
'Master, kenapa Anda menarik ku ke sini!' telepati Sena kepada Julian.
'Maaf Sena, tubuhku bergerak sendiri'
Mereka berdua hanya bisa diam dan patuh kepada Jormungand.
Jormungand sudah menurunkan Julian ke tanah, memadatkan racun yang menggenangi tanah di sekitar Julian dan Sena, jadi Julian berdiri di atas racun yang sudah di padatkan itu.
Jormungand bisa memanipulasi racun miliknya menjadi berupa cairan, asap, atupun padat.
'Sena, berapa level Jormungand sebenarnya?'
'Jormungand memiliki level 90.000+'
'Apa kau bisa mengalahkannya Sena?'
'Tidak, dalam hal kekuatan, sistem memang lebih kuat dari tuannya, tapi hanya lima kali lebih kuat, tidak lebih, jadi mustahil bagi saya untuk mengalahkannya'
'Jadi, kita hanya pasrah menunggu kematian…'
'Saya sudah menghubungi pemilik sistem yang lainnya, dan juga mengirim koordinat portal ini, mungkin ada yang bisa membantu kita nanti'
"Kau makhluk apa sebenarnya?" tanya Jormungand kepada Sena.
"Saya adalah makhluk yang diciptakan dari ketiadaan, Pencipta saya dirahasiakan dalam ingatan yang saya miliki"
"Apa kekuatan mu?"
"Saya bisa terikat dengan sebuah makhluk hidup, dan bisa memberikan kekuatan padanya, semakin dia kuat, saya juga akan tumbuh lebih kuat, bisa dikatakan saya berbagi kekuatan dengan makhluk yang sudah terikat"
"Ho~, Dan kau terikat dengan anak ini?"
"Ya"
"Nama?"
"Namaku E’S 1.0.0.0, bisa dipanggil juga Sena"
'E’S?' bingung Julian.
'Itu singkatan dari Eternity System, Master'
"Nama yang unik"
Sena hanya mengangguk.
'Kenapa ini malah seperti sesi tanya jawab?' pikir Julian ketika Jormungand bertanya dan Sena menjawab.
"Dan kau, siapa namamu?"
"Julian Gillan Vyno"
"Gillan… kau seorang bangsawan?" tanya Jormungand, membuat Julian bertanya-tanya.
"Apa maksudnya?"
"Hm? Apa kau bukan bangsawan? Di duniaku dulu, ada bangsawan dengan nama Gillan, lebih tepatnya keluarga kekaisaran"
"Mungkin hanya kebetulan saja, tidak mungkin aku ada hubungannya dengan mereka"
"Mungkin benar, yang menjadi ciri khas Kekaisaran itu adalah hanya akan terlahir satu Pangeran yang akan menjadi penerus Kaisar selanjutnya, dan lagi kekaisaran itu sudah runtuh karena kekaisaran lain bersatu untuk menyerang kekaisaran itu"
"Hanya akan ada satu anak laki-laki yang terlahir di kekaisaran itu? Dan lagi, kenapa Kekaisaran lain menyerang Kekaisaran itu?" tanya Julian memastikan.
"Entahlah, mungkin mereka hanya takut Kekaisaran itu menyerang Kekaisaran mereka karena Kekaisaran itu memiliki pasukan tempur yang tinggi, apalagi banyak orang-orang berbakat yang lahir di Kekaisaran itu dan membuat kekaisaran itu lebih maju dari kekaisaran lainnya… Apa ada masalah dengan struktur keturunan kekaisaran itu?"
"Tidak, hanya saja, itu mirip dengan Keluarga Gillan ku, hanya akan ada satu anak laki-laki yang lahir di keluarga Gillan"
"Ho~, sepertinya keluarga Gillan kalian memang memiliki hubungan dengan Kekaisaran Gillan itu"
Perkataan Jormungand membuat Julian terdiam.
'Kekaisaran Gillan? Bahkan namanya sama dengan keluarga ku, Gillan' pikir Julian.
"Hahaha! Aku jadi ingin meneliti darah kalian karena hal itu!"
Sebuah cahaya kemudian menyinari tubuh Jormungand, Julian dan Sena hanya bisa menutup mata mereka karena silau.
"Kalian bisa membuka mata kalian sekarang" ucap Jormungand.
Julian dan Sena langsung membuka mata, apalagi ketika mendengar suara Jormungand yang sebelumnya berat dan mengintimidasi sekarang berubah menjadi suara kekanak-kanakan.
Melihat sosok Jormungand berubah, Julian menatap tak percaya padanya.
Saat ini terlihat seorang gadis kecil dengan rambut hitam panjang, mata besar yang berwarna merah keemasan menatap Julian tajam, dan tingginya hanya sepinggang Julian.
'Entah kenapa dia terlihat imut' pikir Julian ketika melihat Jormungand berubah menjadi wujud menggemaskan di mata Julian.
Saat Julian menatap mata Jormungand, Julian merasakan intimidasi yang kuat, tapi di sisi lain dia terlihat imut, membuat Julian tidak berhenti menatapnya.
"Sudah selesai menatapku, dasar makhluk lemah!" teriak Jormungand.
'Kata-katanya terlalu kejam untuk seorang anak kecil'
"Apa aku boleh pergi sekarang?" tanya Sena, karena dia sudah lelah berdiri terus di sana.
