The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card
16



Julian saat ini sedang berada di Gillan Hotel, karena sekarang hotel ini milik Julian, Julian harus mengetahui secara rinci tentang hotel ini.


Jam menunjukkan pukul 8 malam, tapi Julian masih berkutat dengan dokumen yang menumpuk di atas meja.


'Mungkin tidak apa-apa jika aku membuat sebuah ruangan khusus untuk hewan-hewan' pikir Julian.


"Di bagian belakang hotel ini ada sebuah taman, tapi jarang ada yang ke sana, mungkin aku bisa mengubahnya"


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!"


Seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan Julian, dia adalah manajer Gillan Hotel dan teman dari Ayah Julian, dia adalah Barra Qenu Alqan.


(A/N : kenapa setiap nama yang ku pikirkan aneh semua ya (─.─||))


"Ada apa?" tanya Julian.


"Tuan Muda, ada beberapa barang yang rusak dan harus diganti, apa saya harus membeli yang baru atau mengganti dengan barang lain?" tanya Barra.


"Lebih baik diganti dengan yang lain, agar para tamu tidak bosan" ucap Julian.


Saat Barra ingin keluar ruangan, Julian memanggilnya.


"Paman Barra, aku ingin membangun sesuatu di taman belakang hotel, taman itu akan ku bongkar" ucap Julian.


"Apa yang ingin Tuan Muda bangun?" tanya Barra penasaran.


"Nanti paman juga akan tau" ucap Julian.


Barra kemudian pamit untuk pergi.


...~★~...


Saat tengah malam, dan semua orang tidur, Julian pergi ke taman belakang hotel.


Julian menyuruh Sena untuk membersihkan dan memotong rumput di taman itu.


Julian kemudian membeli sebuah rumah kaca yang terbuat dari kaca anti peluru, bahkan berkali-kali lipat lebih kuat.



...(bentuknya kayak gini, tapi lebih besar lagi)...


.......


.......


.......


Julian kemudian melihat ke dalam rumah kaca itu, di dalamnya terdapat berbagai jenis bunga, terlihat seperti sebuah taman bunga warna-warni.


Julian yang merasa bagian tengah rumah kaca itu masih kosong memutuskan untuk menaruh beberapa kursi dan meja santai, dan tepat di tengah rumah kaca itu ada sebuah kolam ikan hias yang bagian atasnya ditutupi oleh kaca.


Setelah selesai menata semuanya, Julian kembali ke dalam hotel, tapi Julian melihat jika tidak ada pintu menuju rumah kaca itu, jadi Julian langsung membeli sebuah pintu dan memasangnya.


Di pintu tersebut bertuliskan 'Dilarang Masuk Tanpa Izin!'


Julian kemudian berjalan keluar dari hotel, walaupun sudah tengah malam Julian tidak mengantuk sama sekali, jadi Julian memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar.


Saat sedang berjalan, Julian mendengar suara teriakan kecil dari bawah kakinya, dan terlihat seekor makhluk kecil yang menangis kesakitan karena Julian tidak sengaja menginjak ekornya.



"Eh?"


Makhluk kecil itu terlihat kesal dan langsung menggigit kaki Julian.


'Makhluk apa ini, Sena?' tanya Julian.


[Master, makhluk itu berasal dari ras Anubis, tapi tidak biasanya dia ada di kota yang ramai, dan selalu berada di gurun, mungkin dia tidak sengaja terbawa oleh sesuatu atau seseorang]


"Kenapa makhluk sepertimu bisa ada di kota ini?" tanya Julian kepada makhluk kecil itu.


Makhluk kecil itu terkejut, dan menjauh dari Julian saat mengetahui Julian bisa melihatnya.


"Kau bisa melihatku?" tanya makhluk kecil itu.


'telepati?' pikir Julian.


"Ya, aku bisa melihatmu" ucap Julian.


"Bagaimana bisa?"


Julian kemudian mengeluarkan kekuatannya sedikit, membuat makhluk kecil itu tertegun.


"Na-naga!"


Julian hanya tersenyum kecil.


Makhluk kecil itu langsung bersujud dihadapan Julian dengan tubuh gemetar.


'Sena bisa kau perlihatkan statusnya?' tanya Julian kepada Sena.


...[STATUS]...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : -...


...Ras : Anubis...


...Title : Son of Leader Anubis...


