
Seorang pria berjalan diantara keramaian saat festival lentera.
Walaupun dia memakai pakaian biasa, tetapi masih tidak bisa benar-benar menutupi keagungan yang sebenarnya dari dirinya.
Dia adalah kaisar Kang.
Bukannya mengikuti pasukannya pulang ke negeri Tianxing ,dia malah mengendap-endap pergi sendiri ke festival lentera.
' Apakah aku bisa bertemu disini...?' Ujar Kang dalam hati.
(Kita panggil 'Kang' aja ya.., biar gak kepanjangan ðŸ¤)
Kang mengitari jalanan disekitarnya berharap bisa bertemu dengan wanita pujaannya.
Saat Kang berbalik dia melihat seorang wanita yang sangat cantik menurutnya.
Wanita itu sangat cantik dan menarik, dan semakin menarik lagi ketika dia melihat aksesoris giok berwarna putih yang dikenalinya.
' Bukankah itu...?'
Wanita yang menarik itu berjalan bosan kearah jalan sempit.
Kang mengikuti wanita itu dari belakang.
Kang melihat dengan seksama wanita itu mengenakan jubah panjang berwarna ungu dan mengenakan cadar yang menutupi kecantikannya.
' Ternyata aku benar..itu benar-benar kamu, wanitaku...' Ujar Kang dalam hati masih sambil mengintip wanita itu.
(Hati-hati loh guys..., Kaisar Kang itu ternyata tukang intip🤣)
Kaisar Kang melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita itu menantang penjahat yang berada di gang sempit, penjahat-penjahat itu ingin memperkosa dua orang gadis.
...oO0Oo...
An Xie Tian memasang ancang-ancang untuk menyerang.
Dia menunggu lawannya menyerang lebih dulu agar tahu kekuatan lawan.
Penjahat itu berlari menuju An Xie Tian dan menyerangnya menggunakan pedang.
"Mati kau !!" Teriak penjahat itu disela serangannya.
An Xie Tian dengan gesit menghindar.
An Xie Tian tersenyum meremehkan.
"Hanya itu saja kemampuanmu?" Ujar An Xie Tian dengan nada mengejek.
Penjahat itu semakin marah.
"Heh! Master Aris? Ingatlah Aku,Leng Minyang akan mengalahkanmu! " Ujar penjahat satunya, dan berlari kearah An Xie Tian dan berusaha menyerang nya lagi.
"Adik! Jangan gegabah!" Ujar penjahat satunya.
Ternyata mereka kakak adik. Yang kakak bernama Leng Shao yang berada di level 6 kultivasi, dan yang adik bernama Leng Minyang yang berada di level 4 kultivasi.
Mereka terkenal dengan nama penjahat mereka, 'pedang kembar Leng'. Mereka cukup terkenal dengan kekejaman dan kekejian yang mereka lakukan.
An Xie Tian kembali menghindar dan melompat keatas tubuh Minyang lalu menyayat punggung penjahat itu.
"AKKKHHH!!!" Teriak Leng Minyang kesakitan.
"******! Berani kau lukai adikku!" Ujar Leng Shao menghampiri adiknya.
"Meh! Dia terlalu lemah, jangan salahkan aku melukai atau membunuhnya sekalian" Ujar An Xie Tian sombong.
"Brengsek! Mati kau!" Ujar Leng Shao dan mengeluarkan pedangnya.
' Hah? Pedang itu adalah pedang harta Karun? Apakah dia sekaya itu bisa membelinya!?' Ujar An Xie Tian dalam hati agak kebingungan.
"Hah! Pedang harta Karun!? Itu tidak akan berpengaruh!" Ujar An Xie Tian sambil tersenyum miring.
"Pedang ini bernama 'pedang haus darah' kurasa dia akan senang jika bisa menyesap darah orang sepertimu!" Ujar Leng Shao dengan wajah beringas.
"Coba saja" Ujar An Xie Tian sambil tersenyum, lalu berlari kearah Leng Shao dengan 'pedang taring bulan' seperti sebelumnya dia melawan Dan Long.
Pedang taring bulan milik An Xie Tian dan pedang haus darah milik Leng Shao saling beradu.
Leng Minyang ikut dalam pertarungan dan menyerang An Xie Tian.
' Heh! Dua lawan satu? Benar adil..' Ujar An Xie Tian merasa geli.
An Xie Tian tak gentar melawan Leng bersaudara dan mengeluarkan jurus-jurus pedang yang dilatihnya diwaktu senggang.
Leng bersaudara mengalirkan kekuatan spiritualnya kedalam pedang dan mengubahnya menjadi hawa pedang.
