The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
51



Beberapa bulan sudah terlewati, sekarang sudah genap 1 tahun ketika pertama kali Portal Monster muncul mengejutkan seluruh dunia.


Selama itu pula Guild Eternity berkembang menjadi Guild besar.


Pemerintah juga membuat asosiasi Hunter, dan merekrut para Hunter Rank tinggi.


Bahkan pemerintahan di setiap negara ingin mengakuisisi Guild Eternity karena semua Hunter yang bergabung dengan Guild itu sangat kuat, walaupun mereka memiliki Rank rendah, para Hunter itu di masa depan akan selalu terkenal dan menjadi sangat kuat, bahkan lebih kuat dari mereka para Hunter dengan Rank tinggi.


Rigel dan Julian terkenal di seluruh dunia sebagai Pemimpin dan Wakil Pemimpin Guild terkuat, dan Guild Eternity menjadi Guild nomor 1 sebagai Guild terbesar dan terkuat.


Guild Eternity menjadi Guild terbesar bukan tanpa alasan.


Semua para petinggi Guild adalah orang kaya, jadi mana mungkin Guild mereka tidak menjadi Guild terbesar?


Apalagi Julian yang memiliki banyak uang, walaupun Sena masih tertidur, Julian masih bisa membeli barang di shop dan menukarkan poin dengan uang.


Julian mengetahui itu ketika dia sedang mengotak-atik ponselnya, Aplikasi Eternity masih bisa dibuka dan berjalan seperti biasanya, dan Julian langsung tahu jika dia masih bisa melakukan semua hal yang sebelumnya Sena lakukan melalui ponselnya.


Ada sebuah waktu di layar bagian atas saat Julian membuka aplikasi Eternity, waktu itu menunjukkan 3650 hari atau 10 tahun.


Julian tidak tahu apa maksud waktu di sana, ada beberapa hal di dalam pikirannya.


Yang pertama adalah, itu adalah waktu di mana Sena akan tertidur panjang, dan akan aktif kembali 10 tahun kemudian.


Yang kedua, itu adalah waktu di mana dia bisa menggunakan sistem, atau bisa dibilang Sena akan menghilang selamanya, dan ini hal yang tidak diinginkan Julian.


Yang ketiga, adalah waktu itu menunjukkan berapa lama dia bisa menggunakan kekuatan dari sistem, dan setelah itu dia hanya bisa menggunakan kekuatan dari Pohon Kehidupan dan Guardian saja.


Yang terakhir, Julian berpikir itu adalah waktu di mana dunia ini tidak sanggup lagi menahan kekuatan dan kehancuran yang akan terjadi di masa depan nanti.


Saat ini, Julian berada di ruangannya yang berada di Guild Eternity, menghela napas lelah.


Julian dikenal sebagai Hunter terkuat dan paling tampan di antara Hunter lainnya, bahkan banyak yang mengatakan jika dia lebih tampan dari para artis, aktor, atau selebriti di seluruh dunia.


Banyak orang yang mengatakan jika ketampanannya itu tidak logis, apalagi rambut putih panjang milik Julian dan mata emasnya membuat orang-orang berpikir jika Julian adalah Dewa atau Malaikat yang turun ke bumi.


Julian juga pernah dihubungi oleh para Dewa, mengundangnya untuk menjadi salah satu dari mereka.


Tentu saja dengan tegas Julian menolaknya, hanya beberapa kata yang Julian lontarkan membuat para Dewa marah dan tidak pernah menghubunginya lagi, kata-kata itu adalah.


"Bergabung dengan kalian? Kalian bercanda?! Aku lebih kuat dari kalian, kenapa aku harus bergabung untuk menjadi Dewa jika Ras, Gelar, kekuatan, dan tingkatan ku lebih tinggi dan kuat dari kalian?"


Semua itu adalah apa yang Julian katakan kepada para Dewa itu, bahkan Julian mengancam para Dewa, jika mereka berani menyentuh keluarga dan orang-orangnya, Julian tidak akan segan menemui dan membunuh mereka sampai mereka menghilang dari semesta.


Tentu saja kata-katanya membuat para Dewa geram.


Sampai saat ini belum ada lagi Dewa yang menghubungi Julian.


