
"Oh iya, kenapa kau datang kemari?" tanya Julian kepada Narin.
Narin menengadahkan wajahnya, melihat ke arah Julian.
"Aku lupa itu" gumam Narin yang masih terdengar oleh Julian.
Narin berdiri dan duduk di samping Julian.
"Kami menemukan sebuah lubang besar di gunung, lebih tepatnya itu ada di dalam jurang"
"Jurang? untuk apa kalian ke sana?" tanya Julian.
"Tentu saja mengejar Monster, tapi anehnya mereka lebih seperti manusia, tapi memiliki anggota tubuh hewan"
Julian yang mendengar itu berpikir.
'manusia dengan anggota tubuh hewan? Seperti Lizardman?'
[Itu berbeda Master, mungkin yang dimaksud oleh Narin adalah sosok seperti manusia tetapi memiliki telinga dan ekor seperti kucing, anjing, atau hewan lainnya]
"Manusia setengah hewan?"
"Ya, dan lagi waktu Dimas dan Haru mengeceknya, mereka mengatakan melihat sebuah portal di sana, tapi itu berbeda dari Portal Monster"
[Berarti sekarang ada sebuah dimensi lain yang terhubung dengan bumi selain dimensi Monster]
Julian hanya bisa mengacak rambutnya frustasi.
"Lebih baik berhati-hati terhadap beastkin, mereka memliki fisik di atas rata-rata" ucap Lucifer.
Julian tahu itu, dia juga cukup sering membaca tentang hal-hal yang berhubungan dengan manusia setengah hewan, walaupun itu hanya mitos.
Tubuh mereka lebih kuat dari manusia, mereka akan memiliki kekuatan seperti wujud mereka sendiri, jika manusia setengah kucing, dia akan memiliki fisik yang kuat, kuku tajam, cepat seperti kucing, mata yang bisa melihat di malam hari, dan juga keseimbangan mereka yang tinggi.
Yang harus sangat diwaspadai adalah beastkin yang memiliki wujud setengah hewan buas, karena mereka unggul dari segi apapun, jangan lupakan taring tajam mereka walaupun itu tidak sebesar hewan buas biasanya karena mereka setengah manusia.
"Huh! Mereka tidak akan bisa melukaimu, kenapa kau se-frustasi itu? Dasar manusia rendahan" ucap Lucifer.
Oke, Julian sekarang sangat kesal dengan kata-kata Lucifer yang selalu menyebut manusia rendahan, tapi dia harus tetap menahan emosinya.
Julian memang seorang Guardian, tapi Guardian tidak lebih kuat dari seorang Malaikat ataupun Malaikat Jatuh.
Ingin rasanya dia meneriakkan jika dia adalah Guardian dan harus menjaga Bumi.
Tapi, jika dia melakukan itu, dia tidak punya apapun lagi untuk menjadi kartu As ketika ada konflik yang membuatnya harus bertarung dengan sang Raja Iblis itu.
"Oh ayolah, sisik kecilmu itu tidak akan bisa ditembus oleh mereka" ucap Lucifer.
Julian hanya bisa memandang Lucifer yang sedang menggendong Rin.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang" ucap Lucifer, tapi Rin yang mendengar mereka akan pergi dari tempat ini langsung merengek.
"Tidak mau! Aku mau tetap di sini! Aku ingin melihat bunga dan bermain dengan anjing kecil!(maksudnya Zev, Anubis)" rengek Rin.
"Apa aku bisa membawa anjing kecil mu ini?" tanya Lucifer kepada Julian.
"Tidak"
Rin yang mengetahui jika dia tidak bisa memiliki Anubis, matanya langsung berkaca-kaca dan mulai menangis.
Tapi tangisannya berhenti ketika merasakan sosok berbulu di pelukannya.
Saat melihat pelukannya, Rin melihat seekor kucing hitam yang sedang menjilati tangannya.
"Kucing kecil!" seru Rin senang.
"Itu black panther, hadiah dariku" ucap Julian.
"Tidak ada pasangannya?" tanya Lucifer.
Julian langsung menatap datar ke arah Lucifer tapi tidak mengatakan apapun.
