
DOR! DOR! DOR!…
Suara tembakan beruntun terdengar memekakkan telinga di dalam hutan.
Rigel dan Dimas terkejut karena para tentara khusus itu menembakan peluru dengan mudahnya kepada orang asing, tanpa memeriksa identitas mereka.
Julian tidak menghindar sedikitpun, tidak ada senjata apapun yang bisa menggoresnya, hanya senjata khusus untuk membunuh naga yang bisa menggores tubuhnya, walaupun itu hanya goresan kecil di sisiknya.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Energi asing terdeteksi!...
...Memindai area hutan untuk mendapatkan informasi...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
Julian terdiam, suara tembakan masih terdengar, tapi suara sistem bergema di dalam pikirannya.
Rigel dan Dimas juga terpaku dengan suara sistem.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Portal Monster terdeteksi!...
...Status Portal Monster 'Sealed'...
...Jarak : 12 km...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
"Rigel, Dimas, kalian pergilah cari asal portal itu, aku bisa mengatasi ini" ucap Julian.
Rigel dan Dimas mengangguk, mereka kemudian pergi ke arah portal itu berada dengan petunjuk sistem.
'Sena, apa kau tau skill yang bisa membuat mereka tak sadarkan diri dengan cepat? Jika aku memukul mereka, mereka akan mati'
[Membeli Skill… Seluruh skill telah di dapatkan…
Skill di dapatkan]
'Sena, aku menyuruhmu untuk membeli satu skill'
[Master, ini lebih praktis dan mudah digunakan]
Para tentara sudah berhenti menembaki Julian karena mereka hampir kehabisan amunisi, dan itu tidak mempan kepada Julian.
[Rasa takut yang besar terdeteksi! Jarak target 4 meter! Skill aktif secara otomatis]
'Hah?! Apa?!!'
Mata Julian berbuah menjadi merah menyala, hawa membunuh pekat keluar dari tubuh Julian.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
......
...Skill Pasif yang otomatis aktif ketika rasa takut dari musuh terdeteksi, aktif hanya ketika pertempuran terjadi....
...Menyebabkan paralyse selama 30 menit kepada musuh yang berjarak maksimal 50 meter dari pengguna....
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
Julian terkejut melihat penjelasan dari skill itu.
1 detik saja itu bisa menjadi kemenangan untuk sebuah tim jika musuh mereka mengalami paralyse.
Para tentara yang tadi menyerang Julian langsung terdiam dan terjatuh, aura membunuh pekat yang keluar dari tubuh Julian membuat para tentara khusus tidak bisa bergerak, bahkan mereka tidak bisa bernapas karena tekanan dari aura membunuh itu.
Julian benar-benar terkejut, skill Death Eyes terlalu kuat, dan tidak ada batasan penggunaan, selama itu musuhnya, Death Eyes akan tetap bekerja bahkan pada orang yang lebih kuat dari Julian.
Setelah Julian melihat jika para tentara khusus itu tidak sadarkan diri, Julian memutuskan untuk pergi ke arah Narin dan Haru pergi.
Julian pergi dengan kecepatan penuh, dan dalam sekejap langsung berada di samping Haru.
Membuat Haru terkejut dan terjungkal ke belakang, padahal saat itu dibelakang Haru adalah sungai.
Byur!
Haru tercebur ke dalam sungai, untung saja tidak ada buaya atau hewan predator lain di sana.
"Ah! Maaf, aku mengejutkanmu Haru" ucap Julian dengan wajah datar, alias watadosnya.
Saat sudah keluar dari sungai, Haru langsung memukul punggung Julian.
Bukan Julian yang sakit, tapi tangan Haru yang sakit karena Julian masih mengaktifkan Dragon Armor dan sisik naganya.
"Oh, aku lupa menonaktifkan skill ku" ucap Julian.
"Kau!" Haru berteriak keras, dan memukul Julian menggunakan energinya.
(A'N : enaknya sebut energi atau mana?)
Julian menghindari serangan Haru, dan terjadilah aksi kejar-kejaran.
Julian terus menghindari serangan Haru, dan Haru menggunakan skill-skill yang dia miliki untuk menyerang Julian.
Narin hanya bisa geleng kepala, Haru lebih tua dari Julian, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan.
"Kalian berdua, berhenti, kita harus menyusul Rigel dan Dimas, apalagi Rigel membawa Gia pergi" ucap Narin.
Julian berhenti dan tidak menghindar dari serangan Haru, membuatnya terkena serangan itu.
Haru hanya menggerutu kesal. Tapi, mereka menyetujui ucapan Narin.
"Apa kau juga pemilik sistem?" tanya anak kecil yang sebelumnya mereka selamatkan, anak itu menetap Julian.
"Ya, aku juga pemilik sistem, masih ada dua lainnya yang membantu, tapi sekarang mereka sedang pergi ke suatu tempat" ucap Julian.
"Namaku Neil Kale Hesperos"
'Hesperos? Nama keluarga Hesperos itu… kalau tidak salah ada satu yang memiliki marga itu' pikir Julian.
