The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
22



"Ayah, Ibu"


Vinie langsung berlari ke arah Julian, dan memeluknya, mengabaikan Neil yang saat ini digendong oleh Julian.


"Kau baik-baik saja?" tanya Vinie khawatir.


"Aku baik-baik saja, Ibu tidak perlu khawatir" ucap Julian.


"Julian, kau membawa seorang anak lagi kemari?" tanya Vinie saat melihat Neil.


"Ini Neil, aku bertemu dengannya saat sedang keluar"


"Anak manis, kamu bisa memanggilku Bibi" ucap Vinie sambil tersenyum ke arah Neil.


"Halo Bibi, aku Neil Kale Hesperos, Bibi bisa memanggilku Neil!" ucap Neil.


Vinie langsung terdiam ketika mendengar nama Hesperos, bahkan Nattan juga terkejut.


"Julian…" panggil Nattan.


"Masuklah dan bawa anak itu ke dalam" ucap Nattan.


"Ya"


Julian berjalan masuk ke Mansion lebih dulu, meninggalkan Nattan dan Vinie yang masih di luar.


Berjalan ke arah ruang tamu, Julian mendudukkan Neil di atas sofa.


Setelah beberapa saat menunggu, Nattan dan Vinie masuk, dan mendekati Julian.


"Ayah, sebenarnya ada apa dengan keluarga Hesperos?" tanya Julian penasaran.


"Julian, bisa kau bawa dulu Neil ke kamarmu? walaupun dia masih anak-anak, ini bukanlah hal yang bisa dia dengar" ucap Nattan.


"Baiklah"


Julian kembali menggendong Neil, dan membawa Neil ke kamarnya.


"Neil, bisa kau tunggu di sini? Kau bisa bermain dengan mereka" ucap Julian sambil menunjuk Eira, Ashla, Finn, dan Frost.


Neil mengangguk, dan matanya berbinar ketika melihat, 3 hewan buas dan seekor kucing yang lucu.


Julian langsung kembali ke ruang tamu, dan duduk di sofa.


"Ayah…"


"Ha~h, Keluarga Hesperos adalah keluarga Ibumu" ucap Nattan.


'Ibu?'


"Permasalahan Gillan dan Hesperos terjadi ketika Pamanmu, Adik dari Ibumu, dan Ayah dari Neil mengambil alih keluarga Hesperos, dan menjadi kepala keluarga. Pamanmu, Lonan Hesperos, memiliki sebuah organisasi yang menjual senjata ilegal, dan juga organisasinya bekerja sebagai tentara atau pembunuh bayaran. Semua itu diketahui saat Pamanmu menjadi kepala keluarga Hesperos, jadi banyak orang yang tidak menyukainya, dan dia juga memutuskan hubungan dengan keluarga Gillan" jelas Nattan.


"Memutuskan hubungan?"


"Ya, dia hanya mengatakan jika tidak ingin kami terlibat, dan saat itu, hubungan kami dan dia merenggang" ucap Nattan.


"Aku sangat marah padanya saat itu, sebelumnya tidak ada yang mengetahui itu karena Lonan selalu tersenyum ceria, dan dia disukai oleh banyak orang, mau itu dari kalangan atas atau bawah sekalipun" ucap Vinie.


"Dia adalah orang yang baik, tapi tidak dengan pekerjaannya" ucap Nattan sambil menghela napasnya.


"Dulu keluarga Hesperos hanya keluarga biasa saja, leluhur mereka berasal dari militer, dan hampir semua anak laki-laki mereka juga masih ke militer untuk mengabdi kepada Negara, dan setiap anak perempuan yang terlahir di sana tidak akan memiliki nama Hesperos karena sudah pasti dia akan mengikuti marga suaminya di masa depan" ucap Nattan kembali.


"Kau bisa mengambil inti permasalahan ini kan?" tanya Nattan kepada Julian.


"Paman Lonan, adalah orang yang baik, tapi saat dia menjadi kepala keluarga, rahasianya terbongkar dan dia jadi tidak disukai oleh banyak orang. Keluarga Gillan dan Hesperos memutuskan hubungan karena dua hal, yang pertama Paman Lonan tidak ingin kita terlibat dengan masalahnya, dan yang kedua, Ibu marah pada Paman, jadi dia juga menerimanya, dan Ayah hanya bisa menuruti Ibu" ucap Julian.


"Bisakah kau tidak mengatakan kalimat terakhir?" tanya Nattan sedikit kesal, karena memang benar dia hanya bisa menuruti keinginan Istrinya.


