
Keesokan harinya.
Julian turun menuju ruang makan, karena sudah lama dia tidak makan bersama keluarganya.
"Pagi" ucap Julian.
"Oh, pagi" ucap Vivian dan Violan.
"Pagi juga, duduklah, sudah lama kau tidak ikut makan dengan kami" ucap Nattan.
Julian mengangguk, dan langsung duduk di kursinya.
Julian mengambil piring dan makanannya, setalah itu makan dengan tenang.
Tidak ada yang berbicara di ruang makan itu, hanya ada suara dentingan sendok dan piring.
Setelah makan, Nattan pamit untuk langsung pergi ke kantornya, Vivian dan Violan juga pergi ke sekolah karena itu bukan hari libur, menyisakan Vinie dan Julian yang saat ini duduk di ruang tengah sambil menyalakan TV.
"Sampai kapan kau akan di rumah terus, kau harus pergi sekolah juga" ucap Vinie kepada Julian.
"Aku juga tidak tau, banyak masalah belakang ini, dan Sena juga mengatakan ada Portal Monster Rank-S yang muncul, jadi aku harus menutup Portal Monster itu"
"Bisakah kau di sini sehari saja menemani Ibumu ini?"
"Jika Ibu mau, Ibu bisa ikut denganku, tapi harus tetap di sampingku" ucap Julian.
"Benarkah?" Vinie menatap Julian, sedangkan yang ditatap hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu ayo pergi sekarang!" teriak Vinie bersemangat.
"Ibu, ingat umurmu"
PAK!
Vinie memukul kepala bagian belakang Julian kesal karena mengebutnya tua.
"Ibumu ini masih 38 tahun, jadi belum terlalu tua!"
Tanpa menjawab apapun, Julian menyentuh pundak Ibunya, dan langsung berteleport tepat di depan Portal Monster Rank-S.
Vinie yang tidak siap langsung merasa pusing dan mual karena baru pertama kali melakukan teleport.
"Ugh, sebaiknya beritahu Ibu dulu jika akan pusing dan mual seperti ini" ucap Vinie saat merasakan perutnya sangat mual.
"Maaf" ucap Julian sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Dasar anak durhaka!"
"Ibu, jika aku mati apa Ibu akan sedih?" tanya Julian tiba-tiba.
Vinie yang mendengar pertanyaan itu hanya menatap Julian.
"Kenapa menanyakan hal seperti itu? Tentu saja aku akan sedih karena kau anak ku!" ucap Vinie.
Julian yang mendengar itu merasa hatinya menjadi hangat.
"Ayo Bu, aku akan memperlihatkan mu sesuatu yang selalu aku lakukan belakangan ini" ucap Julian.
Julian masuk ke dalam Portal Monster Rank-S itu, diikuti Vinie di belakangnya.
Julian terkejut karena dia terjatuh dari atas langit, dan langit yang gelap.
Julian langsung merentangkan sayapnya, dan mencari keberadaan Ibunya.
Setelah ketemu, Julian terbang ke arah Ibunya, dan menangkap tubuh Vinie.
"Ibu, kau tak apa?"
"Huft, itu membuatku takut, aku pikir aku akan mati saat terjatuh dari langit"
"Aku tidak akan membiarkan itu, jika terjadi apa-apa padamu, aku pasti akan dimarahi Ayah"
...[❗❗❗]...
"Sena, ada apa?"
[Rank Portal berubah menjadi SSS! Sebaiknya Master segera membawa Ibu Anda keluar, di sini akan sangat berbahaya!]
"Ibu, aku akan membawamu kembali!"
"Apa yang terjadi?"
"Rank Portal berubah, dan menjadi sangat berbahaya"
Julian langsung terbang ke arah pintu masuk portal, dan keluar dari sana.
Setelah itu Julian berteleport ke rumahnya.
"Ibu, aku akan segera kembali" ucap Julian dan langsung berteleport kembali ke tempat Portal Monster Rank-SSS berada.
Tanpa pikir panjang, Julian masuk ke dalam portal itu.
Membiarkan tubuhnya jatuh dari ketinggian, setelah beberapa saat, Julian mendarat di tanah yang terdapat air setinggi lututnya.
[Master itu adalah racun dari Jormungand, ular raksasa yang panjangnya puluhan kilometer]
"Racun…"
Julian mendongakkan kepalanya, dan terlihat sepasang mata merah menyala menatapnya.
