
Seringaian terpatri di bibir Julian.
Kemudian menatap ke arah Jormungand yang saat ini hanya menunduk sambil menggerakkan giginya, dan kedua tangannya terkepal erat menahan amarah.
"Jormungand" panggil Julian.
Jormungand menatap Julian dengan mata yang berkilat tajam ketika dia mendengar Julian memanggilnya.
"Kenapa menatapku seperti itu, itu adalah kesalahan mu sendiri karena ingin menjadikan ku budak mu!"
Julian kemudian mendekat ke arah Jormungand perlahan.
"Seharusnya aku yang marah, bukan kau! Dengan seenaknya dan tanpa izin dariku kau ingin merubah ku menjadi budak mu? Kau bercanda?!" Julian meninggikan suaranya di kalimat terakhir ucapannya.
Jormungand yang mendengar itu hanya terdiam menunduk.
"SEHARUSNYA AKU YANG MARAH, AKU YANG SEHARUSNYA MENATAPMU DENGAN TATAPAN MATA YANG SEKARANG KAU ARAHKAN PADAKU! SIALAN! JANGAN KARENA KAU LEBIH KUAT DARIKU KAU SEMENA-MENA PADA MAKHLUK YANG LEBIH LEMAH DARIMU!" teriakan berat Julian menggelegar di tempat itu.
Bahkan Jormungand yang mendengar itu hanya bisa terdiam, memang benar jika dia melakukan itu tanpa izin dari Julian
[Wow! Master akting mu sangat hebat, kau sangat mendalami peran orang yang tersakiti]
"Apa kau tau kenapa Kontrak Darah Perbudakan itu berbalik padamu?"
Jormungand yang mendengar pertanyaan itu menggeleng.
"Lalu, kenapa kau yang marah sekarang?" tanya Julian yang membuat Jormungand tidak bisa berkata-kata lagi.
"Dan kau harus tau, aku seorang Guardian, karena itulah Kontrak Darah Perbudakan mu tidak mempan padaku, dan itu berbalik padamu" ucap Julian.
[Eh, Master, saya lupa jika Anda seorang Guardian dan semua Kontrak seperti Kontrak perbudakan tidak akan mempan padamu, seharusnya saya tidak membantu Anda untuk membalikkan Kontrak Darah Perbudakan itu]
Julian benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa sistem seperti Sena bisa melupakan semua hal itu? Bukankah semua hal terekam di chip miliknya?
'Oh ya Sena, kenapa cara bicaramu menjadi sopan seperti itu, aku sudah ingin menanyakannya tapi selalu lupa'
[Itu… Sebenarnya Sistem dan Sistem Cadangan sekarang sudah menyatu, jadi tanpa sadar Sena berbicara formal seperti Sistem Cadangan itu]
'Ha~, apa kau bisa berbicara seperti dulu, walaupun aku terbiasa dengan sikap formal seperti itu'
[Akan sa- aku usahakan, Master]
Setelah berbicara dengan Sena, Julian mendekati Jormungand, dan berhenti di hadapannya.
Julian kemudian mengangkat tangannya, dan perlahan mengelus kepala Jormungand.
Jormungand yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam karena dia tidak pernah merasakan hal seperti ini, dan hanya diam merasakan elusan tangan Julian di kepalanya.
"Aku tidak akan melepaskan Kontrak Darah Perbudakan darimu, bukannya kau ingin keluar dari tempat ini? Jadi aku tidak bisa melepaskan Kontrak itu, karena aku tidak ingin kau mengacau di dunia yang ku jaga"
Jormungand terdiam mendengar perkataan Julian, kemudian dia mengangguk karena dia sangat ingin keluar dari tempat ini.
Setelah Jormungand mengangguk, di dalam Portal itu tiba-tiba muncul sebuah peti yang mirip peti harta karun muncul di samping kanan Jormungand.
"Itu adalah hadiah untuk mu karena kau akan membawaku dari tempat ini" ucap Jormungand.
Julian mendekati peti itu, dan membukanya.
Di dalamnya terdapat beberapa botol kaca yang berisi racun Jormungand dan penawarnya, ada juga beberapa sisik dari Jormungand di sana.
'Kenapa sisik ini kecil, bukankah tubuh Jormungand itu sangat besar'
"Peti itu bisa memanipulasi ukuran dari benda yang akan di simpan di dalamnya, kau bisa memperkecil atau memperbesar ukuran peti dan benda yang di simpan di dalamnya, kau juga bisa memasukkan makhluk hidup ke dalam peti itu"
Julian yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti.