Guild Eternity memiliki beberapa tim maskot, Tim maskot pertama terdiri dari Raven, Laveer, Ivander, dan Bastiaan, di antara hewan lain yang terikat dengan Julian, mereka berempat adalah yang paling kuat karena mereka dulunya adalah manusia, apalagi dengan 2 orang dengan pikiran licik di tim itu, yaitu Raven dan Laveer, apalagi Ivander yang seorang ahli strategi, dan Bastiaan dengan kecepatan dalam membunuh lawannya membuat tim itu menjadi maskot utama Guild.


Bukan hanya itu, mereka berempat biasanya ikut ke dalam Portal dengan para Hunter Guild Eternity lainnya untuk ikut berburu, serta meningkatkan kekuatan dan pengalaman tempur mereka.


Tim kedua ada Eira, Ashla, Frost, Finn, dan Tessa. Dan tim terakhir adalah kelima burung Phoenix, mereka sudah tumbuh menjadi burung yang indah dan selalu menempel dengan Julian.


Tok! Tok! Tok!


Seseorang membuka pintu, dan masuk ke dalam ruangan Julian, dan terlihat seorang wanita 30 tahunan.


"Wakil ketua, perwakilan dari Guild Golden Lion sudah datang" ucap wanita itu.


"Suruh mereka menunggu, aku akan bersiap dulu" ucap Julian.


Wanita itu kemudian menundukkan tubuhnya dan langsung pergi dari ruangan Julian.


Julian merapikan jas yang dipakainya, mengambil beberapa dokumen, dan berjalan keluar dari ruangannya menuju ruangan di mana perwakilan Golden Lion berada.


Ketika masuk, ada 3 orang yang duduk di sofa ruangan itu.


"Tuan Julian" ucap salah seorang dari mereka.


"Hm" Julian duduk di seberang mereka.


Meletakkan dokumen yang dia bawa sebelumnya di atas meja.


"Kalian benar-benar ingin mengakhiri kontrak dengan Guild Eternity?" tanya Julian.


"Ah, ya, Ketua Guild baru kami mengatakan jika Guild Golden Lion akan mengakhiri kontrak dengan Guild Eternity, kami tidak bisa menolak perintahnya" ucap orang itu lagi.


"Dia bodoh" ucap Julian, membuat ruangan itu hening, bahkan para perwakilan Golden Lion juga setuju dengan ucapan Julian.


"Kontrak kerjasama antara Guild Eternity dan Guild Golden Lion akan berakhir 1 bulan lagi, apa benar akan mengakhirinya sekarang?"


"Ya, Ketua Guild ingin mengakhirinya sekarang" ucap salah seorang yang lain.


"Berikan kontrak kalian"


Dokumen yang dipegang oleh orang kedua langsung diberikan kepada Julian.


Setalah mengambil dokumen itu, Julian langsung bangkit dan keluar dari ruangan.


Ketiga orang di dalam menghela napas lega karena ketika Julian datang, udara dan tekanan di sana terasa sangat berat.


"Yo Julian! Apa kau sedang sibuk?" tanya Dimas yang tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang.


"Tidak, aku senggang sekarang" ucap Julian.


"Ingin ikut denganku dan yang lainnya berburu Portal Monster?" tanya Dimas.


Para pemilik sistem ketika ingin menyelesaikan Portal Monster, mereka menyebutnya dengan berburu, karena mereka pasti akan mendapatkan sesuatu yang berharga, mau itu benda, skill, buku, atau yang lainnya.


Dan beberapa hari yang lalu, mereka menemukan sebuah Portal Monster itu memiliki Rank-SSS, tapi masalahnya adalah portal itu terkunci, dan terdapat lubang kunci di gerbang untuk masuk ke dalamnya.


Mereka semua khawatir jika ada yang menemukan kuncinya dan tidak sengaja membuka portal itu, monster mengerikan yang ada di dalamnya akan menjadi teror bagi dunia, jadi sekarang para pemilik sistem lebih sering berbulu Portal Monster untuk menemukan kuncinya.


'Sena, jika kau berada di sini, mungkin kau akan sangat membantu kami menemukannya, bahkan sekarang ada beberapa sistem yang nonaktif ketika tidak bisa merasakan keberadaan mu lagi' batin Julian.


Kehadiran Sena sudah dianggap sebagai pemimpin oleh para sistem, walaupun mereka hanya terbuat dari mesin dan angka, mereka juga memiliki pemimpin, dan karena Sena adalah sistem paling canggih dan kuat, sistem yang lainnya menganggap Sena adalah induk dan inti mereka.