
Julian bangun pukul 5 pagi, dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu berpakaian.
Julian hanya memakai kaos hitam dan celana training, karena pakaian itu adalah pakaian yang nyaman untuk Julian.
"Sena, apakah ada misi?"
>"Tidak ada misi baru Master"<
Julian yang mendengar itu hanya menghela napasnya, semua misinya belum ada yang terselesaikan.
Julian kemudian duduk di tepi kasur, dan mengecek ponselnya.
Julian terkejut ketika melihat berita tentang dirinya, pewaris keluarga Gillan, hampir semua media menulis artikel tentangnya.
'Apa tidak ada berita lain?' pikir Julian.
Julian benar-benar terkejut ketika mencari tentang dirinya di mesin pencarian, dan terpampang foto Julian di sana, di pencarian gambar.
'Dari mana mereka memiliki fotoku?' pikir Julian, sekarang dia merinding, bahkan fotonya yang sedang mengenakan seragam sekolah ada di sana.
Julian mematikan ponselnya, dan berbaring di atas kasur.
Eira terbangun karena sedikit terganggu dengan pergerakan Julian.
"Meow~"
"Eira?" panggil Julian.
Eira mendekati Julian dan mengeluskan tubuhnya pada tangan Julian.
Julian yang melihat itu langsung mengelus Eira, dan Eira hanya diam menikmati elusan dari Julian..
"Eira, bangunkan Ashla dan Frost, aku akan menyiapkan makanan untuk kalian" ucap Julian bangkit dari posisinya dan keluar kamar, Eira mengangguk dan langsung membangunkan Ashla dan Frost dengan cara melompat ke tubuh kedua hewan yang tubuhnya lebih besar dari Eira.
Ashla dan Frost yang terkejut langsung bangun, dan melihat Eira di atas tubuh mereka. Ashla yang marah langsung menggigit Eira, tapi Eira menghindarinya, dan terjadilah aksi kejar-kejaran yang membuat kamar Julian berantakan.
Julian yang sudah kembali dari dapur untuk mengambil air minum, terkejut mendengar suara barang berjatuhan dari dalam kamarnya, saat membuka pintu, Julian melihat kamarnya berantakan dan terlihat ketiga hewan berbeda ras itu saling kejar-kejaran.
"Kalian bertiga…" Julian menekan kata-katanya yang membuat Eira, Ashla, dan Frost berhenti dan diam ditempat karena merasakan aura yang mengerikan.
Bahkan Mansion keluarga Gillan bergetar karena aura yang dikeluarkan Julian sangat besar, tapi Julian langsung menenangkan dirinya dan menghilangkan auranya, Mansion berhenti bergetar.
Orang-orang yang berada di dalam Mansion terkejut karena merasakan getaran, tapi mereka tidak panik karena Mansion itu tahan gempa, dan lagi getaran yang mereka rasakan hanya sebentar.
Julian yang saat ini berada di kamarnya hanya duduk di tepi kasur dengan Eira, Ashla, dan Frost dihadapan Julian, mereka hanya duduk diam sambil menundukkan kepalanya.
Mereka takut dengan aura gelap yang dipancarkan dari tubuh Julian.
Julian saat ini sangat marah, kamarnya berantakan karena ulah 3 hewan kecil yang saat ini hanya diam menunduk dihadapannya.
Julian kemudian membeli beberapa robot dari sistem, untuk membereskan kamarnya, untung saja sistem menyediakan apapun di shop.
Julian juga membeli 3 harness untuk kucing dan anjing dengan ukuran berbeda.
'Seharusnya aku tidak mengeluarkan telur itu' pikir Julian, karena dia tidak tahu jika sangat merepotkan mengurus hewan.
Julian langsung memakaikan harness kepada ketiga hewan didepannya. Eira berwarna biru, Frost berwarna hitam, dan Ashla berwarna abu.
(Kira-kira seperti itu harness yang Julian pakaikan kepada Eira, Ashla, dan Frost)
.......
.......
.......
Julian juga memakaikan talinya, dan setelah robot-robot yang dibeli Julian selesai membereskan kamarnya, Julian langsung memberikan mereka bertiga ke salah satu robot itu.
