The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
15



Saat ini Julian sedang berada di dalam mobil menuju sekolahnya.


Julian berangkat pagi-pagi agar tidak menarik perhatian, apalagi sekarang dia adalah Tuan Muda keluarga Gillan.


Saat sampai di gerbang sekolah, sekolah masih sangat sepi, hanya ada beberapa murid yang datang, kebanyakan yang sudah di sekolah adalah anggota OSIS.


Di kelas, Julian langsung pergi ke bangku miliknya dan langsung duduk di sana.


'Hari ini ada ulangan harian, dua pelajaran, lalu ada praktek di lab Kimia, yang lainnya hanya materi saja' pikir Julian.


"Meow~"


"Eh?"


Saat Julian melihat ke arah bawah meja, Eira ada di sana.


"Eira?" Julian langsung mengangkat Eira dan mengangkatnya ke atas meja.


"Kenapa kau ada di sini? Apa kau mengikutiku?" tanya Julian kepada Eira.


[Master, Eira masuk ke dalam tas milik Master, jadi dia bisa ada di sini]


"Ha~"


"Eira, duduk!" perintah Julian, dan Eira langsung duduk.


"Tangan!"


Eira langsung mengangkat kaki kiri bagian depannya, dan meletakkannya di atas telapak tangan Julian.


"Anak pintar~" ucap Julian sambil mengelus kepala Eira.


[Master, kau seperti memuji anak sendiri]


Julian menghiraukan hologram di hadapannya, dan terus mengelus bulu Eira.


Julian bahkan tidak sadar jika sudah banyak murid yang masuk ke kelasnya.


Semua orang di kelas itu menatap Julian yang sedang bermain dengan seekor anak kucing di atas mejanya.


Julian langsung sadar ketika bel masuk sudah berbunyi, dan Eira langsung turun dari meja ke pangkuan Julian, kemudian langsung tertidur.


'Sudah bel masuk?' pikir Julian.


Julian mengambil beberapa buku dari dalam tasnya, dan langsung menyimpannya di atas meja.


Guru kemudian masuk diikuti seorang pemuda dengan seragam sekolah yang sama seperti milik Julian.


"Kita kedatangan murid baru" ucap guru itu, kemudian melihat ke arah pemuda di sampingnya.


"Namaku Gilbert Alexia Granie" ucap pemuda bernama Gilbert itu.


"Kalau begitu, kau bisa duduk di belakang Julian, Julian angkat tanganmu" ucap guru itu, dan Julian langsung mengangkat tangannya.


Gilbert berjalan ke arah Julian.


"Senang bertemu denganmu, Tuan Muda Gillan" ucap pemuda itu.


"Hm"


Setelah itu Gilbert langsung duduk di bangku miliknya, tapi arah matanya menuju mahkluk berbulu yang ada dipangkuan Julian.


'Kucing?' pikir Gilbert.


Setelah itu pelajaran dimulai.


...‡...


Saat bel pulang berbunyi, Julian langsung membereskan semua alat tulisnya, kemudian memakai jaket yang sebelumnya Julian bawa.


Eira langsung masuk ke dalam jaket dengan kepalanya menyembul keluar.


Karena keimutan Eira, Julian menjadi pusat perhatian apalagi statusnya sebagai Tuan Muda keluarga Gillan.


Saat Julian akan pergi menuju gerbang sekolah, seseorang menepuk pundak Julian.


Gilbert, dia adalah pelaku yang menepuk pundak Julian.


"Ada apa?" tanya Julian dingin.


"Ada yang ingin aku bicarakan" ucap Gilbert canggung karena ekspresi Julian yang datar.


"Hm, katakan saja" ucap Julian dengan ekspresi yang masih dingin.


"Kau benar-benar tidak pantas menjadi Tuan Muda Gillan!" ucap Gilbert.


Julian yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahinya.


"Sifatmu sangat berbeda dengan Tuan dan Nyonya Gillan" ucap Gilbert yang membuat Julian semakin bingung.


'Apa kaitannya sifat ku dengan aku yang sebagai Tuan Muda Gillan?' pikir Julian.