Jormungand dan Julian hanya mengangguk, Sena langsung menghilang dari tempat itu meninggalkan mereka berdua dengan suasana yang mencekam.
"Bawa aku keluar dari sini" ucap Jormungand.
"Huh?"
"Aku bilang bawa aku dari tempat ini" ucap Jormungand mengeluarkan aura membunuhnya, membuat Julian sulit bernapas.
"Ba-baiklah…"
Jormungand langsung menghilangkan aura membunuhnya, dan mendekati Julian.
"Apa kau bisa berubah menjadi sedikit lebih dewasa dari wujud mu saat ini?" tanya Julian.
"Huh?! Cara bicaramu mulai tidak sopan padaku" ucap Jormungand dingin.
"Maaf" Julian hanya bisa meminta maaf karena dia masih sayang nyawanya.
Tubuh Jormungand kembali bercahaya, dan terlihat seorang gadis seusia dengan Julian, rambut hitam panjang yang lurus, mata berwarna merah keemasan, tingginya sebahu Julian, dan yang paling mencolok darinya adalah dua buah tanduk di kepalanya.
Setelah berubah, Jormungand mendekati Julian.
Tanpa aba-aba, Jormungand mencengkeram dagu Julian dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya berada di bahu Julian.
Jormungand membuka mulut Julian, dan langsung mencium tepat di bibirnya, memasukkan lidahnya ke dalam mulut Julian.
Julian ingin melepaskan diri, tapi bahunya dicengkeram kuat oleh tangan Jormungand.
Perbedaan kekuatan mereka membuat Julian tak bisa apa-apa.
Saat mencoba melepaskan diri, Julian merasakan sesuatu yang asin, anyir, dan bau besi memasuki indera pengecapnya.
'Darah?' pikir Julian ketika merasakan sesuatu yang tak asing.
Julian dulu sering terluka saat sedang memasak, dan hanya mengemut luka itu agar pendarahannya berhenti, baru memasangkan plester di lukanya itu, jadi Julian tahu bagaimana rasa dari darah.
Saat darah Jormungand memasuki indera perasanya, Julian terkejut karena lama-kelamaan rasa darah itu berubah menjadi manis, bau anyir dan besi juga menghilang.
Tanpa sadar Julian menelan darah itu, dan Jormungand juga melepas ciumannya dengan Julian.
Setelah menelan darah itu, Julian merasakan jika tenggorokannya terasa sangat panas seperti terbakar, dan rasa terbakar itu perlahan menyebar ke seluruh tubuhnya.
Julian mencoba berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar.
Jormungand kemudian menyentuh pergelangan tangan kiri Julian dengan jari telunjuknya,
Sebuah gelang tiba-tiba muncul di pergelangan tangan itu.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Entitas lain mencoba menjadikan Master sebagai budaknya!...
...Membalikkan Kontrak Darah Perbudakan kepada Entitas itu!...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
'Apa, Kontrak Darah Perbudakan?!' Julian menatap tajam ke arah Jormungand.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...BERHASIL!...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
'Hah?!' setelah notifikasi dari sistem, rasa terbakar di seluruh tubuhnya menghilang.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Jormungand sekarang adalah budak Anda!...
...Segel Perbudakan hanya bisa di lepas oleh Tuannya atau orang yang sudah memasang segel itu!...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
Yang merasakan rasa terbakar itu sekarang adalah Jormungand.
"Bagaimana bi… sa kau mem… balikkan Kontrak Darah Perbudakan!"
Jormungand kemudian berteriak keras, rasa amarah dan kebencian menguasainya.
Saat tubuhnya sudah tidak terasa terbakar lagi, Jormungand langsung menyerang ke arah Julian.
Tapi, saat tangannya beberapa inci lagi di leher Julian, tangannya tiba-tiba berhenti.
Jormungand terus menyerang Julian, tapi lagi-lagi serangannya tidak bisa menyentuh Julian, bahkan dia sudah menggunakan semua yang dia miliki, dari sihir, serangan fisik, bahkan racunnya, tapi semua itu tidak bisa melukai Julian.
Jormungand hanya bisa menggerakkan giginya, dia tidak menyangka jika Kontrak Darah Perbudakan akan berbalik padanya.
Kontrak Perbudakan bersifat mutlak, sang budak hanya bisa menuruti perintah Tuan mereka, dan tidak bisa menyerang Tuannya.
Julian yang mengetahui semua itu hanya berdiri diam karena tahu jika Jormungand tidak bisa membunuhnya.
Walaupun Julian terlihat tenang, tapi tidak dengan jantungnya, detakan jantungnya sangat cepat, bahkan Julian bisa merasakan dan mendengarnya.
'Walaupun aku tidak bisa dia bunuh, aura intimidasi dan membunuhnya membuat tubuhku merinding' pikir Julian ketika melihat aura hitam pekat yang keluar dari tubuh Jormungand.
.......
.......
.......
.......
.............
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________...
...Jormungand...
...Jormungand wujud manusia...
...Gelang yang muncul di pergelangan tangan kiri Julian...
...Sorry lama gak up, semua ilustrasi karakter untuk cerita ini tiba-tiba ilang semua, jadi agak lama buat nyari lagi....
...Semua ilustrasi yang ada di galeri hp ilang, jadi ya… gitu :v...
...Apalagi udah ada banyak ilustrasi yang di simpan di galeri (╥﹏╥)...