The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
44



"Apa ada yang ingin kalian sampaikan? Jika tidak, aku akan pergi dan menutup celah dimensi ini" ucap Lucifer.


"Teman-temanku sebelumnya mengatakan jika ada makhluk lain yang masuk ke dalam sini, aku tidak tau ada berapa banyak yang keluar dari celah dimensi ini" ucap Julian.


"Aku akan mengeceknya nanti" ucap Lucifer sambil masuk ke dalam celah dimensi, dan celah dimensi itu langsung menutup.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang? Monster sudah dimusnahkan, Portal juga sudah dibereskan, tinggal beberapa lagi yang belum diselesaikan"


"Aku akan mencoba menyegel kembali Portal yang masih tersisa, lebih baik istirahat dulu, lagipula kita harus mulai berbenah untuk guild, karena saat orang-orang dari menara semuanya keluar, mereka butuh tempat untuk menukarkan barang yang mereka dapat dari Portal Monster" ucap Julian.


"Kita sebut diri kita sebagai Player karena memiliki sistem yang benar-benar mirip game, dan orang-orang yang keluar dari menara sebagai Hunter" ucap Narin.


"Kenapa harus Hunter? Tidak ada yang lain, sebutan itu benar-benar mirip seperti yang ada di dalam novel atau komik" ucap Dimas.


"Lalu kita panggil apa?" tanya Narin.


Dimas yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya.


"Entahlah" ucap Dimas.


"Dasar! Jika tidak tau harusnya diam saja, bukannya membantu malah memusingkan!" teriak Narin, setelah itu langsung memukul kepala Dimas.


Julian yang melihat pertengkaran kecil itu hanya tersenyum saja.


"Bukankah lebih baik kita buat asosiasi dulu? Jika tidak maka pemerintah akan mengambil semuanya" ucap Julian.


"Kau benar, Guild kita sudah dikenal oleh dunia, kita juga harus membuat sebuah asosiasi yang bisa digunakan Hunter untuk mendaftar, kita juga harus membuat sebuah peraturan di mana dilarang menggunakan kekuatan mereka kecuali di dalam Portal, tapi ini ada pengecualian untuk para Healer, mereka masih bisa menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan orang lain, jika mereka melanggar akan ada hukuman dan sanksi" ucap Narin panjang lebar.


"Lagipula dunia ini akan berubah, di mana yang kuat dihormati, jadi sebisa mungkin kita harus menunjukkan bahwa kita layak untuk gelar yang kita miliki" ucap Haru dan di setujui oleh Julian, Narin, dan Dimas.


"Kalau begitu kita akan membicarakan lagi semuanya dengan yang lain, kita mungkin harus membangun asosiasi itu tak jauh dari menara" ucap Julian.


"Kau benar, jadi mereka yang sudah keluar dari menara bisa langsung mendaftarkan diri sebagai Hunter" ucap Narin.


"Jadi?" tanya Haru.


"Kita akan menguasai seluruh Portal di dunia ini, apalagi Julian adalah pemilik sah semua Portal itu" ucap Narin.


"Hah?! Kau gila? Dunia tidak akan membiarkannya!" ucap Dimas.


"Dunia memang tidak akan membiarkannya, tapi selama Guardian tidak mengizinkan orang lain memasuki Portal, bukankah mereka hanya bisa diam? Semua Portal di dunia ada di genggaman Julian, akan mudah bagi kita untuk menguasai semuanya" ucap Haru sambil menyeringai, diikuti Narin yang ikut menyeringai mendengar perkataan Haru.


'Di mana Narin dan Haru yang pemarah dan humoris! Kenapa mereka tiba-tiba berubah menjadi licik seperti ini' pikir Dimas saat melihat Narin dan Haru yang sedang menyeringai dengan pikiran licik mereka.


Julian juga hanya bisa diam.


'Mereka berdua benar-benar berubah, dan sepertinya mereka memang cocok menjadi pasangan' pikir Julian ketika melihat Narin dan Haru.


"Ekhem, kalau begitu, aku akan kembali sekarang, lagipula aku belum membuat makanan untuk adik-adik ku" ucap Dimas.


"Oke! Sampaikan rinduku pada adik-adikmu ya!" ucap Haru sambil tersenyum.


