The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
12



Setelah jari Julian diobati oleh Brian, Julian langsung berdiri mendekati Ashla yang sedang membaringkan tubuhnya di lantai.


Ashla yang melihat Julian mendekatinya langsung bangkit berdiri dan menggoyangkan ekornya.


"Woof!" gonggong Ashla.


Julian langsung memegang tali yang mengikat Ashla yang sebelumnya dia berikan kepada robot, dan Julian langsung membawa Ashla, sedangkan Eira dan Frost yang melihat itu juga ingin dibawa oleh Julian.


Brian terkejut ketika melihat 3 hewan kecil yang ada didekat Julian, karena sebelumnya dia tidak menyadari ada 3 hewan kecil itu.


"Tuan muda, ini semua…"


"Oh, mereka peliharaan ku" ucap Julian.


Julian hanya membawa Ashla mendekati anak serigala putih yang ada di dalam kandang. Julian kemudian duduk di lantai.


Ashla bingung kenapa Julian mendekatkannya ke anak serigala itu.


Anak serigala putih yang melihat Ashla hanya terdiam, karena dia melihat serigala murni di depannya, dan aura milik Ashla membuat serigala putih itu takut sekaligus kagum ketika melihat serigala abu di depannya.


Ashla hanya duduk diam di depan kandang itu, dan dia melihat serigala putih dengan tatapan mata yang mengintimidasi membuat serigala putih itu yang sebelumnya tidak bisa diam langsung terdiam.


'Sudah kuduga jika serigala itu akan takut dengan Ashla yang seekor serigala murni' pikir Julian, Brian hanya melihat dalam diam.


Julian membuka kandang itu, dan serigala putih itu hanya diam, kemudian mendekati Ashla perlahan.


Di sisi lain, Eira dan Frost terus memberontak agar terlepas dari tali yang ada di tangan robot.


Brakh!


Tangan robot itu terlepas, membuat Eira dan Frost langsung berlari ke arah Julian, Julian terkejut sekaligus marah, karena robot yang dia beli dengan harga yang mahal sekarang rusak.


Julian bangkit berdiri, membuat Eira dan Frost berhenti berlari ke arah Julian, mereka merasakan aura mengerikan yang keluar dari tubuh Tuan mereka.


Anak serigala putih yang merasakan aura milik Julian juga langsung ketakutan dan meringkuk di dalam kandangnya, tidak berani keluar meskipun pintu kandang terbuka lebar.


"Kalian…"


Eira dan Frost masih diam di tempat.


"Duduk!" perintah Julian, Eira dan Frost langsung duduk ketika mendengar perintah Julian.


"Jika kalian terus membuat masalah, aku tidak akan membawa kalian jalan-jalan, dan akan mengurung kalian di dalam kandang" ucap Julian, membuat Eira dan Frost terdiam.


"Kalian mengerti?!"


Eira dan Frost menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan perkataan Julian.


Brian yang melihat kedua hewan itu sangat patuh dengan Julian hanya bisa kagum.


"Tuan muda, apa anda akan membawa mereka jalan-jalan?" tanya Brian.


"Ya, mungkin aku akan membawa mereka ke taman nanti" ucap Julian.


"Tuan muda, bagaimana jika membawa mereka ke pet park?" tanya Brian, dia itu pecinta hewan, jadi ketika melihat seekor hewan apalagi anjing atau kucing yang lucu, Brian akan sangat antusias.


"Tidak, di sana akan sangat ramai, aku tidak terlalu menyukai keramaian" ucap Julian.


Saat Julian dan Brian sedang ngobrol, tiba-tiba pintu kamar Julian di dobrak oleh seseorang.


"Kak Julian, apa aku boleh meminjam laptop?!" teriak Vivian.


Yang mendobrak pintu kamar Julian adalah Vivian.


Brian terkejut karena pintu kamar Julian dibanting, sedangkan Julian hanya menatap datar ke arah Vivian.


"Eh, Kak Brian!"


"Nona muda…"


"Apa yang dilakukan Kak Brian di sini?" tanya Vivian.


"Hanya menemani tuan muda saja" ucap Brian, padahal Julian tidak pernah mengatakan ingin ditemani.


Saat Vivian melihat 4 hewan kecil di kamar Julian, Vivian langsung terdiam, kemudian berlari menyambar Eira yang sedang duduk di lantai.


