putri mahkota.


"Ah, anda lelah? Apakah anda ingin beristirahat? Biar saya temani.", Ujar An Xie Tian.


"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Nikmatilah pestanya.", Ujar putri mahkota lalu bangkit.


Dia lalu keluar dari tempat pesta.


Suara berat dan besar mengundang perhatian semua orang termasuk An Xie Tian.


"Saya merasa sangat senang atas berita bahagia ini. Karena itu, saya ingin berbagi kebahagiaan ini kepada kalian semua.", Ujar Raja Ming kepada semua orang.


Beberapa pelayan lalu berbaris masuk sambil membawa nampan berisi tempat arak.


Pelayan itu lalu menuangkan arak ke cangkir semua orang yang ada disana termasuk Kaisar.


"Apa ini Liu?", Tanya Kaisar Ye pada adiknya.


"Ini adalah arak yang diproduksi langsung di Ming, arak ini sangat terkenal karena sangat enak. Saya ingin berbagi kenikmatan arak ini pada semua orang di hari bahagia seperti hari ini.", Jawab Raja Ming.


"Kalau begitu, bersulang!", Ujar Kaisar lalu mengangkat gelasnya.


Semua orang juga mengangkat gelasnya untuk ikut bersulang bersama kaisar.


An Xie Tian mengangkat gelasnya, sebelum meminumnya dia menciumnya terlebih dahulu.


"Ini..."


Didalam arak itu ada semacam obat, bukan racun, tapi An Xie Tian tidak tau apa kegunaan obat itu.


Jika orang biasa seperti orang-orang ini, mungkin saja mereka tidak menyadari ada obat di arak itu.


Tapi karena hidung An Xie Tian yang peka terhadap bau obat-obatan, dia dengan cepat menyadarinya.


'Sepertinya ini adalah rencana Raja Ming...'


Jika An Xie Tian tidak meminumnya, maka akan dianggap tidak sopan, dan jika meminumnya, An Xie Tian tidak tau apa yang akan terjadi.


An Xie Tian lalu berpura-pura meminumnya dan hanya mengalirkan cairan itu ke lengan bajunya.


Tidak lama kemudian, para tamu undangan beserta kaisar jatuh pingsan.


Sebuah pasukan menyerbu masuk dan menyerang semua pengawal dan pelayan.


An Xie Tian membuat XiaoMei pingsan sebelum pasukan itu menyadarinya.


Dia lalu juga berpura-pura pingsan.


"Lapor Yang Mulia, semua tamu undangan beserta kaisar sudah pingsan dan diamankan. Semua pengawal, Kasim, dan pelayan juga sudah dibereskan.", Lapor salah seorang yang terlihat seperti ketua pasukan itu.


"Bagus sekali sayang, rencanamu berjalan lancar.", Ujar suara seorang wanita dari arah belakang Raja Ming.


Itu adalah permaisuri Wang.


Raja Ming tersenyum pada Permaisuri Wang yang juga adalah kekasih gelapnya itu.


"Tentu saja, sayang.", Ujar Raja Ming lalu melingkarkan tangannya di pinggang permaisuri Wang lalu menciumnya.


An Xie Tian yang mendengar semua hal itu hanya bisa diam.


Dia tidak bisa melakukan apa-apa, jika tidak dia akan ketahuan pura-pura pingsan.


Selain itu, tubuhnya juga diikat di pilar bersama beberapa orang lainnya.


Semua tamu undangan sudah diikat dan diamankan.


Bahkan kaisar diikat di kursinya.


An Xie Tian membuka matanya sedikit dan melihat kesekitar.


'Aku tidak melihat pangeran ketiga?', Ujarnya dalam hati.


'Semoga saja putri mahkota tidak apa-apa, tadi dia pergi lebih dulu karena lelah. Aku khawatir...'


'Ternyata benar, Raja Ming memberontak ke kekaisaran, dan parahnya permaisuri Wang terlibat. Negeri sekutu pastinya tidak bisa dimintai bantuan karena ini penyerangan yang tiba-tiba...'


Tidak lama kemudia para tamu undangan mulai bangun satu-persatu dengan wajah yang bingung dan linglung karena melihat dirinya yang tengah diikat.


"Hei, apa-apaan ini?"


"Eh, kenapa aku diikat?"


Tempat pesta kembali heboh saat semua para tamu undangan telah bangun.


Namun mereka kembali diam karena ancaman dari para prajurit yang mengacungkan senjata mereka.


Kaisar mulai membuka matanya.


