The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
19



Drap! Drap! Drap!…


terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari kencang.


terlihat seorang anak kecil yang sedang berlari, napas anak itu memburu karena kelelahan berlari terus menerus.


Dibelakang anak itu, terlihat beberapa orang berpakaian tentara yang mengejarnya.


Anak itu terus berlari tanpa henti diantara rimbunnya pohon di hutan, berlari disela-sela pohon untuk memperlambat kejaran para tentara khusus itu.


'Tidak! Aku tidak ingin ke sana lagi! Kumohon, siapa pun tolong aku!'


Anak itu terus berlari dan berdoa, berharap Tuhan mendengar doanya, dan mengirim seseorang untuk menyelamatkannya.


...…...


Di Hotel Gillan.


Julian terlihat sedang berkutat dengan berkas dan kertas Yeng menumpuk di mejanya.


Walaupun sudah ada teknologi canggih yang membantu pekerjaan Julian, Julian harus tetap menandatangani beberapa berkas.


'Ini melelahkan, aku benar-benar ingin kembali ke kehidupan ku yang sebelumnya' batin Julian.


Dia benar-benar merindukan kesehariannya yang santai, tanpa harus memikirkan apapun, dan hanya bekerja biasa untuk memenuhi kebutuhannya.


...DING!...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...~Misi Tingkat ??? Terdeteksi!~...


...Selamatkan salah satu pemilik sistem dari kejaran tentara khusus negara....


...Hadiah : ???...


...Seluruh pemilik sistem dapat berpartisipasi dalam misi....


...Lokasi : Amerika Serikat...


...Batas Waktu : 24 jam...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Setelah melihat misi yang tiba-tiba muncul, grup Eternity System menjadi ribut dengan misi itu.


Hanya ada beberapa yang akan ikut dalam misi ini, dan salah satunya adalah Julian, lagipula dia sedang bosan karena dihadapannya hanya ada kertas saja.


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Misi diterima!...


...Peserta : Rigel, Dimas, Narin, Julian, Haru...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Setelah pemberitahuan itu, Julian langsung di teleportasikan tanpa persiapan apapun.


Rigel, Dimas, Narin, Julian, dan Haru di teleportasi di sebuah hutan.


"Yo anak baru! Kau tampan juga" ucap Narin.


Julian hanya tersenyum mendengar ucapan Narin.


"Terimakasih karena sudah meminjamkan ku skill mu waktu itu, nenekku bisa selamat karena mu" ucap Narin kembali sambil membungkukkan tubuhnya, berterimakasih kepada Julian.


"Ya, tidak masalah"


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Narin.


Julian hanya sedikit memiringkan kepalanya karena bingung dengan pertanyaan Narin.


"Walaupun kau meminjamkan skill mu padaku, tapi ketika aku menggunakan skill itu, mana milikmu yang akan terpakai untuk skill itu" ucap Narin.


"Aku baik-baik saja" ucap Julian.


"Kau yakin? Berapa banyak mana yang kau punya?" tanya Narin.


"Entahlah, aku belum melihat status ku lagi" ucap Julian.


"Bisa kau lihat sekarang? Aku penasaran" ucap Narin memaksa.


Rigel, Dimas, dan Haru yang mendengar ucapan Narin langsung mendekat ke arah mereka berdua.


"Bisa kita bicarakan ini nanti? Kita sedang dalam misi, dan lawan kita adalah tentara khusus" ucap Rigel.


"Rigel, kenapa kau membawa anakmu dalam misi ini?" tanya Dimas ketika melihat seorang anak kecil di gendongan Rigel.


Julian melirik Rigel, seorang pria Eropa sekitar 40 tahunan dengan rambut berwarna putih, mata coklat terang, dan tubuh tinggi, dia memiliki bekas luka di dahinya. Menggendong seorang anak perempuan sekitar 2 tahun, dengan rambut berwarna putih kebiruan dan mata berwarna biru cerah.


"Huh! Aku membawanya karena tidak ada siapapun di rumah, aku tidak bisa membiarkannya sendirian" ucap Rigel.


"Hah! Bukannya kau bisa menyerahkannya ke bawahan mu, kau bahkan punya asisten pribadi, atau kau bisa membawanya ke perusahaan istrimu saja!"


"Tidak mungkin, dia tidak akan bisa fokus jika ada Gia di sana"


"Hei Julian, mungkin ini terlambat untuk perkenalan… namaku Rigel Gristesha Arsalan, dan ini putriku, Gianira Gristeshia Arsalan"


"Aku Narin Violetta" ucap seorang gadis berambut merah muda dengan warna mata biru keunguan, jangan percaya dengan fisiknya yang muda, umurnya 29 tahun, dan dia belum menikah.


"Haru Bladimiro Zeph" seorang pria berambut pirang dengan mata berwarna biru cerah, rambutnya sedikit panjang, jadi haru mengikat rambut belakangnya.


"Dimas Alingga Cornelias, aku seorang albino'" seorang pria dengan kulit putih pucat, mata berwarna putih kebiruan, dan rambutnya putih kekuningan.


"Namaku Julian Gillan Vyno, kalian bisa memanggil ku Julian"


"Kau bercanda? Gillan?" tanya Dimas.


"Itu nama keluargaku" ucap Julian.


