
"Zora, ada apa?" tanya Julian.
"Aura dan kekuatan ini… milik Kakak ku" ucap Zora.
"Kakak?"
"Ya, lebih tepatnya adalah kembaranku, tidak… mungkin adalah diriku yang lebih sempurna"
jawaban Zora membuat Julian dan Zach bingung.
"Aku hanya bagian dari kekuatannya, dia adalah Jormungand yang sebenarnya"
"Apa maksudmu?"
"Karena kekuatan yang besar saat lahir, Jormungand melepaskan sebagian kekuatannya, dan dari kekuatan itu… aku terlahir" jelas Zora.
"Berarti dia lebih kuat darimu"
"Ya, perbedaan kekuatan kami seperti langit dan bumi, jaraknya terlalu jauh" ucap Zora.
Zach tak mengeluarkan suara apapun, tapi sorot matanya menajam ketika melihat ke arah Portal Monster yang besar di hadapannya.
"Kita harus mencoba agar dia tak keluar" ucap Julian.
"Kenapa?"
"Dunia akan hancur jika dia keluar, dan bahkan di masa depan kau akan melawannya" ucap Julian membuat Zora terdiam.
"Apa kau bisa melihat masa depan?" tanya Zora.
"Hanya sekali saja, dan itu bertepatan dengan nonaktifnya Sena" ucap Julian.
"Jadi, kau penyebab Sena Menghilang?!"
"Pohon Kehidupan" ucapan Julian sontak membuat Zora membelalakkan matanya, dan Zach juga langsung menatap Julian.
"Mungkin karena efek dari Pohon Kehidupan yang besar, membuat Sena juga terkena efeknya" ucap Julian.
Julian berbalik dan langsung menatap ke arah Zora.
"Kau memang dekat dengan Sena, tapi apa kau tau, jika aku sudah menganggap Sena seperti keluargaku sendiri?"
Zora yang mendengar pertanyaan itu terdiam.
"Mungkin kau berpikir, aku yang memiliki segalanya hanya memanfaatkan keberadaan Sena, tapi apa kau tau, jika aku bertemu Sena bahkan sebelum aku bertemu keluarga kandungku? Aura kemarahan mu tak bisa disembunyikan" ucap Julian.
Zora yang mendengar itu tanpa sadar mundur 2 langkah.
"Walaupun saat ini kau mengguarkan aura membunuh seperti itu, kau tidak bisa membunuhku, aku bukan Julian yang dulu, yang selalu butuh bantuan Sena, selama satu tahun ini, aku berlatih keras bahkan sampai seluruh tulang ku hancur"
Aura yang menekan memenuhi sekitar, semakin lama, aura itu semakin kuat.
"Apa kau tau apa yang ku lakukan sampai seperti sekarang? Apa kau tau seberapa besar beban yang ku tanggung selama ini? Apa kau tau jika aku hampir lepas kendali ketika beban di pundak ku tak bisa lagi ku tanggung?"
Aura besar yang terpancar berasal dari emosi yang selama ini Julian pendam, dia tak pernah melampiaskannya pada siapapun.
Sekarang, emosinya sudah dipuncak dan tak bisa lagi dikendalikan.
Aura itu membuat air di sekitar mereka berguncang hebat dan mulai menjauhi mereka bertiga, seolah-olah air laut itu ingin pergi sejauh mungkin dari Julian.
Karena itu juga, membuat air laut naik, dan terjadi tsunami dibeberapa negara terdekat, walaupun itu hanya terlihat seperti banjir, tapi beberapa hewan laut juga mengikuti air laut untuk menjauh dari mereka bertiga.
Julian hanya mengeluarkan sedikit aura karena emosinya yang tak stabil, tapi sudah banyak kekacauan yang terjadi.
Entah bagaimana nanti jika Julian melepaskan seluruh aura miliknya, mungkin semua daratan akan terendam oleh air laut.