(Kayak gini bentuk robotnya, robotnya terbang karena pake alat khusus, Julian belinya sekitar 7 robot, 1 robot Julian program untuk ngurus 3 hewan kontaknya)
.......
.......
.......
'Apa robot ini berasal dari dunia lain?' pikir Julian.
'Robot khusus?'
>"Benar Master, robot khusus ini diberi nama RD-0 atau RD Zero. Robot ini adalah robot khusus yang dibuat untuk perang, dan hanya ada 1 di dunia itu"<
'Apa aku bisa membelinya?'
>"Tentu saja Master, sistem memiliki banyak robot itu"<
Julian hanya sweet drop mendengar perkataan Sena, di dunia itu hanya memiliki 1 robot sejenis itu, sedangkan sistem memiliki banyak.
'Berapa harga robot itu?'
>"10 juta poin"<
"Sena, beli lima robot itu"
[Pembelian berhasil, disimpan ke dalam inventory]
Julian mengeluarkan salah satu robot itu, dan kagum dengan bentuk dan warnanya.
>"Master, dihadapan Master saat ini adalah ukuran manusia, untuk ukuran aslinya sangat besar… Sena hanya membiarkan satu robot dalam bentuk aslinya, sedangkan 4 robot lagi bisa Master bentuk dengan sesuka hati"<
"Begitu ya" gumam Julian.
Saat Julian ingin melihat robot yang lain, seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamar Julian.
Tok! Tok! Tok!
"Tuan muda, ada sebuah paket untuk Anda" terdengar suara seorang pria yang tadi mengetuk pintu kamar Julian.
"Ya, aku akan segera ke sana"
Julian langsung pergi keluar, Julian melihat sebuah kain hitam yang menutupi sesuatu.
Dari balik kain adalah kandang dari hewan yang dipesan Julian, lebih tepatnya dipesankan oleh Sena.
Julian membuka kain itu, dan terlihat seekor anak serigala dengan bulu berwarna putih.
Saat anak serigala itu melihat Julian, dia langsung menggonggong dan menggeram.
"Seekor anak anjing?" tanya Brian yang tiba-tiba berada di belakang Julian.
"Tidak, ini adalah serigala" ucap Julian.
"Serigala? Bukankah itu Berbahaya, Tuan muda?" tanya Brian.
"Aku akan melatihnya, jadi tidak akan terjadi apa-apa" ucap Julian.
"Kalau begitu, saya akan mengantarnya ke kamar Anda" ucap Brian.
Sebelum Julian mengatakan sesuatu, Brian langsung membawa kandang itu ke kamar Julian.
'Tunggu, aku belum memasukkan semua robot kedalam Inventory' pikir Julian, dan langsung menyusul Brian.
Julian melihat Brian yang hanya diam berdiri di depan kamar Julian, dan Julian sudah mengetahuinya jika Brian melihat banyak robot di sana.
"Tuan muda, ini…"
Julian tidak mengatakan apapun, dan robot besar yang awalnya ada ditengah kamar, Julian langsung mendorongnya ke pojok kamar.
"Bawa kandang itu ke dalam" ucap Julian, dan Brian langsung membawa kandang itu ke dalam kamar.
"Tuan muda, semua itu robot kan?" tanya Brian.
"Ya, itu hanya prototipe saja, belum ditambah apapun karena sulit, jadi aku hanya membuat robot tanpa mesin penggeraknya" ucap Julian berbohong.
Brian hanya memandang takjub ketika melihat semua robot yang ada di kamar Julian.
"Apa Tuan Muda tidak ingin mencoba untuk menggerakkan robot itu dengan mesin atau sebuah A.I?" tanya Brian.
"Aku akan memikirkannya nanti" ucap Julian.
Julian kemudian mendekati serigala putih yang ada di dalam kandang. Serigala itu menggeram ketika Julian mendekat.
Saat ingin meraih serigala itu, jari Julian langsung digigit oleh serigala itu, dan jari Julian langsung berdarah.
Brian terkejut ketika melihat jari Julian digigit oleh anak serigala yang ada di dalam kandang. Brian langsung mengecek jari Julian setelah itu berlari mencari kotak P3K yang ada di dalam kamar, dan langsung mengobati jari Julian.