
"Paman" panggil Julian kepada Lonan.
Lonan hanya menatap Julian dengan bingung dan waspada.
"Kau siapa?" tanya Lonan.
Julian tidak menjawab, tapi Julian menaruh jari telunjuk di mulutnya, menyuruh Lonan untuk diam.
Julian kemudian mendekati para tentara yang bersiap untuk menembaknya.
"Aku ingin memberitahu kalian sesuatu, jika kalian membiarkan portal-portal itu, dalam waktu empat bulan dunia ini akan dilanda kehancuran" ucap Julian menekan semua kata-katanya.
ucapan Julian membuat para tentara semakin waspada.
"Anda siapa?" seseorang dari pasukan tentara yang berdiri paling depan bertanya kepada Julian.
"Kau yang memimpin orang-orang dibelakang mu?" tanya Julian.
"Ya"
Julian tersenyum dan langsung berubah menjadi bentuk Naganya.
"Aku hanya makhluk yang ditugaskan untuk menjaga dunia ini, 'Dia' memberitahuku jika di masa depan dunia ini akan mengalami kehancuran. Kau tidak perlu tau siapa 'Dia' yang perlu kalian tau adalah, ada seribu orang yang terpilih yang akan menyelamatkan dunia ini, dan mereka semua sudah membentuk sebuah organisasi khusus dan berada dalam lindungan ku" Melebarkan sayapnya, Julian menyuruh Neil dan Lonan untuk naik ke punggungnya.
"Dan anak ini adalah salah satu dari mereka"
"Manusia lainnya juga akan membangkitkan kekuatan mereka, walaupun itu tidak sekuat mereka yang terpilih"
'Walau sebagian yang ku ucapkan itu kebohongan, tapi itu lebih baik daripada tidak memberitahu mereka apapun'
Tentu saja semua ucapan Julian sudah dia pikirkan baik-baik, masih ada beberapa orang yang berada di bandara itu dan sudah pasti mereka merekam semua kejadian ini.
Julian langsung terbang tinggi dan melesat menuju rumahnya.
"Kau sebenarnya siapa?" tanya Lonan.
"Wah~, kau bahkan tidak mengenal keponakanmu sendiri" ucap Julian.
Tentu saja Lonan masih bertanya-tanya, dan tubuhnya selalu berkeringat dingin setelah dia duduk di punggung seekor Naga yang saat ini dia naiki.
Lagipula siapa yang akan percaya jika kau memiliki seorang keponakan, apalagi dia adalah seekor monster.
"Aku Julian Gillan Vyno, untuk yang lainnya kau bisa menanyakan itu setelah kita sampai di rumah"
Dalam sekejap, Julian memperkecil tubuhnya, dan berteleport ke halaman belakang Mansion Gillan.
Julian langsung menurunkan mereka berdua, dan kembali ke wujud manusianya.
Lonan masih mencerna situasi yang menimpanya, sedangkan Neil sudah berlari masuk meninggalkan Julian dan Lonan.
"Paman, aku tau kau masih belum bisa menerima ini semua" ucap Julian, membuat Lonan langsung menatapnya.
"Kau Putra pertama keluarga Gillan dan anak dari Kakakku kan?" tanya Lonan.
"Ya"
"Apa Ibu dan Ayah mu sudah memberitahu semua tentangku?"
Julian mengangguk.
Setelah itu hanya ada keheningan di sana sampai terlihat Neil yang berlari ke arah Julian dan Lonan, dengan Nattan, Vinie, Violan, dan Vivian yang mengikuti Neil dari belakang.
"Lonan" panggil Vinie.
"…" Lonan hanya menatap Vinie, ada jejak kesedihan dan rasa bersalah di matanya.
"Kakak, aku…" ucapan Lonan terhenti karena Vinie yang menamparnya tiba-tiba.
Bahkan Lonan menatap tidak percaya kepada Kakaknya.
"Apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu? Kau membiarkan seorang anak kecil berkeliaran di Negara lain sementara kau sangat sibuk?!"
Lonan terdiam, memang benar dia lalai sebagai orang tua.
Ketika dia tahu jika Neil hilang, itu membuatnya frustasi, Neil adalah harta yang sangat berharga bagi Lonan.
"Ibu, Paman, sebaiknya kita masuk dulu ke dalam karena ini sudah semakin malam" ucap Julian.
Tapi, saat Julian akan melangkah masuk ke dalam Mansion, sebuah ledakan besar terjadi.
Julian menolehkan kepalanya ke arah ledakan terjadi, tapi yang dilihatnya adalah sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
Sesuatu yang mirip seperti menara muncul.
"Apa itu?" gumam Julian.
...[Ding!]...
...[Menara kebangkitan terdeteksi]...
"Menara Kebangkitan" ucap Julian yang membuat semua orang disekitarnya menoleh ke arahnya.
"Kau tau?" tanya Lonan.
"Ya"
...[Menara Kebangkitan atau Menara Tutorial, adalah tempat yang dibuat oleh Dewa Pencipta untuk membangkitkan kekuatan terpendam dari manusia. Dewa dan Dewi Perang bertugas untuk melatih mereka yang dipilih oleh menara]...
Beberapa saat setelah menata itu muncul, banyak orang dinyatakan menghilang.