Frost yang terkejut langsung berlari ke arah Ashla dan bersembunyi dibalik tubuh Ashla.


"Meow!" Eira mengeong karena terkejut dia tiba-tiba diangkat.


Eira memberontak ingin melepaskan diri, tapi kalah tenaga, dan Eira hanya pasrah.


"Vivian, turunkan dia, lihatlah dia ketakutan" ucap Julian.


"Tidak, lagian sejak kapan Kakak memiliki peliharaan?" tanya Vivian.


'Sejak kapan dia memanggilku Kakak? Biasanya memanggilku dengan sebutan kau' pikir Julian.


"Dan sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan Kakak?" tanya Julian kepada Vivian, membuat Vivian terdiam.


"Bukannya kau sendiri yang mengatakan tidak ingin memanggilku dengan sebutan Kakak?" tanya Julian sambil menyeringai, Vivian hanya bisa terdiam.


"Lebih baik kau turunkan kucing itu, lihat dia hampir menangis" ucap Julian sambil menunjuk Eira.


Mata Eira terlihat berkaca-kaca saat ada dipelukan Vivian.


Vivian yang melihat itu langsung menurunkan Eira, dan Eira berlari ke arah Julian, dan langsung memanjat tubuh Julian, kemudian bersembunyi di dalam baju Julian.


"Padahal aku masih ingin memeluknya" gumam Vivian.


Vivian kemudian melihat ke arah Frost.


"Kak, bukannya itu harimau?" tanya Vivian.


"Ya, dia memang harimau" ucap Julian.


"Kenapa Kakak memelihara hewan buas?"


Julian tidak menjawab, hanya mengangkat bahunya.


"Kalau begitu aku akan memberitahu Ayah, Ibu, dan Kak Violan, jika Kakak memelihara hewan, dan lagi itu hewan buas" Setelah mengatakan itu, Vivian langsung berlari keluar kamar.


"Kalian berdua, kemarilah, dan bawa serigala putih itu kemari" ucap Julian kepada Ashla dan Frost.


Ashla langsung masuk ke dalam kandang dan menarik serigala putih yang ukurannya tidak jauh beda darinya, hanya sedikit lebih besar, Ashla menarik serigala putih itu dengan menggigit leher bagian atas dari serigala putih itu.


Saat mereka berdua sudah diluar kandang, Ashla langsung menarik ekor serigala putih itu, serigala putih hanya bisa pasrah ekornya ditarik oleh Ashla.


Julian langsung mengangkat serigala putih yang dibawa Ashla, serigala putih yang awalnya galak sekarang hanya diam ketika diangkat Julian karena serigala putih itu takut dengan Julian.


"Aku harus memberimu nama apa?" tanya Julian.


Brian kasih terdiam, karena tuan mudanya bisa menjinakkan hewan buas yang awalnya galak.


Saat Brian sedang melihat apa yang dilakukan Julian, Brian tiba-tiba mendapat panggilan dari Nattan.


"Tuan Muda, saya pergi dulu karena Tuan memanggil saya" ucap Brian, kemudian bangkit berdiri dan berjalan keluar kamar.


Julian masih sibuk memikirkan nama untuk serigala putih itu.


"Bagaimana jika Finn, Finn G. North" ucap Julian.


"Sena tampilkan statusnya" ucap Julian


...STATUS...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Finn M. North...


...Ras : White Wolf (jantan)...


...Level : -...


...Skill : -...


...Pemilik : Julian Gillan Vyno...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


"Tidak ada level dan skill?"


>"Master harus membuat kontrak darah jika Master ingin menjadikannya seperti hewan kontak Master yang lain"<


"Bagaimana caranya?"


>"Master hanya perlu memberikan setetes darah Master kepada Finn, dan Sena yang akan melakukan kontraknya untuk Master agar mempermudah kontrak darah"<


Julian kemudian melukai jarinya, lalu membuka mulut Finn dan meneteskan darahnya, tiba-tiba tubuh Finn bersinar, dan setelah sinarnya hilang, bulu Finn terlihat lebih putih dan lembut.


...STATUS...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Finn M. North...


...Ras : White Wolf (jantan)...


...Level : 1 (0/2)...


...Skill : Night Vision, Wolf Roar, Wolf Claw...


...Pemilik : Julian Gillan Vyno...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Julian terkejut melihat status Finn, karena Finn memiliki 3 skill setelah melakukan kontrak darah dengannya.