The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
35



Setelah melakukan misinya, Julian kembali ke kamarnya dengan menggunakan teleport.


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Misi Completed...


...Hadiah secara otomatis ditambahkan dalam status...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


[Master, apa Anda akan langsung mengintegrasikan darah Phoenix Anda menjadi 100%]


"Tidak sakit kan?"


[Tidak, karena dalam hadiah tidak ada efek samping saat penggunaan, apalagi Anda memiliki darah Phoenix walaupun hanya sedikit]


"Ya, lakukan Sena"


Tak seperti saat Julian membangkitkan darah Naganya menjadi 100%, yang Julian rasakan saat ini bukan rasa sakit, tapi seluruh tubuhnya terasa hangat dan nyaman.


Setelah beberapa saat, rasa hangat itu hilang.


[Selamat Master, Anda sudah membangkitkan darah Naga dan Phoenix sepenuhnya]


"Tapi, aku masih belum bisa membangkitkan darah Dewa Naga" gumam Julian.


[Sebenarnya Master, ada satu cara lagi untuk memakai darah Dewa Naga yang Anda miliki]


"Benarkah itu?"


[Ya]


"Bagaimana caranya?"


[Anda hanya harus mendapatkan pengakuan dari Dewa Naga saat ini, Dewa Naga memang cukup baik pada manusia, tapi dia membenci ras Naga]


"Bukankah dia juga berasal dari ras Naga?"


[Itu benar, tapi terlahir di alam para Dewa, dan menjadi Dewa Naga saat kelahirannya]


"Lalu?"


[Saat dia tahu kebanyakan ras Naga sangat sombong dan arogan, dia jadi membenci rasnya sendiri… Dari saat kelahirannya, dia diajarkan tentang kebaikan dan kedamaian oleh Ibunya yang seorang Dewi, dia terlahir dengan darah Dewa Naga dan Dewi Perdamaian]


"Karena itu dia membenci rasnya sendiri?"


[Bukan karena itu saja, Dewa Naga sebelumnya memiliki toleransi yang tinggi terhadap ras lainnya walaupun ras itu adalah ras paling lemah sekalipun, dan yang terpilih menjadi Dewa Naga biasanya akan memiliki ingatan dari para leluhurnya yang juga Dewa Naga]


"Entah kenapa aku malah berpikir tentang rasa dari daging Naga" gumam Julian.


Sedangkan Sena yang mendengar itu tidak tahu harus menanggapinya seperti apa, karena perkataan Julian keluar dari topik pembicaraan mereka.


[Kenapa Anda tidak memotong ekor Anda sendiri dan memasak dagingnya?]


"Entahlah Sena, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada ekor ku walaupun itu bisa tumbuh lagi" gumam Julian, ketika memikirkan dia memotong ekornya sendiri, entah kenapa tubuhnya tiba-tiba merinding.


[(눈‸눈), entah kenapa rasanya saya ingin memotong tubuh Anda menjadi kecil-kecil dan membiarkan tikus memakan daging Anda]


"Ugh, kau sangat mengerikan Sena" tubuh Julian semakin merinding dan terasa dingin ketika membaca tulisan hologram itu.


[Lama-lama saya bisa gila karena Anda, Master]


Setelah itu hologram tidak muncul lagi, karena Sena benar-benar lelah dengan Masternya itu, awalnya dia merasa jika Julian adalah orang yang tenang dan pendiam, tapi lama-kelamaan Sena mulai lelah dengan kelakuan sesungguhnya dari Masternya itu.


"Hahaha, maaf Sena" ucap Julian, tapi sayangnya tidak ada balasan.


Julian hanya menghela napasnya, berjalan keluar dari Mansion Gillan, dan menatap langit yang mulai menggelap.


"Oh, Brian"


"Sudah lama saya tidak melihat Anda" ucap Brian.


"Hm, aku terlalu sibuk belakang ini"


"Walaupun begitu, Anda harus menjaga kesehatan diri Anda sendiri, jangan sampai sakit" ucap Brian.


"Mungkin aku akan sangat senang jika kau adalah Kakak ku, tapi sayangnya aku terlahir sebagai anak pertama" ucap Julian.


Sebuah Portal muncul tiba-tiba di udara, membuat Brian terkejut dan waspada.


"Tenanglah, ini kekuatanku" ucap Julian membuat Brian kembali rileks.


Semua pekerja di keluarga Gillan sudah diberitahu tentang semua yang terjadi belakangan ini, termasuk orang-orang yang memiliki kekuatan.


