The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
49



"Sshaaaaaahhhh"


"Apa yang kau lakukan?" tanya Raven kepada Bastiaan.


"mendesis" jawab Bastian.


"Desisan ular bukan seperti itu" ucap Raven.


"Sis sis sis?" tanya Bastiaan.


"Bukan! Memangnya kau tidak pernah mendengar desisan ular" kesal Raven.


"Tidak, setiap ada ular pasti mereka akan pergi menjauh, padahal aku hanya ingin melihat mereka dari dekat" ucap Bastiaan dengan wajah sedih.


Julian, Laveer dan Ivander menatap Raven dan Bastiaan dengan tatapan yang sulit diartikan.


Bastiaan kemudian menjulurkan lidahnya keluar dengan mulut yang masih terkatup rapat ke arah Raven.


"Hah?! Kau mengejekku!" teriak Raven.


"Apa maksudmu, bukankah ular memang selalu menjulurkan lidahnya keluar? Siapa yang mengejek mu!" ucap Bastiaan.


Raven kemudian mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah Bastiaan.


mengambil tubuh ular Bastiaan dan melemparnya ke atas.


"Huwaaaaaa! Heleeepppp, jatuh! aku jatuh! Wuaaaaaaaa!" teriak Bastiaan.


Raven kemudian meraih ujung ekor Bastiaan dan melemparnya kembali ke atas.


Terus berulang sampai beberapa kali, saat Raven meletakkan Bastiaan di tanah, Bastiaan sudah dalam keadaan pingsan.


"Kau terlihat sangat kesal" ucap Laveer dengan bibir membentuk senyuman dan matanya yang membentuk bulan sabit.


"Hah?! Kau juga mengajak ribut?!" ucap Raven.


Laveer hanya tersenyum menanggapi Raven.


Raven menggertakkan gi- paruhnya? Mm, oh… paruhnya terkatup rapat sembari menatap nyalang ke arah Laveer.


Elang tidak memiliki gigi, hanya paruh dan kuku yang tajam untuk mengoyak mangsanya.


"Julian, makhluk aneh yang kau sebut Sena sepertinya sedang tertidur" ucap Ivander.


"Tertidur?"


"Ya, sebelumnya kau mengkhawatirkannya kan? Kami mengeceknya untukmu, hawa keberadaannya masih ada, tapi sangat lemah, jika tidak tertidur, mungkin dia sedang menyesuaikan diri dengan kekuatanmu saat ini" ucap Laveer.


"Apa kekuatanku sekarang sangat kuat sampai Sena yang sebuah sistem harus menyesuaikan diri dengan ku?" gumam Julian.


"Tolong…" suara lemah tiba-tiba terdengar, membuyarkan lamunan Julian.


Saat melihat ke sumber suara, Raven terlihat tersungkur ke depan dan tubuhnya berbaring lemah di tanah dengan Bastiaan yang melilit dan menggigit lehernya.


"Rasakan bisa ular ku! Beraninya mempermainkan ku, jadi rasakan racun ku!" ucap Bastiaan kesal di sela-sela gigitannya.


Julian, Ivander, dan Laveer menatap datar ke arah mereka berdua.


Sepertinya mereka harus meningkatkan ketahanan mental mereka karena akan selalu melihat Raven dan Bastiaan akan bertengkar untuk hal sepele.


Sebelumnya ketika berada di alam bawah sadar Julian, mereka tidak pernah bertengkar, tapi kenapa setelah mereka hidup lagi sebagai hewan, mereka tiba-tiba bertengkar?


"Kau sangat lemah" ejek Laveer kepada Raven.


"Apa?!" Kesal Raven, tapi suaranya terdengar lemah.


Raven tak bisa menggerakkan tubuhnya, dan hanya pasrah berbaring di atas tanah.


Julian mendekati mereka berdua dan menarik Bastiaan, melemparnya ke arah Ivander, Ivander dengan senang hati menangkapnya dengan kedua kaki depannya, dan langsung menekan Bastiaan dengan kaki depannya yang besar.


Ivander menekan kepala Bastiaan di sela-sela kuku tajamnya, membuat Bastiaan tak bisa bergerak.


Bastiaan bergidik ngeri ketika melihat kuku-kuku tajam milik Ivander yang keluar dari kaki yang menekan tubuhnya.


Tubuh Raven diangkat oleh Julian, kemudian Julian menyentuh kepalanya, sebuah cahaya kehijauan muncul di tangan Julian, dan langsung menyelimuti tubuh Raven.


Perlahan-lahan racun di tubuh Raven menghilang, dan Raven langsung bisa bangun.


Setelah selesai, Julian menurunkan Raven, lalu mendekat ke arah satu-satunya pohon besar yang ada di sana.


"Pohon ini…" gumam Julian.


"Dia memberikan kekuatannya padamu, sekarang semua kehidupan di dunia ini ada di tanganmu, selama kau masih tetap hidup, makhluk hidup di dunia ini akan tetap hidup" ucap Laveer.


"Kau harus mengecek kekuatan yang kau dapatkan sekarang" ucap Raven.


"Status" gumam Julian.


...[STATUS]...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Julian Gillan Vyno...


...Ras : Dragon Emperor, Phoenix Emperor, Guardian...


...Title : Pewaris Keluarga Gillan, Pemilik Sistem Eternity, Guardian of the World, Guardian of Life, Makhluk Pertama Yang Mencapai Level Max...


