
Julian terbangun saat waktu makan malam karena merasakan sesuatu yang buruk.
'Kenapa aku tiba-tiba merasa khawatir?' pikir Julian.
[Master, beberapa Portal Monster muncul di beberapa tempat di kota-kota besar, semua orang sedang mencari tau apa portal itu]
"Bagaimana dengan pemilik sistem yang lain? Mereka tidak mengatakan apapun?"
[Tidak, mereka belum bertindak, dan orang-orang akan menatap mereka curiga jika mengetahui tentang portal itu]
"Benar, tapi jika kita tidak menyelesaikan Portal Monster itu, dan mereka juga tidak tau apapun, aku takut jika portal itu akan mengalami break"
[Rigel sedang mengumpulkan para pemilik sistem lainnya untuk membuat sebuah Guild beranggotakan 1000 orang pemilik sistem]
"Sepertinya aku harus menutup beberapa portal Rank-F terlebih dulu, apa kau bisa melakukannya? Sekaligus pindahkan semua energi Portal Monster ke dalam Dimensional World"
[Dimengerti, sistem akan menutup Portal Monster Rank-F dan memindahkan Energi dari semua Portal Monster di seluruh dunia ke dalam Dimensional World secara otomatis]
"Sena, apa Portal Monster juga bisa membuat manusia biasa melakukan awaken?"
[Bisa]
"Kalau begitu, lepaskan energi Portal yang bisa membuat manusia memiliki kekuatan untuk menghadapi Portal Monster"
[Dimengerti, energi yang dimasukkan ke dalam Dimensional World hanya energi yang membuat hewan berevolusi]
"Bagus"
Julian bangkit dari tempat tidurnya, dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, Julian hanya memakai pakaian tidur.
Neil masih terlihat tertidur pulas, dan Julian langsung menarik selimut agar Neil tidak kedinginan.
Tok! Tok! Tok!
Saat membuka pintu, Julian melihat Ibunya yang terlihat khawatir.
"Bu, ada apa?"
"Vivian dan Violan…"
'Sena, ada apa ini'
[Sebuah Portal Rank-A muncul di halaman belakang Mansion, dan portal itu adalah Death Portal, orang-orang bisa masuk ke dalam portal, tapi mereka tidak bisa keluar dari portal itu sebelum Bos Monster dikalahkan atau mereka semua mati]
Julian benar-benar terkejut, jika dia yang ada di sana mungkin itu akan baik-baik saja, tapi Vivian dan Violan hanya manusia biasa.
"Ibu, di mana Ayah?"
"Dia ada pekerjaan di kantor, tapi Ibu sudah menghubunginya dan akan segera pulang"
Julian kemudian membawa Vinie ke ruang tengah, dan mendudukkannya di sofa.
"Ibu tenang saja, aku akan membawa adik-adik ku kembali"
"Tidak! Kita tidak tau apa benda yang membawa mereka berdua…" Vinie berbicara dengan nada rendah dan bergetar, menahan tangisnya.
"Aku tau apa itu, jadi Ibu tenang saja karena aku akan baik-baik saja, dan aku akan menceritakan semuanya ketika aku kembali"
Vinie hanya mengangguk lemah, dan langsung pingsan.
Julian yang melihat Ibunya pingsan langsung menggunakan Recovery untuk menenangkan Ibunya, dan langsung membaringkan Vinie di sofa.
"Brian!" teriak Julian.
Brian yang sebelumnya masih mengamankan halaman belakang agar orang lain tidak ada yang masuk, langsung berlari ketika mendengar teriakan Julian.
"Tuan Muda…"
"Bawa Ibu ke kamarnya, dan juga panggilkan dokter"
Brian hanya mengangguk.
Julian berlari ke halaman belakang, terlihat sebuah portal berwarna merah gelap, portal itu sangat besar, bahkan tingginya 4 meter.
Tanpa pikir panjang, Julian langsung memasuki portal itu, dan langsung melihat Vivian dan Violan yang sedang duduk bersandar di sebuah batu besar.
"Vivian, Violan" panggil Julian.
Vivian dan Violan melihat ke arah seseorang yang memanggilnya, dan langsung menerjang Julian sambil menangis.
"Sudah, kalian aman sekarang"
"Tapi kita tidak bisa keluar dari sini" ucap Violan.
'Apa aku bisa menghilangkan status Death Portal?'
[Bisa, tapi Portal akan langsung memasuki status Break]
'Lakukan saja'
[Kalau begitu, Master ucapkan ]
"" ucap Julian, membuat Vivian dan Violan melihat ke arah Julian dengan bingung.