Dia terkejut karena melihat dirinya terikat di kursi tahta.


Didepannya sudah ada Raja Ming yang berdiri sambil menyilangkan tangannya.


"Oh, kakak. Kamu sudah bangun?", Ujar Raja Ming dengan nada mengejek.


"Kamu?", Kaisar bingung dengan perlakuan adiknya itu, dan kenapa dia diikat?


"Ada apa kakak? Tubuhmu terikat? Maaf, aku harus mengikatmu jika tidak ingin kamu melarikan diri seperti pengecut.", Ujar Raja Ming lalu tertawa jahat.


"Liu! Kamu ingin memberontak pada kekaisaran Dongfeng!?", Teriak Kaisar Ye keras dan tegas.


"Oh, apa kamu marah kakak?", Ujar Raja Ming lalu tersenyum miring.


"Kamu akan lebih marah lagi.", Ujar Raja Ming lalu menarik permaisuri Wang kepelukannya.


"Mei Li? Kamu?", Kaisar menatap permaisuri dan adiknya dengan bingung.


"Apa-apaan ini!?", Ujar Kaisar Ye marah.


"Hahaha, kamu tidak perlu berteriak marah kakak. Ya, aku memberontak, dan Ya! Wang Mei Li adalah kekasihku.", Ujar Raja Ming lalu tertawa.


"Kamu... Kamu... Apa yang kamu lakukan? Bukankah kita saudara? Apa yang kamu lakukan?", Ujar Kaisar Ye kecewa.


"Hah? Apa-apaan dengan wajah kecewa itu? Apa yang aku lakukan? Hmmm, apa yang kamu lakukan?


Aku keluar sana untuk berperang demi kamu, saat aku kembali kamu malah merebut kekasihku dan menjadikannya selirmu. Lalu kau mengusirku ke kerajaan Ming tempat asal ibuku yang memiliki ingatan kelam dalam kepalaku.


Itu... Itulah... Kamu yang membuatku melakukannya! Kamu sendiri yang membuatku melakukannya!", Teriak Raja Ming.


"Liu...", Kaisar Ye menatap adiknya dengan tatapan sedih.


Dialah... Alasan adiknya berbuat hal seperti ini.


"Ah, kamu harus memberikan stempel kaisar disini.", Ujar Raja Ming lalu mengeluarkan sebuah gulungan kertas.


"Apa... Ini?", Tanya Kaisar sambil membaca gulungan tersebut.


"Ini adalah persyaratan. Jika kamu menyetujuinya, aku tidak akan menyerang Ibukota kerajaan. Tapi jika tidak, maka aku akan menyerang Dongfeng dengan pasukan ku yang sudah menunggu didekat ibukota.", Ujar Raja Ming sambil tersenyum miring.


"Kenapa... Kenapa kamu ingin Yan-er menjadi kaisar?", Tanya Kaisar Ye bingung.


"Kenapa? Tentu saja karena Dong Fang Yan, yang kamu akui sebagai putra keduamu itu adalah putraku dan Wang Mei Li.", Ujar Raja Ming yang membuat semua orang jatuh dalam keterkejutan.


Dong Fang Yan bukan anak kaisar tapi anak dari Raja Ming?


Kaisar Ye tertunduk lesu.


"Ada apa kakak? Apakah kamu sakit hati karena sudah dikhianati oleh orang-orang kepercayaan mu sendiri? Oleh adikmu? Istrimu?


Hahaha, jangan munafik! Kamu kaisar yang tidak pantas! Jangan memasang wajah seakan-akan kamu yang paling terluka disini!", Ujar Raja Ming.


"Liu...aku..."


'Brak!'


Pintu tempat pesta yang tadi ditutup tiba-tiba didobrak paksa.


"Apa-apaan..!?", Raja Ming terkejut dan marah.


Beberapa anak panah melesat akurat mengenai para tentara pengkhianat.


"Yang Mulia! Itu adalah pasukan putra mahkota!", Teriak salah satu prajurit.


"Apa!?", Raja Ming melotot karena marah.


"Mundur!", Ujar Raja Ming lalu kabur lewat jalan belakang.


Pasukan putra mahkota mengejar Raja Ming yang kabur.


Putra mahkota lalu dengan cepat menghampiri kaisar dan melepaskan ikatan kaisar.


"Ayahanda!"


"Jin-er, kamu disini?", Kaisar Ye menatap putranya bangga.


"Maaf karena saya terlambat, Ayahanda.", Ujar putra mahkota, Dong Fang Jin.