"Aku juga!" ucap Narin.


Setelah itu Dimas langsung pergi dari sana.


"Kalau begitu, aku juga pergi sekarang" ucap Julian, dan sedetik kemudian langsung menghilang, meninggalkan Narin dan Haru berdua di sana.


"Uhuk! Ingin makan dulu di suatu tempat sebelum kembali?" tanya Haru kepada Narin.


Narin hanya mengangguk, mengiyakan ajakan Haru.


Setelah itu Harus membawa Narin ke rumahnya yang ada di Hawaii, memangnya masih ada restoran yang buka setelah semua hal ini terjadi?


Jadi Haru membawa Narin ke rumahnya, dan berencana memasakkan Narin sesuatu yang enak.


...~★~...


Di tempat Julian saat ini, lebih tepatnya di rumah kaca yang ada di Hotel Gillan.


"Oh, kau sudah kembali?" tanya Zora.


"Ya"


"Makan!"


"Hah?"


"Aku ingin makan" ucap Zora.


"Bukankah selama membunuh monster kau juga memakan mereka?"


"Aku ingin makanan enak, lagipula daging monster itu tidak terlalu enak, tidak ada rasanya, kadang ada yang pahit atau dagingnya terlalu asin" ucap Zora.


Julian tidak tahu rasa daging monster itu bagaimana karena tidak pernah memakannya.


Jadi, Julian membeli beberapa makanan dari sistem, setelah itu muncul sebuah meja besar dengan banyak makanan di atasnya.


Meja itu muncul tepat dihadapan Zora.


"Hahaha! Selamat makan!" ucap Zora dan langsung makan dengan lahap.


"Ha~" Julian menghela napas ketika melihat Zora yang makan dengan rakus.


Julian kemudian mengambil sebuah kursi dan duduk di seberang Zora, dan langsung ikut makan.


Setengah dari meja itu langsung habis dalam sekejap, sedangkan Julian makan tidak terlalu banyak, dan sisanya Zora makan sampai habis.


Setelah makanan habis, meja itu langsung menghilang.


"Wow! Sangat enak! aku menginginkannya lagi besok!" ucap Zora membuat Julian pusing.


'Untung saja ada sistem, kalau tidak aku akan rugi jika dia makan sebanyak itu setiap hari' batin Julian.


Melihat ke arah Zora, Julian hanya bisa menghela napas ketika melihatnya tertidur dengan berbaring di bangku taman itu.


Julian memutuskan untuk mengangkat Zora, dan membawanya menuju ruangan yang sebelumnya di gunakan oleh Rin.


Setelah menidurkan Zora di kasur, Julian memilih untuk masuk ke Hotel Gillan.


Mengecek sekitarnya, Julian melihat ada beberapa kerusakan pada dinding hotel.


Berjalan keluar hotel, Julian melihat bahwa sekitarnya hancur.


"Bukankah tidak ada Portal Monster di dekat sini?" gumam Julian.


[Itu memang benar, tapi semua ini ulah Zora]


"Apa?"


[Waktu Zora sudah selesai membunuh semua monster yang dia lihat, aku ingin menteleport dia langsung ke rumah kaca, tapi dia hanya menanyakan koordinat tempat saja dan mulai berlari dengan cepat menyebabkan daerah yang dilaluinya hancur]


"Tidak ada yang terluka kan?"


[Tidak ada, karena setiap tempat yang dia lewati sudah aku pasang pelindung, tapi itu tetap hancur, jadi aku langsung memasang pelindung itu di setiap orang di sekitar]


"Apa semua orang pergi ke tempat pengungsian?"


[Ya, pemerintah membangun kamp pengungsian tak jauh dari sini, para tentara juga dikerahkan untuk melindungi pengungsian itu, dan sebagian lagi bertugas untuk membunuh monster yang ada di sekitar]


"Sudah pasti setelah mereka melihat semua ini, mereka akan menghubungi kami atau orang-orang yang keluar dari menara, berarti kami harus bergerak lebih cepat dari mereka" gumam Julian.


"Sena, hubungi orang-orang yang keluar dari menara, dan kumpulkan mereka di sini lusa, besok kita gunakan untuk memperbaiki hotel dan beberapa bangunan di daerah sini" ucap Julian, memerintah Sena.


[Baik!]