"Zora, aku yang saat ini lebih kuat darimu, aku bisa menghancurkan tubuhmu dalam sekali serangan, jika kau terus mengalahkan ku, kembalilah ke Dimensional World, dan jangan pernah keluar sampai aku memanggil mu lagi" ucap Julian, sebuah portal membelah udara, dan Julian melempar Zora ke dalam sana, menyisakan Julian dan Zach yang tak bergerak sedikitpun.
Zach mengangguk, dan langsung pergi dari sana, dia tak ingin menanggung amarah Julian yang tak terkendali.
Setelah kepergian Zach, Julian langsung masuk ke dalam portal, aura mengerikan langsung terasa ketika masuk ke dalam portal itu.
Julian melihat sekeliling, dia seperti berada di dalam sebuah kastil.
"Hm? Siapa yang berani masuk ke dalam wilayahku?!" suara berat bergema di seluruh kastil itu.
Di depan Julian saat ini terdapat pintu yang sangat besar dan dilapisi oleh emas.
Jika diperkirakan, berat pintu itu akan mencapai puluhan ton.
Tapi, Julian membuka pintu itu dengan mudah, tidak terlihat kesulitan sama sekali.
"Aku yang memasuki wilayah mu" ucap Julian datar ketika masuk ke dalam sebuah ruangan yang terdapat kursi singgasana milik Raja atau Kaisar.
Terlihat juga seorang gadis yang duduk di atas kursi singgasana itu.
Gadis yang duduk di singgasana menatap tajam ke arah Julian.
"Hm? Berani sekali makhluk rendahan seperti mu datang ke ruangan ini" ucap gadis itu.
"Apa benar jika saat ini kau masih berada di wilayah mu?" tanya Julian kepada gadis itu.
Jika dilihat dengan seksama, gadis yang sedang duduk di atas singgasana mirip seperti Zora, hanya warna rambut saja yang membedakannya.
"Jormungand" panggil Julian.
"Kau sangat berani memanggil langsung namaku!"
"Heh?! Aku sudah bertemu dengan sosok yang mirip denganmu, dia bilang jika dia itu tercipta dari kekuatan mu" ucap Julian.
"Huh! Apa kau mengatakan tentang makhluk hina yang tercipta dari kekuatan ku? Bisa-bisanya makhluk rendahan sepertimu menyamakan ku dengannya" ucap gadis itu dengan nada arogan.
Seringaian muncul di bibir Julian, sepertinya dia sudah menarik amarah dari gadis itu.
"Dibandingkan denganmu, menurutku dia lebih baik dalam segala hal kecuali kekuatan" ucap Julian.
Gadis yang duduk di atas singgasana langsung melepaskan aura kemarahan yang besar ketika melihat jika pemuda di hadapannya itu merendahkannya.
"Beraninya!" Julian langsung melepaskan aura lebih kuat dari gadis itu, ruangan di mana mereka berada sampai bergetar dan beberapa bagian dinding retak.
"Naga…" gumam gadis itu, terlihat ada sedikit ketakutan di matanya.
Jormungand memang makhluk mitologi dengan kekuatan hebat, apalagi racun dan sisik yang kuat.
Tapi tetap saja, Naga masih berada di atasnya.
Jormungand di benci sebagai iblis, tapi kebanyakan naga di sembah bagaikan binatang suci.
"Kau tau? Kekuatan ku di batasi saat masuk ke dalam sini, saat ini aku hanya bisa menggunakan lima persen dari seluruh kekuatan ku"
Selama setahun Julian selalu berlatih dan terus berlatih, bahkan saat ini, kekuatan Guardian miliknya sudah sampai Maximal, dan levelnya sudah 999.998.
Satu level lagi Julian akan sampai di batas level yang bisa dicapai tubuh Naga atau Phoenix.
Untuk manusia biasa, itu hanya bisa mencapai level 99.999.
Jika manusia ingin mencapai level 100.000, ada syarat khusus yang harus terpenuhi, yaitu memakan jantung monster yang memiliki level sama atau lebih tinggi darinya saat ini.
Untuk Naga, mereka harus memiliki berkah dari Dewa Naga untuk melewati batas level mereka.
Dan untuk Phoenix, mereka harus merendam tubuh mereka di dalam api dunia bawah atau api neraka selama 1 tahun penuh.