Bahkan ada beberapa pekerja keluarga Gillan yang juga tiba-tiba menghilang, dan tentu saja mereka dibawa ke dalam menara, Julian juga sudah memberitahu tentang menara, tapi masih ada beberapa orang yang khawatir kepada mereka.


Brian saat ini menatap sebuah portal yang muncul dihadapan Julian, yang lebih mengejutkan adalah sesuatu yang keluar dari Portal itu.


"I-ini…"


20 ekor Harimau, 20 skor Singa, 20 ekor Cheetah, 20 ekor white dan black panther, dan 20 ekor Macan Tutul.


Semua itu keluar dari dalam portal, dan Julian sudah memilih mereka berpasangan, yaitu 10 jantan dan 10 betina, dan semuanya adalah hewan buas yang sudah dewasa.


"Jaga mereka, mereka bisa menjadi kekuatan keluarga Gillan di masa depan, beritahu yang lain juga untuk makanannya aku akan menyediakannya, sedangkan untuk keperluan lainnya kalian bisa atur sendiri" ucap Julian.


Brian yang menatap semua hewan buas itu hanya bisa merinding ketika melihat taring mereka ketika menguap.


"Mereka jinak, jadi tenang saja" ucap Julian sambil mengelus kepala Harimau yang ada di dekatnya, dan Harimau itu hanya menggeram senang ketika Julian mengelus kepalanya.


Tentu saja Julian mengeluarkan mereka bukan tanpa alasan, di masa depan semuanya bisa lebih kacau, Julian mengeluarkan mereka agar bisa menjadi penjaga Mansion Gillan dari serangan apapun.


Semua hewan yang ada di Dimensional World miliknya sudah ditingkatkan ke tingkat Monster dengan Rank tinggi, apalagi mereka sudah ditanamkan kekuatan oleh Sena agar bisa membantu Julian ketika menghadapi serangan Monster.


Hewan-hewan itu memang terlihat seperti hewan buas biasa, tapi mereka bisa berubah menjadi monster ketika menggunakan mode tempur mereka.


Bahkan beberapa diantara mereka bisa menggunakan sihir, yang sangat membantu karena Julian adalah tipe petarung jarak dekat, walaupun memiliki elemen untuk menggunakan sihir, Julian lebih menyukai menyerang dari jarak dekat.


Apalagi dengan sisik Naganya yang keras, membuat Julian leluasa untuk menyerang tanpa harus khawatir terluka parah.


Saat Julian menyuruh Brian untuk membawa semua hewan buas itu ke halaman belakang, tubuh Brian menjadi tegang.


"Walaupun mereka hewan teritorial, kau bisa menyatukan tempat mereka, mereka sedikit berbeda, jadi tidak apa-apa"


Julian kemudian masuk ke dalam Mansion untuk kembali ke kamarnya, meninggalkan Brian dengan keadaan tertekan karena dikelilingi oleh hewan buas.


Dia lebih memilih untuk berhadapan dengan ratusan orang bersenjata daripada harus menjaga hewan buas yang bisa saja menerkamnya sewaktu-waktu.


Brian menghela napas lelah, kemudian berjalan ke arah halaman belakang, dia melihat jika hewan buas di belakangnya itu juga mengikutinya, tapi tubuhnya tidak bisa tenang ketika para hewan buas itu ada di belakangnya.


Para pekerja yang ada di halaman belakang terkejut saat melihat di belakang Brian terdapat hewan buas, walaupun Brian sudah mengatakan jika mereka jinak, tapi tetap tidak bisa mengatasi rasa takut yang mereka rasakan.


Brian kemudian menyuruh beberapa orang untuk membuatkan sebuah tempat dengan pagar besi yang kokoh untuk menjadi pembatas.


Tentu saja mereka yang diperintahkan langsung bergegas membeli besi yang kuat untuk membuat pagar pembatas itu, dan semuanya selesai hanya dalam semalam saja.


Sedangkan para hewan buas yang melihat semua manusia di depannya hanya menatap datar.


'Kenapa para manusia ini ketakutan, bahkan kami tidak berniat untuk menerkam ataupun memakan mereka' itu adalah pikiran para hewan buas ketika melihat para manusia di depannya ketakutan saat melihat mereka semua.


Sedangkan para hewan buas itu hanya berbaring di atas tanah sambil menatap semua pekerja yang sedang membangun kandang untuk mereka.