The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
30



Perlahan membuka matanya, Julian terkejut karena dia tidak berada di kamarnya, dengan infus yang terpasang di tangan kirinya.


Dia melihat sekitar ruangan yang didominasi warna putih dan cream itu.


'Apa ini rumah sakit?' pikir Julian saat melihat infus terpasang di tangannya.


Tapi ruangan itu terlalu mewah untuk bisa di sebut rumah sakit.


[Anda sekarang berada di Gillan Hospital, rumah sakit yang dikelola oleh Ibu Anda]


Julian hanya bisa menghela napasnya.


"Aku masih belum tau apapun tentang keluarga ku, apalagi usaha apa saja yang mereka pimpin" gumam Julian.


[Keluarga Gillan memiliki kekayaan yang tidak bisa dihitung dengan jari, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan kuadriliun lebih, bukan lagi triliun]


'kuadriliun, berapa nolnya itu Sena?' pikir Julian.


[1 kuadriliun memiliki 15 nol Master, 1.000.000.000.000.000]


Saat Julian sedang termenung, seseorang masuk ke ruangan yang ditempati oleh Julian.


"Tuan Muda, Anda sudah sadar"


"Hm"


Julian kemudian membalikkan badannya menghadap arah jendela.


Yang memasuki ruangan Julian adalah suster rumah sakit, beberapa jam sekali mereka akan datang ke kamar Julian untuk mengecek keadaan Julian dan juga infus.


Saat sudah berada di samping tempat Julian berada, suster itu menekan tombol yang tak jauh dari sana.


Beberapa saat kemudian terlihat dokter yang masuk.


Dia memiliki rambut pirang dan mata yang senada dengan warna rambutnya itu, tubuh tinggi dan atletis, tingginya 189 cm.


"Tuan Muda, syukurlah Anda sudah sadar"


'Memangnya berapa lama aku tak sadarkan diri?'


[Hampir 2 Minggu Anda tak sadarkan diri]


'Selama itu?'


[Ya, butuh waktu lama untuk tubuh Anda menyesuaikan diri dengan energi Bola Kehidupan yang ada di tubuh Anda, 2 Minggu sudah termasuk cepat, biasanya butuh beberapa bulan untuk tubuh bisa menyesuaikan diri dengan energi Bola Kehidupan]


Dokter itu dengan cekatan memeriksa keadaan Julian, tapi Julian merasakan sesuatu yang berbeda dari dokter itu.


'Sena, bisa kau tampilkan status miliknya'


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Alexandre Syrren Venor...


...Ras : Manusia...


...Age : 23...


...Title : Dokter muda, Profesor...


...Job : Healer...


...Level : 01...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


'Dia sudah terbangun?'


[Ya, dia terbangun saat Portal di seluruh dunia muncul]


Di ruangan itu hanya ada Julian dan Alexandre, karena suster sebelumnya pamit untuk memeriksa pasien lain.


"Tuan Muda, tolong gerakan tangan Anda"


Julian kemudian mengangkat sedikit tangannya dan menggerakkannya.


Alexandre memeriksa tangan Julian, dan Julian saat itu mengalirkan energi miliknya ke tangannya.


Sebuah cahaya keluar dari tubuh Alexandre dan membuatnya terkejut.


"Ternyata benar" gumam Julian yang masih bisa di dengar oleh Alexandre.


"Alexandre Syrren Venor, berusia 23 tahun, dokter muda di rumah sakit ini, benar?" tanya Julian.


"Y-ya"


Alexandre terlihat terkejut karena Julian bisa mengetahui tentangnya.


"Apa kau tau cahaya apa yang muncul di tubuhmu tadi?"


"Tidak"


"Jika aku memberitahu mu tentang cahaya itu, apa yang bisa kau lakukan untukku?"


[Master apa Anda bermaksud untuk membawanya ke pihak Anda?]


'Ya, kau juga tau jika seorang Healer itu sangat jarang, bahkan jika kau seorang dokter belum tentu kau akan bangkit menjadi Healer'


Julian melihat ke arah Alexandre yang menunduk.


"Kenapa kau menjadi dokter?" tanya Julian tiba-tiba membuat Alexandre menatap Julian.


"Karena aku ingin menyembuhkan mereka yang sakit"


"Benarkah? Ku pikir bukan hanya itu alasanmu kan?"


Alexandre menghela napasnya, dan menatap tajam ke arah Julian.


"Memangnya Anda tau apa?!"


Alexandre yang mendengar itu hanya terdiam.


'Seorang Healer hanya bisa terbangkitkan jika mereka memiliki keinginan besar untuk menyembuhkan seseorang, dan itu pasti orang terdekat mereka'


"Apa kau ingin menyembuhkannya?" tanya Julian.


