The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
31



Alexandre terlahir di keluarga yang berkecukupan, memiliki adik kembar, laki-laki dan perempuan, yang terpaut 10 tahun dengan Alexandre.


Saat lulus SMA, Alexandre melanjutkan studinya ke Universitas ternama di Amerika dengan jalur beasiswa, tapi itu hanya bertahan selama 1 tahun karena orangtuanya mengabari jika adik perempuannya menderita kanker darah yang membuat Alexandre harus kembali ke Indonesia.


Ketika tiba dirumahnya, yang dia dapati adalah kedua orangtuanya bertengkar karena tidak sanggup untuk membiayai pengobatan adik perempuannya itu.


Dan dalam beberapa bulan orangtuanya memilih untuk berpisah dan meninggalkan mereka bertiga tanpa bertanggung jawab.


Saat Alexandre sedang terpuruk, Keluarga Gillan menawarkan bantuan padanya, tentu saja dia harus bekerja di Rumah Sakit Gillan ketika lulus dari Universitas, dan sebagai gantinya adik perempuannya akan dirawat di Rumah Sakit Gillan tanpa harus membayar.


Alexandre tidak menyia-nyiakan semua itu dan menerimanya.


Dan sekarang Alexandre sudah bekerja di Rumah Sakit Gillan selama hampir 1 tahun.


Dihadapannya saat ini, Tuan Muda keluarga Gillan mengatakan bahwa dia bisa menyembuhkan adiknya yang bahkan para dokter tidak bisa lakukan.


"Jadi, apa pilihanmu? Aku hanya ingin kau jadi bawahan ku saja, tidak lebih, apalagi kau sudah bekerja untuk keluarga Gillan selama ini kan?" tanya Julian kepake Alexandre.


"Jika memang benar Anda bisa menyembuhkan adikku, aku akan dengan senang hati menjadi bawahan Anda"


"Tidak, bukan aku yang akan menyembuhkannya tapi kau, aku akan membuatmu bisa menyembuhkan adikmu itu, tapi jika kau menerimanya, kedepannya hanya ada neraka untukmu" ucap Julian.


"Ya, aku tidak tau apakah Naga itu benar-benar ada atau tidak, dan Anda juga salah satu dari mereka yang terpilih. Tapi, entah aku harus mempercayai semuanya atau tidak setelah aku melihat hal-hal yang tak masuk akal dengan mata ku sendiri"


"Jadi?"


"Aku akan mengikuti Anda, bahkan jika itu tidak bisa menyembuhkan adikku, tidak ada salahnya untuk mencoba"


"Aku tidak akan pernah mengingkari kata-kata ku"


Julian kemudian bangun, dan berdiri tepat dihadapan Alexandre.


Mengubah kukunya menjadi tajam, dan menggores jarinya perlahan.


Setetes darah jatuh ke lantai, sedetik kemudian muncul lingkaran cahaya berwarna merah di bawah kaki Julian dan Alexandre.


"Jangan bergerak" ucap Julian ketika melihat Alexandre akan keluar dari lingkaran cahaya itu.


Wush!


Angin kencang tiba-tiba muncul di ruangan tertutup itu, menerbangkan segala benda yang ada.


"Argh!" Alexandre berteriak ketika merasakan punggung tangan kanannya seperti terbakar.



Setelah rasa rasa sakitnya menghilang, sebuah simbol Naga Yin-Yang muncul di punggung tangan kanan Alexandre


"Ini…"


"Mungkin bisa disebut sebagai segel perjanjian, jika aku mengingkari janji ku padamu, nyawaku sebagai taruhannya" ucap Julian.


Alexandre tidak habis pikir dengan Julian, dia tidak perlu sampai mengorbankan nyawanya hanya untuk sesuatu seperti ini, walaupun adiknya tidak sembuh pun, Alexandre tidak mempermasalahkannya.


"Kalau begitu, apa kita mulai saja pelatihannya?" tanya Julian sambil memperlihatkan seringaiannya yang membuat Alexandre merinding.


"Tu-tunggu! Aku tidak bisa sekarang karena masih banyak pasien yang harus ku periksa!"


"Kalau begitu kita latihan pada malam hari saja… Sena"


"Ya, Master" Sena muncul dengan wujud anak kecilnya, membuat Alexandre terkejut.


"Ini asisten kecil ku, jika kau butuh sesuatu, atau ingin menghubungi ku, kau hanya perlu menyebut namanya, dan wush! Sena akan muncul dihadapan mu" cara bicara Julian yang datar dan tidak sesuai dengan kata-katanya membuat Alexandre sweetdrop.