"Tidak, kamu sudah melakukan kerja yang bagus.", Ujar Kaisar Ye.


"Saya permisi dulu.", Ujar putra mahkota lalu menyusul pasukannya mengejar Raja Ming.


...


Raja Ming berhasil kabur dengan permaisuri Wang dan sisa pasukannya.


Dia kabur dengan kuda dan menuju gerbang barat istana, itu adalah jalur pelariannya.


Sayangnya mereka sudah dihadang dengan pasukan putra mahkota.


"Tangkap mereka! Jangan sampai ada yang lolos!", Teriak putra mahkota.


"Tangkap para pengkhianat!", Teriak pasukan putra mahkota juga.


Para sisa pengkhianat berhasil ditangkap.


Raja Ming dan permaisuri Wang dibawa kembali ke tempat pesta.


...


Kaisar Ye menatap adik dan istrinya yang sekarang ini meronta karena menolak berlutut.


"Benar-benar mengecewakan!", Ujar Kaisar Ye.


"Heh, kamu kira hanya dengan menangkap ku maka pemberontakan akan selesai? Kamu salah!


Pasukan ku akan menyerang jika mereka tidak mendapat kabar apapun dariku, itu artinya riwayat Dongfeng akan tamat!", Ujar Raja Ming lalu tertawa.


"Kamu kira aku tidak memperkirakan pasukanmu yang sudah berjaga di dekat perbatasan ibukota? Aku sudah mengirim Dong Fang Yu kesana, pasukanmu tidak akan bisa mengalahkannya.", Ujar putra mahkota.


"Benarkah? Kamu kira aku tidak tau dengan kecerdikan mu itu, putra mahkota? Aku sudah mengira kamu memperhitungkan itu, walaupun kamu mengirim bantuan kesana, aku takut adik ketigamu sudah habis dibantai oleh pasukan rahasia yang bersembunyi untuk menjebak pasukanmu.", Ujar Raja Ming lalu tertawa jahat.


Putra mahkota langsung melotot karena terkejut dan marah.


An Xie Tian yang mendengar hal itu langsung dengan cepat menghadap putra mahkota.


"Yang Mulia!", Ujar An Xie Tian.


"Nona An Xie Tian? Kenapa kamu kesini?", Ujar putra mahkota bingung.


"Biarkan saya memimpin pergi ke daerah perbatasan. Saya akan membantu pangeran ketiga.", Ujar An Xie Tian.


"Apa? Tidak masuk akal! Kamu bukan anggota militer, kamu bahkan tidak seharusnya disini. Apa maksudmu dengan memimpin pasukan?", Ujar Dong Fang Jin lalu bersiap pergi.


"Tunggu!", Ujar An Xie Tian lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


Itu adalah token giok merak putih, dan juga token giok sekte awan petir.


"Ini!?", Dong Fang Jin terkejut setelah mengenali kedua token tersebut.


"Saya, An Xie Tian, Master Aris yang akan mewarisi sekte awan petir akan membantu kekaisaran untuk memberantas pemberontakan!", Ujar An Xie Tian lalu berlutut didepan Kaisar dan putra mahkota.


Semua tamu undangan yang mendengar hal itu langsung heboh.


Bagaimana tidak?


Nona An Xie Tian yang kabarnya tidak berguna itu mengaku sebagai Master Aris yang baru saja diangkat sebagai pewaris sekte awan petir, lalu menjadi pemilik token giok merak putih milik Kaisar Tianxing.


"Kamu...? Master Aris?", Ujar Dong Fang Jin terkejut.


"Benar! Karena itu, biarkan saya memimpin pasukan untuk memberantas pemberontakan!", Ujar An Xie Tian meyakinkan.


"Aku tidak bisa membiarkan hal itu.", Ujar Kaisar.


"Biarkan prajurit kekaisaran yang melakukannya.", Sambung Kaisar lagi.


An Xie Tian mengepalkan kedua tangannya kesal karena merasa diremehkan.


"Maaf karena mengatakan hal ini Yang Mulia Kaisar, tapi saya akan tetap pergi dengan atau tanpa seizin anda. Pasukan saya adalah milik saya sendiri, bukan milik kekaisaran ini, kami hanya membantu. Saya permisi!", Ujar An Xie Tian lalu berbalik dengan cepat dan pergi.


"Nona An Xie Tian!", Panggil putra mahkota mencoba menahan An Xie Tian.


Namun panggilan itu tidak dihiraukan oleh An Xie Tian.