"Kau!…"


Gilbert tiba-tiba memukul Julian, Brian yang awalnya hanya diam di dalam mobil langsung keluar dan berlari ke arah Julian.


Hanya terasa seperti seseorang menyentuh wajahnya saja, tidak lebih.


"Tuan Muda…"


"Aku baik-baik saja, lagipula pukulannya tidak terasa sama sekali" ucap Julian.


Brian terdiam ketika mendengar perkataan Julian, sedangkan Gilbert hanya menggertakkan giginya karena kesal.


"Katakan atau lakukan apapun sesukamu, aku tidak peduli" ucap Julian melangkah pergi, diikuti Brian dibelakangnya.


Di dalam mobil, Julian langsung melepaskan jaketnya.


"Brian, antar aku ke suatu tempat dulu, aku akan memberitahu jalannya" ucap Julian.


Brian kemudian menjalankan mobilnya ke tempat yang Julian tuju.


Julian pergi ke panti asuhan yang merawatnya dulu.


Saat sampai di panti asuhan itu, anak-anak yang sebelumnya sedang bermain, langsung berlari ke mobil yang berhenti tepat di halaman panti asuhan.


Julian keluar dari mobil, terlihat anak-anak yang senang melihat Julian.


"Kak Ian! Kakak Ian kembali!" teriak salah satu anak itu.


Anak-anak yang lain juga menjadi ribut, dan langsung menarik Julian kedalam rumah panti.


"Julian?" seorang wanita terlihat menatap Julian, karena selama ini Julian jarang mengabarinya.


"Bibi, aku datang kemari ingin mengatakan sesuatu" ucap Julian kepada Ibu panti.


Ibu panti yang mendengar itu langsung mempersilahkan Julian untuk duduk, dan memerintahkan anak-anak untuk kembali bermain.


"Julian, kamu terlihat sangat serius, ada apa?" tanya Ibu panti.


"Aku ingin merenovasi panti ini" ucap Julian.


(N/A : penulisan Ibu Kota dipisah atau di satuin? Ibukota or Ibu Kota? Ada yang tau? :v)


"Kenapa tiba-tiba?"


"Panti ini cukup dekat dengan hutan dan perkebunan, aku takut jika nanti anak-anak akan terluka, jadi aku akan memperluas panti dan membatasi dengan pagar besi" ucap Julian.


"Tapi itu membutuhkan banyak uang"


"Bibi tidak perlu khawatir, semua biaya pembangunan aku yang tanggung" ucap Julian.


Julian kemudian mengatakan identitas tentang siapa keluarganya, dan dirinya sekarang yang seorang pewaris keluarga Gillan.


Tentu saja hal itu membuat Ibu panti terkejut ketika mengetahui identitas Julian yang sebenarnya.


"Selama ini Bibi yang membesarkan dan mengurusku, aku hanya bisa membalasnya dengan ini" Julian tersenyum, senyuman yang jarang dia perlihatkan kepada siapapun, senyuman tulus dan hangat.


Ibu panti itu hanya bisa menangis, Dia memang memiliki bisnis untuk menghidupi anak-anak yang ada di panti itu, itu juga berkat bantuan dari Jean Ruan Natalie yang berasal dari keluarga Ruan.


Di sisi lain, Julian mungkin membutuhkan tempat ini dimasa depan, ini juga bisa dijadikan sebuah markas rahasia.


Julian sudah merancang bangunan untuk panti asuhan ini, di mana akan ada sebuah ruang bawah tanah yang akan dibangun, apalagi panti asuhan itu berada disebuah kota kecil yang jarang dilewati oleh kendaraan.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


______________________________________________


Aku bingung sama ilustrasi karakternya, mau nyari tapi susah, ada 3 yang udah aku pilih untuk ilustrasi Julian, tapi takut tak sesuai ekspektasi kalian. Aku kasih ilustrasi Vivian sama Violan dulu aja ಥ‿ಥ.


Violan Gillan



Vivian Gillan



Gak cocok? Yaudah pikirin aja sendiri ilustrasinya wkwkwk.


...



:,-)...