...Age : 65...


...Job : -...


...Level : 99...


...Element : Darkness, Fire, Wind, Ice...


...HP :110.000...


...MP : 390.000...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


[Master, ras Anubis adalah ras yang dihormati, dari zaman dulu mereka disembah oleh manusia sebagai Dewa Anubis. Anubis merupakan penjaga dan pelindung orang mati, itu adalah kepercayaan Mesir kuno, dan dikenal juga sebagai Dewa Kematian dan Mumifikasi]


'Oh, usianya 65 tahun?'


[Ras Anubis memiliki umur yang panjang, seperti ras Naga, Phoenix, dan Elf. Masih ada beberapa ras yang memiliki umur panjang, tapi tiga ras itu paling terkenal dengan umur yang panjang dan awet muda. Ras Anubis yang saat ini berada dihadapan Master, jika mengikuti usia manusia, itu masih sekitar 3 tahun]


'3 tahun ya'


"Kau ikutlah denganku" ucap Julian.


"Baik!"


Julian kemudian berjalan kembali ke hotel, dan Anubis kecil itu mengikuti Julian dari belakang.


Julian membuka pintu menuju rumah kaca, Anubis kecil kagum dengan bagian dalam rumah kaca.


Berbagai bunga dengan berbagai warna mengisi tepi rumah kaca itu, di tengahnya terdapat sebuah kolam ikan yang bagian atasnya dilapisi oleh kaca.



(A/N : mungkin kayak gini dalamnya, tapi sangat luas, anggap aja bunganya itu berbagai jenis dan warna, bagian tengahnya itu ada kolam ikannya, dan di sekelilingnya ada kursi dan meja santai)


.......


.......


.......


"Kau bisa tinggal di sini untuk sementara" ucap Julian.


"Terimakasih!"


Julian hanya mengangguk.


"Yang Mulia…" panggil Anubis kecil.


'Yang Mulia?' batin Julian bingung.


"Saya ingin menjadi pelayan Anda!"


"Eh?"


"Saya ingin melayani Anda!"


"Kau masih terlalu kecil untuk melayani ku" ucap Julian.


Anubis kecil yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya.


"Aku hanya bercanda, sekarang aku dalam penjagaan mu" ucap Julian.


Anubis kecil langsung mengangkat kepalanya, dan tersenyum lebar.


"Ya!"


Julian kemudian jongkok, melukai jari telunjuknya, lalu memberikan darahnya kepada Anubis kecil.


'Sena, dia jantan kan?'


[Master, ras Anubis akan ditentukan gender mereka ketika berusia 100 tahun]


'Belum diketahui ya, aku bingung untuk memberi nama untuknya'


Julian berpikir sejenak, karena gendernya belum diketahui membuat Julian bingung untuk memberikan nama.


"Namamu sekarang adalah Zev Alucio North"


"Saya, Zev Alucio North, siap melayani Yang Mulia"


[Master, apakah setiap bawahan mu nanti memiliki nama belakang North?]


'mungkin nanti aku juga akan memberikan nama belakang dari empat arah mata angin, dan bisa membagi mereka menjadi sebuah tim dengan nama belakang yang sama' pikir Julian.


[Itu bisa dilakukan, dan mungkin di masa depan nanti Master akan memiliki banyak bawahan]


'Jika sangat banyak, mungkin aku akan memberi nama mereka dengan nomor saja'


...[STATUS]...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


...Nama : Zev Alucio North...


...Ras : Anubis...


...Title : Son of Leader Anubis, True Dragon Contract Servant...


...Age : 65...


...Job :...


...Level : 99...


...Pemilik : Julian Gillan Vyno...


...Element : Darkness, Fire, Wind, Ice...


...HP :110.000...


...MP : 390.000...


...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...


'Statusnya hanya bertambah title saja' pikir Julian.


[Tenang saja Master, seiring Master bertambah kuat, hewan kontrak Master juga akan ikut berkembang menjadi lebih kuat]


'Berarti aku harus menjadi kuat secepatnya…'


Julian kemudian bangkit dan menyuruh Zev untuk tidur di rumah kaca dulu, setelah itu Julian pergi ke kamar miliknya yang ada di hotel itu.


Julian memutuskan langsung tidur.


"Aku berharap tidak akan ada masalah yang serius di masa depan" gumam Julian sambil menutup matanya.