
"Maaf Tuan Guardian, kami membutuhkan waktu untuk melakukan semua yang Anda perintahkan" ucap Dewi Perang.
"Aku akan memberi kalian waktu, jika kalian melanggar semua perkataan kalian, bersiaplah Alam Dewa akan hancur" ucap Julian langsung menghilang dari tempat itu, tapi dihentikan.
"Tuan Guardian, saya tau ini terdengar lancang, tapi jika berkenan, kami ingin mengajukan perjanjian"
Julian hanya menatap dua orang dihadapannya.
"Katakan"
"Kami akan membantu untuk melatih manusia di bumi, agar mereka bisa menyelesaikan Portal yang muncul" ucap Dewi Perang.
Julian hanya menatap datar dua orang dihadapannya.
"Aku bisa melakukan itu sendiri di dunia buatan ku, apa untungnya bekerjasama dengan kalian" ucap Julian sedatar-datarnya.
Kedua Dewa-Dewi itu terdiam, Guardian memiliki kekuatan yang tidak masuk akal, dan juga semua manusia di bumi bisa mendapatkan kekuatan yang besar jika Guardian menginginkannya, karena mereka bisa membagikan kekuatannya dengan orang lain tanpa melemahkan kekuatan mereka.
Kekuatan Guardian itu absolute, tidak ada yang bisa menyaingi mereka kecuali malaikat dan Tuhan itu sendiri.
"Kami hanya ingin membantu Anda, kami tidak meminta apapun lagi, jika berkenan kami bisa membuat sebuah perjanjian tertulis di atas kertas darah" ucap Dewa Perang.
'Sena, apa itu kertas darah?'
[Kertas Darah terbuat dari darah para Dewa dan Dewi ketika ingin membuat perjanjian dengan orang-orang penting, bisa dibilang hidup mereka ada di atas kertas darah itu, dan jika mereka melanggar perjanjian, maka Dewa dan Dewi itu akan langsung musnah dari dunia dan tidak akan diingat oleh siapapun kecuali orang yang pernah membuat perjanjian dengan mereka]
"Baiklah, dan aku yang akan memutuskan apa yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan tanpa seizin ku"
Kedua Dewa itu hanya mengangguk mengerti.
"Kalau begitu, dengarkan semua kata-kata ku"
Dewa dan Dewi itu langsung menajamkan pendengaran mereka, dan membuat kertas darah.
"Yang pertama, aku memperbolehkan kalian untuk melatih para manusia yang berpotensi membangkitkan kekuatan mereka.
Yang kedua, jika ada manusia yang memiliki potensi tinggi kirimkan dia padaku, aku akan melatihnya secara langsung.
Yang ketiga, Ada seribu orang yang ku pilih secara langsung, dan mereka ada dibawah perlindungan ku, jangan mengusik mereka sekalipun.
Yang keempat, Jangan pernah sekalipun mencampuri semua yang ada di dunia ini, bahkan Portal Monster yang muncul sekalipun.
Yang kelima, semua kata-kata ku adalah mutlak, jangan sekalipun mencoba menolak perintah ku.
Yang keenam, sekali kalian mencoba mengacau di sini, kalian akan langsung ku musnahkan.
"Yang ketujuh, kembali lagi ke perjanjian pertama sampai keenam"
"Seribu orang itu-"
"Aku akan memberitahu kalian nanti" Julian langsung memotong ucapan Dewi Perang.
Dewa dan Dewi itu hanya bisa menghela napas, lagipula itu juga salah mereka karena mencampuri urusan dunia ini ketika masih ada Guardian yang menjaganya.
Mereka juga sadar dengan posisi mereka, Guardian bukanlah gelar biasa, Tuhan bahkan menciptakan mereka langsung dengan kekuatannya, seperti para malaikat yang selalu berada di dekat Tuhan.
Julian langsung kembali ke Mansion setelah menerima kertas darah dari Dewa dan Dewi Perang, dan di ruang tamu sudah ada keluarganya yang menunggu Julian, tentu saja Julian sudah kembali ke wujud manusianya.
