
2 Minggu berlalu setelah Julian keluar dari Rumah Sakit dan selama 2 Minggu itu Julian berada di Rumah Kaca.
Julian sudah memulai pelatihan untuk Alexandre, dan sesekali akan menyuruh Alexandre untuk melawan Zev.
Ada rahasia di Rumah Kaca itu yang Julian baru tahu, yaitu Rumah Kaca itu bisa berubah menjadi tempat latihan dan medan pertempuran.
Bahkan lokasinya bisa di setting, dari lokasi lembab sampai yang tandus.
Dan tentu saja saat Julian bertanya kepada Sena, jawabannya hanya satu…
[Karena Master tidak bertanya]
Ya, selalu itu jawaban yang diberikan mau dalam bentuk hologram sampai suara sekalipun.
Julian hanya bisa sabar menghadapi sistem miliknya ini.
Pertemuan Julian dengan para pemilik sistem di lokasikan di Hotel Gillan, tentu saja Julian sudah memasang sebuah portal di Rumah Kaca itu yang terhubung dengan Dimensional World miliknya.
Dengan merobek udara, Julian menciptakan Portal yang terhubung dengan Dimensional World miliknya.
'Sena, jika yang lain sudah siap, langsung teleport kemari'
[Baik, Master]
Bisa saja Julian langsung teleport mereka ke Dimensional World, tapi untuk orang asing, mereka akan diteleport acak tempatnya, kecuali Julian dan orang-orang tertentu yang bisa menentukan tempat teleportnya.
Kalau diteleport di atas pohon atau langit masih mending, tapi diteleportnya di atas atau di dalam gunung berapi yang aktif? Ucapkan selamat tinggal pada dunia.
Dan lagi kebanyakan pemilik sistem masih berlevel rendah, jadi masih belum memiliki pertahanan yang kuat.
Pertemuan kali ini juga Julian ingin membuat sebuah organisasi atau aliansi dengan mereka semua, karena pastinya di masa depan akan banyak Portal Monster Rank tinggi yang muncul, dan kekuatan mereka sangat dibutuhkan untuk hal itu.
Saat Julia sedang melamun, sudah ada beberapa orang yang di teleport ke Rumah Kaca itu.
"Yo, Julian!"
Julian yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara.
Di sana terlihat Haru, Dimas, dan Narin yang sedang menatapnya.
"Hm"
"Entah kenapa kau terlihat lebih dingin dari sebelumnya" ucap Haru.
Julian hanya menatap datar ke arah Haru.
"Apa kita akan melakukan pertemuan di sini?" tanya Narin.
"Tidak" ucap Julian, kemudian menunjuk sebuah portal.
"Kau bahkan bisa membuat portal di udara?" tanya Haru.
Saat mereka berempat sedang mengobrol, beberapa orang yang belum mereka ketahui muncul di sana.
"Oh, aku belum pernah melihatmu sebelumnya" ucap Dimas kepada orang asing itu.
"Hm"
"Hah?! Kenapa sifatmu sebelas dua belas dengannya?!" teriak Dimas sambil menunjuk ke arah Julian.
Seseorang yang di teriaki Dimas adalah seorang pemuda, tidak mungkin dia berteriak kepada perempuan, itu sudah ada dalam prinsip miliknya.
"Tenanglah Dim, kau seperti gadis yang sedang pms saja" ucap Haru, dan ucapannya membuat Dimas makin marah dan kesal
"Sudah cukup, bukankah Julian sudah mengatakan jika pertemuan kali ini akan melibatkan seluruh pemilik sistem? Kenapa kalian malah bertengkar?" tanya Narin dengan senyuman ramah, tapi Haru dan Dimas melihat hal lain dari senyuman itu yang membuat mereka langsung diam.
"Mungkin kau harus memperkenalkan diri dulu" ucap Julian, dan pemuda itu mengangguk.
"Zach Luke Lyahner, 19 tahun" ucap pemuda bernama Zach itu.
Zach memakai jaket yang sedikit menutupi wajahnya, rambutnya berwarna abu tua, memakai tindik dan kalung rantai.
"Bisakah kau memperkenalkan diri lebih panjang lagi?" tanya Haru.
"Tidak" ucap Zach dan langsung melenggang pergi, dan duduk di kursi yang tak jauh dari mereka berempat.
Setelah itu beberapa orang sudah ada di Rumah Kaca itu.