Setelah mengatakan itu, Julian mencabut jarum infus di tangannya karena merasa terganggu.


Menepuk tangannya sekali, dan ruangan yang awalnya berantakan kembali rapi seperti semula.


Julian kemudian berteleport ke Rumah Kaca yang ada di Hotel Gillan.


Mendudukkan dirinya di sebuah kursi, Julian melihat Zev yang sedang menyiram tanaman.


...★...


...★...


...★...


(N/A : Kalau ada yang lupa Zev itu siapa, Zev itu Anubis yang pernah Julian temukan saat jalan-jalan, lalu Julian membuat kontrak dengan Anubis itu, dan dikasih nama Zev Alucio North, ada di chapter 16)


...★...


...★...


...★...


[Dia menggunakan elemen api dan es, dan menghasilkan elemen air, sistem yang mengajarinya untuk bisa menggunakan elemen air dengan menggabungkan elemen api dan es <( ̄︶ ̄)>]


"Aku tidak tau jika kau mengajari semua itu"


[Saya hanya berkata jika Sistem adalah bawahan dari Master, dan dia langsung mempercayainya, walaupun dia sangat polos untuk seekor Anubis, tapi dia cepat dalam melakukan apapun]


"Begitu ya, baguslah, dia akan membantu dalam pertempuran nanti" ucap Julian sambil memandangi Zev yang sedang asik menyiram tanaman tanpa mengetahui keberadaannya.


Kaki dan tangan yang pendek, tubuh yang gemuk, telinga dan ekornya yang bergoyang membuat Julian menatap gemas kepake Anubis kecil itu.


'Dia lebih mirip boneka, jika Violan dan Vivian melihatnya, bisa-bisa Zev akan diperebutkan oleh mereka berdua' Julian memikirkannya dimana Anubis kecil itu memasang wajah pasrah karena diperebutkan oleh Violan dan Vivian.


"Yang Mulia kapan Anda datang?" tanya Zev yang sekarang berada di depan Julian.


"Oh, kau sudah bisa bicara? biasanya menggunakan telepati"


"Ya, bawahan Anda yang mengajari Saya berbicara, membaca dan juga menulis" ucap Anubis itu, perilakunya seperti ingin dipuji oleh Julian.


Julian kemudian sedikit menunduk, dan mengusap pelan kepala Zev, Zev yang diperlakukan seperti itu memasang wajah senangnya.


"Kau sangat pintar, mungkin nanti aku akan membawa mu untuk bertarung bersamaku" ucap Julian, dan Zev memandang Julian dengan mata yang berbinar.


"Benarkah?"


"Ya, Itu akan sangat membantu apalagi jika level mu sudah tinggi"


Zev hanya mengangguk senang kemudian kembali menyiram tanaman dengan ekornya yang bergoyang-goyang karena senang.


"Mirip anak anjing" ucap Julian ketika melihat ekor Zev yang bergoyang.


[Oh ya Master, pertemuan para pemilik sistem 2 minggu lagi, apa Master sudah menentukan tempatnya?]


"Mungkin kita lakukan di sini saja, tapi aku tidak tau apakah tempat ini cukup atau tidak"


[Sedikit sempit untuk menampung 1000 orang]


"Tunggu, kita akan mengundang semua pemilik sistem?"


[Ya, lebih baik seperti itu, karena masih banyak yang memiliki level rendah, jadi pemilik sistem yang memiliki level tinggi bisa membantu mereka yang levelnya masih rendah]


"Kau benar, jadi, siapkan di Dimensional World saja, itu sangat luas, jadi kita tinggal menyiapkan tempatnya saja, dan sebuah tempat untuk istirahat"


[Baik, Sena akan mengaturnya]


[Oh ya, Master, Sena akan mengatur waktunya 10:1]


"Waktu sepuluh banding satu?"


[10 tahun di Dimensional World sama dengan 1 detik di dunia nyata]


"Atur saja, jadi kita punya waktu untuk melatih pemilik sistem yang berlevel rendah"


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...____________________________...


...Sorry beberapa hari ini Thor gak up, soalnya lagi gak enak badan, tenggorokan rasanya gatal + batuk terus, jadi gak mood buat update....


...Sebenarnya hari ini Thor ulang tahun, tanggal 24 Januari, rencananya pengen up 5-10 chapter, tapi karena Thor lagi gak enak badan, kepala juga pusing, jadinya gak bisa, Maaf ya. ...


...ಥ╭╮ಥ 🙏😭...