Leng bersaudara memiliki inti spirit yang berbeda.
Leng Shao memiliki inti spirit api, sedangkan Leng Minyang memiliki inti spirit angin.
Leng bersaudara menggabungkan jurus pedang yang mereka buat dan latih sendiri.
"Jurus pedang Angin api naga!!!" Teriak Leng bersaudara bersamaan dan mengeluarkan jurus pamungkas mereka itu.
Walaupun An Xie Tian berhasil menghindar, tetapi dia masih terkena dampak serangan.
An Xie Tian memuntahkan darah dari mulutnya.
' Sialan!' Ujar An Xie Tian dalam hati sambil mengelus dadanya yang sakit.
An Xie Tian akhirnya juga mengalirkan energi spiritual nya kedalam pedang dan mengubahnya menjadi hawa pedang.
Suara dentingan pedang yang berisik mulai mengundang orang-orang untuk datang.
"Lihat! Itu Master Aris dan Pedang kembar Leng'!" Ujar orang-orang.
An Xie Tian merasa kewalahan menghadapi jurus pedang Leng bersaudara.
"Hei,apa yang terjadi pada Master Aris? Sepertinya dia sudah kewalahan!"
"Bagaimana tidak? Leng Minyang saja sudah berada di level 4 kultivasi, dan Leng Shao berada di level 6 kultivasi. Bukankah jaraknya cukup jauh dengan kekuatan Master Aris!?"
"Ya, kau benar."
Seorang pria masih dengan sabar memperhatikan wanita pujaannya berkelahi dari balik pagar besar sebuah kediaman.
An Xie Tian sudah mulai kehabisan energi spiritual, dia lalu tumbang setelah Leng Minyang menyatkan pedangnya di perut An Xie Tian.
Pandangan An Xie Tian mulai kabur...
An Xie Tian merasakan sebuah energi bergejolak dalam dirinya dan seperti akan meledak keluar.
An Xie Tian membuka matanya dengan energi yang penuh dan tekad yang kuat.
Leng bersaudara terlihat terkejut, namun mereka langsung menyerang An Xie Tian tanpa ragu.
Dari mata An Xie Tian terpancar cahaya yang menyilaukan, membuat siapa saja yang melihatnya gentar.
"Apa yang terjadi pada Master Aris? Dia terlihat seperti kerasukan."
"Bukankah tadi dia sudah tumbang?"
Mata An Xie Tian kembali normal, An Xie Tian lalu mengeluarkan energi spirit dari tangannya dan melemparkannya ke Leng bersaudara.
Leng bersaudara terlempar beberapa meter sambil berteriak kesakitan.
"AKKKHHH!!!??"
Leng Minyang lalu tumbang.
Dia benar-benar meninggal ditempat setelah serangan itu.
"Adik!? Minyang? Apa yang terjadi!? APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA ADIKKU!!??" Ujar Leng Shao marah.
Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Leng Shao menyerang An Xie Tian dengan brutal.
An Xie Tian menghindarinya dengan santai dan melancarkan serangan balik.
Akhirnya Leng Shao tumbang.
Dia terduduk di lutut dengan wajah yang benar-benar pucat dan terkejut.
"Kau sudah kalah" Ujar An Xie Tian meletakkan pedangnya tepat di leher Leng Shao.
Leng Shao menatap tanah dengan pandangan kosong, dia lalu tersenyum miring.
Dia melirik kearah An Xie Tian lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha..., Tak kusangka hidupku akan berakhir di tangan seorang gadis kecil..." Ujar Leng Shao sambil meratapi nasibnya.
An Xie Tian lalu mengacungkan pedangnya lalu menebas leher Leng Shao.
"Waahh...Master Aris Menag lagi!!"
"Master Aris benar-benar hebat!"
"Master Aris benar-benar kejam dan mengerikan...!"
An Xie Tian lalu kembali membawa kepala Leng Shao dan Leng Minyang ke Balai Diancang.
"Kurasa kepala mereka memiliki harga, maaf kawan... daripada kepalamu membusuk dan dimakan burung gagak lebih baik memberiku sedikit keuntungan." Ujar An Xie Tian lalu menggunakan teknik peringan tubuhnya menuju Balai Diancang.
"Ternyata wanita ini begitu berbahaya, semakin menarik perhatian ku saja. Kenapa sih kau tidak sedikit anggun dan kalem? Menjadi penari, atau penyanyi. Kurasa itu lebih cocok dengan wajah dan tubuhmu daripada menjadi seorang ahli beladiri... hehehe..." Ujar Kang sambil tersenyum sendiri.