Sebuah Portal tiba-tiba terbuka, begitu juga dengan banyaknya suara langkah kaki yang menuju Portal.
"Kalian keluarlah dari sini dulu" ucap Julian.
"Tapi…" Vivian menatap Julian cemas.
"Aku akan baik-baik saja" ucap Julian.
Julian tersenyum hangat ke arah Vivian dan Violan, dan mereka berdua hanya bisa tertegun karena baru pertama kali melihat Julian tersenyum seperti itu.
Tanpa pikir panjang, Julian mendorong Vivian dan Violan untuk keluar dari portal, dan mengunci portal agar tidak ada satupun yang bisa masuk.
Dengan mengaktifkan Dragon Armor, dia langsung menerjang ke arah gerombolan manusia kadal di depannya.
Julian mengayunkan tangannya dengan kuku yang panjang dan tajam, serta tangannya dipenuhi oleh sisik Naga sampai bahu.
Dia kemudian menggunakan wujud setengah Naga, tubuh Julian sepenuhnya diselimuti sisik Naga berwarna hitam, membentuk sebuah armor yang menutupi tubuhnya kecuali bagian wajah, dan rambut Julian juga menjadi panjang dengan 2 buah tanduk Naga bertengger di atas kepalanya.
Wujud setengah Naganya itu mengeluarkan aura intimidasi yang membuat para Lizardman ragu-ragu untuk menyerang Julian.
Dalam sekali ayunan Cakarnya, Julian berhasil membunuh ratusan Lizardman.
Seluruh total mereka ada lebih dari 3000 Lizardman.
Walaupun di dalam portal itu seperti gua, tapi jarak antar dinding cukup jauh, dan membuat Julian lebih leluasa bergerak.
Dalam hitungan detik saja, seluruh Lizardman di sana sudah mati tak tersisa, dan meninggalkan Bosnya di belakang, tingginya 4 meter, dan membuat Julian harus mendongakkan kepalanya untuk melihat bos dari Lizardman itu.
Julian mengecek level Bos Monster itu, dan levelnya adalah 950.
Biasanya Portal Monster Rank-A berlevel 300-600, tapi karena portal ini adalah Death Portal, levelnya jadi lebih tinggi.
Dalam sekali ayunan cakarnya, Julian membelah tubuh Bos Monster itu dengan mudah.
"Sena, simpan semua mayat Lizardman itu ke dalam Inventory"
[Baik!]
Semua mayat Lizardman menghilang, dan muncul sebuah senjata di hadapan Julian.
Julian hanya memandang gagang pedang dengan mata pedang yang rusak.
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
...Sword of Light [God]...
...Sebuah pedang yang dibuat oleh Dewa Penempa, pedang khusus di mana mata pedangnya akan muncul bila dialirkan energi, senjata ini mampu berubah sesuai apa yang pemiliknya inginkan, tidak terbatas benda mati saja...
...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...
"Apa pedang ini juga mampu berubah menjadi makhluk hidup?"
[Secara kasarnya ya, tapi karena pedang itu tidak memiliki jiwa, Master tetap harus mengendalikannya atau memerintahnya]
"Apa ini dulunya milik seorang Dewa?"
[Ya, Pedang ini adalah milik Dewi Perang]
"Dewi? Bukan Dewa?"
[Dewa Perang juga ada, dia menggunakan sebuah tombak, sedangkan Dewi Perang menggunakan Pedang dan Tameng]
"Tapi, kenapa ini bisa ada di sini?"
[Sistem juga tidak mengetahuinya, mungkin itu tidak sengaja terjatuh, atau ada Dewa lain yang usil dengan membuang pedang itu]
Julian yang melihat kata-kata itu hanya bisa sweetdrop, bukankah itu keterlaluan jika hanya jahil saja?
Setelah menyimpan Sword of Light ke dalam Inventory, Julian memutuskan untuk langsung keluar dari Portal itu, karena sudah tidak ada apa-apa di sana.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...________________________________________...
...Julian dalam bentuk setengah Naga...
...Dah, gitu aja, sebelumnya aku pengen buat cerita lain, aku punya cerpen judulnya :...
...I Am a Monster, pen ku buat jadi novel, tapi bakal banyak adegan darahnya + kata-kata kasar, nanti malah kena tegur/sensor dan bacanya jadi gak seru karena banyak sensornya :v. Ku bingung 😕....
.......
.......
.......
.......
.......
...Lizardman (biasa)...
...Lizardman Leader (Bos)...