Dimas terlihat mencari seseorang, dan saat sudah ketemu, dia langsung berteriak.
"Xavier, di sini!" teriak Dimas.
Seorang pria terlihat langsung menatap mereka, dan berjalan mendekat.
"Yo, My Lord" ucap Haru dan langsung mendapat jitakan dari Xavier.
"Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu" ucap Xavier dingin.
"Kami memanggilmu begitu bukan tanpa alasan, kau memiliki darah bangsawan, dan lagi kau seorang dokter yang memiliki julukan Tangan Dewa atau Dewa Penyembuh" ucap Haru.
"Aku tidak menyukainya"
"Mungkin kau harus menerimanya, apalagi dengan Job mu sebagai Priest, kau memiliki sihir suci dan juga penyembuhan, sudah pasti kau akan memiliki julukan seperti Dewa Penyembuh" ucap Narin, yang diangguki oleh Haru dan Dimas.
"Aku bukan Dewa" ucap Xavier, kemudian duduk di samping Julian.
"Oh ya, bukankah sebaiknya kita langsung pergi ke tempat yang sudah Julian sediakan untuk pertemuan?" ucap Narin.
"Kalau begitu, aku pergi duluan!" ucap Dimas dan langsung masuk ke dalan portal.
"Kalian semua yang ada di sini ikuti kami!" teriak Haru, dan langsung masuk bersama Narin.
"Kau tidak ikut mereka?" tanya Julian kepada Xavier.
"Lokasinya di mana?"
"Hutan"
Xavier yang mendengar itu langsung berdiri, dia sangat menyukai hutan karena sejuk, sebelum Xavier ikut memasuki portal…
"Aku sudah menyiapkan ruangan masing-masing, dan nomor ruangannya sama dengan nomor sistem yang kalian miliki" ucap Julian, dan diangguki Xavier.
Di dalam portal itu, orang-orang yang sudah di sana hanya bisa menatap takjub dengan sesuatu yang ada di hadapan mereka.
Itu mirip sebuah istana dari pada tempat pertemuan biasa.
Di sana sudah tersedia 1.000 kamar yang bisa mereka pilih sendiri bentuk kamar yang akan mereka tempati, hanya perlu memikirkan bentuk kamar yang mereka inginkan, maka kamar itu akan langsung berubah.
Julian menyusul para pemilik sistem yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam portal setelah Neil datang, karena Neil orang terakhir yang datang.
"Maaf aku terlambat datang" ucap Neil dengan wajah sedih.
"Tidak apa-apa" ucap Julian.
Neil terlambat karena Ayahnya melarangnya untuk pergi, tapi diijinkan saat tahu jika Julian juga ada di sana.
Saat masuk, para pemilik sistem lain sudah masuk ke dalam Istana itu untuk mencari kamar mereka.
Neil yang baru sampai hanya bisa menatap dengan wajah terkejut karena tempat itu sangat luas, apalagi terlihat istana yang sangat besar di hadapannya saat ini.
"Kau bisa tidur denganku jika takut tidur sendiri" ucap Julian yang menyadarkan lamunan Neil.
"Aku akan tidur sendiri! Tapi, tidak ada hantu kan?" tanya Neil yang membuat Julian terkekeh pelan melihat Neil yang gemetar ketika menyebut kata hantu.
"Entahlah, tempat ini luas, mungkin saja ada" ucap Julian jahil yang membuat Neil merinding.
"Aku hanya bercanda, tidak ada hantu di sini, lagipula sistem yang menyiapkannya, jadi semuanya aman" ucap Julian dan Neil hanya menghela napasnya.
Setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing, dan kamar Julian berada paling jauh dan di lantai paling atas, karena dia pemilik sistem ke 1.000.
Bisa saja Julian memindahkan kamarnya, tapi itu hanya akan membuat yang lain iri.
Julian langsung masuk ke dalam kamarnya, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tata letak dan bentuk kamar Julian dipilih Sena karena Julian terlalu malas untuk memikirkan bentuk kamarnya seperti apa, jadi Julian memanfaatkan sistemnya untuk mendekorasi kamarnya itu.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
..._______________________...
...Ilustrasi tempat...
...Kamar Julian...
...Kamar mandi...
...Tempat makan...
...Perpustakaan...
...Akhirnya bisa up, maaf ya yang nunggu lama...
...Zach Luke Lyahner...
...Xavier Alexan Achille...