The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
06



Julian saat ini sedang berada di rumahnya sendiri, dia menyelinap keluar dari Mansion keluarga Gillan saat tengah malam.


Walaupun semua kebutuhan Julian sudah ada di kamarnya yang ada di Mansion keluarga Gillan, tapi Julian masih tidak nyaman dengan pakaian yang ada di sana. Jadi Julian memutuskan untuk kembali ke rumahnya secara diam-diam.


"Memang lebih nyaman di rumah sendiri ya" gumam Julian.


Julian langsung menuju kamarnya dan menidurkan tubuhnya di atas kasur itu.


"Sena, apa kamu bisa mencari suatu skill yang membuatku bisa menciptakan sesuatu?" tanya Julian.


>"Bisa, Master"<


"Kalau begitu tolong carikan" ucap Julian.


>"Mencari… skill Create di temukan, apa Master ingin membelinya?"<


"Beli"


>"Skill Create telah di beli, 790 poin di kurangi"<


"Itu mahal" gumam Julian.


>"Master, ini adalah skill langka, jadi harganya mahal"<


"Begitu ya… perbarui status"


>"Memperbarui status… status telah diperbarui"<


Julian kemudian tidur karena besok dia harus berangkat sekolah.


...‡...


Julian bangun jam 4 subuh, kemudian langsung mandi dan memasak nasi goreng untuk sarapannya.


"Sena, apa kau ingin makan?" tanya Julian, dan Sena langsung muncul di samping Julian.


"Tentu saja!" ucap Sena.


Julian memasak satu porsi lagi nasi goreng dan menaruhnya di atas meja.


Julian langsung menghabiskan sarapannya, dan bersiap berangkat sekolah.


"Sena, kembalilah ke ponsel" ucap Julian.


"Baik, Master!"


Julian kemudian membuka pintunya, tapi dia terkejut melihat para bodyguard dari keluarga Gillan berdiri di depan pintu rumahnya.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Julian.


"Kami diperintahkan untuk menjaga Anda" ucap salah satu bodyguard.


Julian benar-benar terkejut melihat para bodyguard itu yang tetap berdiri di depan rumah menunggunya.


Bayangkan saja jika kau sedang membuka pintu rumahmu dan melihat para pria berbadan tinggi besar dengan memakai jas hitam dan memakai kacamata hitam, apa yang akan kau lakukan?


Dan itulah yang terjadi kepada Julian.


"Kalian bisa kembali, aku akan berangkat sendiri" ucap Julian.


Julian langsung melewati para bodyguard itu dan berjalan menuju sekolahnya, tapi Julian benar-benar kesal karena mereka tidak mendengarkan ucapan Julian dan tetap mengikuti Julian.


Julian yang diikuti oleh para pria berbadan besar itu menarik perhatian orang-orang disekitar.


"Kenapa kalian tetap mengikutiku?" tanya Julian.


"Untuk memastikan keselamatan Anda" ucap salah satu bodyguard.


"Tuan muda, apa saya boleh bertanya?"


Julian kemudian berhenti, dan berbalik.


"Apa yang ingin ditanyakan?"


"Saya tidak melihat Nona Sena" ucap seorang pria dengan rambut berwarna pirang, dia lebih tinggi sedikit dari Julian.


'Oh, dia terlihat seperti pria normal daripada pengawal yang lainnya… Tunggu, dia bertanya tentang Sena!' Julian berteriak di dalam pikirannya.


"Sena pergi dengan Ibunya, dan mungkin dia akan cukup lama bersama Ibunya" ucap Julian.


"Oh ya, apa kalian akan terus mengikutiku?" tanya Julian.


"Kami harus memastikan keselamatan Tuan Muda" ucap pria berambut pirang.


"Siapa namamu?" tanya Julian.


"Brian Vlurensky" ucap pria berambut pirang.


'Vlurensky? Aku sepertinya pernah mendengar nama itu sebelumnya… Senior! Dia selalu mengikuti pertandingan beladiri, dan selalu juara pertama' Julian benar-benar terkejut setelah dia mengetahui siapa pria berambut pirang itu.


"Apa kau lulusan SMA Diamond?" tanya Julian.


"Itu benar Tuan Muda" ucap Brian.