"Bukankah kucing kecil ini jantan, dan lagi ada musim kawin untuk hewan, bagaimana jika dia tidak menemukan pasangannya dan malah menerjang putri kecilku dan mengawi-" ucapan Lucifer langsung berhenti karena merasakan ada sosok kecil berbulu yang hinggap di wajahnya.
Julian sudah menahan amarahnya, apalagi dia merasa ingin menjahit mulut Lucifer karena ucapannya di depan anak kecil.
Sedangkan Narin menahan tawanya karena melihat tubuh black panther kecil yang menutupi wajah Lucifer, dan Rin yang sudah tertawa lepas melihat wajah Ayahnya itu tertutupi oleh hewan yang sama dengan yang ada di gendongannya.
Lucifer ingin marah, tapi tidak jadi ketika melihat tawa putrinya.
Menarik tubuh black panther kecil, dan menurunkannya tepat di pelukan putrinya.
Setelah itu Lucifer pergi kembali ke dunia bawah.
"Dasar, dia sudah bucin dengan putrinya itu" gerutu Narin.
"Biarkan saja, lagipula dia sudah kehilangan Istrinya, dan yang tersisa adalah putrinya itu" ucap Julian.
"Malaikat dan Iblis, semoga saja anak itu bisa mengendalikan kekuatannya, jika tidak…" ucapan Narin berhenti, dan berbagai pikiran mengerikan terlintas dipikirannya.
"Semakin besar kekuatan, semakin besar juga tanggungjawab yang dimiliki" gumam Narin yang diangguki oleh Julian.
"Mungkin lebih baik kita langsung pergi mengecek portal?" tanya Narin.
"Kau benar, itu berada di mana?"
"Itu ada di Indonesia, yang menemukannya adalah Dimas, dan dia memberitahu aku dan Haru karena takut jika kau sangat sibuk" ucap Narin.
"Baiklah, ayo pergi sekarang"
Setelah itu Julian dan Narin pergi, meninggalkan Zev yang sendirian lagi di Rumah Kaca itu.
Saat sampai di tujuan, sudah ada Dimas dan Haru di sana.
"Kalian lama" ucap Dimas.
"Maaf, ada sesuatu terjadi sebelumnya" ucap Narin.
"Huh?! Memangnya apa yang terjadi?" tanya Haru.
"Kalian mungkin tidak akan percaya, tapi sebelumnya aku bertemu dengan Lucifer, Raja Iblis" ucap Narin sombong.
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Haru.
"Ya, tentu saja aku baik-baik saja" ucap Narin.
"Ya, kau baik-baik saja sampai-sampai menangis frustasi karena tidak tau jika kau meneriaki Raja Iblis" ucap Julian.
"He-hei! Aku tidak seperti itu!" teriak Narin.
"Benarkah? Tapi sistem ku sudah merekam kejadian itu" ucap Julian membuat Narin terdiam.
"Hapus itu sekarang!"
Julian tidak mengindahkan perkataan Narin, dan malah mendekati Portal yang berada di depannya.
Portal itu berbentuk lonjong, dan warnanya kuning, mungkin lebih mirip emas.
"Aku mencoba untuk masuk, tapi sepertinya itu menolak sesuatu untuk masuk ke sana" ucap Dimas.
Tapi, saat Julian memasukkan tangannya ke dalam Portal, itu masuk dengan mudah.
"Hm, apa ini hanya menerima manusia setengah hewan saja?" tanya Haru.
"Tapi Julian itu Monster, dia Naga, bukan manusia kadal seperti Lizardman" ucap Dimas.
Ucapan Dimas membuat suasana menjadi hening.
[Master, ini dimensi menuju dunia bawah]
'Apa ini terbuka karena kemunculan Lucifer?'
[Mungkin, satu-satunya untuk pergi ke dunia atas, tengah, atau bawah adalah melalui sebuah Portal yang disebut celah dimensi, biasanya hanya makhluk dengan energi yang besar yang bisa membukanya]
Lucifer tiba-tiba muncul dari dalam celah dimensi itu.
"Oh, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lucifer kepada Julian.
"Hanya mengecek saja, celah ini kau yang membukanya?"
"Ya, lagipula hanya ini satu-satunya cara untuk bisa sampai ke dunia ini" ucap Lucifer.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________...
...maaf ya baru up, soalnya Thor sakit, sekarang baru sembuh...
...ʕ´•ᴥ•`ʔ...