The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
52



Saat ini Julian dan para pemilik sistem lainnya sedang mencari keberadaan Portal Monster Rank-SSS.


Kekuatan Guardian milik Julian entah kenapa tak bisa mendeteksinya, biasanya jika ada Portal Monster baru muncul, itu akan langsung diketahui oleh Julian.


Tapi, ketika Portal Monster Rank-SSS muncul, yang mengetahuinya adalah sistem milik Rigel, tapi sistemnya tak bisa mengetahui di mana posisinya berada


sistem hanya bisa mendeteksi kekuatan besar yang mengguar mengelilingi bumi.


Para pemilik sistem berpencar ke berbagai negara, bahkan mereka sampai masuk ke dalam lahar panas gunung berapi.


Satu-satunya tempat yang belum di kunjungi adalah laut, tapi laut terlalu luas.


Julian juga sedang berpikir skill apa yang bisa digunakan untuk mencari sesuatu dengan area luas.


"Skill tipe sensor bisa digunakan, area yang dipindai juga sesuai dengan level yang dimiliki, mungkin aku bisa menggunakannya"


Julian langsung mengaktifkan skill sensor miliknya, sebenarnya dia tak pernah menggunakan skill sensor sebelumnya karena setiap bahaya yang ada pasti akan diketahui melalui instingnya.


Saat menggunakan skill sensor untuk memindai area, Julian terpana karena itu mencakup seluruh bumi, bahkan Julian dapat mengetahui berapa banyak manusia, hewan darat, dan hewan laut yang ada di seluruh dunia.


"Ini sangat praktis, tapi juga mengerikan jika kau tahu semua yang ada di dunia ini" gumam Julian.


"Dapat" ucap Julian tiba-tiba karena sensornya menangkap kekuatan besar di kedalaman laut.


'Tunggu! Tempat ini… Segitiga Bermuda!' batin Julian terkejut ketika menemukan lokasi keberadaan Portal Monster Rank-SSS.


Julian yang mengetahui itu langsung pergi ke tempat Rigel berada.


"Rigel"


"Ada apa? Apa kau menemukannya?" tanya Rigel.


'Ugh, aku tak tau jika menggunakan skill sensor akan memberikan beban pada tubuh sebesar ini' batin Julian, tubuhnya tiba-tiba terasa lelah dan lemah.


"Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat" ucap Rigel.


"Tak apa, aku tadi hanya menggunakan skill sensor untuk menemukan Portal Monster berada"


"Bodoh! Apa kau tak melihat deskripsi skill? Skill sensor akan membebani tubuh pemakainya jika digunakan dalam area luas, semakin tinggi level pengguna, akan semakin membebani tubuh! Aku bahkan sudah melarang mu untuk menggunakan skill sensor" ucap Rigel menasihati Julian.


"Tapi karena ini juga kita tau posisi Portal Monster Rank-SSS berada" ucap Julian membuat Rigel tak bisa berkata-kata lagi.


Rigel hanya bisa menghela napas dengan kekeras kepalaan Julian, dia sangat keras kepala sejak Sena nonaktifkan.


"Lalu, di mana Portal Monster itu berada?" tanya Rigel.


"Ini masalahnya, Portal itu berada di Segitiga Bermuda"


"Huh?! Apa?!!"


"Aku menemukan kekuatan yang meluap, dan bentuknya sama dengan Portal Monster di mana Zora berada"


"Segitiga Bermuda terlalu berbahaya, pertemuan antara arus sejuk Amerika dan arus panas Afrika yang berlawanan membuat arus laut di Segitiga Bermuda berbahaya. Walaupun kita memiliki kekuatan besar, jika tidak memiliki skill barrier yang kuat untuk menahan arus, itu sama saja dengan bunuh diri"


"Aku yang akan melakukannya"


"Jika kau Ular Naga, kau masih bisa berenang dan melawan arus dengan tubuh mu yang panjang, tapi masalahnya adalah kau itu kadal bersayap bukan Ular Naga" ucap Rigel.


"Hah~ kenapa kau selalu memanggil bentuk Naga ku dengan sebutan kadal bersayap?"


"Lalu apa lagi jika bukan kadal bersayap? Kura-kura bersayap? Atau dinosaurus bersayap? Sauropoda atau Brontosaurus bersayap? karena leher Naga cukup panjang, mungkin tak apa jika memanggil jerapah bersayap" ucap Dimas yang tiba-tiba datang.