"Kalian belum tidur?" tanya Julian.
"Mana mungkin kami tidur jika kau menghilang tiba-tiba seperti tadi" ucap Nattan.
"Maaf, tadi ada urusan sebentar" ucap Julian.
"Kau tau jika saat ini di luar tidak aman, diam saja di rumah dan jangan pergi keluar" ucap Vinie.
"Itu tidak mungkin, walaupun di luar tidak aman, apa di rumah bisa disebut aman bahkan setelah kejadian Vivian dan Violan tadi?" tanya Julian yang berhasil membuat kedua orangtuanya terdiam.
"Tetap saja, kau harus diam di rumah, tidak ada penolakan!" tegas Vinie.
"Itu tidak mungkin Bu, kalian sudah mengetahui kekuatan ku, ada pepatah 'Seiring dengan kekuatan yang besar, datang juga tanggung jawab yang besar'" ucap Julian.
Memang tidak bisa dipungkiri, Julian memiliki kekuatan yang besar, apalagi statusnya sebagai Guardian membuatnya tidak bisa berdiam diri saja.
Sekali dia salah melangkah, dunia ini akan hancur.
Julian langsung bangkit dan berjalan pergi ke kamarnya.
'Aku hanya ingin menikmati kehidupan ku yang damai dengan keluarga ku, kenapa Portal itu tiba-tiba muncul?' pikir Julian.
[Portal Monster sudah ada dari zaman dulu, tapi tersegel karena kekuatan Guardian yang menjada bumi, dan Guardian terakhir sudah tiada jadi dengan terpaksa jiwanya memilih salah satu jiwa manusia paling kuat yang ada di bumi]
"Jika dia Guardian terakhir, lalu aku apa?"
[Guardian yang menjaga setelah Guardian terakhir sering disebut New Guardian, bisa dibilang mereka adalah generasi baru setelah para Guardian sebelumnya. Dan New Guardian biasanya terpilih dari salah satu makhluk yang hidup di dunia yang dijaga Guardian itu sebelumnya]
"Kenapa tidak menciptakan Guardian yang baru?"
[Setiap dunia akan semakin tua, dan jika Guardian baru dibuat dan dikirim ke dunia itu, bisa-bisa dunianya hancur karena tidak bisa menahan kekuatan Guardian itu].
"Jika dipilih dari makhluk dunia itu, kekuatannya akan meningkatkan perlahan dan tidak akan mengacaukan dunia karena dunia akan secara bertahap menyesuaikan diri dengan kekuatan itu?"
[Benar]
'Oke cukup, aku harus memulihkan mental ku dulu, bisa-bisa aku gila jika memikirkan semuanya sekaligus' teriak Julian dalam pikirannya, dan memilih langsung memasuki alam mimpinya.
Tanpa Julian ketahui, malam itu menjadi malam yang menggemparkan dunia, karena ketika Julian sedang berbicara dengan Dewa dan Dewi Perang, ada yang merekam sebuah kejadian dimana terlihat 3 buah cahaya, 2 cahaya berwarna putih dan satu cahaya berwarna emas, banyak yang menyangkut pautkan dengan sesuatu yang mirip menara tiba-tiba muncul di seluruh dunia.
Walaupun saat itu Julian mencegah ada yang mengetahui tentang mereka, tapi karena seseorang yang merekam sebuah menara dengan resolusi kamera paling tinggi, sosoknya dan kedua Dewa itu hanya terlihat seperti sebuah bola cahaya berbeda warna walaupun tidak terlalu jelas.
Bahkan tidak sedikit yang mengatakan jika itu adalah alien yang menunjukkan eksistensi mereka.
Ada juga yang menyangkut pautkan dengan malaikat dan lain sebagainya.
Tapi hanya satu yang pasti mereka pikirkan, ada apa dengan dunia ini? dan Apakah kemunculan semua itu adalah pertanda akhir dunia?
Entahlah hanya Tuhan (Author) yang tahu.