[Benar Master, dan keluarga Hesperos juga memiliki hubungan dengan keluarga Gillan]
'Aku tidak tau apapun tentang itu, sepertinya aku harus mengetahui sejarah keluarga Gillan setelah kembali nanti' pikir Julian.
"Julian, kau adalah Tuan Muda keluarga Gillan, kan?" tanya Narin.
"Ya"
"Bukankah Tuan Muda keluarga Gillan sudah lama hilang?" tanya Narin kembali.
"Itu benar, aku juga baru tau jika aku bagian keluarga Gillan belum lama ini"
"Aku benar-benar bingung dengan keluarga mu itu" ucap Haru.
"Apa maksudmu?"
"Struktur kelahiran keluarga Gillan itu seperti memang sudah diatur, hanya ada satu anak laki-laki yang akan lahir di keluarga Gillan. Jika anak laki-laki itu mati, maka akan ada anak laki-laki lain yang lahir di keluarga Gillan" ucap Haru.
"Selama ini, belum ada anak laki-laki lain yang lahir di keluarga Gillan, jadi sudah pasti pewaris keluarga Gillan masih hidup" ucap Narin.
Keheningan melanda mereka, tidak ada lagi yang bersuara, mereka kemudian berlari dan dengan cepat bergegas menyusul Rigel dan Dimas.
Setelah sampai, mereka berempat melihat Rigel dan Dimas berdiri di depan sebuah portal.
Ada energi misterius yang keluar dari portal itu.
"Yo! Kalian sudah sampai" ucap Dimas.
"Ini pertama kalinya kita melihat hal seperti ini" ucap Narin.
"Kau benar, lagipula sistem sudah memperingati kita tentang semua ini" ucap Rigel.
"Dan entah kenapa ketika portal ini muncul, beberapa hewan dan tumbuhan mengalami evolusi, mereka berubah menjadi monster, aku dan Rigel sudah menangani monster itu, tapi masih ada beberapa yang melarikan diri" ucap Dimas.
"Julian, apa ras mu?" tanya Rigel.
"Naga"
"Hah?!" Rigel, Haru, Narin.
Sedangkan Neil dan Gia menatap Julian dengan mata berbinar.
"Nak, berapa umurmu?" tanya Rigel kepada Neil.
"Enam!" ucap Neil.
Rigel dan Dimas menatap Neil terkejut.
"Fisikmu lebih mirip anak usia delapan tahun" ucap Dimas.
"Misi dari sistem selalu tentang penguatan fisik, mungkin karena itu" ucap Neil.
"Kak Ian!" teriak Gianira kepada Julian.
Julian hanya menatap Gia dengan tatapan bingung.
"Naga!" teriak Gianira.
Julian hanya tersenyum, kemudian memunculkan sayap di punggungnya.
Mata Gianira berbinar, dan mengulurkan tangannya ingin menyentuh sayap itu.
Julian membentangkan 1 sayapnya, dan membiarkan Gianira menyentuhnya.
"Julian, kau memiliki Dimensional World?" tanya Rigel.
"Ya, aku punya"
"Apa kau bisa memindahkan semua energi yang keluar dari portal ke Dimensional World milikmu?" tanya Rigel kembali.
"Aku akan mencobanya" ucap Julian.
'Sena, apa kau bisa memindahkan semua energi portal yang keluar itu ke Dimensional World?'
[Menyerap energi Portal… Berhasil!… Semua energi yang keluar dari Portal sudah dipindahkan ke Dimensional World]
"Sudah" ucap Julian.
"Baguslah, sekarang kita hanya perlu menutup portal ini" ucap Rigel.
"Itu tidak mungkin kecuali kita menyelesaikan Portal ini" ucap Narin.
"Benar juga, energi Guardian sudah menghilang, dan kita harus mencari penerusnya yang memiliki energi Guardian" ucap Dimas.
'Guardian? Sena, apa itu energi yang membawaku ke dimensi lain?'
[Benar Master, tapi untuk menutup portal, walaupun Master memiliki energi Guardian, Master harus mencapai level maximal terlebih dahulu]
'Jadi itu tetap sia-sia walaupun aku memiliki energi Guardian?'
[Tidak, energi Guardian masih bisa dipakai untuk menurunkan Rank dari portal, jika Portal Monster Ber-Rank A, bisa diturunkan menjadi Portal Monster Rank B, dan jika ada Portal Monster Rank F, energi dari Guardian bisa langsung menutupnya]
'begitu ya' pikir Julian.
Saat ini, semua yang terjadi di Bumi ada di tangan Julian, entah kehancuran ataupun kedamaian, jika Julian salah langkah… maka akan berakibat fatal untuk keberlangsungan semua makhluk hidup di Bumi.
Dan Julian bertekad untuk menjadi lebih kuat, dan akan mencari tahu, kenapa semua ini bisa terjadi, kemunculan Portal Monster, para hewan dan tumbuhan yang berevolusi karena energi dari Portal Monster.
Apakah semua itu memang sudah takdir? Atau ada sangkut pautnya dengan seseorang dari dimensi lain?
Jika ini perbuatan seseorang dari dimensi lain, kenapa mereka menyerang Bumi?