
Di pagi hari.
Julian sedang berada di taman yang tak jauh dari Mansion Gillan.
Duduk di bawah pohon yang rindang.
Dia sedang fokus ke ponselnya, menghiraukan bahwa dirinya menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan daya tariknya.
'Tidak ada yang menarik di sini' pikir Julian.
Julian sedang melihat shop sistem di ponselnya, Sena sebenarnya sudah menampilkannya dalam bentuk hologram.
Tapi karena warna dan bentuknya terlihat sedikit tidak jelas, Julian menggunakan ponsel untuk melihat.
Terus menscroll layar ponsel itu, dan mencari sesuatu yang menarik.
'Elixir Exp, ini bisa mempercepat farming dan mendapatkan exp beberapa kali lipat lebih banyak dari biasanya, tapi ini hanya berguna untuk yang di bawah level 100' pikir Julian, dan membeli Elixir Exp itu sebanyak 1.000.
Elixir Exp itu memang tidak akan terlalu berguna untuknya, tapi itu berguna untuk nanti, apalagi jika dijual akan memiliki harga yang tinggi.
Julian ingin menggunakan Elixir Exp untuk meningkatkan level semua Pet miliknya.
Setelah itu Julian membeli benda lain seperti pedang, tombak, panah dan anak panahnya, gauntlet, dan armor khusus hewan atau monster.
Julian berencana untuk menggunakan armor itu untuk Frost, Ashla, Eira, dan Finn.
Sedangkan untuk anak-anak Phoenix, Julian hanya akan membuat sesuatu untuk cakar mereka, dan untuk Tessa, Julian belum menemukan sesuatu untuk ular itu.
Julian bangkit dari duduknya ketika melihat matahari yang sudah berada tinggi di langit.
Tapi, baru saja Julian berdiri, banyak orang yang lari dan berteriak ketakutan membuat Julian bingung.
Saat mengedarkan pandangannya, terlihat seekor harimau putih dengan seekor kucing putih di atas kepalanya, 2 ekor serigala, dan lima anak burung berbeda warna yang terbang dibelakang mereka.
'Kenapa mereka bisa keluar dari Mansion?'
Sedangkan semua hewan itu langsung berlari ke arah Julian ketika melihat Julian yang berdiri di bawah sebuah pohon.
Harimau putih itu adalah Frost, dan yang lainnya tentu saja Eira yang masih di atas kepala Frost, Ashla dan Finn mengikuti Frost di belakangnya, dan dibelakang mereka ada Blue, Rouge, Zeleno, Violett, dan Arancione.
Saat sudah dekat dengan Julian, mereka langsung melompat, Julian yang belum siap terdorong jatuh ke belakang.
Frost berada di atas Julian, di susul Ashla dan Finn yang ikut menindih tubuh Julian, sedangkan kelima anak burung hinggap di atas tubuh Ashla dan Finn.
Saat mereka terlihat senang karena bisa bertemu dengan Tuan mereka.
Semua orang di taman itu menatap ngeri, mereka mengira jika Julian diterkam oleh mereka.
Apalagi tubuh harimau putih itu yang besar.
'Mereka besar dengan sangat cepat' pikir Julian ketika melihat Frost, Ashla, dan Finn.
[Sistem memberi mereka pil pertumbuhan, jadi mereka akan besar dengan cepat dalam beberapa Minggu]
'Begitu ya, mungkin dengan begini, aku bisa mengajak mereka langsung pergi ke Portal Monster untuk meningkatkan level mereka'
Tessa yang selalu ada di dalam baju Julian keluar dan mendesis, membuat Frost, Ashla dan Finn langsung menjauh.
"Terimakasih, Tessa" ucap Julian kepada ular kecil itu, dan mengelus kepalanya pelan.
Julian kemudian berdiri, Tessa masih mendesis tak suka ke arah Frost, Ashla dan Finn karena menindih tubuhnya.
"Sudah Tessa, kau menakuti mereka" ucap Julian, dan Tessa langsung terdiam.
"Ayo, kita ke suatu tempat dulu" ucap Julian.
Julian kemudian berjalan pergi dari taman itu, dengan ketiga hewan buas di belakangnya.
Lima anak burung Phoenix hanya duduk di punggung Ashla dan Finn, sedangkan Eira duduk di punggung Frost.
Julian membawa mereka ke Portal yang tak jauh dari taman, Portal itu ada di sebuah gang, dan jarang dilalui oleh siapapun.
Saat masuk ke dalam Portal, mereka seperti berada di dalam sebuah gua yang tidak terlalu luas.
Mereka berjalan memasuki gua itu, saat cukup dalam, puluhan kelinci dengan tanduk di kepalanya muncul, dan langsung menyerang.
Julian langsung memasangkan sebuah armor untuk mereka semua, kecuali untuk kelima anak burung Phoenix dan Tessa.
"Kalian semua kalahkan mereka, dan Tessa hanya perlu mengikuti kalian dari belakang, walau mereka kecil, jangan lengah terhadap musuh, mengerti"
"Blue, Rouge, Zeleno, Violett, dan Arancione, kalian hanya boleh menyerang mereka dengan cakar kalian, jangan gunakan api yang kalian miliki"
"Kami mengerti!" teriak kelima anak burung Phoenix.