"Sangat jarang jika seorang anak keluarga Sultan untuk mendapatkan sistem ini" ucap Dimas.


Julian hanya tersenyum kaku ketika mendengar perkataan Dimas.


"Oke cukup! Ayo kita sekarang cari pemilik sistem yang harus kita selamatkan" ucap Rigel.


semua yang ada di sana mengangguk mendengar perkataan Rigel.


Mereka kemudian bergegas pergi ke arah dimana pemilik sistem itu.


"Oh ya, kenapa aku bisa mengerti bahasa yang tidak ku kuasai? Bahkan di dalam grup juga"


"Oh, sistem memprogram otak kita, ketika ada bahasa asing didengar oleh kita, itu akan secara otomatis akan diterjemahkan oleh sistem, hanya berguna dengan sesama pemilik sistem atau seseorang yang sangat dekat dengan salah satu pemilik sistem saja" jelas Dimas.


Julian hanya mengangguk mengerti.


Saat jarak mereka dengan target mereka hanya 1 km, mereka berhenti dan bersembunyi di balik pohon.


"Julian, kau spesialis dalam apa?" tanya Rigel.


"Penyerangan atau pertahanan, aku juga bisa melakukan keduanya" ucap Julian.


"Baiklah… Julian aku ingin kau nanti menahan para tentara khusus untuk mengulur waktu, Narin dan Haru akan membawa target kita untuk pergi, aku dan Dimas akan membantumu dari jauh jika ada hal yang tidak diinginkan" ucap Rigel.


Semua mengangguk mengerti.


Saat jarak target beberapa meter, Julian memasang Dragon Armor, dan memasuki mode setengah naga.


Tubuh Julian dipenuhi sisik naga yang tidak terlihat, meningkatkan pertahanannya ke level yang tidak dapat di tembus bahkan dengan rudal sekalipun.


Saat target mencapai jarak mereka, Julian langsung melompat menghalang para tentara khusus.


Para tentara khusus itu langsung berhenti ketika melihat ada seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Narin dan Haru awalnya sedikit ragu ketika hanya seorang anak kecil yang dikejar oleh para tentara khusus. Tapi mereka tetap membawa anak itu pergi menjauh.


Di depan, Julian mengambil sikap pertahanan, Dragon Armor miliknya bersinar, walaupun armor itu hanya terlihat oleh dirinya sendiri.


Karena tidak ada respon apapun dari para tentara khusus itu, Julian langsung menerjang ke arah mereka, membuat para tentara khusus terpaksa melangkah mundur.


"GROAR!!!" Julian meraung keras.


Rigel dan Dimas terpaku ketika mendengar raungan itu, itu adalah raungan peringatan dari makhluk yang tertinggi dari rantai makanan.


"Wow! itu membuat tubuhku mengalami efek stun selama beberapa saat, itu benar-benar mengerikan" ucap Dimas.


"Kau benar, bahkan pertahanan ku aktif dengan sendirinya" ucap Rigel yang disekelilingnya terlihat seperti sebuah pelindung transparan.


Julian sendiri terkejut karena dia tiba-tiba saja meraung keras, dia sudah seperti Naga pada umumnya.


Para tentara khusus itu langsung mengambil posisi siaga setelah tubuh mereka dapat bergerak, walaupun tubuh para tentara khusus itu terlihat gemetaran.


'Sepertinya aku harus membuat mereka mundur atau membuat mereka pingsan' pikir Julian.


..._________________________________________...


...Ku mau kasih ilustrasi, sumber dari pinterest wkwkwkw… ku males buat karena gak bisa pake aplikasi digital buat menggambar, kalau dikertas males, susah warnainnya....


...Itu kalo nanya nama tengahnya Rigel ama Gianira kenapa beda? Itu buat perbedaan cewek sama cowok, jadi si Rigel kan baru punya anak cewek nama tengahnya Gristeshia, kalo cowok Gristesha, itu udah turun temurun dari keluarganya si Rigel, walo keluarganya dulu itu cuma orang biasa, dan ya, marganya si Rigel itu Arsalan....


...Rigel Gristesha Arsalan...



...Gianira Gristeshia Arsalan...



...Narin Violetta...



...Haru Bladimiro Zeph...



...Dimas Alingga Cornelias...



...Abaikan bajunya ok!...


...Julian Gillan Vyno...



...Nyari yang Julian susah amat sih, kek gak sesuai ama gambaranku sendiri, mukanya terlalu dewasa (´ . .̫ . `)...


...Ku gak tau darimana datangnya semua ide nama itu, ku bingung sendiri, kok nama-nama karakternya bagus, tapi kalo disuruh namain adik sendiri atau sepupu yang masih bayi suka blank, gak kepikiran apapun wkwkwkw....


...Hiks, nama-namanya bisa unik, tapi nama aku nggak, aku sengaja semua karakter yang ku buat itu tinggi semua, karena diriku ini pendek, cuma 140 cm, dan aku udah 18 taun, dan aku CEWEK! jan ngira cowok karena MC nya cowok! Karena dulu ada yang ngira aku cowok. ...


...( ・ั﹏・ั)...


...Aneh, padahal udah jelas dari namaku (。•́︿•̀。)...


...Jadi aku update nya sesuai mood aja, biasalah, mood cewek itu gak nentu....