
"Sena, kenapa Finn memiliki 3 skill sekaligus?" tanya Julian.
>"Master, Finn awalnya hanya memiliki 97% darah serigala, tapi karena darah Master adalah darah Naga, Finn mengalami sedikit evolusi menjadi serigala putih murni dan lebih kuat dari serigala yang lain"<
"Hanya karena darahku? Tapi itu hanya setetes" ucap Julian.
>"Master, jangan samakan darah Naga dengan darah manusia biasa. Naga memiliki esensi darah yang dipenuhi dengan mana yang besar, bahkan dengan setetes darah dari Naga bisa memperkuat tubuh dan membuat manusia biasa memiliki mana yang melimpah"<
"Begitu ya, apa aku bisa berubah jadi Naga?" tanya Julian.
>"Bisa jika level Master sudah diatas seratus"<
"Berarti aku harus menaikkan level?"
>"Ya, semakin tinggi level, semakin kuat tubuh Naga milik Master"<
"Apa kau ada saran untuk meningkatkan level?"
>"Master bisa membeli kunci dungeon dari level F - SSS atau meningkatkan sistem menjadi sistem khusus dengan mengorbankan 100 milyar poin"<
"Sistem khusus?"
>"Sistem memiliki satu tingkatan lagi jika sudah menjadi level maksimal, jika level khusus dibuka, dungeon, dan shop akan gratis, juga poin Master menjadi tidak terbatas, bahkan Master bisa pergi ke dimensi lain tanpa perlu membeli skill atau alat untuk pergi karena sistem akan langsung mengirim Master ke sana"<
"Sena, bukannya poin tidak terbatas dan shop gratis itu sama saja? Poin tidak akan berkurang walaupun membeli sesuatu" ucap Julian.
>"Jika poin tak terbatas, maka uang milik Master juga tidak terbatas, Master akan menjadi orang terkaya di dunia"<
Julian terdiam, saat ini keluarganya termasuk keluarga terkaya di dunia walaupun bukan yang pertama, mungkin?
'Tapi jika aku memiliki poin tidak terbatas, semua yang aku beli dari sistem akan gratis, dan itu menguntungkan'
"Sena, berapa poin yang aku miliki saat ini?" tanya Julian.
[Poin : 88.949.305.535]
'Kepala ku terasa pusing ketika melihat angka-angka itu' pikir Julian.
"Sena, beli 94 robot RD-0!" ucap Julian.
[Pembelian berhasil, barang disimpan di Inventory]
"Apa lagi yang harus ku beli untuk membulatkan poinku?" gumam Julian.
[Kenapa tidak ubah saja jadi uang, Master…]
[(。•̀ᴗ-)✧]
"Baiklah, tukarkan saja dengan uang"
[Sedang dalam proses…]
"Kapan akan selesai, Sena?" tanya Julian.
[Mungkin 1-2 jam karena poin yang ditularkan sangat banyak ✧◝(⁰▿⁰)◜✧]
"Tidak biasanya kau menggunakan hologram saja"
[Karena Sena ingin menggunakan emot~ <( ̄︶ ̄)>]
Julian hanya sweetdrop melihat kelakuan sistemnya itu.
"Oh ya, Sena, apa kau bisa menyimpan semua uang itu di dalam sistem? jangan dikirim ke kartu ATM milikku, tapi simpan uangnya di sistem atau di dalam inventory" ucap Julian.
[Tidak masalah, Master! (≧▽≦)]
Julian kemudian memutuskan untuk tiduran di atas kasur besar miliknya, diikuti oleh keempat hewan peliharaannya itu.
Saat Julian ingin menutup matanya, ada suara ketukan pintu dari luar kamar.
"Julian, apa kami bisa masuk" tanya Nattan.
Julian bangun dari posisi tidurnya dan duduk di tepi kasur.
"Masuklah, ayah" ucap Julian.
Nattan kemudian masuk, Vinie, Violan, dan Vivian terlihat mengikuti Nattan dibelakang.
(Author : Kalo dipikir-pikir, Julian, Nattan, Violan, dan Vivian, akhiran namanya -an (• ▽ •;)… apa aku buat aja semua keluarga Gillan akhiran namanya -an?)
"Julian, Vivian mengatakan jika kau memelihara hewan buas" ucap Nattan.
"Em, itu benar" ucap Julian gugup.
Keempat hewan kecil yang tadinya berbaring dengan nyaman tiba-tiba langsung berdiri di atas kasur karena merasakan aura Julian yang terlihat takut.
