
Di luar Portal, Julian melihat Kedua orang tua dan kedua adiknya berdiri tak jauh dari Portal.
Terlihat Juga para Bodyguard keluarga Gillan dan para pelayan di belakang keluarganya.
Vinie, Nattan, Violan, dan Vivian langsung berlari ke arah Julian.
Vinie memeluk Putra satu-satunya itu dengan erat, dan Julian membalas pelukan Ibunya itu.
"Kau membuatku takut…" gumam Vinie.
Semua orang di sana fokus kepada Julian, dan mengabaikan Portal yang langsung menghilang setelah Julian keluar dari sana.
[Master, Anda mendapatkan Inti Portal setelah menyelesaikan sebuah Portal]
'Simpan itu dulu, Sena'
[Baik]
"Ibu, aku baik-baik saja" ucap Julian.
"Kakak, apa itu sebenarnya?" tanya Violan tiba-tiba.
"Itu Portal Monster"
Julian membuat keluarganya terkejut karena dia bisa tahu tentang itu.
"Kita masuk ke dalam dulu, ini sudah larut malam" ucap Nattan.
Mereka berempat mengangguk, menyetujui ucapan Nattan.
Mereka berlima kemudian pergi ke Ruang Kerja Nattan, karena itu satu-satunya tempat yang an dan kedap suara.
Setelah mereka duduk di sofa dan keadaan mulai tenang…
"Julian, kau tau semua itu?" tanya Nattan.
"Ya, Ayah, aku mengetahuinya" ucap Julian.
"Bagaimana bisa?" tanya Nattan kembali.
"Sena" ucap Julian membuat keempatnya bingung.
""Sena?"" tanya mereka berempat.
"Tunjukkan wujud mu" ucap Julian.
Sebuah bola cahaya muncul, dan perlahan berubah menjadi sosok anak kecil yang mereka semua tahu.
"Ini…"
"Sena adalah sebuah sistem, aku mendapatkannya beberapa hari sebelum dibawa ke sini. Aku tidak tau dia makhluk apa, tapi dia memiliki apapun yang kita inginkan" ucap Julian.
"Tunggu, ini terlalu tiba-tiba!" ucap Vinie.
Julian mengerti itu, tentu saja mereka butuh waktu untuk menerima semua itu.
"Apa itu sistem seperti dalam game?" tanya Vivian.
"Bisa dibilang begitu, karena menampilkan status yang kau miliki, seperti level, job, title, skill, dan yang lainnya" ucap Julian, dan Sena hanya mengangguk.
Sena kemudian menampilkan status milik Julian.
...[STATUS]...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Nama : Julian Gillan Vyno...
...Ras : True Dragon...
...Title : Pewaris Keluarga Gillan, Pemilik Sistem Eternity, Guardian of the World...
...Job : Guardian, All Job...
...Level : 8.078 (3.631/8.079)...
...Element : All Elements...
...HP : 8.078.000.000...
...MP : ∞...
...skill :...
...God's Creation...
...Shop...
...Lottery : 1000 poin (1×)...
...Dimensional World...
...Dimensional Portal...
...Inventory...
...Poin : ∞...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
Semua orang di sana membelalakkan matanya dengan mulut terbuka karena melihat status Julian yang tidak masuk akal. Bahkan levelnya sudah 8 ribu.
"Ayah, Ibu, Violan, Vivian…" panggil Julian yang membuat mereka berempat menoleh ke arahnya.
"Aku tau ini tidak bisa dipikirkan secara logis, kemunculan Portal itu dan juga para Monster tidak akan ada yang bisa memikirkan jika semua itu ada… Aku juga terkejut pada awalnya, tapi aku mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya dan mencoba melakukan apapun yang aku dapatkan, seperti Sena yang adalah sebuah sistem yang ku dapatkan" ucap Julian.
"Julian, mungkin kita bisa membicarakan ini besok, aku tidak bisa memikirkan apapun lagi, semua hal tak masuk akal yang kau katakan itu aku akan memikirkan dulu, aku sangat lelah saat ini" ucap Nattan, dia sudah banyak pekerjaan di perusahaan miliknya, dan sekarang otaknya harus mencerna apa yang dikatakan oleh Julian, apalagi usianya sudah tidak muda lagi.
Julian hanya mengangguk, dan kemudian berdiri.
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar" ucap Julian, dan langsung keluar dari ruangan itu, kemudian berjalan ke kamarnya.
Memang benar jika semua ini tidak bisa dipikirkan secara logika, dari sistem yang dia miliki sampai Portal Monster yang muncul.
Dunianya saat ini tidak aman sama sekali, jika monster-monster yang kuat itu keluar dari Portal, maka sudah dipastikan jika sebuah kita bisa hancur, apalagi Portal Rank-S sampai Rank-SSS bisa langsung berstatus break.
Saat Julian sampai di depan kamarnya, Julian langsung masuk, dan terlihat Neil yang sudah bangun dan duduk di atas kasur.
"Ada apa?" tanya Julian.