Suara desisan ular terdengar jelas di telinga Julian.
'Ini Jormungand?'
[Master bodoh! Kenapa Anda masuk lagi ke sini? Level Anda terlalu rendah untuk bisa mengalahkannya]
'Dia memiliki akal kan?'
[Tentu saja, Monster dengan level ribuan memiliki akal sendiri, jadi mereka lebih pintar dari monster biasa, bahkan ada yang lebih pintar dari manusia]
'Begitu ya'
Julian terus menatap Jormungand, walaupun tubuhnya sudah bergetar karena perbedaan level dan kekuatan yang dimilikinya.
Di dalam Portal, Julian tidak bisa leluasa menggunakan kekuatan Guardian, dan lagi, kekuatan Guardian akan dibatasi jika masuk ke dalam Portal Monster.
Karena itu Guardian lebih memilih menyegel Portal Monster dari pada masuk ke dalamnya untuk menutup Portalnya.
"Anda Jormungand?"
"Ya, dan kau siapa? Kau terlihat seperti manusia, tapi memiliki darah kadal besar itu dan juga darah burung sialan itu"
'Hah? Kadal besar? Burung sialan? Apa maksudnya?!' teriak Julian kesal karena pikirannya.
[Jormungand sangar membenci Naga dan Phoenix, karena kedua ras itu selalu membuatnya terancam, dan juga dia marah karena dulu ada beberapa dari ras Naga dan Phoenix ingin mengambil wilayahnya]
"Aku juga tidak tau aku ini apa, sebelumnya aku hanya manusia biasa, tapi entah kenapa aku bisa memiliki kedua darah itu di tubuhku" ucap Julian.
Julian menampilkan wajah datarnya, karena itu satu-satunya ekspresi yang sulit untuk dibaca.
"Kau tak berbohong kan?" tanya Jormungand.
Julian menggelengkan kepalanya, lagian itu tak sepenuhnya salah, hanya saja dia mendapat darah itu dari sistem miliknya.
"Tubuhmu sangat aneh, bisa menampung dua energi yang berbeda, dan ada satu lagi energi, tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas"
Jormungand mendekati tubuh Julian, dan tubuhnya langsung melilit tubuh Julian.
"Kau… Guardian" ucap Jormungand, dan itu membuat tubuh Julian menegang.
"Aku benar kan? Tapi, kau terlalu lemah untuk seorang Guardian, apa kau New Guardian?"
"Ya, aku baru menjadi Guardian beberapa bulan lalu"
"Begitu ya, pantas saja kau sangat lemah" ucap Jormungand.
Sedangkan Julian, entah kenapa hatinya terasa sakit, biasanya orang-orang akan berkata jika Julian sangat kuat, bahkan para Dewa takut padanya.
Tapi, saat ada yang lebih kuat darinya, Julian tidak bisa berkata apa-apa.
Julian tidak bisa melakukan apa-apa karena tekanan yang dia rasakan saat berada di dekat Jormungand itu.
[Master tenang saja, walaupun Anda mati, Anda akan hidup lagi 1 jam kemudian karena memiliki Bola Kehidupan di jantung Anda]
'Sena, seharusnya kau menyemangati ku, bukannya mengatakan hal seperti itu'
"Kau sedang berbicara dengan siapa?"
"Tidak dengan siapapun kecuali Anda"
"Tidak, kau seperti sedang berbicara dengan seseorang di pikiran mu"
'Sena…'
[Tidak!]
Sebuah portal hitam muncul di samping Julian, dan Julian memasukkan tangannya ke sana.
Sesuatu di tarik oleh Julian.
"Aku berbicara dengannya" ucap Julian sambil mengangkat Sena ke depan.
"Eh?"
Sena terkejut karena Masternya bisa menciptakan Portal yang terhubung langsung dengan dimensi sistem, di mana semua Sistem Eternity berada.
Mungkin karena sangat panik, Julian tanpa sadar membuat Portal yang terhubung dengan dimensi sistem, efek terlalu panik membuat siapa saja tanpa sadar bisa melakukan apapun.
"Kenapa Master menarik ku!" teriak Sena.
'Ini hukuman untuk mu karena tidak membantu ku'
"Ho~ aku belum pernah melihat makhluk seperti mu"
Sena yang mendengar itu hanya meringkuk seperti seekor kelinci yang akan di mangsa oleh hewan buas.