'Deg deg, deg deg, deg deg...' Detak jantung kaisar Kang benar-benar kencang, seperti ada seseorang yang menabuh sebuah drum di jantungnya.
°°°
#Flashback on...(Dong Fang Yu' POV)
Dong fang Yu berjalan diantara banyak orang.
Dia lalu membeli sebuah lentera berbentuk seperti lampu berwarna merah.
Dia lalu berjalan kearah danau dan berdiri disebelah seorang wanita cantik.
Sekilas Dong Fang Yu' melihat kecantikan wanita itu dan takjub.
' benar-benar cantik...' Ujarnya.
Wanita itu bergumam sendiri dan tersenyum lalu melarutkan lentera kupu-kupu miliknya.
'senyumnya begitu cantik dan manis...' Ujarnya dalam hati masih terperangah.
Wanita itu memiliki rambut hitam lembut dan lebat. Kulitnya selembut dan seputih giok. Matanya agak lebar dan menyiratkan kelembutan dan kekuatan secara bersamaan. Hidungnya mancung. Bibirnya berwarna merah muda dan berisi, membuat seorang pria sangat ingin menciumnya. Tubuhnya secantik peri dengan gundukan-gundukan wanita.
Seorang pria suci pun bahkan akan bernafsu melihatnya, bahkan para wanita membicarakan kecantikannya dan merasa iri.
Wanita itu lalu berdiri dan beranjak pergi. Bahkan saat dia berjalan, seperti melihat seorang Dewi turun dari kahyangan.
"Cantik..." Ujar Dong Fang Yu takjub.
'Deg deg deg deg deg...' Detak jantung Dong Fang Yu' benar-benar tidak bisa dibohongi.
Dia mengenali siapa wanita itu, dia adalah An Xie Tian. Nona pertama kediaman Marquis Utara.
Orang yang membuat dia jatuh cinta.
#Flashback off.
°°°
Putra mahkota sedang melukis di ruang belajarnya.
Dong fang Yu masuk dan menghampiri kakak pertamanya itu.
"Taizi." Ujar Dong Fang Yu' ingin memberi hormat, tapi langsung dihentikan Dong Fang jin.
"Sudah, tidak perlu formalitas." Ujar Dong Fang jin sambil tersenyum.
"Ada apa Taizi memanggil Beng gong kesini?" Tanya Dong Fang Yu'.
"Oh,benar. Benwang memanggil anda kesini untuk sedikit bercerita." Ujar Dong Fang jin.
"Bercerita? Apa yang ingin Taizi ceritakan padaku?" Tanya Dong Fang Yu' lagi.
"Aku...aku sedang jatuh cinta" Ujar Dong Fang jin.
"Apa? Dengan siapa!?" Ujar Dong Fang Yu'terkejut.
"Kau ingat nona pertama kediaman Marquis Utara? Kurasa...aku jatuh cinta kepadanya..." Ujar putra mahkota malu-malu.
'Deg!'
Dong fang Yu terkejut, masalahnya wanita yang dibahas kakaknya itu adalah wanita yang dicintainya, An Xie Tian.
"Tapi... bukankah Taizi sudah memiliki istri? Bagaimana dengan putri mahkota?" Ujar Dong Fang Yu.
"Aku akan membuat An Xie Tian menjadi selir ku" Ujar Dong Fang jin.
' Bisa-bisanya...,jika aku menjadikan An Xie Tian istriku, maka akan ku jadikan istri sah. Kakak hanya akan menjadikan dia selir. Hidungnya sebagai selir tidak akan baik...' Ujar Dong Fang Yu dalam hati.
"Ooh, begitu...,tapi bukankah hidup di Inner palace sangat susah dan berat? Bagaimana jika dia terluka?" Ujar Dong Fang Yu berusaha membuat kakaknya berubah pikiran.
"Jika dia menjadi selir kesayanganku, hal itu tidak akan terjadi." Ujar Putra mahkota enteng.
"Be..begitu ya.." Ujar Dong Fang Yu pasrah.
' Toh, aku juga tidak akan pernah bisa mengambil apa yang menjadi atau yang diinginkan oleh putra mahkota. Apakah aku harus menggantikannya agar apa yang dia punya menjadi milikku...?'
.
.
.
"Hai guys! Apa kabar!? Baik dong ya... "^~^
"Apa yang sebenarnya terjadi ya..!? Apakah ini akan menjadi kisah cinta banyak sisi!?
Saksikanlah kelanjutan ceritanya di chapter selanjutnya...oke!?"
"Jangan lupa ,Like , coment dan Favorit yaa..."😉
.
.
.
Tbc...