"Tenang saja, aku akan menggunakan semua itu dengan baik, dan aku juga tidak akan mengekang mu, jika kita sudah keluar dari tempat ini, kau bisa kemanapun kau mau, asal kau tidak mengacau di luar sana"
"Benarkah?" tanya Jormungand.
"Ya"
Jormungand tiba-tiba memeluk Julian erat, dan membuat Julian hampir terjatuh.
'Jika seperti ini, dia malah terlihat seperti seorang anak kecil daripada monster… Sena, bisa kau tampilkan status Jormungand?"
...STATUS...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Nama : Jormungand...
...Ras : Ancient Snake...
...Title : Child of the God of Darkness, Destruction Monsters, Ancient Snake Legend...
...Element : Dark, Water, Fire...
...HP : 32.000.000.000...
...MP : 16.000.000.000...
...skill :...
...Water Bomb, Water Spear, Water Tornado, Water Barrier, Shadow Snake, Paralyzing Poison, Sleep Poison, Destroying Poison, Freezing Poison, Stone Poison, Dark Manipulation, Fire Tornado, Fire Area, Fire Barrier, Dark Armor… Lihat Selengkapnya....
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
'Sena, bukankah kau mengatakan jika levelnya 90.000?'
[Sena mengatakan 90.000+ bukan 90.000, bukankah 96.000 masih termasuk 90.000 lebih?]
'…'
"Apa kau akan membawaku keluar sekarang?" tanya Jormungand.
"Ya, setelah membuat nama untukmu, tidak mungkin kau ku panggil Jormungand di luar sana"
"Kalau begitu, Zora Jetta Edna"
"Nama itu…"
"Itu nama pemberian Ibuku, sedangkan Jormungand diberikan oleh Ayahku" ucap Jormungand, dan kita akan panggil Zora untuk seterusnya.
"Baiklah, aku akan memanggilmu Zora mulai sekarang" ucap Julian.
Mereka berdua kemudian keluar dari Portal Monster itu setelah Julian menyimpan Peti yang diberikan oleh Zora sebelumnya.
Setelah diluar, Portal Monster langsung tertutup dan menghilang.
'Sena, apa yang lain belum tiba'
[Mereka tidak akan datang kemari Master, beberapa saat setelah Jormungand menjadi pelayan Anda, Portal Monster lainnya dari Rank rendah sampai yang tinggi tiba-tiba mengalami Break, dan Pengguna sistem lain sedang membunuh semua Monster yang keluar dari Portal]
'Kenapa kau tidak memberitahu ku dari tadi Sena!'
[Maaf Master, saat ini kondisi masih terkendali, dan hanya ada beberapa korban yang terluka karena para pemilik sistem lainnya bergerak cepat untuk memusnahkan monster]
"Ayo pergi, tapi sebelum itu, bisa kau sembunyikan tanduk mu itu?" tanya Julian sambil memegang pundak Zora, dan Zora hanya mengangguk, setelah itu mereka menghilang dari sana.
Julian dan Zora muncul kembali di kamar Julian.
"Ikut aku"
Julian keluar dari kamarnya, dia melihat jika Ibunya masih berada di ruang tengah menunggunya.
"Ibu" panggil Julian.
Vinie yang mendengar suara putranya langsung menengok ke arah sumber suara.
"Kau sudah kembali?"
"Ya, tapi aku akan pergi lagi setelah ini"
"Karena monster yang tiba-tiba bermunculan?"
"Bagaimana Ibu mengetahuinya?"
"Beberapa berita menampilkan situasi di luar yang sedang kacau, ada beberapa yang terluka tapi tidak ada korban, dan mereka mengatakan jika ada beberapa orang yang membunuh semua Monster itu sendirian ataupun dalam kelompok"
"Itu mungkin Guild Eternity, Ibu juga pasti tau, aku juga bagian dari mereka"
'Sena, apa kau bisa menghubungi menara dan perintah kan mereka, jika ada beberapa yang sudah cukup kuat untuk membunuh monster, kirimkan mereka untuk membantu membunuh monster yang tersisa'
[Baik Master]
"Ibu, aku akan pergi sekarang, Zora kau akan ikut denganku?" tanya Julian.
"Tentu saja" ucap Zora.
Vinie yang sebelumnya hanya fokus kepada Julian, sekarang melihat ke arah belakang Julian.
Terlihat gadis cantik di sana.
'Oh, apakah dia kekasih putraku? Apa dia calon menantu ku?' pikir Vinie.
Jika Julian mendengarnya, sudah pasti Julian akan dengan tegas mengatakan jika Zora bukan kekasihnya.
Biarlah kesalahpahaman itu terungkap seiring berjalannya waktu.