10 hewan berbeda jenis itu hanya mengangguk mengerti, dan langsung menyerang kelinci bertanduk dengan membabi-buta.
Mereka hanya bertarung menggunakan insting.
Eira yang seekor Kucing Salju berada di belakang untuk menyerang dengan elemen es miliknya, membantu mereka yang menyerang di belakang.
"Sena, bisa kau perlihatkan status Frost, Ashla, Eira, dan Finn?"
...STATUS...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Nama : Eira G. North...
...Ras : Snow Cat...
...Level : 7...
...Skill : Ice Needle, Ice Area, Mode Pertempuran...
...Pemilik : Julian Gillan Vyno...
...★...
...Ras : Gray wolf...
...Level : 8...
...Skill : Shadow Stab, Wolf Claw, Mode Pertempuran...
...Pemilik : Julian Gillan Vyno...
...★...
...Nama : Frost M. North...
...Ras : White Tiger...
...Level : 7...
...Skill : Tiger's Claw, Tiger Bite, Tiger Roar, Mode Pertempuran...
...Pemilik : Julian Gillan Vyno...
...Nama : Finn M. North...
...Ras : White Wolf...
...Level : 7...
...Skill : Night Vision, Wolf Roar, Wolf Claw, Mode Pertempuran...
...Pemilik : Julian Gillan Vyno...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
"Skill mereka bertambah, dan ada yang berubah, apa yang terjadi jika mereka dalam Mode Pertempuran?"
[Semua status mereka akan meningkat 2 kali lipat, termasuk serangan skill milik mereka, dan pertahanan mereka akan meningkat 5-7 kali lipat]
"Jika seperti itu, bahkan benda tajam pun tidak akan menembus kulit mereka"
[Ya, karena bulu mereka akan mengeras dan menjadi tajam, jadi mereka bisa menggunakannya untuk menyerang juga]
Julian hanya mengangguk mengerti, dan setelah semua kelinci bertanduk tidak ada lagi, Julian menuju ke ruangan bos-nya.
Saat sudah mencapai tempat terdalam gua itu, Terlihat seekor kelinci bertanduk setinggi 1 meter yang sedang tertidur di atas sebuah batu besar.
"Apa kalian bisa mengalahkannya? Levelnya sedikit lebih tinggi dari kalian"
"Aku akan membakarnya!" teriak Blue.
"Eh, tunggu-" Julian mencoba menghentikan Blue, tapi terlambat.
Blue sudah melempar api birunya ke arah kelinci bertanduk setinggi 1 meter itu, dan langsung membuatnya berubah menjadi abu.
Keheningan melanda mereka, sampai Julian membuang napas lelah.
"Bukannya sudah ku bilang jangan menggunakan api yang kau miliki?" tanya Julian, aura hitam mengelilinginya.
Blue yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya dengan wajah ketakutan.
"Maaf, Papa"
"Ha~ setelah ini jangan menggunakan api mu untuk menyerang, karena mereka monster lemah"
Blue hanya mengangguk lemah, itu memang salahnya.
Julian mengusap pelan kepala Blue, dan Blue yang merasakan itu kembali senang.
Julian kemudian mendekati abu dari kelinci bertanduk, dan melihat sebuah gelang di sana.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Ice Bracelet...
...Meningkatkan serangan elemen es...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
'Ini akan cocok untuk Eira'
Setelah mengambil gelang itu, Julian mendekati Eira, dan memakaikan gelang itu di kaki kiri bagian depan Eira.
"Gelang ini cocok untuk Eira, mungkin kita akan menemukan sesuatu yang cocok untuk kalian jika menyelesaikan Portal Monster lainnya"
[Oh ya Master, apa Anda ingin mengambil buku dan daging kelinci yang sudah di kalahkan? Daging kelinci bisa kita makan, dan bulunya bisa di jadikan karpet atau jaket yang hangat]
'Kau bisa mengambilnya?'
[Tentu saja, itu akan langsung di simpan di dalam Inventory, termasuk Inti Monster mereka, walaupun Inti Monster hanya seukuran kelereng]
'Lakukan saja, selama itu menguntungkan dan bisa digunakan'
[Oke]
Setelah itu Semua kelinci bertanduk yang sebelumnya tergeletak di tanah, sekarang hanya meninggalkan tulang saja.
Mereka semua kemudian berjalan keluar dari Portal, dan Portal langsung menutup.
Mereka melanjutkan ke Portal Monster yang lain, dan terus seperti itu sampai Julian melihat jika level semua Pet nya itu berlevel 30.
Julian memasukan 10 hewan itu ke dalam Dimensional World, jika tidak maka dia akan menjadi pusat perhatian, setelah itu langsung berteleport ke kamarnya dan membersihkan diri.
Setelah selesai, dan berpakaian, Julian langsung tidur karena hari juga sudah malam.
Dan perutnya juga sudah kenyang karena saat berada di portal terakhir, Julian memasak daging kelinci dan memakannya sampai kenyang.