Julian kemudian teringat dengan senjata yang dia dapatkan dari dalam Death Portal sebelumnya.
[Master, bukankah sebaiknya kita melakukan protes pada Dewa?]
'Apa maksud mu, Sena?'
[Para Dewa tidak diizinkan untuk mengakuisisi Bumi selama ada Guardian, tapi sekarang mereka melakukan itu tanpa persetujuan Master yang seorang Guardian, walaupun Master adalah Guardian yang baru]
"" setelah Julian mengucapkan itu, sebuah energi mengelilingi tubuhnya.
"Tubuhku terasa sangat ringan, bahkan aku sempat berpikir jika aku tidak memiliki tubuh" gumam Julian.
Setelah perubahan terjadi kepada Julian, menara yang berdiri tak jauh darinya mengeluarkan cahaya terang, Julian langsung terbang mendekati menara.
"Beraninya kalian mengacau di wilayah ku" suara berat yang keluar dari mulutnya membuat Julian sedikit terkagum, bahkan dalam kata-katanya mengalir kekuatan yang besar.
Setelah itu dua sosok cahaya muncul di hadapan Julian, mereka adalah Dewa dan Dewi Perang.
Julian sudah membuat sebuah Shield khusus agar dia dan sekitarnya tidak terlihat oleh orang lain.
"Sang Guardian, maaf jika kami tidak meminta izin, tapi kami hanya menerima perintah" ucap Dewa Perang.
"Kalian sudah melanggar perjanjian! Bagaimana dengan perintah Tuhan?!" ucap Julian penuh penekanan, membuat Dewa dan Dewi dihadapannya itu terdiam sejenak.
"Maaf, kami tidak mendapat perintah dari-Nya" ucap Dewi Perang.
"Bahkan tidak ada perintah dari Tuhan, apa kalian benar-benar merendahkan ku dan ingin menguasai dimensi yang ku jaga!"
"Kami tidak bermaksud seperti itu, kami tidak merasakan keberadaan Anda, jadi kami berpikir jika Anda…" Dewa Perang tidak melanjutkan kata-katanya ketika melihat tatapan tajam yang mengarah padanya.
"Kau berpikir jika aku sudah mati?" tanya Julian.
Dewa dan Dewi Perang itu hanya menundukkan kepalanya, mereka bukanlah tandingan seorang Guardian yang dipilih langsung oleh Tuhan.
Dewa dan Dewi dulunya adalah manusia yang diberikan berkah oleh Tuhan, dan ketika mereka terpilih menjadi seorang Dewa atau Dewi, mereka memiliki kewajiban untuk menjaga tatanan semesta dengan tugas dan kekuatan mereka masing-masing.
Mereka bukanlah tandingan seorang Guardian yang bahkan ras mereka tidak diketahui.
Guardian bahkan tingkatannya berada satu tingkat dibawah Malaikat, dan kekuatan mereka hampir setara.
"Kembalikan orang-orang yang telah kalian bawa, aku sudah lelah dengan tugas berat yang ku miliki, sekarang portal Monster muncul dan mengacaukan semuanya. Jangan sampai aku juga menghancurkan kalian jika berani mengacaukan tempat tinggal ku lagi…"
Dewa dan Dewi Perang itu hanya terdiam mendengar perkataan Julian.
Julian melihat sekitarnya, sangat kacau akibat ledakan ketika menara muncul.
'Apa seluruh dunia juga kacau seperti ini ketika menara muncul?' pikir Julian.
[Ya, semuanya sama seperti keadaan kota ini karena menara muncul di setiap kota di seluruh dunia]
'Dan Sena, apa wujud Guardian itu berbeda-beda?'
[Tentu saja Master, Guardian memiliki berbagai wujud dari generasi ke generasi, dari wujud manusia biasa sampai wujud monster juga ada. Wujud milik Master melambangkan manusia dan monster karena Anda adalah seekor Naga yang memiliki peringkat tertinggi diantara para Monster, dan memiliki peringkat yang sama dengan Phoenix. Naga juga selalu dijuluki sebagai binatang Suci atau binatang Legenda karena umur yang panjang bahkan dijuluki Monster abadi bersama dengan Phoenix]
Sena menjelaskan panjang lebar kepada Julian, dan dibalas anggukan kecil dari Julian.
'Tapi wujud ku lebih mirip Dewa Petir karena bola-bola petir yang mengelilingi tubuh ku' pikir Julian termenung ketika melihat beberapa bola dengan petir yang menyambar di sekeliling tubuhnya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...______________________...
...
...
...Happy New Year semuanya, yang setia menunggu cerita ini up walau selalu di PHP oleh diriku ini (^~^;)ゞ...
...Antara thor gak punya uang buat beli kuota jadi gak bisa up atau lagi gak bisa mikir alur chap ini harus gimana, apalagi MC yang kelewat op itu agak gimana gitu :v, atau MC ku nerf aja?...
...Emang cuma pikir aku aja voucher kuota itu lagi mahal-mahalnya, tapi kalau yang dibeli pake pulsa itu malah lebih murah karena banyak promo?...
...╮(╯_╰)╭ Au ah pusing, jangan malah nambah beban pikiran...