"Tentu saja, karena itu aku menjadi dokter, dan mempelajari semuanya tentang berbagai penyakit dan obat!"


"Apa yang akan kau lakukan jika ada yang bisa menyembuhkannya?"


"Apapun, bahkan jika aku harus bersujud di kakinya"


Alexandre menatap ke arah Julian, tapi sesuatu membuatnya terkejut.


Sebuah layar transparan berwarna emas muncul dihadapannya.


"Itu milikku, kau juga memilikinya kan?" tanya Julian.


Yang membuat Alexandre terkejut bukan layar transparan berwarna emas itu, tapi status milik Julian yang semuanya tanda tanya, dan hanya memperlihatkan nama saja.


"Ini…"


"Setiap orang yang mengalami awaken akan memiliki layar seperti ini" ucap Julian.


[Master, saya merasa ada yang janggal dengannya. Semua yang mengalami awaken dan yang berpotensi awaken akan dibawa ke menara, tapi kenapa dia tidak?]


'Kau juga menyadarinya Sena?'


[Ya]


'Hm, dari awal aku juga terkejut, semua yang awaken akan dibawa ke sana kecuali pemilik sistem, tapi dia bukan pemilik sistem' pikir Julian.


[Apa karena ini Master ingin membawanya ke pihak Anda?]


'Bisa dibilang ya, dan lagi dia itu seorang Healer yang sangat dibutuhkan untuk sebuah tim'


Diantara semua job, Healer adalah yang terlemah dalam pertarungan, tapi disisi lain Healer adalah support terbaik karena selain memiliki skill untuk menyembuhkan luka, skill lainnya seperti buff yang bisa membantu timnya akan muncul seiring level yang bertambah.


Apalagi seorang Healer tipe petarung bisa membantu tim sebagai penyerang dan support sekaligus yang sangat menguntungkan tim.


'Tubuhnya tinggi dan atletis, dia bisa dijadikan sebagai Healer tipe petarung'


"Tuan Muda, apa anda juga…"


"Ya dan tidak, tapi jika kau bisa meningkatkan job milikmu, mungkin kau bisa menyembuhkan orang yang kau sayangi itu" ucap Julian.


Alexandre yang mendengar itu menatap Julian dengan mata yang bercahaya.


"Kau tau tentang menara tinggi yang muncul beberapa Minggu lalu kan?" tanya Julian yang dibalas anggukan Alexandre.


"Semua awaken dibawa ke sana, yang aku tau menara itu adalah tempat pelatihan untuk para awaken pemula, tapi aku tidak tau kenapa kau tidak dibawa ke sana untuk pelatihan" ucap Julian.


"Jadi, aku tidak akan berguna meski aku sudah awaken?"


"Bukan tidak berguna, jika kau tau cara menggunakan kekuatanmu, bahkan tanpa ke sana pun kau bisa menjadi lebih kuat, tapi tentu saja nyawa mu menjadi taruhannya. Setiap orang memerlukan pelatihan untuk meningkatkan bakat mereka, jadi sudah dipastikan mereka akan siap menghadapi apapun di masa depan dibandingkan orang-orang yang berlatih mandiri" ucap Julian.


Saat Julian melihat aura gelap yang keluar dari tubuh Alexandre, Julian hanya menyeringai.


"Tapi jika kau ingin lebih kuat, aku bisa membantu mu, kau sudah melihat status milikku kan?"


"Ya, tapi semuanya tanda tanya kecuali nama Anda"


"Tentu saja, level milik kita berbeda jauh, dan kau hanya bisa melihat level seseorang yang berbeda 300 level dari kita, jika lebih maka kau hanya akan melihat tanda tanya di sana, dan semakin tinggi level, semakin banyak pula tanda tanya yang kau lihat" ucap Julian menjelaskan.


"Bukankah menara itu baru muncul, tapi kenapa status Anda semuanya tanda tanya?"


"Aku berbeda, bisa dibilang aku adalah manusia pilihan"


Alexandre yang mendengar itu kemudian teringat dengan sebuah video yang tersebar ke seluruh dunia, di mana seekor Naga yang mengatakan jika dia adalah pelindung dunia ini, dan ada seribu orang terpilih yang menjaga dunia.


"Kata-kata Naga itu…"


"Right, aku adalah salah satu dari mereka" ucap Julian sambil mengeluarkan aura besar yang membuat Alexandre membeku ditempat.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...________________________...


...Alexandre Syrren Venor...



...Blesteran Indonesia-Rusia...


...Sorry kalo ceritanya gak jelas, karena ini belum masuk ke inti ceritanya, karena masih ada beberapa tokoh yang belum di sebutkan, 🙏...


...Karena Thor cuma ada kuota malam, jadi Thor up nya subuh 🗿🙏...


...Sorry juga kalo banyak typo yang bertebaran merusak mata~...