Narin dan Haru hanya tertawa mendengar ejekan Dimas, Zach hanya melihat mereka dengan tatapan datar.


"Zach, apa skill milik mu bisa digunakan di dalam air" tanya Julian tiba-tiba, dan mendapat anggukan dari Zach.


"Kalau begitu, kau ikut aku untuk mengecek Portal Monster Rank-SSS nanti" ucap Julian dan lagi-lagi Zach hanya mengangguk.


Selama setahun ini Julian cukup dekat dengan Zach, mereka sering melakukan pembicaraan melalui tatapan tanpa bibir bergerak, bahkan ketika mengobrol, mereka akan sesekali mengangguk atau menggeleng.


(N/A : Yang tau Jay dan Hyungseok dari Lookism pasti tau apa yang dilakukan Julian dan Zach, bedanya Julian dan Zach keduanya berbicara dalam diam, kalau Lookism Hyungseok yang akan ngomong dan Jay hanya mengangguk, menggeleng, atau diam aja)


Kelakuan Julian dan Zach hanya mendapat tatapan bingung dan tak percaya karena melihat interaksi kedua manusia dengan jenis sama, dingin dan datar.


Walaupun Julian juga akan banyak bicara, tapi itu juga karena Sena yang satu-satunya menjadi tema mengobrol untuk Julian tidak ada membuat emosinya tak stabil.


(N/A : Yang ada tanda petik lalu kurung itu pembicaraan Julian dan Zach yang hanya menggunakan tatapan saja, jadi tidak ada orang yang tau apa yang mereka bicarakan)


"(Kita berangkat sekarang atau nanti?)" tanya Julian kepada Zach.


"(Nanti saja, kita perlu menyiapkan beberapa hal dan barang yang harus di bawa)" jawab Zach.


"(Hm, kau benar, tapi kita bisa membelinya di toko sistem)"


"(Kau benar, aku lupa)"


"(…)"


"(…)"


"Pfft!…" suara tawa tiba-tiba terdengar dari Julian, tubuhnya gemetar karena tawanya sedikit tertahan.


Begitu pula dengan Zach, bahunya gemetar, tapi tak ada suara apapun yang terdengar.


Rigel, Dimas, Haru, dan Narin hanya bisa mengernyitkan kening karena tak tahu apa yang terjadi.


"Hoi! Kalian mulai lagi mengobrol tanpa suara seperti itu! Bisakah kalian mengobrol dengan normal seperti manusia pada umumnya?!" teriak Dimas karena kesal dengan kedua laki-laki itu.


Julian dan Zach hanya mengedikkan bahunya, saling memandang, lalu mengangguk, setelah itu keduanya menghilang entah pergi ke mana.


"Ugh, rasanya aku ingin memukul mereka berdua" ucap Dimas yang tangannya sudah mengepal kuat.


Di sisi Julian dan Zach, mereka berdua muncul tepat di atas Segitiga Bermuda.


Dapat terlihat arus kuat di bawah sana.


"Aku akan mencoba mengendalikan arusnya, dan membuka jalan untuk kita menuju dasar laut" ucap Julian dan diangguki oleh Zach.


Julian mengarahkan tangannya ke bawah, kedua arus yang bertubrukan itu mulai berpisah, menciptakan jarak yang cukup untuk Julian dan Zach untuk masuk ke dasar laut.


Julian membuka jalan tepat di mana Portal Monster Rank-SSS berada, jadi saat sampai dasar laut, mereka langsung berhadapan dengan Portal.


"Ini sangat besar, bahkan lebih besar dari Portal di mana Zora berada" gumam Julian yang dapat di dengar oleh Zach, tapi Zach hanya memandang Julian saja.


Sebenarnya ketika Julian mengobrol dalam diam dengan Zach sebelumnya, mereka seperti memiliki ikatan kuat, mungkin itu ikatan darah karena Zach memiliki darah Gillan di tubuhnya, turunan dari neneknya.


"Zora" panggil Julian, lalu Zora muncul di samping Julian.


Tapi saat muncul, Zora tiba-tiba gemetar ketakutan karena merasakan kekuatan yang menekannya keluar dari Portal.


"Tidak mungkin" gumam Zora yang membuat Julian dan Zach menatapnya bingung.