...


Daerah perbatasan ibukota...


Suara senjata yang tengah beradu terdengar di seluruh penjuru.


Mayat para prajurit berserakan di tanah dengan bau anyir darah mengelilingi mereka.


"Yang Mulia pangeran! Kita dijebak! Pasukan musuh berdatangan dari arah bukit, takutnya pasukan kita tidak bisa bertahan lagi sebelum pasukan bantuan datang. Kita harus mundur!", Ujar seorang prajurit.


"Tidak bisa! Putra mahkota mengirim kita kesini untuk menahan para pemberontak. Jika kita mundur, para pemberontak akan menyerang Ibukota. Kita harus percaya pada putra mahkota!", Teriak Dong Fang Yu yang sedang menebaskan pedangnya kearah salah satu prajurit musuh.


"Yang Mulia, prajurit kita sudah banyak yang terluka. Mohon Yang Mulia pangeran memikirkannya..."


"Diam! Kita adalah seorang prajurit, kita berperang demi kebaikan rakyat dan kekaisaran. Kita tidak boleh takut mati!


Pikirkan keluarga kita yang ada di ibukota!", Ujar Dong Fang Yu.


Prajurit itu menundukkan wajahnya karena malu.


"Baik, maaf karena sudah mengatakan hal yang memalukan Yang Mulia pangeran.", Ujarnya.


"Lupakan! Bantu prajurit yang ada disana.", Ujar Dong Fang Yu lalu kembali melawan para musuh.


'Jika aku mati dalam peperangan ini, aku yakin itu akan lebih baik...


Hatiku hanya milikmu, Xie Tian...'


.


.


.


An Xie Tian memacu kudanya seperti orang gila.


'Aku harus cepat, harus!'


An Xie Tian berhasil tiba ke markas besar Mawar besi dan langsung masuk dengan tergesa-gesa.


"Mawar besi!", Teriak An Xie Tian.


Para anggota mawar besi tiba dan langsung berbaris rapi ketika melihat An Xie Tian.


"Ada apa Master?", Tanya Xu Lian cemas karena melihat masternya yang tergesa-gesa.


"Siapkan pasukan dan persenjataan! Kita akan membantu prajurit kekaisaran untuk mengahalau pemberontak di daerah perbatasan ibukota.", Ujar An Xie Tian tiba-tiba.


"Pemberontakan? Apakah itu Raja Ming?", Ujar Dong Li terkejut.


"Benar. Karena itu, bergeraklah dengan cepat!", Teriak An Xie Tian tidak sabar.


"Baik Master!", Ujar semua pasukan Mawar besi patuh.


Mereka lalu bubar untuk menyiapkan segala persenjataan untuk berperang.


An Xie Tian meniup peluit kecil yang ada di sakunya.


Tiba-tiba sebuah pasukan berbaju hitam dengan sulaman merak putih di dada mereka berbaris rapi di depan An Xie Tian.


"Pasukan Merak putih siap menerima perintah!", Ujar ketua pasukan Merak putih.


"Merak putih, dengarkan perintahku! Kita akan menuju daerah perbatasan ibukota Dongfeng, kita akan membantu prajurit kekaisaran untuk melawan para pemberontak. Apakah jelas!?", Ujar An Xie Tian penuh semangat.


"Baik!", Ujar semua anggota pasukan Merak putih serempak.


Dengan gabungan pasukan Mawar besi milik An Xie Tian dan pasukan Merak putih yang diberikan kaisar Tianxing, An Xie Tian mempunyai total keseluruhan prajurit berjumlah 350 orang.


Memang jumlah yang kecil, tapi kemampuan mereka semua diatas prajurit biasa.


An Xie Tian percaya diri dengan pasukannya.


Dia memimpin mereka semua ke daerah perbatasan ibukota sendirian.


...


Jarak pusat ibukota dan perbatasan cukup jauh, memakan waktu sekitar 3 jam untuk sampai kesana.


An Xie Tian memacu kudanya secepat mungkin yang dia bisa.


'Fang Yu, tunggu aku...'


.


.


.


**Hai guys! Apa kabar nih? Semoga baik dan sehat selalu ya^^


Jangan lupa klik


Like 👍🏻


Berikan komentar 💬


Tambahkan favorit +❤️


Dan jangan lupa rate 5 bintangnya ya ⭐⭐⭐⭐⭐


Sampai sini dulu chapter hari ini, sampai jumpa di chapter selanjutnya, bye-bye 👋🏻**


.


.


.


Tbc...