'Ugh, jika aku membawa dia ke sekolah maka akan terjadi kegemparan, apalagi para siswa dan guru sudah tau jika dia bekerja di keluarga Gillan' pikir Julian.


"Tapi…"


"Dengan adanya kalian yang terus mengikutiku, itu malah akan membuatku menjadi target pembunuhan karena mereka tau kalian adalah pengawal dari keluarga Gillan, apalagi banyak yang ingin menjatuhkan keluarga Gillan" ucap Julian.


Setelah mendengar itu, para pengawal hanya terdiam, tidak ada yang berbicara.


"Walaupun aku nanti mendapat bullying, bukankah mereka akan menyesal, apalagi pengumuman tentang diriku yang seorang Tuan Muda sekaligus pewaris keluarga Gillan akan diumumkan nanti malam" ucap Julian sedikit tersenyum.


'Sadis' pikir para pengawal.


Bayangkan saja ketika kau membully seseorang, dan kau tidak tau jika orang itu seorang anak dari keluarga yang sangat kaya atau seorang anak politisi, apa yang akan kau lakukan setelah mengetahuinya?


Julian kemudian berjalan pergi, dan para pengawal itu tidak mengikutinya lagi.


"Sena, apa ada misi untuk ku?" tanya Julian.


[Misi :


Misi Utama ‹


- Mendapat nilai tertinggi saat kelulusan (S)


Hadiah : 1200 poin, Kacamata Super, Pil Penyembuhan ×2.


- Mengambil alih beberapa perusahaan keluarga Gillan, dan beritahu dunia jika Anda adalah Tuan Muda Gillan (SSS)


Hadiah : 35.000 poin, Sebuah kotak langka, sebuah kotak skill, sebuah kotak keberuntungan.


Misi Sampingan ‹


- Memperkuat fisik {push up 100×, sit up 100×, squat jump 100×} (E - misi bisa ditingkatkan)


Hadiah : 30 poin, penambahan status.


…]


"Bisa ditingkatkan?"


>"Misi ini adalah misi berkelanjutan, dan akan semakin tinggi tingkatannya"<


"Aku akan bertanya lagi padamu nanti"


Setelah itu Julian langsung berlari, dan setelah sampai di sekolah, Julian langsung menuju kelasnya.


Seperti biasa, Keseharian Julian di sekolah dipenuhi hinaan dari Dila dan teman-temannya.


...‡...


Saat pulang sekolah, Julian sangat terkejut melihat Brian dan bodyguard lainnya ada di depan gerbang sekolah.


Julian kemudian melihat ke belakang dan benar saja, Vivian berada di belakangnya.


Vivian berusia 15 tahun, dan murid tahun pertama di SMA Diamond.


"Vivian, apa mereka menjemputmu?" tanya Julian.


"Bukan menjemputku, tapi menjemput kita berdua" ucap Vivian.


"Kita berdua?"


"Ayah dan Ibu khawatir karena kau tiba-tiba menghilang dari kamarmu, apalagi kau juga membawa Sena" ucap Vivian.


"Begitu ya"


"Dimana Sena sekarang? Kau tidak meninggalkannya sendirian di rumah, kan?" tanya Vivian.


"Sena bersama Ibunya saat ini, dan mungkin tidak akan kembali dalam waktu dekat" ucap Julian.


Setelah itu Vivian pergi menuju tempat Brian, dan Julian mengikutinya dari belakang.


Julian terkejut melihat mobil yang ada di depannya saat ini, BMW X5 Protection Vr6.



(Note : Saya tidak tahu harga pasti mobil ini)


'Harga mobil ini adalah puluhan milyar' pikir Julian.


"Apa yang kau lakukan? Cepatlah masuk" ucap Vivian yang sudah berada di dalam mobil.


Julian melihat ke sekeliling, dan benar saja, orang-orang memperhatikannya.


'Bagaimana aku bisa masuk jika kita menjadi perhatian banyak orang' pikir Julian.


Vivian kesal, dan langsung menarik Julian masuk ke dalam mobil.


Brian juga masuk dan menyetir mobilnya.


Hanya ada keheningan di dalam mobil itu, bahkan setelah berada di halaman rumah keluarga Gillan.


Vivian langsung masuk ke dalam rumah, dan Brian juga pergi memasukkan mobil ke dalam garasi.


Julian yang melihat itu langsung masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya, dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.