"Aku tidak tau, aku bermimpi jika pesawat Ayahku mengalami kerusakan mesin dan membuat pesawat itu meledak" setelah mengucapkan itu, Neil langsung menangis dengan keras.
"Ingin menemuinya?" tanya Julian.
"Bagaimana caranya?"
"Kita akan terbang, aku adalah naga, kau ingat?"
Neil hanya mengangguk, dan mengusap air matanya.
Julian langsung menggendong Neil, kemudian membuka jendela kamarnya, dan melompat keluar.
Sebelum tubuhnya jatuh menghantam tanah, sepasang sayap besar berwarna putih, mirip seperti sayap burung.
Julian hanya membayangkan jika sayap itu muncul di punggungnya, karena tidak mungkin menggunakan sayap naga miliknya karena terlalu besar.
Neil yang awalnya takut memberanikan diri melihat ke depan.
Gelapnya langit malam yang hanya diterangi cahaya bulan membuat sebuah pemandangan indah, dengan bintang-bintang yang menghiasi malam.
Setelah Sena mengatakan koordinat Lonan, Ayah Neil, Julian langsung melesat ke sana.
Sebuah pelindung transparan muncul di hadapan Julian untuk menghalau tekanan angin.
Setelah 2 jam terbang, Julian melihat sebuah pesawat dengan sayap kanan yang mengeluarkan asap, membuat Julian dan Neil terkejut.
"Itu pesawat milik Ayah!" teriak Neil.
Pesawat itu berwarna biru muda, dan itu adalah warna kesukaan Neil, pesawat itu adalah pesawat pribadi yang dibeli oleh Lonan untuk Neil.
Julian mendekati pesawat itu, memiringkan sedikit tubuhnya agar sayapnya tidak bertabrakan dengan sisi badan pesawat.
Di bagian depan pesawat terlihat dua pilot yang panik sedang menekan beberapa tombol pesawat agar stabil.
Julian kemudian me-teleportasi Neil ke dalam pesawat, dan Neil langsung berlari ke arah Ayahnya yang sedang duduk di salah satu kursi penumpang.
"Ayah!" teriak Neil yang mengagetkan Lonan.
"Neil, bagaimana bisa kau di sini?" tanya Lonan.
"Ayah, aku akan memberitahu mu nanti, kita harus menyelamatkan diri dulu!" teriak Neil.
Lonan kemudian melirik ke arah jendela, di mana terlihat sayap pesawat yang mulai terbakar.
Di sisi lain, Julian yang masih terbang di luar mulai merubah tubuhnya menjadi seekor naga.
Julian dalam wujud Naganya itu langsung terbang ke atas pesawat, dan kedua kaki depannya mencengkeram badan pesawat.
"Matikan mesin pesawatnya" ucap Julian yang mengagetkan para pilot.
"Huh? Apa?" tanya salah satu pilot.
Neil yang di dalam pesawat langsung berlari ke arah ruang kemudi.
"Matikan mesin pesawatnya" ucap Neil sambil menunjuk ke atas.
Para pilot itu langsung melihat ke arah yang Neil tunjuk, dan terlihat seekor Naga besar tepat di atas pesawat.
"Apa itu?" gumam kedua pilot dengan tubuh gemetar.
"Cepat matikan mesinnya!" teriak Neil kesal.
Para pilot itu langsung menuruti perintah Neil, dan mematikan mesin pesawat itu.
Setalah mesin mati, Julian menggunakan elemen es untuk melapisi sayap pesawat yang terbakar, memadamkan apinya dengan membekukan sayap pesawat itu.
Dengan kecepatan yang sangat cepat, Julian membawa pesawat itu terbang menuju Negaranya, dan menurunkan di salah satu bandara yang tidak jauh dari rumahnya.
Tubuh Naga Julian menjadi sorotan ketika dia mendaratkan pesawat, dan tak lama setelah itu terlihat pasukan tentara yang menuju ke arah Julian.
Banyak yang menganggapnya ancaman.
Neil yang melihat itu langsung keluar dari pesawat dengan memecahkan kaca dan langsung melompat, untung saja tubuhnya itu bukan tubuh manusia biasa.
Neil berlari ke arah Julian dan berdiri di depannya dengan tangan yang merentangkan kedua tangannya mencegah para tentara itu l
menembak.
Dan itu memang berhasil.
Julian kemudian merubah tubuhnya menjadi setengah Naga, lalu mengangkat tubuh Julian.
Bahkan Lonan yang di dalam pesawat sangat terkejut ketika Neil yang melompat dari pesawat, dan langsung menuju pintu keluar pesawat.
Sebuah tangga langsung turun ke arah tanah, dan Lonan menuruni tangga itu, berlari menuju Neil.
Lonan langsung memeluk Neil.
Melirik ke arah belakang, kepala Lonan dipenuhi tanda tanya ke arah makhluk itu.
Wujudnya sekarang lebih mirip manusia, tapi dipenuhi oleh sisik hitam dengan ekor dan sayap di punggungnya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________________________...
...kemarin-kemarin itu mau aku up, tapi ada pesan kuota udah abis, jadi baru sekarang up nya pas ada uang buat beli kuotanya :v...
...Lonan Hesperos...