"Suami takut Istri" gumam Julian walaupun masih bisa terdengar oleh Nattan dan Vinie.


Vinie hanya tertawa, sedangkan Nattan menahan amarahnya.


"Mungkin akan menjadi viral jika aku menulis artikel seperti ini 'Seorang Kepala Keluarga Gillan yang terkenal tegas ternyata takut dengan Istrinya, dan akan menuruti apapun keinginan Istrinya yang sangat dia cintai dan takuti'…" ucap Julian, dan itu membuat Vinie semakin tertawa lepas.


"Mungkin itu julukan yang cocok untukmu" ucap Vinie, mengikuti Julian untuk mengejek Nattan.


"Dasar anak durhaka! Kau akan merasakannya jika aku mengusir mu dari keluarga Gillan!" teriak Nattan kesal, dan teriakannya itu membuat para Bodyguard keluarga Gillan terkejut.


"Sayang, coba katakan lagi apa yang kamu katakan sebelumnya!" ucap Vinie dengan senyuman manis kepada Nattan.


"Uhuk! Aku tidak mengatakan apapun" ucap Nattan mencoba mengelak.


"Benarkah? Padahal suaramu sangat keras loh…" Vinie masih mempertahankan senyuman manisnya, membuat Nattan semakin merinding.


Julian menahan tawanya, baru kali ini dia melihat Ayahnya seperti itu.


"Julian, Ibu akan menelpon Pamanmu, mungkin dia akan ke sini 16 jam lagi, karena saat ini dia sedang berada di Jerman" ucap Vinie membuat Julian bingung.


'Bukankah Ibu marah dengan Paman? Tapi kenapa Ibu tau Paman sekarang berada di Jerman?' pikir Julian.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku" ucap Julian.


"Ya, jaga Neil baik-baik"


Julian mengangguk dan langsung pergi ke kamarnya, meninggalkan Vinie yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Saat Julian membuka pintu kamar, Julian terkejut dengan Finn yang berada di atas kasur dengan ukuran tubuh yang besar, seperti ukuran serigala dewasa, walaupun ukuran tubuh Finn lebih besar lagi. Neil terlihat bersandar di perut Finn yang berbulu tebal.


'Sejak kapan Finn memiliki tubuh sebesar itu?' pikir Julian.


[Itu karena Master sudah memiliki level yang tinggi]


'Hah? Sejak kapan?'


...[STATUS]...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Julian Gillan Vyno...


...Ras : True Dragon...


...Title : Pewaris Keluarga Gillan, Pemilik Sistem Eternity, Guardian of the World...


...Job : Guardian, All Job...


...Level : 7892 (3850/7893)...


...Element : All Elements...


...HP : 7.892.000.000...


...MP : ∞...


...skill :...


...God's Creation...


...Shop...


...Lottery : 1000 poin (1×)...


...Dimensional World...


...Dimensional Portal...


...Inventory...


...Poin : ∞...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


Julian sangat terkejut melihat levelnya, dan MP miliknya yang tidak terbatas, tapi ada beberapa yang membuat Julian bingung.


"Oh ya Sena, kenapa aku memiliki all job?" tanya Julian bingung.


[Master sudah memiliki semua skill dari setiap Job, jadi Master memiliki semua Job itu]


"Sena, aku selalu penasaran dengan darah Phoenix ku" Julian tiba-tiba terpikir tentang darah Phoenixnya ketika melihat ras miliknya.


[Darah Phoenix milik Master masih ada, tapi karena darah Naga lebih mendominasi, jadi darah Phoenix tersegel untuk saat ini]


"Apa jika aku membangkitkan darah Phoenix menjadi seratus persen akan menyakitkan?"


[Ya, bahkan rasa sakitnya akan berkali-kali lipat dari saat membangkitkan darah Naga, karena darah Naga dan Phoenix sangat bertentangan]


Julian meneguk ludahnya kasar karena melihat kata rasa sakit yang berkali-kali lipat.


'Mungkin aku lakukan nanti, aku tidak ingin mengambil resiko apapun' pikir Julian.


Julian kemudian berjalan ke arah kasur di mana Neil dan Finn sedang tidur.


Membaringkan tubuhnya di atas kasur dan kepalanya di tubuh Finn, Julian langsung tertidur tanpa memikirkan semua kertas dan dokumen di ruang Kerja Hotel Gillan yang menumpuk.