Keempat hewan kecil itu mendekati Julian, Nattan yang melihat pergerakan di atas kasur dan terlihat keempat hewan kecil yang menggosokkan tubuh mereka kepada Julian untuk menenangkan Julian.
"Julian…"
"Y-ya?"
"Kau harus menjelaskan dari mana semua hewan ini berasal, apalagi harimau itu" ucap Nattan.
"Baik, ayah"
Julian kemudian menarik napas panjang dan menghembuskannya.
"Aku menemukannya di sebuah gang yang gelap, mungkin dia dari tempat penjualan hewan ilegal, jadi aku mengurusnya daripada dia mati di sana" ucap Julian berbohong.
Nattan kemudian menatap Frost, dan Frost juga menatap tajam ke arah Nattan.
Saat Nattan ingin menyentuh Frost, Frost langsung menggeram dengan posisi tubuh siaga.
Julian yang melihat Frost dengan posisi siaga langsung mengangkat tubuh Frost, dan meletakkannya dipangkuannya, lalu mengelus bulu Frost agar Frost tenang.
"Dia ayahku, kau harus baik padanya" bisik Julian kepada Frost, dan Frost hanya mengangguk.
"Ayah, kau bisa menyentuhnya sekarang" ucap Julian.
"Kau yakin?"
"Ya"
Nattan kemudian menyentuh Frost yang masih setia diam dipangkuan Julian.
"Julian, kau harus menyerahkannya ke kebun binatang agar dia bisa dirawat dan tumbuh dengan baik"
Frost yang mengerti dengan ucapan Nattan hanya menatap tajam ke arah Nattan, dan langsung memukul tangan Nattan yang mengelus kepalanya.
"Sepertinya dia mengerti apa yang ku katakan" ucap Nattan dengan tatapan tidak percaya ke arah Frost.
"Aku memberinya nama Frost, dan entah kenapa dia mengerti setiap apa yang aku ucapkan" ucap Julian.
"Hmm…"
Violan yang tadi hanya diam, tiba-tiba mendekati Julian.
Violan mengelus kepala Frost, Frost terlihat diam menikmati elusan dari Violan, bahkan ekornya bergerak-gerak.
"Apa dia boleh untukku?" tanya Violan.
Sebelum Julian menjawab pertanyaan Violan, Violan sudah berlari keluar kamar sambil membawa Frost dipelukannya.
Julian langsung sadar ketika Violan sudah menghilang dari pandangan Julian.
Julian langsung menghela napasnya, kemudian berjalan keluar kamar untuk menyusul Violan, tapi terlambat, Violan sudah masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Tok! Tok! Tok!
"Violan apa kau bisa mengembalikan Frost?" tanya Julian.
"Aku akan mengembalikannya jika kau memberikan hewan peliharaan untukku!" teriak Violan dari dalam kamarnya.
"Hewan apa yang kau inginkan?" tanya Julian.
"Gold Tiger" ucap Violan, membuat Julian terdiam.
"Kau yakin?" tanya Julian.
"Ya, aku ingin harimau tapi warna bulunya harus warna emas!" ucap Violan.
"…"
"Aku akan menyitanya dulu, jika kau sudah membelikan ku, aku akan memberikannya" ucap Violan.
Julian hanya menghela napasnya pasrah.
'Sena, berapa harga Gold Tiger di shop?' tanya Julian kepada Sena.
>"Apa Master ingin membuat kebun binatang?"<
'Itu tidak mungkin, lagipula membutuhkan tempat untuk tempat tinggal binatang itu' ucap Julian.
>"Bukankah Master memiliki Dimensional World? Master bisa menyimpan makhluk hidup di sana"< ucap Sena.
'Dimensional World ya, aku melupakannya, berapa banyak yang bisa aku masukan ke Dimensional World?' tanya Julian.
>"Master bisa memasukkan lebih dari satu milyar makhluk hidup"<
'Kalau begitu, Sena tolong belikan macam-macam hewan buas saja dan masukkan mereka ke Dimensional World, gunakan satu milyar poin' ucap Julian.
[Permintaan sedang diproses… pembelian berhasil, semua hewan buas sudah dimasukkan ke dalam Dimensional World]
.
.
.
.
.
.
.
..._______________________________________________...
...wkwkwk, ini cerita makin ga jelas alurnya ...
...(´-﹏-`;)...
...Masih bingung buat alur untuk awalnya, tapi pas pertengahan udah dipikirin bakal gimana nantinya, masa langsung lewat beberapa tahun kemudian…...