...Job : ???...


...Level : MAX...


...Element : All Elements...


...HP : ∞...


...MP : ∞...


...God's Creation, Life...


...Shop...


...Lottery : 1000 poin (1×)...


...Dimensional World...


...Dimensional Portal...


...Dungeon...


...Inventory...


...Poin : ∞...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Julian terkejut melihat statusnya.


'Life? Kehidupan? Skill apa ini?' pikir Julian.


Julian menekan skill itu, dan informasi langsung muncul di hologram.


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


......


...Skill Aktif, dapat menciptakan sebuah kehidupan, tapi tidak bisa untuk menciptakan manusia, hanya untuk menciptakan hewan atau tumbuhan....


...Pengguna dapat memberikan beberapa skill atau kekuatan kepada makhluk yang diciptakannya....


...Makhluk yang diciptakan akan setia kepada pengguna, kecuali yang dimasuki oleh jiwa lain....


...Jumlah Makhluk yang dapat diciptakan : ∞...


...Cooldown : -...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Julian kemudian melihat ke arah keempat hewan yang saat ini sedang mengobrol, Raven juga sudah di lepaskan, dan saat ini berada di atas kepala Ivander.


Menutup hologram itu, kemudian berbaring di tanah dengan punggung yang bersandar di pohon yang sebelumnya adalah Pohon Kehidupan.


Mengecek Ponselnya, Julian melihat jika sebentar lagi Matahari akan terbit.


"Kita akan keluar dari tempat ini sekarang" ucap Julian.


"Apa kami bisa di sini untuk beberapa hari?" tanya Laveer.


"Untuk apa?"


"Konsentrasi Energi di tempat ini sangat besar dan pekat, itu bisa membantu kami untuk menjadi lebih kuat" ucap Laveer.


Julian mengangguk, kemudian mendekat ke mereka berempat, dan memberikan skill kepada mereka.


Raven diberikan Skill Iron Feather, fire element, dan Poison.


Bulu-bulu di tubuhnya akan mengeras sekeras besi, dan ujung bulunya akan menajam, Raven bisa menjadikan bulu di sayapnya sebagai panah yang melesat ke arah lawannya, dan Poison akan membantu untuk menumbangkan lawannya dengan cepat.


Laveer diberikan Elements of Life, dan Shield, Laveer bisa menggunakan element miliknya untuk mengendalikan tumbuhan di sekitarnya, bisa untuk menyerang atau bertahan, Laveer juga memiliki Skill penyembuhan dari Elements of Life miliknya.


Ivander, Dark Element dan Light Element, Skill Reinforcement, memperkuat tubuhnya beberapa kali lipat lebih kuat, Element Kegelapan miliknya bisa mengendalikan bayangan di sekitarnya, menjadikannya sebagai rekan untuk menyerang musuh, Ivander juga bisa menjadikan bayangan itu sebagai pelindung dengan membuat bayangan itu menyelimutinya seperti zirah.


Element Cahaya milik Ivander adalah tipe menyerang, membuat beberapa bola cahaya di sekelilingnya, dan bola itu akan menembakkan peluru cahaya yang akan melukai musuhnya, bola cahaya itu juga bisa digunakan untuk memata-matai musuh karena bola cahaya seperti mata lain miliknya.


Bastiaan, diberikan Dark Element, tidak seperti Ivander yang mengendalikan bayangan, element Kegelapan milik Bastiaan adalah tipe perusak, di mana Bastiaan akan melemparkan bola hitam dari mulutnya dan ketika mengenai target, bola itu akan meledak, semakin banyak targetnya semakin besar ledakannya.


Skill Stealth juga dimiliki Bastiaan untuk membuat tubuhnya tidak terlihat, karena dulu Bastiaan adalah seorang pembunuh bayaran, Bastiaan sangat ahli dalam menghilangkan hawa keberadaannya.


Setelah semuanya selesai, Julian menggunakan teleport ke Mansion Gillan, dan langsung berada di kamarnya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...______________________...


...Maksudnya jiwa lain dalam skill life itu kayak Raven, Laveer, Ivander, dan Bastiaan yang masuk ke tubuh hewan yang Julian ciptakan, mereka akan melakukan apapun yang mereka inginkan, tapi tentu saja mereka berempat tidak akan berani membunuh Julian, karena jika Julian mati, mereka juga akan mati, walaupun mungkin sekarang Julian abadi, tapi Julian hanya akan mati oleh kehendaknya sendiri, dan saat itu dunia juga akan hancur kecuali Julian mentransfer kekuatan dari Pohon Kehidupan ke orang lain....


...Kekuatan Julian sekarang sangat OP, berapapun level monster, Julian dapat membunuhnya dengan sekali serang, bahkan Zora/Jormungand sekarang bukan lawan Julian (◡ ω ◡)...


...Kekuatan Julian sekarang lebih kuat dari para Dewa....


...Ras Julian juga berubah, Julian juga yang awalnya New Guardian sekarang menjadi Guardian, kekuatan Guardian dan New Guardian itu bedanya jauh, Guardian dalam sekali jentikkan jari saja bisa langsung menghancurkan sebuah planet....


...Tapi karena dari dulu kekuatan mereka digunakan untuk menyegel Portal Monster, kekuatan para Guardian melemah untuk mempertahankan segel Portal agar tidak rusak....